Haruskah Terulang?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 3 July 2013

Cinta merupakan perasaan sederhana yang mungkin setiap manusia mampu merasakannya. Tidak terkecuali Danica, siswi SMA yang duduk di kelas XI IPA 1. Kesehariannya hanya dipenuhi oleh kegiatan ekskul mulai dari pulang sekolah hingga senja menjelang. Menurutnya, dengan mencari kesibukan, mungkin tidak ada lagi waktu baginya untuk memikirkan mantan kekasihnya yang meninggal satu tahun lalu. Kenangan yang dia miliki bersama Dylan, mantannya itu, terlalu menyakitkan bagi ingatannya. Sampai saat seorang siswa pindahan datang dan duduk di sebelahnya. Paras rupawan, tinggi ideal, kulit sawo matang, dan lesung pipit yang menambah pesonanya, membuat para siswi di SMA Danica mengidolakan siswa baru itu.

“Hai, Danica ya?” sapa Asta si anak baru. Sikap Danica yang masih apatis terhadap setiap cowok yang mendekatinya masih saja berdiri kokoh. Menurutnya, sosok Dylan tak akan terganti. “Hello?! Kenalin, namaku Asta. Dari awal pertama kita sebangku, kita belum kenalan kan?” kata Asta yang masih belum juga menyerah. Namun belum juga Danica menanggapi Asta. Danica memang terkenal sebagai cewek super cuek. Namun Asta masih juga belum percaya akan pernyataan tersebut.

Sabtu malam, Danica menyempatkan waktu untuk sekedar berjalan-jalan di taman, tempat favoritnya dahulu. Tiba-tiba, dari arah berlawanan, seorang cowok menabraknya.
“Aduh! Maaf mbak, gak sengaja.”
“Hah? Embak-embak, sejak kapan aku jadi embak situ?”
“Hehe.. Eh? Danica?”
“Sial! Kenapa dia lagi sih..”
“Udah deh, kamu itu udah ditakdirin buat ketemu aku.”
“Whatever.. By the way, kamu mau gak nemenin aku, yah, duduk gitu?”
“WOW! Danica ngajak aku barengan? Okey! Duduk disitu yuk?”

Akhirnya, mereka berdua mulai saling berbagi masa lalu yang selama ini mereka pendam. “Nah, aku kan udah cerita kenapa aku selalu cuek sama kamu, sekarang kamu cerita, kenapa kamu pindah sekolah,” desak Danica kepada Asta.

“Semua berawal saat hati ini tersakiti oleh sebuah kata.. Cinta. Beberapa bulan lalu, mantan aku mutusin aku secara sepihak dan tanpa masalah yang jelas. Dia pergi ke Italia tanpa aku tahu alasannya. Temannya bilang, dia sekolah disana. Tapi seminggu setelah dia pergi, aku melihatnya jalan bareng dengan mantan pacarnya. Mesra banget lagi. Parahnya, aku baru tahu kalau selama kami masih pacaran, dia balikan sama mantannya itu. Aku sakit hati sama dia. Waktu aku tahu dia mutusin aku hanya karena cowok lain, rasanya semangat aku sudah hilang. Tapi aku jadi sadar, life must go on, makanya aku putusin buat pindah sekolah biar lupa ma dia,” Asta menceritakan kisahnya.

Melihat Asta yang begitu tegar, membuat Danica merasa kagum terhadap cowok yang dia anggap kepo itu. Sejenak, mereka saling pandang dan sesekali tersenyum. Malam minggu pertama bagi mereka berarti juga malam pertama bagi mereka untuk saling berbagi.

“Asta, kemarin.. makasih udah buat aku ngungkapin masalah aku.”
“Makasih juga, Ca. Ingat, gak selamanya kamu terus menanti Dylan. Kamu harus bisa mencari penggantinya.”
“Kamu sendiri.. Sudah punya pengganti si…”
“Udah lah.. aku udah punya feel sama cewek lain. Dia cewek apatis yang rumornya sih, cewek populer di SMA kita.”

Danica hanya menyengir, mendengar pernyataan Asta tersebut. Tanpa sengaja, tangan mereka berdua saling bersentuhan saat mereka ingin mengambil novel yang ada di meja. Terdengar suara seperti drumband dari masing-masing jantung mereka. Mereka saling tersenyum dan segera melepas tangan mereka satu sama lain. Sepertinya, cinta mulai menyapa hati mereka. Namun mereka masih saja berusaha untuk memungkirinya.

Hari demi hari segera berganti. Membawa kedekatan bagi Danica dan Asta. Hingga ungkapan persahabatan mengikat mereka. Akankah ungkapan itu akan berganti menjadi sebuah ikatan cinta? Atau hanya begini saja?

Asta merasa gelisah setiap kali Danica bercerita tentang cowok lainnya. Dia takut jikalau Danica memilih cowok lainnya, bukan dia. Hingga Asta mengumpulkan nyali untuk mengungkapkan apa yang selama ini dia rasakan terhadap Danica. Dia membuat sebuah surat cinta yang akan dia selipkan ke dalam tas Danica, dan untungnya, berhasil. Danica tidak tahu bahwa Asta memasukkan surat ke dalam tasnya.

Sewaktu Danica pulang dari sekolah, dia mampir ke taman favoritnya. Entah kenapa dia teringat pada Asta, orang yang selalu ada untuknya, selalu memberikan sinyal cinta, tapi Danica mengacuhkannya. Meski dia sadar, dia memiliki feel yang sama dengan Asta. Danica melamun tanpa memperhatikan langkahnya. Tiba-tiba saja ada seorang pria berteriak ke arahnya, dan mendorongnya hingga ia jatuh ke tanah. Danica tersadar, ternyata hampir saja dia tertabrak sebuah mobil yang melaju kencang. Orang-orang sekitar mengerumuni pria yang menyelamatkannya. Sayangnya, pria tersebut telah menghembuskan nafas terakhirnya. Danica menangis histeris saat dia mengetahui bahwa pria tersebut telah mengorbankan nyawa untuk dirinya. Bukan hanya karena itu, melainkan karena pria tersebut adalah orang yang dia cintai. ya, Asta. Pria yang menyelamatkan Danica adalah Asta.

Kepergian Asta membuat Danica terpukul. Dia tak habis fikir. Mengapa kejadian Dylan terulang kepada Asta. Danica menemukan sepucuk surat yang terselip di dalam tasnya. Dia meneteskan air mata saat tahu bahwa surat tersebut di tulis oleh Asta.

Danica, sebenarnya aku ingin menyampaikan ini semua sudah lama..
Namun semua ini tertahan di bibirku..
Andai kamu tahu..
Raga ini ingin selalu bersamamu..
Hati ini akan selalu mencintamu..
dan..
cinta ini hanya akan menjadi milikmu..
selalu.. dan.. selamanya
Asta

Cerpen Karangan: Anggi Triyoga
Facebook: Anggie Dugck Yogaa

Cerpen Haruskah Terulang? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Titipan kenangan

Oleh:
Angin merengkuhkan rasa gundahnya. Mengumpalkan perasaan itu ke semua orang yang menghirupnya. Sukses! Angin membuat hati ini begitu pekik terhadap suasana. Dengan gumpalan udara yang tak begitu bersih aku

Alzheimer

Oleh:
“Cinta yang sempurna hadir dan selalu mengingatkanmu tentang kejadian kejadian yang terlupakan oleh keadaan bukan meninggalkan saat keadaan membuatmu melupakanya” -Aku- “aku tak pernah memahami semua getaran sampai aku

Secret Of The Box

Oleh:
“Hei sayang.” sapa Flo sambil berjalan menghampiri. “Hai…” sapa Smith. Kenalkan, mereka adalah sahabat terbaikku sejak aku duduk di bangku SMA. Mereka sudah lama pacaran. Sejak kami duduk di

Wonderful Rain

Oleh:
Ku tatap sepasang bola mata indah di hadapanku, walau tak bergerak namun tetap indah. Terima kasih Tuhan kau hadirkan dia dalam hidupku. Detak mesin waktu memecah keheningan, ku tatap

Dibalik Senyum Profesi Reporter

Oleh:
Jum’at 18 juli tahun 2007 dimana hari ini aku alvita berprofesi sebagai reporter bersama teman lelaki pemegang kameraku taufiq, kita ditugaskan meliput dan mewawancarai salah satu masinis kereta krl

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *