Etire Dan Senja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 3 March 2016

Langit memerah pucat. Lanskap mengambang membayang dan iring-iringan burung pipit melayang lesat di antara gumulan awan. Suara-suara perlahan melaun di pucuk cemara. Aku terpikat lekat dalam suasana. Diam, dan terpancang di tepian dermaga. Ada hal yang larut ke dalam dimensiku. Seperti halnya sebuah penyesalan yang selalu saja memburu di setiap waktu. Langit perlahan berubah menjadi gelombang gelap yang merambat dari sisi-sisi lingkar pandanganku. Ya, sebentar lagi senja benar-benar ranum. Seketika semua ketenangan ini mulai pecah di dadaku. Rasa sesal dan berjuta muak membadai di kepalaku. Etire. Nama yang tak mampu ku ingat dengan segenap ketegaran. Seorang gadis yang sederhana, dengan kemandirian yang mengagumkan. Dan dia adalah kekasihku.

Empat tahun yang lalu di dermaga ini, tepatnya saat senja meranggas repih. Dan tangis yang gerimis di wajahnya itu memangkat sendu yang kelabu. Adalah terakhir kalinya kami bertemu. Aku sempat tak percaya dengan apa yang menjadi keputusan darinya. Berpisah, adalah hal paling menyakitkan dalam mencintai. Kata-kata yang luruh dari getar bibirnya masih tertulis jelas dalam ingatanku hingga saat ini. “Sat, kita tidak pernah tahu kapan langkah ini akan terjatuh dan berhenti berjalan. Rasa sakit dan setumpuk luka mungkin akan terasa. Tapi Sat, ada hal yang harus dikorbankan untuk sebuah cinta. Dan mungkin perpisahan kali ini adalah yang terbaik untuk kita Sat. Aku mencintaimu bahkan lebih besar dari yang kau harapkan. Tapi aku harus pergi dari kehidupan kamu. Maaf Satya, aku lakukan ini karena aku tidak mau cintamu harus lebih kecewa dari ini semua.”

Ya, itulah yang dia ucapkan sewaktu kami benar-benar akan terpisah selamanya. Dan setahun yang lalu aku mendapatkan kabar dari salah seorang sahabatnya Etire, yaitu Sheila. Dia memberitahuku bahwa Etire telah meninggal bunuh diri. Dan kejadian itu seminggu setelah kami bertemu di terakhir kalinya. Sebuah surat yang dituliskan Etire sebelum dia bunuh diri diberikannya kepadaku oleh Sheila.

“Dear, Satya kekasihku. Satya, maafkan aku jika memberimu luka dan duka yang hitam. Saat itu aku tidak sempat memberitahu alasan aku memilih berpisah darimu. Dan sekarang dalam surat ini aku katakan kepadamu. Aku hamil Sat. Sebenarnya aku merahasiakan aibku darimu. Aku seorang pelac*r yang dijual Ayahku sendiri kepada lelaki berduit. Dan aku tidak mungkin meneruskan kebohongan ini, karena aku tahu ketulusan cintamu Sat. Aku meminta satu hal darimu setelah kau baca surat ini. Aku mohon kamu jangan terbelenggu dengan duka yang ku berikan, aku ingin kamu bahagia Sat. Tersenyumlah dan lupakan aku bersama senja yang tenggelam. Aku mencintaimu Satya. Etire.”

Surat itulah yang terakhir ku pahami dari keputusannya. Rasa nyeri dan duka adalah cinta di ujung senja yang berakhir pekat. Selamat jalan kekasihku Etire.

Tamat

Cerpen Karangan: Deds
Facebook: Ded’s Act

Cerpen Etire Dan Senja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggu

Oleh:
Menunggu adalah suatu pekerjaan yang sangat teramat membosankan. Aku tak suka menunggu! Tapi anehnya aku sering sekali menunggu. Seperti yang terjadi saat ini. Aku menunggu seseorang yang teramat aku

Kita Yang Beda

Oleh:
Reifan Gerald, dialah cowok yang berhasil merebut hatiku. Aku sama dia udah pacaran selama 1 tahun lebih. Aku bahagia memiliki dia. Dia baik, pengertian dan penuh kasih sayang. Tapi

A Thausand Promise (Part 3)

Oleh:
20 hari telah berlalu. Nia tak pernah berfikir bahwa mimpinya akan kandas diterpa ombak di pantai. Dia juga tak tahu bahwa semuanya ini nyata, atau tidak. Yang jelas, dia

Pengorbanan

Oleh:
Semuanya berawal dari pertama aku mengenal pria bernama tama. Awalnya aku hanya merasa kagum, tapi setelah aku mengenalnya lebih lama aku merasa nyaman berada di sampingnya. Suatu hari ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *