Hari Ulang Tahun Alma

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 10 April 2013

Gadis itu terduduk lemah ditempat tidur mewahnya pandanganya kosong seketika itu juga ia menangis seperti pungguk merindukan bulan. Alma itulah nama gadis itu gadis berwajah manis berambut hitam lurus sebahu yang mengidap AIDS. Alma menangis dan terus menangis.

“Alma bangun sudah siang besok sekolah” bujuk bi Iyem pembantu rumah tangganya.
“hh bawel banget si lu bi!” spontan kaki gadis itu menyepak pembantu rumah tangganya sehingga bi Iyem kembali mengerjakan pekerjaan rumahnya.
5 menit kemudian Alma terbangun dari tidurnya ia bergegas mandi lalu sarapan pagi. Alma mengeluh kepada sang pembantu karena menu sarapannya nasi goreng lagi.
“hh bibi gak punya selera ya? aku bosan nasi goreng terus!” gadis itu tidak mau sarapan bahkan membentak pembantunya didepan ayah ibunya.
“Sabar ya bi anak saya memang manja” hibur ibunya ketika mendengar curahan hati sang pembantu.

Di sekolah Alma punya tambatan hati yaitu Hendra teman sekelasnya. Hendra adalah cowok yang cool tidak banyak omong dan dia merupakan kapten basket sehingga banyak wanita yang ingin dan mengejar untuk menjadi pacarnya namun mengapa dari sekian banyaknya wanita yang jatuh hati selalu ditolaknya mungkin dia masih ingin fokus belajar mungkin.
“Alma yuk kita jajan bareng”! ajak Hendra
“Ayo” ajak Alma tanpa menunggu waktu lama lagi.
Mereka berdua makan soto ayam dengan asyiknya lalu mereka berdua asyik mengobrol ya mereka memang sudah 6 bulan berpacaran semenjak semester 1.

Sepulang sekolah Alma tidak langsung pulang ia menuju ke restoran karena Alma sudah berjanji dengan Hendra. Tiba-tiba saja seorang laki-laki ya kira-kira seorang mahasiswa muncul dan berkata kepada Hendra:
“Sayang masa kita lupa janjiannya sih? Apa kamu sudah tidak cinta aku lagi? kamu ngapain disini?” tanyanya dengan nada manja bak seorang wanita.
“Aku lagi janjian sayang sama temen sekolahku ya cuma makan-makan saja jadinya kamu gak usah khawatir sayang ini cuma temen sekolah kok” jawab Hendra setengah berbisik.
Dug! jantung Alma berdetak kencang ia tercengang apa yang dikatakan Hendra barusan? Air mata Alma menetes apalagi dia sudah menyerahkan mahkotanya kepada Hendra.
“Alma maaf ya aku ada janji sama temanku” ujar Hendra
Alma diam saja tidak menghiraukan Hendra bicara. Lalu dia memilih untuk pulang. Diangkot dia terus menangis mengapa Hendra begitu tega membohonginya, kalau dia memang seorang h*mo mengapa dia mau menjadi pacar Alma? Apakah itu semua hanya untuk menutupi keh*moannya? Apakah dia adalah seorang biseksual?. Pertanyaan itu terus mencuat liar diotaknnya.

Semenjak kejadian itu Alma dan Hendra bagaikan orang yang tidak kenal mereka putus karena Hendra mengaku bahwa dia adalah sorang h*mo dan berpacaran dengannya hanya untuk mentupi keh*moannya. Sepanjang pelajaran ia tidak bisa konsentrasi hingga pulang sekolah ia langsung mengunci kamar dan menangis.
“Aku begitu bodoh mengapa aku rela menyerahkan mahkotaku demi cinta Hendra yang penuh dengan dusta dia tidak mencintaiku” ratap Alma tiada guna lagi untuk menyesali apa yang sudah terjadi.
Sudah seminggu Hendra tidak masuk sekolah. Dalam hati Alma bertanya-tanya ada apa dengan laki-laki itu?. Ah Alma harus melupakanya.
“Wan, kemana sih si Hendra?” tanya Alma penuh rasa ingin tau
“Kabarnya dia sakit kena AIDS” jawab Wanto sahabat Hendra
“Kok bisa?” tanya Alma
“Aku gak tau” jawab wanto sembari menggelengkan kepalanya.
Glek! apakah ini karena dia tertular oleh kekasih h*monya? Alma bertanya dalam hati. Ia tak mau cerita ke temannya tentang Hendra yang sebenarnnya tidak mau.

Sudah berbulan-bulan lamannya Hendra terkena AIDS dia tidak sekolah hanya di rumah dan berobat kedokter sehingga pihak sekolah mengadakan sumbangan untuk biaya berobat Hendra terang saja Alma menyumbangnya ia ingin Hendra kembali kejalan yang benar.
Seminggu kemudian Alma sakit dan ketika berobat Alma juga terkena AIDS dia tertular Hendra hatinya benar-benar hancur sehingga dia harus bernasib sama dengan Hendra.

Kini Alma tidak sekolah penyakitnya semakin parah dia sudah pasrah dengan penyakitnya. Tak terasa besok adalah hari ulang tahun Alma yang ke 18.
Ibu Alma membeli kue tart kesukaan Alma kue tart rasa tiramisu kue tart itu berbentuk mini. Lantas saja ibu Alma membawa kue itu kekamar Alma dan menyanyikan lagu happy birthday untuk Alma begitu juga dengan sang ayah. Alma menangis sesegukan ia sedih bercampur haru bercampur senang. Sang pembantu pun ikut menangis karena tak tega dengan anak majikanya yang sangat lemah tiada daya.
Lalu Alma menghembuskan nafas terakhirnya tepat di hari ulang tahunya.
Bagaimana dengan Hendra sudah meninggal lebih dahulu sebelum Alma meninggal.

Cerpen Karangan: Rita

Cerpen Hari Ulang Tahun Alma merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kecewa

Oleh:
Waktu yang mempertemukan kita berdua. Aku di sini sedang melukis pemandangan yang kuanggap menarik, tapi entahlah ada hal yang terus mengganjal di hatiku, lalu aku mengadahkan kepalaku, saat itu

Dia

Oleh:
Aku masih mematung di sini bagaikan sebuah batu yang tak bernyawa. Semua rasa itu seakan mati tanpa tahu apakah akan bisa hidup kembali. Yaaa.. itulah perasaanku saat ini tanpa

Tentang Mencintai dan Dihianati

Oleh:
Suara gemuruh sorak bergembira teman teman sekolahku memenuhi halaman sekolah mendengar pengumuman hasil UN di SMA ku (Salah satu SMA di Pekalongan) 100% lulus. Begitupun aku dan teman teman

Patah

Oleh: ,
Malam itu Ibu menelepon dan memberitahu aku, tiga hari lagi mbak Fira kakakku yang paling tua mau pindah ke rumah barunya. Kebetulan aku memang lagi cuti kerja, Ibu memintaku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *