Good Bye My First Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 17 June 2013

Happy Birthday Nadya, happy birthday, happy birthday ya nad makan-makannya di tunggu … dan blablabla ya hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 18 tahun, yah beginilah kalau sudah tiba hari seperti ini ponselku berdering sepanjang hari, tapi tak ada satu pun yang aku balas, karena aku malas. Dan hari ini pun aku kembali membuka hadiah dari seseorang itu. Ya, hadiah itu mampu mengembalikan ingatkan dan kenangan ku dengan kejadian 3 tahun yang lalu saat aku masih duduk di kelas 2 sma, dan dia memberikan hadiah yang begitu istimewa dan mungkin ini adalah hadiah yang terakhir yang dia berikan kepadaku karena dia sudah tak ada lagi di dunia ini, sekarang.

3 tahun yang lalu… nih
Haduh, bisa bisa nya aku telat begini ya ampun gara-gara nungguin papa kelamaan jadinya telat begini, mana kelasku di lantai atas huhuhu bikin kesel saja. Gerutu ku dalam hati sambil menapaki anak tangga menuju kelasku. Karena terburu-buru aku pun tak melihat ada seseorang yang berada didepanku dan BRUUUUAAAAAKKKK, auw aku tak sengaja menabraknya.
“kamu nggak apapa?” Tanya nya.
dag dig dug dag dig dug, itu yang kudengar. Ternyata itu detak jantungku yang berbunyi, tuhan cobaan apalagi ini. Kenapa hari ini aku begitu sial.
“oh, iya nggak apapa kok. Maaf aku nggak sengaja”. Jawabku sambil membereskan buku dan berlari menuju kelasku.
Sesampainya di kelas, aku di sambut dengan begitu heboh dengan sahabat ku, Vina.
“grac, kok kamu dateng telat begini sih. Ya ampun nggak biasanya kamu kayak gini. Untung Cuma telat 3 menit.” Serunya.
“tadi, nungguin papa dulu. Katanya papa mau nganterin aku, eh nggak tau nya papa nya kelamaan jadi telat deh, hehhe.” Jawabku dan seketika itu guru yang mengajarku pun masuk ke dalam kelas dan menyuruh kami untuk segera mengumpulkan tugas yang dia berikan minggu lalu, tapi celaka tugasku nggak ada di tas ataupun di tumpukan buku yang aku bawa.
‘Vin, tugasku nggak ada.” Bisikku kepada vina.
“lah bukannya kamu sudah ngerjain tugas nya kan kemarin. Apa kamu lupa bawa?”. Tanya Vina
“enggak Vin, aku bawa kok tugasnya. Aduh bakalan di hukum nih aku aduh mau di hukum apa lagi coba Vin, mati ak…”. tapi belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku, Vina dengan tiba-tiba menyenggol lengan ku dan aku mendengar teman-teman sekelasku ribut yang aku tak tau mereka meributkan apa.
“Grac, liat geh itu bukan nya anak baru yang masuk XI-IPA 2 ya mau ngapain dia disini?’. Tanya nya.
“nggak tau lah, Tanya aja sendiri”. Jawab ku ketus.

Oh god, fiuh. Akhirnya hari ini selamat dan nggak jadi dihukum gara-gara nggak bawa tugas, yah berkat cowok itu yang nggak tau namanya siapa. Ternyata dia ke kelasku untuk nganterin tugas yang tadi jatuh karena abis tabrakan dengan dia.

Setelah kejadian itu aku makin sering ketemu dengan anak baru itu, ya iyalah orang kelasnya deketan jelas aja ketemu tiap hari dan satu kesempatan yang buat aku tau nama dia ternyata namanya Anumerta yah waktu itu sih dia yang ngenalin dirinya karena nggak sengaja kami ketemu di perpus. singkat cerita, karena sering ketemu dan kami pun sudah akrab banget Anum ngebuat satu kejadian yang bener-bener nggak bisa aku lupain, ya dia nembak aku saat aku lagi duduk di depan rumah dengan dia menyanyikan lagu sempurna dari miliknya andra & the backbone yang aku suka dan setelah itu dia memberikan bunga mawar dan menyatakan rasa cinta nya kepadaku.

Mungkin benar kata orang, cinta itu magnet terbesar dalam hidup seseorang bahkan cinta itu dapat membuat seseorang menjadi gila, hahaha mungkin aku terkena gejalanya. Sekarang, sering senyum-senyum sendiri padahal hanya dapat pesan singkat dari dia, hah senang nya hatiku. Oia, Anumerta adalah pacar pertamaku loh heheh makanya aku sayang banget sama dia dan nggak mau kehilangan dia, tapi takdir berkata lain. Tanggal 20 desember, tepatnya saat hari ulang tahunku setelah memberikan hadiah kepada ku dia mengalami kecelakaan mobil di jalan raya dan itu sangat membuatku terpukul karena kehilangan nya.
“Grac, Grac, kamu dimana?”. Seru Vina dengan panik
“aku lagi di kamar, masuk aja.” Teriakku sambil membuka hadiah dari Anum, pacarku.
“Grac, anumerta grac anumerta. Dia…”. Vina sejenak menghentikan pembicaraannya, “dia meninggal Grac, barusan Adit menghubungiku dia bilang Anumerta kecelakaan setelah pulang dari sini, mobilnya tabrakan dengan sebuah mobil yang berlainan arah”. Sambung Vina. aku merasakan aliran darah ku berhenti mengalir dan serasa di guncang-guncang dengan hebat. Aku tak terima dengan apa yang terjadi, tapi apa daya dia telah pergi dan air mata penuh membasahi pipiku.

Aku hanya diam, menahan sesak yang aku rasakan. Andai aku tadi menahannya untuk pulang, mungkin semua tak akan seperti ini, dia tak akan pergi meninggalkan aku. Apa ini semua salah ku, karena membiarkan nya pulang dan tidak menahan nya? Apakah ini sudah takdir ku untuk terpisah darinya? Atau kah, ahh kini aku tak tau apa yang aku pikirkan sambil berjalan dengan tatapan kosong menuju makam Anumerta yang didampingi oleh Vina aku hanya bisa berdoa dalam hati agar dia diterima disisi-Nya dan Good bye my first love.

Cerpen Karangan: Astrid Septiani Wulandari
Facebook: Astrid’athiid’septiani

Cerpen Good Bye My First Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ajal

Oleh:
“Apa? Loe gak bohong kan, Sya?” ujar gua. “gak Kar… gua gak bohong!” jawab Syara. “Loe yang sabar ya, Sya. Loe jangan percaya omongan dokter, dokter itu bukan Tuhan

Siapa Yang Salah

Oleh:
Sebenernya kamu tidak salah, hanya saja aku yang bodoh melepaskan kekasihku demi dirimu. Kamu tidak salah, hanya saja aku yang bodoh terlena kata kata manismu. Kamu tidak salah, hanya

Embun dan Senja

Oleh:
“Berakhir dengan sebuah Teddy Bear dan Mawar Merah” Sang surya menyinari pagi yang cerah ini dengan sembunyi-sembunyi. Mungkin sang surya masih sedikit engan untuk bersinar cerah di pagi ini,

Luka

Oleh:
Menatap langit-langit atap kamarku membayangkan semua peristiwa yang terjadi, kenangan yang kau tinggalkan dan luka yang kau goreskan dalam hatiku. Masih sampai terasa perih sampai detik ini. Flashback. 19

Kotak Surat Darimu

Oleh:
Kasih, Setelah beberapa pekan kau diam membungkam dan mengacuhkanku dengan tidak menemuiku, ratusan panggilan tak terjawab di handphonemu bahkan pesan via sms dariku tak satu pun mendapat respon darimu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *