Don’t Go

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 14 February 2014

Seorang perempuan menggulurkan tangan…
“Taksi…!!!” Sebuah taksi berhenti tepat di depan selvi.
“Pak Ke Bandara ya…!”
“Oke neng…” Taksi itu melaju menembus jalanan kota bandung, yang jalannya lumayan ramai.

Selvi membuka hp BBnya, sambil terus menunggu balasan BBM dari orang yang masih spesial di hatinya, Diki.
“Kok dia gak bales-bales BBM gue sih?”
“Apa memang dia udah bener-bener lupain aku, trus dia gak peduli kalau gua pergi ke korea? Apa dia tidak tahu bagaimana perasaanku ini? Setidaknya dia harus datang ke bandara untuk melepasku pergi, Hanya itu yang ku ingin…!” Tulis selvi dalam status Facebooknya, lalu menaruh kembali bbnya ke dalam tasnya.

Selvi membuka kaca taksi sambil melihat jalanan kota bandung yang amat sejuk. Angin itu kemudian menghujam sebagian tubuh selvi. Selvi seakan terhanyut bersama angin ini dan kembali ke masa lalunya saat masih memandu cinta dengan diki.
“Kamu kenapa belum masuk?” ucap diki langsung memeluk selvi dari belakang.
“Kamu sendiri?” Tanya selvi manja.
“Aku? aku ingin keluar aja nikmatin angin pantai…”
“Ohhh…”
“Ko ohh doang jawabannya?”
“Emang gak boleh…?”
“GAK BOLEH..!”
“Terserah aku dong, wleee…” Potong Selvi lalu menjulurkan lidahnya lalu berlari ke dalam villa.
“Hei tunggu, aku belum selesai ngomong!”

KRINGG…!!! KRINGGG…!!! KRINGGG…!!!
“Neng HPnya bunyi tuh…” Pak supir menghancurkan lamunan selvi.
“Oh iya pak…”
“Hallo ini siapa?… apa?… Gak kedengaran!!… Disana berisik!!… Aku matiinn yaa..?!!” Selvi mematikan HPnya karena suara brisik dari sang penelpon.
“Tadi siapa yaa? Kok brisik banget? Malah pake nomor telepon umum lagi…!” Tanya selvi dalam hati.

Sementara di tempat lain diki sedang melanjutkan pekerjaannya sebagai arsitek.
“Kok dia malah matiin telponnya sihh?” pikir lelaki itu sambil melihat rancangannya.
“SIANG PAK!” sapa seorang laki-laki tua.
“Siang juga pakk! ada yang perlu saya bantu…?”
“Ohh enggak pak, saya cuman baru tahu kalau bapak sudah berpisah dengan tunangan bapak…”
Diki tidak bisa berkata-kata dia hanya mencoba tersenyum di balik kekesalannya pada bosnya ini.
“Terus, apa benar mantan tunangan bapak sekarang melanjutkan kuliah ke korea…?”
“Ohh benar…” jawab diki singkat. Tiba-tiba ia teringat dengan SMS hari kemarin.

From: SeLvI
Massages: Dik… besok jam 2.30 sore aku pergi ke korea, aku harap kamu bisa anterin aku ke bandara yah, Plisss…!!!

“Pak, saya izin dulu untuk pergi sebentar…” Pinta diki.
“Hmmm gimana ya? Pasti soal anak muda, okelah tapi jangan lama-lama ya, masih ada design yang harus diperbaiki…” jawab lelaki tua itu.
“Terimakasih pak… Saya pergi dulu…!!”

Diki memacu mobilnya dengan cepat untuk sampai ke rumah selvi, ia segera melihat jam tangannya namun jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Disaat dia mencari HPnya ia baru teringat bahwa HPnya sedang rusak.
“Duhh gimana ini? gak mungkin selvi mau nunggu aku sampai jam segini? mungkin aja dia langsung pergi ke bandara…” pikir diki dan langsung teringat dengan fitur sms yang dimiliki mobilnya.

To: 083816415**
Massages: Vi, kamu ada di mana sekarang? – From diki

Selvi masih kesal dengan diki, dia sengaja tidak membalas sms dari diki.

“Kok dia belum ngebales-bales sihhh?” Tanya diki dalam hati sambil menpercepat laju mobilnya.
“Aku coba lagi buat SMS dia…”
To: 0838164115**
Massages: Vi maafin aku.. aku sekarang di jalan, kamu ada dimana? – From diki

From: 0812141382**
Massages: Aku lagi di jalan ke bandara. kalau kamu mau aku maafin, temui aku di bandara 15 menit lagi.
Diki menilik jam tangannya, sudah menunjukkan pukul setengah dua.
“Vi tunggu aku…” ucap diki dalam hati, lalu mempercepat laju mobilnya mencapai kecepatan 100 km/jam.

Selvi keluar dari taksi dengan memberi dua lembar uang seratusan ribu kepada supir taksi itu.
“Huhh, akhirnya nyampe…” ucap selvi setelah pak supir mengeluarkan kopernya dari bagasi.
“13.40” ucap selvi.

Selvi segera mencari cemilan untuk di pesawat nanti. Ada perasaan senang bercampur sedih dalam hatinya. Senang karena dia dapat mewujudkann impiannya untuk kuliah di korea, sedih juga karena harus meniggalkan kedua orangtuanya beserta diki orang yang masih dianggap spesial baginya. Setelah mendapatkan cemilan yang dicarinya selvi menilik ke monitor yang ada di tembok.
“Departure (14.30): INDONESIAN – KOREA (delay)”
“Mungkin aku harus segera masuk ke tempat tunggu di atas…” Ucap selvi langsung mengeluarkan tiket beserta pasportnya.

Sementara itu diki sudah sampai di pintu bandara dan segera berlari masuk untuk menemukan perempuan yang sebenarnya masih dicintainya, SELVI.
“selvi!!!” panggil diki, sambil terus mencari pemilik nama itu.
5 menit kemudian diki melihat selvi mau masuk untuk pengechekan tiket beserta bagasi pesawat.
“SELVI!! Tunggu, jangan pergi dulu…!”
Selvi mengalihkan pandangannya ke pemilik suara itu “Diki? Dia akhirnya datang juga”
“Selvi, sory aku telat datang… aku lupa kalau kamu berangkat ke korea sekarang…” ucap diki ngos-ngosan.
“Gak apa-apa, yang penting kamu sekarang di sini untuk melepas kepergianku ke korea…”
“Kamu beneran mau ke korea?”
“Iya… itulah keputusanku saat ini…”
“Baiklah kalau begitu, aku ingin kau hati-hati disana…”
“Dia tak menghalangi ku?!” pikir selvi.
“Kamu pasti bertanya-tanya kenapa aku tidak menghalangimu pergi ke korea, ketahuilah aku ingin kau menggapai mimpimu sejak dulu, jadi aku tidak mau menghancurkan masa depan yang kau impikan…” ucap diki “Tapi… dalam hati ini sebenarnya aku ingin sekali kau untuk tidak pergi ke sana, karena sebenarnya aku masih mencintaimu…” lanjut diki dalam hati.
“Baiklah, aku mengerti… sekarang aku pergi dulu, semoga kau bisa menunggu ku 5 tahun lagi…” jawab selvi pelan lalu selvi pun pergi dengan air matanya yang mulai jatuh karena alasan diki tadi.
“Selvi aku mendengar suara terkecil yang keluar dari mulutmu, baiklah aku akan menunggumu lima tahun lagi, walau memang hatiku tidak mengijinkan kau pergi dan kembali dengan waktu selama itu…” ucap diki dalam hatinya, dan berlalu dari tempat itu.
“Aku tahu kalau dalam hatimu yang terdalam kau ingin aku tetap di sini, tapi aku tahu kenapa kau malah menyuruhku untuk kesana, semua itu karena mimpiku…” tulis selvi dalam diary saat di pesawat.

THE END

Cerpen Karangan: Christmemory
Blog: Http://cerpenispemula.blogspot.com
Nama: Christmemory
Twitter: @Chimemo_48
fb: facebook.com/christmemory13

Cerpen Don’t Go merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dinda, Ku Tunggu Kau Kembali

Oleh:
Cintaku indah seindah suara yang kau lantunkan dari bibir merahmu, cintaku sejati bagaikan karang yang di hempas ombak, cintaku putih, seputih berlian dan mutiara yang bersinar. Namun, cintaku hancur

Last Rain

Oleh:
Hujan menyambut pagi ini dengan senyumnya. Tanah di sekitarku mengeluarkan aroma khas yang tak bisa disamakan dengan aroma manapun. Dedaunan juga merunduk tak kuat menahan air yang mengguyurnya. Angin

Pita Merah Aisyah

Oleh:
Rembulan telah bersinar semenjak satu jam yang lalu, begitu pun gadis kecil yang tengah terduduk di tepi danau di pojok kompleks rumahnya, namanya Aisyah, gadis kelas satu SMP yang

Couple

Oleh:
Aku bisa melihatnya. Sinar jingga yang muncul di balik laut. Aku tetap menatapnya sendiri. Meski sudah terasa di sekitarku mulai sepi. Aku hanya merasakan angin sore menjelang malam. Kadang

Cinta Palsu

Oleh:
Adzan isya telah berkumandang, menandakan waktu sholat isya bagi umat muslim telah tiba. Tapi tidak untuk beberapa umat muslim yang tidak menghiraukan panggilan sholat tersebut, seperti 2 cewek manis

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Don’t Go”

  1. terharu sama cerpen ini, jangan lupa mampir ya di blog saya chandstwn.blogspot.com
    Cerpen and tips. follow juga yah, nanti difollback. thank’s 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *