Dita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 7 January 2017

Langit masih gelap dan udara basah. Sejak pagi tadi hujan turun tiada hentinya. Hampir jam sebelas. Sebuah pesawat mendarat dan terparkir dengan sempurna di Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Setelah mengalami penundaan pendaratan karena cuaca buruk. Yang seharusnya pesawat dijadwalkan mendarat jam sembilan. Martin yang sedari tadi terlihat gelisah berdiri di depan pintu ruang kedatangan merasa lega, setelah mendapat informasi bahwa pesawat yang ditumpangi Dita telah tiba dengan selamat.

Kedatangan Dita kali ini memang sangat diharapkan, karena untuk mempersiapkan pesta pernikahan yang akan dilaksanakan tiga hari lagi. Setelah hampir lima tahun berpacaran. Mereka pun memutuskan untuk mengikat hubungan percintaannya ke pelaminan. Walaupun selama ini mereka berpacaran jarak jauh. Mereka percaya akan keputusan yang dibuat untuk segera menikah. Memang tidak mudah menjalani pacaran jarak jauh, walau kadang pertengkaran seringkali mewarnai perjalanan cinta mereka tapi hal itu tidak menyurutkan keinginan untuk dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih serius.

Hati Martin berdebar sangat kencang. Perasaan senang, bahagia, serta haru bercampur aduk. Apalagi kepulangan Dita kali ini bukan untuk berlibur, melainkan menjadi pendamping hidupnya selamanya. Karena selama ini mereka berbeda tempat kerja. Martin bekerja sebagai karyawan BUMN di Pulau Bangka, sedangkan Dita bekerja sebagai pramugari. Mereka jarang sekali bertemu. Minimal satu kali dalam sebulan bisa bertemu atau saat cuti libur. Selebihnya mereka berkomunikasi melalui handphone. Bahkan pernah juga mereka bertemu tiga bulan sekali, karena Dita harus terbang terus selama itu.

Rasa cemburu yang berlebihan dari Martin menjadi pangkal permasalahan dari pertengkaran. Bagaimana tidak cemburu, jika wanita berusia 24 tahun yang dicintainya selalu berada di antara pilot dan para awak pesawat lainnya yang tidak kalah keren apalagi berduit. Seperti kejadian saat Dita hampir tiga bulan tidak pernah pulang. Artinya mereka tidak pernah sama sekali bertemu selama itu. Hanya bisa berkomunikasi melalui handphone. Itu pun kalau sinyalnya sedang bagus, mereka bisa berkomunikasi dengan lancar.

“Kenapa baru pulang sekarang, memangnya kamu tidak kangen sama aku. Apa seorang pramugari itu tidak ada liburnya saat kerja!”
Meski percuma, Dita mencoba menjelaskan. “Kebetulan tiga bulan terakhir ini pesawat sedang ramai penumpang. Apalagi ada liburan anak-anak sekolah, disambung lagi hari raya dan tahun baru. Ditambah lagi beberapa teman ada yang cuti dan sakit. Jadi kami juga kewalahan dan keletihan menghadapi semua itu. Mau bagaimana lagi ini sudah menjadi tugas kerja!”
“Ah! Kamu pasti bohong. Mentang-mentang kita jarang sekali bertemu, engkau sudah berani diam-diam mempunyai seseorang selain diriku. Aku ini tunanganmu, apakah kamu tidak ingat kalau tanggal pernikahan kita sudah ditentukan satu bulan lagi!”
“Bukankah tadi sudah aku jelaskan. Lalu untuk apa aku memutuskan akan menikah denganmu, kalau aku masih harus mempunyai lelaki lain selain dirimu. Apa kamu masih kurang percaya sama aku!”
“Ahh… sudahlah! Bikin pusing saja!”

Kalau sudah seperti itu, Dita tidak bisa berbuat apa lagi. Meski Dita sadar tunangannya terkena sindrom cemburu yang cukup akut, namun dia lebih baik diam atau langsung kabur. Membiarkan tunangannya reda amarahnya dalam beberapa saat. Penjelasan tidak ada gunanya, hanya akan meletupkan pertengkaran lebih dahsyat.

Cita-cita menjadi pramugari sudah tertanam dalam jiwa Dita sejak masih kecil. Ketika itu Dita seringkali diajak ayahnya berpergian atau bertugas saat kerja keluar kota dengan menggunakan pesawat. Kebetulan ayah Dita merupakan salah satu pejabat yang cukup mempunyai jabatan tinggi di pemerintahan daerah. Sejak saat itulah Dita mengenal dan tertarik untuk menjadi pramugari. Disamping pramugari orang yang sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, penghasilan yang diperolehnya pun cukup lumayan.
Bahkan sempat cita-citanya untuk menjadi pramugari ditentang oleh keluarga dan tunangannya. Mereka khawatir akan keselamatan Dita. Serta jadwal kerja yang begitu padatnya akan membuat jarang bertemu dengan keluarga dan tunangannya. Berkat kegigihan serta ketekunan Dita selama dua tahun menjalani tugas sebagai pramugari, akhirnya mampu menyakinkan keluarga dan tunangannya. Namun karena penyakit cemburu yang telah melekat di jiwa Martin, tetap saja pertengkaran-pertengkaran kecil tidak bisa dihindari.

Meskipun Martin mempunyai penyakit cemburu yang cukup akut, Dita tetap sayang dan cinta. Jalinan cinta mereka telah terekat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Tidak jarang selama berhubungan mereka mengalami putus sambung. Hal itu terjadi bukan karena salah satu dari mereka tidak setia melainkan sikap cemburu Martin yang sungguh berlebihan. Dita pun merasa kurang nyaman dengan sikap tersebut, makanya rehat sejenak untuk memberikan ruang instrospeksi. Terutama bagi Martin agar mampu mengendalikan rasa cemburunya yang kelewat batas. Tidak jarang juga teman-temannya memberi nasehat agar mempertimbangkan hubungannya dengan Martin.

Cinta udah buta kali ya. Walau sering tersakiti dengan sikap kekasihnya, Dita tetap saja memilih Martin. Selain Martin gagah dan ganteng, sebenarnya orang yang penyayang, setia, mengerti akan dirinya juga romantis. Seperti suatu malam saat hari valentine di sebuah taman yang berada di pusat kota. Martin memberikan kejutan berupa cincin pertunangan yang diselipkan di kue brownies bertaburan coklat. Tidak lupa seikat bunga mawar yang indah menghiasi malam itu. Dita begitu terkejut, bahagia serta terharu akan ketulusan cinta Martin. Dita dibuat terkejut lagi saat Martin menyanyikan sebuah lagu yang sengaja diciptakan sendiri untuknya. Lagu itu mengalun indah dengan iringan gitar yang menawan.

CINTA KITA

Terasa Indah
Bila cinta merasuk jiwa
Bagai pelangi
Menghiasi langit hati

Oh…indahnya
Cinta kita
Oh… anggunnya
Rasa cinta

Sayang, biarkanlah kasih dan cintaku
Kan selalu menjaga hidupmu
Sayang, dengarkanlah puisi laguku
Penghapus segala gundahmu

Siram pengertian
Selalu di lahan cinta kita
Untuk kita jaga
Dan rawat hingga akhir hayat

Malam bertaburan cinta bagi dua pasangan yang sedang kasmaran. Oleh sebab itu Dita yakin kalau kekasihnya itu mampu melindungi serta membimbingnya ke jalan yang benar dalam mengarungi bahtera kehidupan.
Tidak jarang juga banyak orang mencoba meraih hati Dita. Bagaimana orang tidak tertarik dengan wanita yang berkulit putih, bertubuh tinggi semampai bak gitar spanyol, dengan rambut hitam panjang tergerai indah serta mata yang penuh kehangatan. Secara fisik hampir sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta. Ada juga yang iseng ingin mengajaknya kencan. Bahkan ada yang berupaya menciptakan gosip-gosip miring tentang dirinya. Tapi Dita tetap berupaya menjaga kepercayaan yang diberikan orangtua dan tunangannya.

Suatu kali ketika Dita pulang untuk berlibur, ada seorang teman lelaki yang ikut berlibur.
“Siapa lelaki yang kamu antar ke hotel tadi!?” selidik Martin yang kebetulan melihat Dita mengantarkan teman lelakinya memesan kamar di hotel bintang empat.
“Lelaki itu bernama Erik, dia seorang pilot yang ingin berlibur ke Pulau Bangka, dia hanya teman biasa. Kebetulan dia belum pernah berlibur ke Pulau Bangka, dia tertarik dengan Pulau Bangka setelah membaca novel dan mengetahui informasi dari internet,” jelas Dita tenang, tanpa beban apalagi gugup.
“Lelaki itu pasti selingkuhanmu!?” tuduh Martin.
Darah dalam tubuh Dita membuncah sampai ke ubun-ubun, tidak mampu menahan amarah yang sudah lama ditahan. Dita merasa sakit hati, serta telah terinjak-injak harga dirinya oleh orang yang akan dinikahinya.
“Jangan sembarangan menuduhku yang bukan-bukan! Bukankah baru saja aku jelaskan, bahwa dia teman kerjaku. Kenapa sikapmu semakin membabibuta. Lalu maumu apa!? Apakah kurang perhatian serta kepercayaan yang kuberikan untukmu atau kamu ingin kita akhiri saja pertunangan ini. Jangan mentang-mentang kamu calon suamiku, terus memperlakukanku seenaknya!”
“Sudah diam! Pergi Kau!” bentak Martin dengan muka merah legam sambil menunjukkan jari ke arah muka Dita.
“Apa… mau nonjok!? Silahkan kalau berani!” teriak Dita dengan mata membelalak, karena sudah dongkol dengan kelakuan Martin.
“Ahh… diam! Pergi! Jangan banyak omong!” teriak Martin lebih kencang lagi seperti tak mau kalah dengan Dita. Tangannya pun mendarat ke arah meja makan tempat mereka ngobrol, karena tidak mampu menahan amarah. Makanan dan minuman yang baru mereka pesan menjadi berserakan ke lantai. Seluruh penghuni café terkejut dan melihat ke arah mereka.

Tertekan dengan sikap tunangannya itu, Dita pun pergi dengan wajah bersimbahkan air mata. Untung sikap Martin tidak berujung pada kekerasan fisik. Karena Dita tidak menginginkan kekasih atau suami yang ringan tangan. Kejadian itu sempat membuat Dita ingin memutuskan pertunangannya dengan Martin. Segera Martin menyadari segala kelakuan yang telah diperbuatnya dan meminta maaf kepada Dita. Sebelum semua menjadi berantakan. Dita pun luluh kembali kepangkuan Martin.

Dengan kejadian itu Martin perlahan-lahan mengerti tentang arti sebuah kepercayaan serta ketulusan cinta. Dita pun memahami sikap tunangannya, walau kadang merasa tidak nyaman dengan penyakit cemburu yang kadang kambuh tanpa tentu.
“Mohon maaf kami informasikan kembali, bahwa pesawat yang baru datang bukanlah pesawat yang dijadwalkan datang jam sembilan, melainkan pesawat yang memang dijadwalkan datang jam sebelas. Baru saja kami mendapatkan informasi bahwa pesawat yang dijadwalkan datang jam sembilan mengalami pendaratan darurat di sekitar bukit Kejora, setelah kehilangan kontak dengan petugas di bandara. Saat ini team evakuasi sedang menuju ke sana untuk melihat kondisi pesawat,” ujar petugas bandara meralat informasi sebelumnya yang disiarkan sekitar lima menit lalu.

Suasana di bandara yang semula tenang kini menjadi ramai oleh orang-orang yang menunggu kedatangan pesawat yang dijadwalkan datang jam sembilan. Mereka panik dan berhamburan ke ruang informasi untuk memastikan kebenaran berita yang baru saja disampaikan oleh petugas informasi bandara. Sirine mobil pemadam kebakaran, mobil ambulan dan mobil team evakuasi lainnya yang melaju beriringan menuju lokasi kejadian menambah suasana bandara menjadi tegang. Martin menjadi lemas, cemas, takut serta tidak percaya atas kejadian itu. Ia teringat dengan Dita yang berada dalam pesawat tersebut. Pikirannya jadi kacau balau. Ia pun jatuh tersungkur di depan ruang informasi, karena tergencet orang-orang yang berdesakkan ke ruang informasi untuk mendapatkan berita keluarga atau orang yang mereka jemput.

Sementara itu, di lokasi kejadian team evakuasi kesulitan untuk mengevakuasi pesawat karena pesawat terhimpit di antara bebatuan besar. Kedua sayap pesawat patah, entah hilang kemana. Semua ban pesawat patah. Sebagian badan pesawat ringsek, terhimpit bebatuan besar. Kaca-kaca berserak, ada yang menancap di bagian tubuh penumpang. Seluruh isi bagasi tumpah, ada yang mengenai kepala penumpang hingga bocor. Darah mengalir kemana-mana. Teriakan kesakitan para penumpang. Jerit histeris masyarakat atau orang-orang yang menyaksikan wajah dan tubuh bersimbahkan darah, luka bakar dan tulang yang patah. Sebagian badan pesawat terbakar. Kepulan asap semakin menebal. Beberapa letupan api masih terlihat. Petugas pemadam kebakaran berusaha semaksimal mungkin untuk segera memadamkan api, agar pesawat tidak meledak. Team evakuasi lainnya dibantu masyarakat setempat berupaya secepatnya mengeluarkan penumpang dari pesawat. Mobil ambulan terdengar menderu-deru mengantarkan para pasien ke rumah sakit silih berganti. Polisi segera membuatkan police line di sekitar lokasi kejadian, agar memudahkan petugas melakukan evakuasi. Siang itu langit di atas bukit Kejora berubah memerah dan dipenuhi kepulan asap tebal.

Evakuasi berjalan sekitar tiga jam. Akhirnya mampu menyelamatkan seluruh penumpang yang berjumlah sekitar seratusan orang, termasuk anak-anak, bayi, pilot dan awak pesawat. Tidak ada korban jiwa. Sebagian dari mereka mengalami luka bakar dan patah tulang. Sebagiannya hanya mengalami luka-luka ringan. Sedangkan badan pesawat belum dapat dikeluarkan dari himpitan bebatuan, karena alat yang digunakan masih belum mampu untuk menanganinya. Mungkin membutuhkan beberapa waktu untuk dapat mengeluarkan badan pesawat dari himpitan bebatuan itu.

Dita terus mengingau, menyebut-nyebut nama Tuhan. Sesekali memanggil nama Martin. Ia terus mengerang menahan sakit saat dibawa team evakuasi ke rumah sakit, karena sekujur tubuhnya hampir terkena luka bakar. Sementara Martin masih tergeletak pingsan di depan ruang informasi Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Cerpen Karangan: Herlambang Kusumawardana
Facebook: Lambangpisungsung

Nama: Herlambang Kusumawardana
Tempat/Tgl Lahir: Klaten, 05 April 1978
Alamat: Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah
Telp/HP: 081532610322
Email: herlambang.kusumawardana[-at-]gmail.com
Pengalaman:
1. Puisi/Sajak dimuat di Harian Bangka Pos
2. Puisi/Sajak dimuat dalam Antologi Puisi “Tidak Ada Titik Masihkah Kalian Melawan”
3. Tahun 1994-2000 bergabung dengan Teater CUK di Klaten
4. Tahun 2000-2002 Ketua Bid.Eksternal Paguyuban Seniman Muda Klaten “Pisungsung”
5. Tahun 1998-1999 Wakil Ketua UKM Pers Kampus AAP “ BI” Surakarta
6. Tahun 1999-2000 Ketua Umum Senat Mahasiswa AAP “BI” Surakarta
7. Tahun 1998-2001 bergabung dengan GMNI Cab. Surakarta
8. Tahun 2007 bergabung dengan Teater Lentera Pangkalpinang, Bangka

Cerpen Dita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Listen to My Heart

Oleh:
Nadia membuka lembar demi lembar yang tertulis not angka dan not balok, ia mainkan nada-nada itu dengan piano. Lama-lama ia merasa bosan, jadi ia meninggalkan piano itu. Ia membuka

Lebih Berharga Dari Cinta

Oleh:
“Diandra!” panggil Sofie sambil melambaikan tangannya. Dari kejauhan, nampak seorang gadis remaja seumurannya menoleh. Matanya tampak berbinar diterpa cahaya mentari pagi. “Sofie! Bentar, ya!” jawabnya sambil berlari mendekat. Jarak

Dimanapun Engkau

Oleh:
Zega bagi Cindy Aku tidak tahu bagaimana kesan pertamaku mendengar pengakuanmu, namun aku percaya semua orang bukan hanya aku, pasti senang bila mengenalmu. Walaupun dalam diam aku menyimpan kesal

I Love You

Oleh:
Inilah sahabat sahabatku. Cowok berkacamata yang lagi baca komik berkulit putih itu Zicko. Ketua osis plus jawara kimia. Cowok yang di pojok sana, yang sibuk dengan gambar ceker pitik

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *