Grenade

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 10 July 2014

Easycome, easy go,
That’s just how you live, oh,
Take, take, takeit all,
But you never give.
Should’ve known you wastrouble
From the first kiss,
Had your eyes wide open.
Whywere they open?

“apa kau tak mencintaiku?” tanya seorang gadis manis berambut panjang dengan mata beriris coklat. Ia menerawang ke semua klise masa lalu. Seorang lelaki tengah menatapnya sayu.
“apa kau mencintai wanita lain sebelum kau ke sini?” lelaki itu menggeleng sembari tersenyum.
“hanya kau, hanya sania vandra heratman” lelaki itu memeluk gadis yang ada di sebelahnya.
“ya aku pun begitu. Aku mencintaimu bahkan sangat mencintaimu” gadis yang akrab di sapa sania itu pun tersenyum. Lelaki itu mendekatkan wajanya. Degupan jantung sania terasa tak normal. Pipinya mulai menyemburat merah.
“aku akan ada di sampingmu selalu” sania merasakan sentuhan lembut pada bibirnya. Reflek ia menutup mata tapi entah mengapa lelakinya tidak. Sania merasakan ciuman hangat yang hanya berdurasi 5 detik. Sania terdiam melihat keanehan lelakinya.

Sania telah menjalani hubungannya dengan leleki bernama Kevin Jonathan Stevano selama 1 tahun. Sania merasa ada perubahan pada kevin setiap bulannya. Saat itu pun ia pernah melihat kevin tengah bermesraan dengan seorang gadis cantik. Namun sania selalu berhasil dibuat percaya padanya.

Gave you all I had and you tossed it in thetrash,
You tossed it in the trash, you did.
To give me all your love is all I ever asked,
’cause
What you don’t understandis

Sania sedang menemani vero sahabatnya sejak dia duduk di bangku SMA. Sania terasa bosan menemani hasrat wanita yang sangat kuat milik vero. Ia sudah berkeliling mall hanya mencari barang yang vero sukai.
“aku lapar, mampir dulu ke situ bisa kan?” vero mengangguk saat sania menarik lengannya agar mengikuti arah kaki sania. Mereka duduk di pojok. Setelah memesan makanannya mereka sibuk sendiri. Sania menatap ponselnya yang sedari tadi sepi. Tak ada balasan dari kevin, telfon pun tak diangkat.
“masih saja bertahan dengan kevin, san. Aku tak mau kau sakit nanti”

“kau tau kan aku sangat mencintai kevin?”
“bodohnya kau sania! Kevin hanya permainkan mu! Berapa kali aku tunjukan bahwa kevin sedang bersama wanita lain hah?” vero nampak geram dengan sania yang tak kunjung mengakhiri hubungan bodohnya.
“banyak, tapi mmm” sania mengedarkan pandangan ke setiap sudut cafe. Ia membelalakan matanya saat melihat tubuh atletis yang sedang menyuapi seorang gadis seumurannya. Vero menggoyangkan lengan sania yang diletakan di atas meja. Sania tak bergeming. Vero akhirnya mengikuti arah pandangan sania.
“ayo pergi biar aku yang bayar!” seru vero lalu meletakan dua lembar uang kertas warna merah. Mereka meninggal kan cafe. Sania tampak terisak di mobil vero.

I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah)
Throw my hand on a blade forya (yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah)
Youknow I’d do anything for ya (yeah, yeah)
Oh, oh, I would go through all of this pain
Take a bullet straight through my brain!
Yes, I would die for ya, baby,
But you won’t do the same.

Pagi itu seorang gadis telah terduduk di sebuah bangku taman. Rambut panjangnya terkucir rapi ke atas.
“maaf aku telat, kau sudah lama?” tanya seseorang sambil menidurkan pantatnya pada kursi taman itu. Gadis itu tersenyum dengan mata sembab.
“hey kenapa kau? Apa kau menangis, matamu sembab” gadis yang tak lain adalah sania hanya terdiam menatap bunga-bunga yang sengaja di tanam di taman itu.
“apa kau masih mau berusaha membodohiku? Kevin, aku hanya ingin kau jujur” sania menghela nafas panjang nanberatnya. Kevin hanya terdiam tak bergeming.
“aku lihat kau bersama perempuan kemarin, sudah lebih dari lima kali kau begitu”
“kalau kau tak tahan pergi lah”
“aku hanya butuh penjelasanmu”
“aku hanya berteman dengan perempuan itu, dia kanya teman SMA ku dulu” sania memejamkan mata. Ia berdiri dari duduknya.
“apa kau hobby menyakiti ku? Alasan yang bibirmu katakan sudah basi” kevin ikut berdiri dengan wajah geram.
“baiklah lebih baik aku pergi, kau tak percaya padaku kan?” kevin mulai melangkah menjauh dari sania. Sania menatap kepergian kevin dengan wajah tak percaya. Bukan ini yang ia harapkan sebenarnya. Bukan kevin yang meninggalkannya. Kevin terus berjalan tanpa memperhatikan arah kanan dan kiri. Sania berlari mendekati kevin yang terus menjauh. Sania menarik lengan kevin yang baru saja akan melangkah ke sebrang jalan.
WUUUSSSHH
“hati-hati kalau kau ingin menyebrang” ucap sania yang menyadari kevin tengah bergetar hebat. Kevin menatap sebuah mobil grand livina putih yang melaju cepat dan ugal-ugalan. Hampir saja, kevin mengelus dadanya.
“terimakasih” sania hanya mengangguk lalu berjalan. Tangannya disentuh lembut oleh kevin.
“ayo aku antar kau pulang”
“tak merepotkan? Kau tak pergi?”
“tidak, ayolah” sania mengangguk. Kevin merangkul sania. Mereka memasuki mercedes benz milik kevin. Dalam perjalanan mereka hanya terdiam. Hening. Sania menatap keluar jendela, menatap setiap jalan yang di lalui. Kevin pun hanya menikmati fokusnya pada jalanan. Pandangannya lurus menyusuri setiap lekukan jalan dan kendaraan lain.

No, no, no, no
Black, black, black and blue, beat me ’til I’m numb
Tell the devil I said’hey’ when you get back to where you’re from
Mad woman, bad woman, that’s just what you are, yeah
You’ll smile in my face then ripthe brakes out my car

Kevin menggandeng seorang perempuan lain ketika sania sedang menghilangkan lelah di sebuah taman bersama vero. Sania mengepalkan tangannya lalu mulai beranjak. Ia mendekati kevin yang berjalan memunggunginya. Ia menepuk pundak kavin.

“hay” kevin nampak gugup dengan kehadiran sania. Wajahnya menjadi pias.

“siapa perempuan itu honey” ucap perempuan yang dirangkul oleh kevin. Kevin menunduk dalam. Sania mengangkat wajah kevin yang tertunduk.

PLLLAAAKKK

Sebuah tamparan mendarat pada pipi mulus kevin. Perempuan di dalam rangkulannya terlonjak kaget. Sania nampak meneteskan air matanya. Di sebelah sania berdiri seorang perempuan berkulit sawo matang yang bernama Veronica Pracilla atau vero.

“dasar wanita brengsek, apa maksudmu menampar kekasihku hah?” perempuan di sebelah kevin mendorong kuat tubuh sania. Kevin nampak geram. Matanya seperti mengobarkan api.

“kau berani menamparku!” sania terisak saat kevin membentaknya.

“kau brengsek! Apa artinya aku satu tahun ini untuk mu hah?! Kau terus menduakan cintaku”

“aku tak peduli!”

PLLLAAAKKK

Sania memegangi pipinya yang memerah akibat panas yang terlontar dari tamparan kevin. Vero memeluk sania yang terisak.

“gila kau, apa kau tak kasian dengan sania hah?” vero mengomel saat sania masih terisak. Kevin hanya tersenyum sinis.

“aku lebih mencintai alika, perempuan ini” kevin menunjuk perempuan yang berdiri di sebelahnya. Perempuan berambut coklat serta beriris mata coklat terang itu pun bergelayut manja di lengan kevin. Sania mulai mengangkat wajahnya lagi. Dengan sisa-sisa keberanian ia menatap kevin dengan penuh emosi.

“laki-laki berengsek kau!” ucap sania menatap kevin tajam. Kevin kembali melayangkan tangannya dan,

PLLLAAAKKK

Sania kembali memegangi pipi mulusnya. Ia terisak sambil mulai berlari meninggalkan kevin dengan perempuan yang disebut-sebut bernama alika. Vero pun menyusul ke arah perginya sania.

Gaveyou all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it inthe trash, yes you did
To give me all your love is all I everasked
‘Cause what you don’t understand is…

I’d catch agrenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on the blade foryou (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I’d do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bulletstraight through my brain
Yes, I would die for you, baby
Butyou won’t do the same

If my body was on fire
Oh, you wouldwatch me burn down in flames
You said you loved me, you’re aliar
‘Cause you never ever ever did, baby

But, darling, I’dstill catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand onthe blade for you (yeah, yeah, yeah)
I’s jump in front of a trainfor you (yeah, yeah, yeah)
You know I’d do anything for you (yeah,yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bulletstraight through my brain
Yes, I would die for you, baby
Butyou won’t do the same

No, you won’t do the same
Youwouldn’t do the same
Oh, you’d never do the same
Oh, no no no

Lantunan demi lantunan itu mengingatkan sania kepada masa lalunya yang kelam. Masa dimana ia sangat bodoh untuk memahami semuanya. Bodoh saat menerima semua penjelassan kevin, bodoh saat menerima saja pukulan dan tamparan yang kevin hadiahkan kepadanya. Sebenarnya sania masih sangat menyayangi kevin yang notabennya adalah cinta pertamanya.

“hey, jangan melamun” suara baritone itu membuyarkan setiap klise ingatan sania. Sania menoleh ke arah sumber suara.

“aku hanya ingin pulang ke indonesia”

“apakau rindu dengan laki-laki brengsek itu?”

“maybe, tapi aku ingin kembali ke tanah kelahiranku”

“Baiklahaku akan urus semuanya. Sekarang kau tidur tak baik wanita tidur terlalu larut” Sania beranjak mendekati pemilik suara baritone itu. Ia tersenyum lalu merangkul hangat pinggang lelaki bertubuh atletis itu.

“Mommy apa kita menetap di sini?” suara manja gadis kecil itu. Gadis yang bernama Kekey Raina Junia itu tampak menikmati suasana di rumah barunya.

“ya, kita akan menetap di sini sweety” jawab seorang wanita cantik yang berdiri di sebelah lelaki bertubuh atletis. Keke (gadis kecil itu) berlari menyusuri setiap sudut rumahnya.

“semoga kau dapat melupakan kevin, aku mencintaimu sania” bisik lelaki itu dengan langsung mengecup kening wanita di sebelahnya yang tak lain adalah sania.

“tentu, aku akan lupakan dia! Aku telah bahagia bersama mu dan keke. Aku pun mencintai mu Rivano” Sania memeluk erat tubuh lelaki di depannya yang kini berstatus menjadi suami dan ayah dari kekey. Sania nampak bahagia sekarang. Walau sedikit masih memikirkan lelaki yang dulu telah merusak segala impiannya. Lelaki yang telah berhasil membodohinya.

THE END

THANKS FOR READING

Cerpen Karangan: Mayangsari Purwaningsih
Facebook: Mayang Sari Purwaningsih

Cerpen Grenade merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nabila

Oleh:
“Aku mencintaimu. Aku kagum dengan seorang wanita sepertimu. Aku ingin kau menjadi pacarku.” Vino menatap Bila tajam. Bila hanya diam seribu bahasa. Perasaannya berkecamuk saat ini. Oke, dia memang

Terlambat Kusadari

Oleh:
Kinanti menghempaskan tubuhnya pada bangku taman. Kamera yang menggantung di dada kini berada dalam genggamannya. Sementara Sundara masih menatap penasaran menunggu jawaban Kinanti. Pertanyaan demi pertanyaan bergerak menghantui pikiran

Cinta Tak Harus Memiliki

Oleh:
Ini adalah pengalaman percintaan di masa mudaku dulu, namaku ifan. Ceritaku ini dimulai tepatnya pada waktu aku baru lulus SMA, di saat itu aku mulai mengenalmu, gadis yang selalu

Hujan dan Mie instan (Part 2)

Oleh:
Diiringi angin yang makin menusuk, suap demi suap mie kumakan, dan kuuyup kuahnya. Kehangatannya mengalahkan dinginnya angin yang berhembus. benar katamu, mie instan kuah, rasa ayam bawang kesukaanmu, ternyata

Sampai Jumpa, Surfboard

Oleh:
Ku langkahkan kaki ini menuju tempat yang dipenuhi pasir putih. Ya. Tempat itu adalah pantai. Ku lihat pondok-pondoknya mulai dibongkar karena memang, musim panas kali ini akan segera berakhir.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *