Hanya Memandangimu Dari Kejahuan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 22 June 2015

Aku begitu kagum melihat sosok yang sangat ganteng, sepertinya ini yang namanya cinta pada pandangan pertama. Kami memang satu sekolah namun kami saling mengenal sejak kelas 2 SMP. Dia bernama Pyids. Lama-kelamaan kami saling mengenal (lewat chat) dan rasa cintaku terus tumbuh. Tapi suatu hari aku mendengar kabar bahwa Pyids pacaran dengan sahabatku. Tak ada yang bisa ku katakan hanya sakit dalam hati.

Seminggu berlalu… Dengan waktu yang sangat singkat mereka pun putus.
Pyids sangat sedih putus dengan sahabatku, lalu ia menyuruhku untuk menghiburnya lewat chat kami.

Aku kembali semakin dekat dengan Pyids hingga kami saling menukar nomor hp. Sebenarnya aku dan Pyids tidak pernah berbicara secara langsung, kita cuma smsan atau chat lewat fb. Aku takut bicara dengannya karena setiap melihatnya jantungku ‘degdegan’.

Kelas 3 SMP tiba-tiba dia menembakku lewat pesan singkatnya “kamu mau jadi pacarku”. ‘Apa? Aku? Kau menyukaiku?” Jawabku. “Iya, kamu mau kan? Aku mencintaimu”.”Iyaa.. a..ku.. mau”. kami pun pacaran. Saat itu aku sangat…. Senang.

Aku sering melihat Pyids memperhatikanku dari kejahuan. Tapi sepertinya dia agak malu untuk mendekatiku. Walau kami pacaran tapi selama itu kami tidak pernah berbicara secara langsung. Palingan cuma lewat sms atau chat di fb.

4 bulan setelah kami jadian, pyids tidak pernah ngesms aku lagi. Dia tidak ada kabar lagi.

5 bulan kemudian kira kira Hampir 6 bulan kami pacaran, Pyids tiba-tiba ngirim sms “aku mau kita putus, aku sudah punya pacar baru”. Air mataku pun mengalir begitu derasnya, pantas saja tak pernah ada kabar darinya. “Oke kita putus” balasku yang begitu kecewa dan begitu sakitnya menunggu smsnya selama sebulan namun hanya berisi kata ‘putus’. Walau begitu aku tetap Mencintainya

SMA
Senang rasanya Lulus SMP. Senyum tipis menghiasi wajahku saat aku tahu kalau Pyids lanjut di SMA yang sama denganku. Aku terus memandanginya dari kejahuan saat Masa Orintasi Siswa (MOS). Walaupun Pyids terlihat cuek dan seperti tidak kenal kepadaku.
‘Walau kamu begitu, aku tetap mencintaimu’ kataku dalam hati.

Aku mencari-cari namanya di mading untuk mengetahui kelasnya. “Aku menemukannya!!!” Dia di kelas 1.f. Wah… Kelasku berada di lantai 1 dan kelas Pyids di lantai 2. Saat istirahat, Aku sering melihat ke atas siapa tahu aku dapat melihatnya. Aku selalu mencari-cari Pyids dan melihatnya dari kejahuan. Biasanya, aku sering melihatnya pulang bersama kakaknya, aku juga sering melihatnya membawa helm merahnya yang di belakang helm itu tertulis namanya. Aku juga melihatnya mengibarkan bendera saat upacara. Aku juga biasa melihatnya pulang dengan teman dekatnya naik ojek, aku juga pernah melihatnya di kantin dan lain lain, pokoknya banyak deh. Aku hanya bisa memperhatikannya dari jauh karena itu membuat hatiku senang dan sampai saat ini aku masih mencintainnya.

“Tak tau, mengapa? aku tetap mencintainya padahal Pyids telah melukai hatiku karena dia selingkuh dan memutuskanku. Entah sampai kapan aku bisa berhenti mencintainya. Yang terpenting aku akan terus memandangimu dari kejahuan karena itu membuatku nyaman dapat melihat wajahmu.”
Aku Mencintaimu, Tulus dalam hatiku

Cerpen Karangan: Lila Kamuli
Facebook: Lila kamuli

Cerpen Hanya Memandangimu Dari Kejahuan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sesal

Oleh:
Kau tahu, sesungguhnya penyesalan terdalamku adalah saat kehilanganmu tanpa terucapnya sebuah kata perpisahan. Malam itu ketika hujan turun rama menarik tangan mila penuh harap, mengucapkan rangkaian kalimat yang begitu

Pergi dan Tak Kembali

Oleh:
Arloji sudah menunjukkan pukul 08.00. Aku terlambat! Ini adalah hari pertamaku pergi ke sekolah baruku. Aku masuk kelas dan berkenalan dengan beberapa teman baru. Mereka ramah sekali dan aku

The Last Destination (Part 1)

Oleh:
Kini purnama malam telah singgah di peraduan Sedang aku termenung di sudut kamar Membiarkan kenagan mengusik ingatan Dan membiarkan bayangmu masuk Melalui celah jendela bersama angin malam Aku merindu

Penantian Abadi

Oleh:
Setidaknya, lima tahun sudah aku mengabdi sebagai pencari ulung dengan warna tinta yang tak pernah pendar, terhitung sejak aku lulus sekolah dasar Desember 2006 lalu. Saat itu, tak pernah

Kasih Sekejap Mata

Oleh:
Setelah lebih dari 14 tahun aku hidup bertetangga dengannya. Genap 3 tahun sudah dia meninggalkanku. Ya saat itu aku duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Saat terakhir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *