Don’t Comeback

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 1 November 2017

Hidup memang tak seperti yang dibayangkan. Kadang yang kita inginkan bukan yang tertulis di dalam takdir. Namun, apa mau dikata semua harus dijalani.

Dia seorang gadis yang manis yang mampu menyembunyikan rasa pilunya dibalik senyuman. Vani namanya dia salah satu murid teladan di sekolahnya. Ia berpacaran dengan Hans anak dengan kasta tinggi. Dan Vani hanya anak penjual kue. Orangtua Hans tidak senang dengan Vani karena tak sekasta dengan mereka.

Pagi itu Vani berjalan menuju gerbang namun, langkahnya terhenti ketika menatap mata seorang pria yang berada di depan gerbang tersebut. Pria itu adalah Hans. Matanya berubah menjadi sayu. Ia berbalik arah dan tampa sengaja menabrakku Dea. Aku adalah temannya Vani. “kamu ini kenapa van?” Tanyaku penasaran. “Ehh aku gak papa kok” jawabnya singkat. Lalu ia berlari tergopoh gopoh. Aku tak tau kenapa.

Setelah bel masuk vani ke kelas dan melangkah dengan pelan sambil menunduk. Aku menghampirinya dan kembali bertannya “Kamu ini sebenarnya kenapa? Sedari tadi aku memperhatikanmu. Tingkahmu sangat aneh vani. Apa kau tak mau menceritakan apa yang sedang kau rasakan?” Kataku padanya. Ia menatapku tajam hingga aku makin dibuatnya bingung. “Aku ingin menceritakan sesuatu padamu dea” Vani merespon perkataanku tadi. “Baiklah istirahat nanti kita bercerita di taman, dan ceritakan semua yang kau rasakan” Kataku.

Waktu terus berlalu hingga jam istirahat pun tiba. Aku telah menunggu vani di taman tak lama aku menunggu vani telah terlihat dari ujung lorong depan kelas sedang menuju ke taman.
Setelah ia datang ia langsung menghempaskan badannya ke bangku taman dan langsung memelukku erat. Aku terdiam tak tau apa yang dilakukan vani. Lama ia memelukku lalu ia mulai bercerita padaku “Dey aku jenuh, aku lelah dikejar rasa rinduku pada Hans. Aku rindu tapi aku tak bisa memeluknya. Bahkan untuk menatapnya pun aku tak bisa. Sampai kapan aku harus memendam rasa ini. Aku tau Dey, Hans bukan milikku lagi. Aku telah memilih pergi darinya namun, kenapa aku jadi seperti ini? Aku tak bisa mengendalikan diriku sendiri Sedangkan Hans? Ia nampak biasa saja terhadapku. Ia menyapaku, ia tetsenyum padaku, ia membantuku jika aku dalam masalah. Seperti kemarin saat ayahnya menghinaku ia mendatangiku dan membantuku. Semakin ramah hans padaku maka semakin ia menyulitkanku” Cerita vani padaku. Air mata vani pun mulai mengalir. Aku berusaha menguatkannya dan memeluknya. “Van, Hans sudah berusaha keras untuk memperjuangkanmu. Tidakkah kau peduli padanya? Hingga ia membuat jarak antara dia dan orangtuanya. Tidakkah kau ingin berjuang bersamanya?” jawabku pada vani. Vani terdiam mendengarkan perkataanku.

Hari-hari pun berlalu namun Vani masih terbelenggu oleh perasaannya pada Hans. Aku tau Vani sudah berusaha keras untuk lepas dari belenggu perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya..

Suatu pagi saat aku berangkat ke sekolah aku melihat vani sedang berlari mengejar Hans. Aku tak tau apa yang sedang ingin ia lakukan. Vani memanggil hans “Hans”. Hans pun menoleh ke belakang betapa terkejutnya Hans ketika melihat Vani yang tertunduk dengan nafas tersengal karena lari mengejarnya. Hans mendekatinya lalu berkata “kau kenapa Vani? Kenapa kau mengejarku?” Vani menatap mata Hans “aku ingin bicara padamu sekarang!” jawab Vani tegas. Mereka berjalan menuju ruang olahraga.

Vani yang sedari tadi tak sabar ingin bicara pada Hans langsung bicara “Hans bisakah kita tak berteman lagi? Bisakah kita tidak bertemu lagi? Bisakah kau menganggapku tak ada di dunia ini?” Ungkap vani. “Apa maksudmu ini vani? Aku gak ngerti apa yang kamu bicarakan ini” jawab Hans. “Hans kau sudah sangat menyulitkanku dengan selalu tersenyum padaku, menyapaku, membantu semua kesulitanku. Apa kau tak bisa menjahuiku? Kau semakin membuatku terbelenggu dan tak bisa bebas dari dilema ini”. Ucap Vani dengan mata yang berkaca-kaca, dan Hans hanya menatapnya penuh tanya. “Apa itu yang kau inginkan dariku Van? Aku akan melakukannya. Kau ingin aku tak mengingatmu lagi? Ya aku akan melakukannya. Tapi izinkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya Van. Kau tau aku masih sangat mencintaimu tapi kau menginginkan itu dariku. Saat aku ingin memperjuangkanmu di depan orangtuaku kau menghancurkan semua usahaku. Terimakasih telah menghancurkan semua usahaku” Hans mulai meneteskan air mata. Vani langsung memeluk erat Hans sambil terisak menangis. Tak lama meraka berpelukan karena Hans melepaskan pelukan itu. Vani menangis sejadi jadinya karena ya ia sadar akan kehilangan Hans.

Hans meninggalkan Vani di dalam ruang olahraga sendirian dengan langkah yang berat Hans tetap pergi. Vani menatapnya Hans semakin menjauh jauh dan Ya Hans benar benar pergi. Vani menangis di ruangan itu. Aku yang ingin menemuinya langkahku pun terhenti aku akan membiarkannya sendiri dulu agar ia puas menangis dan nanti akan merasa lebih baik.
Vani tak henti-henti ia terus saja menangisi kepergian Hans. Ia berusaha menguatkan dirinya sendiri dan mulai melangkah pergi.

Cerpen Karangan: Kenny Dwi Priwirianti
Facebook: Kennydwii
KENNY DWI PRIWIRIANTI
IG: Kenny dwii
Idline: Kennydwii

Cerpen Don’t Comeback merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sesal

Oleh:
I miss your tan skin, your sweet smile So good to me, so right And how you held me in your arms that september night The first time you

Cinta Karin

Oleh:
Cinta bukan sekedar hasrat ingin memiliki kecantikan nya atau apapun yang dimilikinya dalam bentuk sempurna. Cinta berawal dari hati yang keluar tanpa sadar telah menyentuh sisi terbaik dalam menyampaikan

My First And Last Love

Oleh:
Langit malam ini begitu gelap, menutupi bintang-bintang yang biasa ku sapa. Tetes demi tetes air hujan turun membasahi malam ini, menimbulkan sebuah melodi menyayat hati. Aku menengadah menghadap langit

Tak Bisakah Kau Menunggu

Oleh:
Aku dan dia. Entah apa sebenarnya kami, jika dibilang pacaran kami tidak mempunyai hubungan apa-apa. Tapi dibilang bukan pacaran pun bukan, karena kami tahu saling mencintai satu sama lain.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *