Halte Bus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 24 January 2017

Namaku Anthony, aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Aku adalah orang yang tidak percaya adanya cinta..

Sore itu, aku menunggu bus di halte, tiba tiba datang seorang gadis. Dengan pawakan tinggi dan langsing, dia berambut pirang dan matanya berwarna biru. Sikap kami hanya cuek satu sama lain. Tiba tiba hujan datang. Aku melihat gadis itu tampak kedinginan, akhirnya aku meminjamkan jaketku kepada gadis tersebut. Awalnya ia menolak, tapi karena ia kedinginan juga, akhirnya dipakai juga jaketku. Gadis tersebut berjanji mengembalikan jaketku besok.

Hari itu telah tiba, aku berjalan menuju ke halte. Kulihat gadis itu lagi dengan jaket dan sebuah kantong plastik yang entah isinya apa. Akhirnya ia mengembalikan jaketku, baunya wangi dan sudah dilipat rapi.

“Kenapa kau repot mencucinya?”
“Kemarin saat menuju ke rumah, jaket milikmu basah”
“Ah, terimakasih”
“Aku yang harusnya berterimakasih”

Sore ini, hujan tidak turun tetapi hawanya sangat panas. Bus yang kutunggu datangnya agak lama, sedangkan bus yang ditunggu gadis tersebut sudah datang *Koridor 1*. Saat ia akan melangkahkan kaki ke bus, tiba tiba ia menoleh ke arahku dan memberiku plastik yang berisi minuman dingin. Dengan wajah yang memerah dan tanpa kata kata, ia segera naik ke bus.

Keesokan harinya, aku ingin berterimakasih atas minumannya. Aku melihat di halte tidak ada gadis tersebut. Mungkin dia tidak masuk hari ini, pikirku. Sesaat kemudian ia menyapaku dari seberang jalan.
“Anthony!”

Aku bingung kenapa dia bisa tahu namaku, ternyata di jaketku ada tulisan “Anthony Routh”. Kami berbincang cukup lama sembari menunggu bus datang.

“Kalau aku boleh tahu, siapa namamu?”
“Annie Avrett”
“Nama yang bagus”
“Anthony juga bagus”

Namanya Annie, aku akan mengingat nama itu..
Keesokannya selalu begitu.. aku dan Annie berbincang dan bertemu di halte. Hingga datang hari dimana Annie ulang tahun, aku telah menyiapkan kado untuknya.

Sabtu tanggal 21, Hari itu hari yang telah ditunggu tunggu Annie, Umurnya akan genap 16 tahun. Aku memberikan kado ke Annie, ia tampak senang sekali, kadonya adalah boneka kucing catrina dari Film “Mew cat”.

Begitu seterusnya hingga 7 bulan berlalu..
Malam ini aku tidak bisa tidur, perasaan apa ini? Aku terus memikirkan Annie hingga tidak bisa tidur.

Esoknya aku tak melihat Annie.. saat busku datang, aku masih tak melihat Annie. Aku khawatir terjadi sesuatu kepadanya.. Perasaan apa ini? Apakah aku jatuh cinta kepada Annie? Dia cinta pertamaku..

Hari ini hari senin, aku melihat Annie di halte dengan wajah pucat dan tatapan kosong, kami tidak berbincang seperti biasanya. Saling cuek satu sama lain. Aku ingin menyapa duluan tapi jantungku berdegup kencang, tanganku bergetar dan aku malah jadi salah tingkah.

“A-apa kau baik baik saja?”
Annie hanya menoleh ke arahku dan menunjukkan kode jari “OK”, lalu ia kembali menatap ke arah jalan raya. Ada apa dengannya? Apa dia sakit?..

Setelah itu, selama seminggu aku tidak melihat lagi Annie di halte. Aku menjadi sangat khawatir.. aku merasa kesepian dalam hampa tanpa Annie.

Hari ini aku memberanikan dirinya membawa motor milik kakakku untuk mengantar pulang Annie. Aku melihat Annie tampak lemas duduk dan bersandar.

“Annie!”
“..”
“Ayo kuantar pulang”

Tanpa sepatah kata pun ia hanya tersenyum dan naik ke atas motorku. Ia menunjukkan arah rumahnya, hingga sampai di komplek yang isinya rumah tingkat dan luas.

“Ini lahan orang kaya..”
“Memang..”

Aku melihat rumah biru yang bertingkat lantai satu dan lahan luas. Annie berterimakasih padaku dan segera masuk, ia pertama menawarkanku masuk tapi aku menolaknya.

Keesokan harinya, aku tidak melihat Annie lagi hingga sekarang. Seperti.. ia menghilang begitu saja..

Kukira dia pindah sekolah atau apa.. setelah kudatangi rumahnya, aku mendapati sebuah box besar dengan beberapa surat dan buku diary di dalamnya.

Setelah di rumah, aku membuka box tersebut. Banyak sekali surat disana, dan sebuah diary. Setelah membacanya dengan tuntas air mata mengalir deras di pipiku. Dia telah pergi dan tak akan kembali lagi.. dan ternyata ia memiliki perasaan yang sama kepadaku, aku menyesal tidak sempat menyatakan perasaanku kepadanya.

Dalam surat tersebut, Annie memintaku menebar seperempat abunya di tanah dekat halte tersebut.

Awalnya aku berfikir bahwa cinta itu hal konyol, dan selama ini aku salah.

Cerpen Karangan: Stevanie Athena Hwang
Facebook: Chii Korilakuma

Cerpen Halte Bus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Last Date

Oleh:
Hari itu, seperti biasa, kami selalu bertemu di kantin sekolah. Setelah satu bulan pacaran, aku masih ragu untuk mengajaknya jalan. Apalagi, setelah mimpi hari itu. “Ayolah, Ki! Sekali ini

Growing Pains

Oleh:
Cinta tak pernah mengenal kata lelah, tak pernah ada keingin untuk mendapatkan imbalan karena cinta tak pernah mengenal kata pamrih. Cinta sangat hangat saat kita mampu meresakan betapa lembut

Kiss The Rain

Oleh:
Namanya Dewa, dia teman sekelasku sejak kelas XI di SMAN 1 Bintang Timur ini, dan akan terus menjadi teman sekelasku di kelas XII nanti, ada sedikit rasa sesak, penyesalan

Penyambut Pagi Cerahku

Oleh:
Alma menutup kitab suci Al-Qur’an, pertanda ia sudah selesai membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang indah. Itu adalah kegiatan rutin pagi hari setelah Shalat Shubuh. Almarhum Abinya-lah yang telah mengajarkan kebiasaan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *