Hati Atau Logika

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 25 July 2017

Namanya samuel alfharizi, dia biasa dipanggil sam. Sam sosok seorang yang dingin dan baginya sendiri membuatnya kuat. Hari demi hari sam lewati dengan rasa nyaman kesendirian, sendiri bisa membuatnya lebih bebas tanpa adanya aturan. Hari hari sam jalani seperti biasa dengan rasa nyaman sendirinya. Keseharian sam kerja dan kuliah yang memang tidak ada waktu untuk hal lain selain waktu sisa untuk istirahat. Sendiri membuat konsentrasi sam terjaga, bagaimana tidak karena sam adalah anak pertama dari 5 sodara dan sam terlahir sebagai anak sederhana maka dari itu sam ingin menaikan derajat orangtuanya dan keluarganya.

Terkadang memang sam lemah tapi sering kali pada saat sam meminta bantuan pada teman atau orang sekitar mereka tak dapat menolong hanya nasehat yang terdengar dari mereka yang memang tak dapat membantunya. Mungkin karena itu yang membuat sam sendiri lebih kuat, usaha, doa serta kerja keras lah yang dapat menolong diri sendiri. Walau pada dasarnya manusia itu hidup harus bersosialisasi, hidup yang memang tak bisa sendiri, membutuhkan bantuan orang lain.

Sam tinggal di ibu kota, yang katanya ibu kota lebih kejam dari pada ibu tiri. Sam sendiri adalah asli sumatera selatan, karena tekat sam untuk merubah nasib lah yang mengharuskannya untuk menuju ibu kota. Seringkali sam berpura-pura tegar dengan keluarganya. Orangtua dan keluarganya yang mereka tau sam di jakarta bahagia, walau pada kenyataannya sebaliknya.

Sam selalu berpikir bagaimana bisa membahagiakan orangtua dan keluarganya serta bagaimana masa depannya bisa lebih baik. Watak sam yang keras memang tak ada orang yang bisa membaca jalan pikirannya, banyak orang menilai sam dengan tak punya pendirian, tapi baginya seseorang yang kerap kali merubah pkirannya atau merubah sikapnya itu bukanlah orang yang tak punya pendirian melainkan manusia itu bersifat dinamis, manusia yang sifatnya ingin berkembang, jadi hal wajar jika seseorang kerap kali merubah sikapnya. Walau pada akhirnya memang faktor lingkungan sangat mempengaruhi seseorang.

Beberapa hari terakhir sam mulai mengalami kejenuhan, dipagi hari sam harus bekerja, di malam harinya sam harus kuliah dan terkadang di malam hari sam harus mengerjakan tugas jika itu ada tugas, dan sam hanya terkadang tidur diwaktu sisanya. Keseharian sam terus menerus mengantarkan kejenuhan, hal ini tidaklah pernah sam pernah curahkan ke siapapun karena bagi sam orang lain bisa mendengar tapi sulit mengerti. Di kampus, di kerjaan sam selalu bersikap prefesional. Banyak teman wanita yang ingin tau hal pribadi sam banyak hal yang mereka ingin tau darinya. Mungkin mereka penasaran dengan sikap dingin sam kepada mereka. Tapi semua itu sam pandang sebagai hal biasa.

Sam memang sulit untuk memberitahukan hal pribadinya kepada orang lain walau memang sam orang yang mudah beradaptasi tapi untuk hal bersosialiasi sam sulit, seperti ajakan jalan-jalan atau kumpul bersama teman kampus dan kerjaan. Karena bagi sam itu hanya membuang waktu yang tak menghasilkan apapun walau kata mereka itu bisa membuat kebersamaan lebih erat. Tapi bagi sam semua itu omong kosong, kebanyakan sekarang kebersamaan milik mereka yang bersenang-senang, pada saat salah satunya susah mereka sulit untuk bersama.

Dan pada akhirnya suatu ketika ada seorang gadis di kampus sam, ia adalah seorang yang menurut sam menyebalkan, ia selalu mematahkan presepsi sam tentang hal pribadi sam. Dia mulai sering menghubungi sam, dia mulai sering mencari tau tentang sam, bahkan sam tak tau tujuannya untuk apa tapi yang pasti itu hal yang membuat sam risih. Sam dan gadis ini memang benar-benar bertentangan, banyak hal yang sering kerap kali ia tanyakan kepada sam dan pada saat sam menjawab pertanyaannya malah sering kali jawaban sam dipatahkannya.

Dia pernah bertanya kepada sam. “kenapa kau suka menyendiri?”, tanyanya “karena sendiri membuatku kuat”, jawab sam dengan nada cerewetnya ia langsung bilang, “sekuat-kuatnya lelaki ia juga akan lemah”. Sedikit senyum kesal sam tinggalkan ia pergi, memang ada benarnya juga perkataan gadis itu, dalam hati sam.

Pada malam harinya pada saat sam kuliah, tiba-tiba gadis itu datang lagi menghampiri sam seolah ia sudah lama kenal dengan sam. Sontak saja membuat sam tidak nyaman akan kehadirannya. Dengan percaya dirinya ia mengajak sam pulang bareng. “nanti pulang barengnya ada yang mau aku omongin ke kamu”, ajak nya “aku tak tau siapa kau, aku juga tak tau apa maumu”, jawab sam “namaku lia, aku hanya ingin kenal denganmu”, jawabnya sembil senyum “hmmm” sedikit tarik nafas sam bilang “oke”.

Setibanya pulang kuliah, ia benar-benar menunggu sam di depan gerbang kampus. Ia memang orang yang ceria berbeda dengan sam yang selalu diam. Pada saat sam dan lia pulang bareng, banyak hal yang mereka bahas di sepanjang perjalanan, dan untuk pertama kalinya sam dibuat senyum saat bersamanya karena tingkahnya yang konyol. Kadang sam bertanya-tanya apa yang dia mau dariku, seringkali sam bersikap tenang di hadapannya.

Hari demi hari setibanya sam di kampus selalu bersamanya, kini yang tadinya sam selalu diam dengan kesendirian membuatnya lebih kuat berubah menjadi berdua lebih indah. Sam tak tau saat itu apa yang sam rasakan, apakah sam mulai jatuh cinta, kasmaran?, sam mulai bertanya-tanya pada dirinya. Watak sam yang keras sering kali sam melawan kehendak hatinya, karena sam lebih suka memakai logika dari pada hati, itulah kenapa sam tidak mudah sakit hati. Dan kini hari-hari sam mulai tak tampak kejenuhan, saat itu mulai sam bersemangat kembali, kini sam mendapatkan teman yang mulai mengajarinya caranya bagaimana memulai semangat baru.

Di suatu malam mereka berdua di taman memandangi bintang di langit, sifatnya yang biasa konyol saat itu berubah menjadi seorang gadis yang serius. Dia berkata, “di dunia ini ada yang sudah ditakdirkan, dan ada hal yang untuk dirubah” “maksud kamu”, tanya sam “akan ada saatnya kepompong akan menjadi kupu, dan tak ada yang mengajari kupu-kupu untuk terbang, itulah takdir”, jawab lia “terus yang diubah”, tanya sam lagi “seekor anak ayam ia akan diajari induknya untuk mencari makan, dan setelah anak ayam itu menjadi besar ia akan mencari makan bukan di tempat yang induknya mengajarinya tapi ia akan mencari makan di tempat yang menurutnya lebih enak, itulah usaha yang bisa dirubah”, jawab lia.

Keesokan harinya sam mulai merenung apa yang lia maksud tersebut, sam kekampus seperti biasa bertemu lia, lia pun menunjukan sikapnya seperti biasa sikapnya yang ceria, cerewet dan konyol. Tapi diakhir-akhir ini lia mulai menunjukan sikap seriusnya, banyak kata-kata lia yang ngelantur membuat sam sedikit kesal pada saat itu. Pada dasarnya memang seringkali lia membuat sam kesal dengan cara-cara anehnya. Bisa dibilang secara tidak langsung sam menemui cerminan dirinya sendiri walau banyak memang yang bertentangan dengannya.

Waktu itu di malam hari sebelum sam mengantar lia pulang ke rumah dia bercerita bagaimana kehidupannya di waktu lalu. “kau boleh kuat dengan kesendirianmu, kau boleh tidak bermain hati dengan lawan jenismu saat ini, tapi ketahuilah ada saatnya kau akan bersama untuk menyatukan hatimu”, ungkap lia “jujur aku suka cara dan prinsipmu, tapi tak selamanya orang akan memahamimu”, sambung lia “aku tidak ingin seseorang memahamiku, dan aku lebih nyaman seperti ini”, balas sam “kau bohong sam, kau seringkali mengalami kejenuhan, kau orang yang keras kepala, kau seringkali menggunakan logikamu tanpa kau pikirkan hatimu”, jawab lia kesal

“sam apa kau menyukaiku?”, tanya lia dengan tegasnya sam menjawab, “iya aku menyukaimu tapi hanya sebatas teman lia tidak lebih” pikir sam, ia telah menentang hati. “kau benar-benar orang yang keras kepala sam, kau memang orang yang tak punya hati”, jawab lia kesal dan meninggalkan sam masuk ke rumah. Saat itu sam mulai ada rasa bersalah pada dirinya sendiri, tapi selalu saja sam bisa mengendalikan dirinya.

Waktu itu di malam hari selepas pulang kuliah sam dan lia pulang bersama dengan sepeda motor sam. Lia memeluk sam dengan erat membuat sam kaget tapi saat itu sam tersenyum, tapi tiba-tiba malam yang indah itu menjadi malam petaka saat mereka berdua kecelakaan, lia yang dibonceng sam lepas kendali dan terpental dari motor, sam menjerit melihat lia dan menghampiri lia sam menangis tapi lia saat itu tersenyum melihat sam. “aku sayang kamu sam”, ungkap lia sam pun menangis sembari berkata, “aku juga sayang kamu lia” “apakah itu jawaban hatimu sam”, tanya lia “iya lia ini dari hati, maafin aku kemarin aku sempat melawan kehendak hatiku, aku benar-benar sayang kamu lia”, jawab sam “makasih sam buat selama ini”, lia tersenyum dan menghembuskan nafas terakhirnya “tidak lia aku akan mengantarmu ke rumah sakit, kau akan sehat lagi”, jerit sam sambil menggendong lia membawanya pergi
Tapi semua itu sia-sia, sam terus menangis karena telah menyia nyiakan orang yang dia sayang.

Seminggu berlalu, sam mulai perlahan bangkit dari keterpurukan. Ia selalu ingat kata-kata dari lia, ia pun perlahan berubah mengikuti cara yang diajarkan lia. Sam mulai banyak tersenyum, sam mulai bersosialisasi. Saat itu sam mulai sadar yang jauh dari manusia itu adalah masa lalu, yang dekat dari manusia itu adalah kematian. Cerita sam pun diangkatnya ke dalam sebuah buku sam.

Cerpen Karangan: Muhammad Arief Alfharizi
Facebook: Arief Alfarizi

Cerpen Hati Atau Logika merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan (Part 1)

Oleh:
Rintik-Rintik hujan yang membasahi tanah kering, bunyi gemericik yang membuat aku tenang dan aroma khas itu mengigatkanku kepada seseorang, seseorang yang membuat aku suka dan senang ketika hujan turun.

Bintangku, Mark

Oleh:
Bintang-bintang yang ada pada malam hari selalu mengingatkanku padanya. Karena aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan sama seperti aku melihat bintang di langit. Entah mengapa aku merasa seperti dia

Kenangan Bersamamu

Oleh:
Pagi senin, pagi yang aku tunggu setelah 2 hari yang lalu aku merubah gelar lajangku menjadi berpacaran. Tak sabar rasanya kulangkahi kaki ini untuk memasuki ruanganku, ruangan yang mempertemukan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *