Fobidden Love (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 10 June 2017

Penyesalan seperti daun yang telah gugur. “Mengapa dulu aku tak memegang kuat tangkainya”.

“Bu, aku mencintainya! Mengapa ayah tak suka dengan itu?” Tanyanya, “Ayah menginginkan yang terbaik untukmu sayang”, “Lalu, siapa yang terbaik itu bu? jika bukan pilihanku” Tanyanya lagi, “pilihan tuhan” Jawab ibunya seraya membelai lembut rambut sang anak.

Anak itu merenungi setiap perkataan ibunya. Tuhan akan memberikan yang terbaik! sambil menatap langit tanpa bintang, di luar hujan turun begitu deras meninggalkan bekas diatas tanah. Seperti sakit yang menikam hatinya setiap detik membuat seberkas luka.

Aku tak begitu menyukai seorang perempuan. Aku menganggap perempuan lemah tak pantas diperjuangkan. Perempuan yang tak mengerti bagaimana mencintai seorang laki-laki dengan tulus.

“Lo boleh mencintai siapapun, tapi bukan berarti gue ngijinin lo sama dia” Tegas miraj sambil menatapku sinis.

Aku sudah lama dekat dengannya. Tapi bukan berarti aku mencintainya. Aku hanya merasa dia sangat peduli denganku. Kedekatan kami diketahui miraj pada akhirnya. Kain indah yang membalut kepalanya membuat abigail terlihat sangat cantik! Aku mulai suka melakukan semua hal dengannya. Ia mengajariku banyak hal, aku sedikit berubah dan miraj tak menyukai itu!

“Mengapa ibu memberiku nama itu?” Tanyanya, “Abigail adalah seorang wanita cantik dan bijaksana, karena itu nabi daud menjadikannya seorang istri. ibu ingin kelak kau sepertinya nak” Jawabnya, “Ibu apa aku salah mencintai seorang muslim yang jauh dari agamanya? yang jauh dari tuhannya?” Tanyanya lagi, “Sayang, tak ada yang salah dengan itu. Cinta bisa tumbuh di mana saja dan pada siapa saja”, “Lalu mengapa ayah dan kakak tak menyukai aku dekat dengannya?”, “Dibalik itu semua, tuhan punya rencana. Mereka semua menyayangimu” Jawabnya lagi, “Tapi, sejak kapan kakak peduli denganku. Mencampuri urusanku! dia membenciku bu”.

Miraj sangat membenci perempuan, baginya seorang perempuanlah yang kelak menghancurkan hidupnya.

“Ibu bilang, kakak memang seperti itu. Tapi hatinya baik”, “Apa kau mencintaiku?” Tanyaku padanya, “Euuh… a apa? kamu tadi bilang apa?” Tanyanya seolah ia tak merekam pertanyaanku. “Aku tak suka dengan perempuan pembohong” Kataku. Aku melihat wajahnya tertunduk, aku sangat yakin dia mencintaiku. Aku tak yakin dengan perasaan ini. Aku tak boleh mencintainya! “Ah sudahlah, kau jangan malu seperti itu, aku tak baik untukmu! jadi jika benar kau mencintaiku, buanglah itu” Abigail pergi meninggalkanku begitu saja. Tak biasanya ia pergi tanpa mengucap salam. Apa aku telah melukai hatinya? Entahlah..

(Bagaimana mungkin jibril berkata begitu padaku? apa ia tak mempunyai perasaan yang sama denganku? apa aku.. Aku mencintaimu jibril, seperti aku mencintai tuhanku setiap waktu)

Senyumnya membuat aku berpikir perempuan adalah jembatan menuju surga. Perempuan sepertinya tak pantas kubuat luka. Dosa apa yang selama ini kubuat? aku meninggalkan semua yng digariskan tuhan padaku, sejatinya seorang laki-laki adalah mencintai perempuan. Menjaga kehormatannya dan menuntunnya kejalan yang lurus! apa aku laki-laki seperti itu? sudah lama aku mencintai miraj, tak peduli perempuan cantik manapun. Yang kutahu, kita saling mencintai.

“Hey, lihat! kupu-kupu itu cantik gail, itu sepertimu” Teriakku “Ya, kelak aku ingin sepertinya, terbang ke tempat yang indah, yang orang bilang itu (surga)” Katanya, “Gail, apa surga itu?” Tanyaku, “Surga itu tempatnya orang-orang baik, orang-orang yng dekat dengannya!”, “Kalau dekat dengan kamu, apa bisa masuk ke surga itu?” Tanyaku lagi, “Jibril, kamu itu ngomong apa sih?” Aku mencubit pipinya lalu berlari diatas rumput ilalang itu. Gail mengejarku sambil tertawa. Kami selalu bahagia jika bersama, Hingga melupakan waktu! gail bilang, dia suka sekali berada di sini. Aku suka sekali memetik bunga matahari di sekitar tempat itu. Gail bilang bunga matahari adalah lambang kekuatan. Menangislah di depannya, lalu pisahkan tangkainya. Aku tak pernah mengerti tentang itu!

“Jibril. Menurut kamu, aku itu seperti apa?” Tanyanya, “Kamu jelek dan menyebalkan” Aku mencubit hidungnya lalu berlari meninggalkannya (Maaf gail, aku takut kau mengatakan itu) “Eeeeumm kamuuu… aku itu serius tauuu”

Perasaan apa yang hinggap? aku sedikit melupakan miraj. Hingga pada saatnya miraj mempertanyakan hubungannya denganku! “Sejak kapan lo dekat sama dia?” Tanya miraj “Sebulan yang lalu!” Jawabku, “Lo cinta sama dia?”, “Tidak, aku hanya menganggapnya sebagai adikku saja”, “Gue bisa liat dari cara lo natap dia, Gak usah bohong! gue juga tau, dia cinta sama lo” Kata miraj, “Terus kalau kaya gitu kenapa?” Tanyaku, “Inget ya, cuma gue yang boleh cinta sama lo. Nggak perlu ada orang lain. Lo lupa? cewek itu bakal nyakitin kita” Katanya mempengaruhi, “Tidak semuanya begitu, adik kamu tulus mencintaiku dan aku rasa, akuuu…” Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, darah mengalir di sekitar wajahku. Miraj memang sangat kasar. Dia tak ingin ada yang lebih mencintaiku dibandingkan cintanya. “Sampe lo berani mencintai cewek itu, gue bunuh kalian” Aku begitu sangat lemah di hadapannya.

Hari demi hari aku melewati itu dengannya, perempuan yang kutahu saat ini sangat kucintai. Aku terus menghelak, bukan karena aku egois pada perasaanku. Tapi setiap kata-kata miraj yang seolah mengancam mengusik kehidupanku.

Malam ini aku datang ke rumahnya! tapi, baru saja aku sampai didepan pintu “Mau apa lo ke sini?” Tanyanya “Aku diundang ayahmu ke sini sekalian aku ingin bertemu dengan gail, Aku ingin bicara dengannya” Kataku “Awas kalau lo sampe macem-macem” Ancamnya. Ayahnya begitu sangat benci melihatku! Tatapannya sinis, kuucapkan salam dan kedua wanita cantik itu yang menjawabnya. Aku dipersilahkan duduk. Keringat dingin membasahi tubuhku. Gugup bercampur takut. “Kau sudah tahu apa maksudku mengundangmu ke sini?” Tanya laki-laki itu “Saya tidak tahu pak, gail bilang bapak ingin membicarakan sesuatu” Jawabku, “Ya, sudah berapa lama kau berhubungan dengan anakku? kau tahu seorang laki-laki mengencani seorang perempuan, Kedua orangtuanya harus tahu! kau pikir gail hidup sendiri, laki-laki macam apa kau? mengajak seorang anak berpergian denganmu tanpa meminta ijin kepada orangtuanya!” Katanya, “Maaf pak, saya mungkin salah, tapi percayalah! saya mencintai anak bapak dan saya berjanji akan menjaganya!”, “Apaaaaaa? gue ngga suka sama cowok kaya lo, pergi lo dari sini! jangan pernah deketin adik gue lagi” Miraj sangat marah dan memukul wajahku sangat keras. “Kau tak boleh begitu, bagaimanapun dia pantas diberi kesempatan” Ucap seorang perempuan setengah baya itu, wajahnya sangat mirip dengan gail! “Tapi, dia cowok brengsek! pemabuk, pemain j*di dan suka bermain perempuan” Kata miraj, “Lalu, apa bedanya dia denganmu kak? apa kau lebih baik darinya? aku tak menyukai kakak, kakak tak perlu mencampuri urusanku. Aku mencintainya dan berarti aku siap menerima semua yang ada padanya” Plaaakkkk…. Miraj menampar pipi adiknya hingga jatuh ke lantai. Gail berlari dan mengunci pintu kamarnya. Isak tangisnya terdengar sampai ke ruangan itu. “Kakak tak pernah menyayangiku, kakak pikir aku mau jadi adik dari seorang kakak sepertimu!”

Cerpen Karangan: Dheea Octa
Facebook: Octavhianie Dheea

Cerpen Fobidden Love (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Takdir Ku

Oleh:
“Dear Diary. Ini memang pahit dan sulit untuk aku jalani. Namun, aku harus bisa untuk menelannya dan menjalaninya. Ini adalah ujian untukku.. agar aku mengerti betapa sulitnya mencari sekeping

Seindah Sinar Pelangi

Oleh:
Seindah Bintang di Langit “Sayang, pulang, yu.” suara lembut merayu. “Hm.. ayolah… 5 menit lagi. Aku masih betah di perpustakaan ini.” balas suara memelas. “Tapi, mentari sudah mulai menghilangkan

Bertanya Dalam Duka

Oleh:
“Tuh kan” kataku sambil mondar-mandir “Kenapa sih Al?” tanya Hana yang bingung dengan tingkahku yang sejak tadi mondar-mandir. “SMS ku nggak dibales lagi Han” kataku sambil duduk di sebelahnya.

Tolong Bilang I Love You

Oleh:
Aku menangis sedih, sedih sekali. Wajahnya selalu terbayang di dalam ingatanku. Aku tidak bisa melupakan kejadian itu, kejadian yang membuatku jadi gila karenanya. Hari ini aku pergi sekolah dengan

Yang Seharusnya Nyata

Oleh:
“Lang, dia memandangku! terus memandangku, Lang!” Namun, temannya hanya terdiam. “Lang, kau pasti tau bahwa aku sangat mencintainya kan!” Temannya tetap terdiam. “Aku sungguh mencintainya, Lang!” Semenjak dua minggu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *