Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 26 November 2015

Sebuah keramaian di sebuah tempat, tapi tepat ini yang masih tampak cerah sepi dan damai. Seorang lelaki yang turun dari mobil mewah. Wajahnya tampan dan memesona, ia memandangi seorang gadis di seberang ia berdiri. Gadis itu tengah bertengkar dengan seorang pria. Lelaki itu tampak simpatik. Sedang wajah gadis itu tampak sedih dan muram. Mereka memasuki area sekolah. Mereka berdiri di garis gerbang. Lelaki itu memandanginya. Gadis itu yang merasa dipandangi pun menoleh dan didapatinya seorang lelaki tampan yang memperhatikannya. Gadis itu menatapnya, namun hanya sebentar, lalu pergi menuju kelasnya. Dan lelaki itu diam membisu sambil menatap langkah kaki gadis itu yang sudah masuk ke dalam kelasnya.

Sama seperti Bayu lelaki yang menatapnya di gerbang. Kehidupanya juga seperti Sophie gadis itu. Orangtuanya yang selalu bertengkar, bahkan hampir bercerai. Membuatnya selalu murung dan pendiam. Semua berawal dari tatapan itu. Sophie berjalan menuju tata usaha. Ia dipanggil karena belum juga membayar uang sekolah, apalagi ini sudah lewat 2 minggu dari tanggal pembayaran. Tepat pada saat itu, Sophie berpapasan dengan Bayu. Menatap sejenak lalu saling acuh. Suara itu terdengar dari luar. Ternyata Bayu masih berdiri di pintu tata usaha. Ia terus mendengar kemarahan Ibu tata usaha yang meminta agar uang sekolah Sophie segera dilunasi.

Sophie berjalan gontai tak tentu arah. Raut wajahnya penuh kemurungan dan hati yang tak enak. Langkahnya kecil, perlahan, dan wajahnya tertunduk. Kakinya melangkah masuk ke dalam sebuah toko. Sophie berjalan penuh kemarahan dan kesedihan. Dan lagi Bayu menatapnya yang ke luar dari toko. Sophie membalas pandangannya dengan senyum tipis dan berlalu pergi. Mereka berjalan beriringan, langkah kaki Sophie yang sedikit cepat diikuti langkah kaki Bayu yang panjang dan santai. Sophie mengeluarakan jaket dari dalam tas. Lampunya merah Sophie menyeberangi jalan. Bayu melihat sebuah benda jatuh dari tasnya dan mengambilnya berusaha mengejar, namun lampu telah hijau. Tapi, tanpa pikir panjang Bayu menerobos jalan. Menarik tangan Sophie dan memberikan benda itu. Sophie mentapnya heran, tersenyum. Tapi setelah melihat lampu yang baru saja berubah merah ia menatap penuh rasa bersalah.
“makasih, maaf aku gak punya apapun sebagai tanda terima kasih,” ucapnya seraya menangis.
“makasih udah cukup, lain kali hati-hati,” katanya tersenyum dan pergi.

Sophie berjalan masuk kelas. Ia dipanggil lagi ke ruang TU. Setelah ke luar didapatinya Bayu di depannya. Senyuman nan indah mengawali kedekatan mereka. Mereka berbincang dan menemukan suatu kenyamanan. Bayu melihat lagi, Sophie yang ke luar dari toko lain kali ini. Disapanya Sophie, Sophie kaget, untuk saja baginya ia menutup seragam tokonya dengan jaket. Kedekatan yang terjalin membuat kebahagiaan tersendiri untuk mereka. Duduk berdua di taman, Sophie dan Bayu. Nampak akrab dan begitu ceria. Bayu mengantarkan pulang Sophie. Saat Sophie masuk ke dalam rumah didengarnya suara lelaki yang marah. Bayu segera pulang.

Di momen yang begitu membahagiakan. Sophie berjalan di tengah lapangan, ia tersenyum begitu manis saat melihat Bayu di depan kelasnya. Sophie naik ke atas bersandar di pinggir, pegangan. Dilihatnya Bayu sudah ada di tengah lapangan dengan kertas yang lebar dibacanya, itu untuknya. Ungkapan cinta dan permintaan untuk menjadi pacarnya. Sophie sungguh terkejut. Ini pertama kalinya, dan Bayu mengungkapkannya di depan umum. Sophie tersenyum malu, tapi ia pergi. Bayu pasrah. Tapi salah. Sophie mendekatinya dan tersenyum padanya. “ya! Aku juga sayang sama kamu!”
Bayu menjemput Sophie untuk jalan bareng. Sophie ke luar dari dalam rumah bersama Kakaknya yang memarahinya. Bayu yang berdiri di balik pagar, terdiam melihatnya. Sophie kaget dan berjalan pelan menujunya.

Tujuan pertama mereka adlaah taman nan indah dan sejuk. Menambah suasana yang indah menjadi romantis. Tapi itu tak lama, setelah Sophie mengungkapkan kehidupan pribadinya yang kelam. Air matanya perlahan jatuh dan ia sandarkan kepalanya di pundak Bayu.
“kak.. jangan pernah tiggalin aku sendiri ya? Aku kesepian..” ungkapnya.
Sophie semakin terbebani dengan pikirannya. Uang spp-nya yang sudah menunggak 4 bulan. Kini menjadi beban terberat Sophie. Ia tak tahu lagi harus berbuat apa. Terlebih lagi Kakaknya yang selalu berjudi dan meminta uang hasil kerja Sophie. Kesedihan selalu menyelimutinya yang tak tahan lagi dengan semua ini.

Bayu mencari Sophie ke rumahnya. Dan jawaban yang ia dapat begitu menusuk hatinya.
“anak itu sudah tidak tinggal lagi di sini, dia udah pergi dan itu bukan urusan saya, lebih baik anda pergi, pergi sekarang juga!!” tegas Kakak Sophie.
Bayu pergi dengan kekecewaan. Ia tak tahu lagi harus mencari Sophie ke mana. Dan kenyataan menamparnya lagi, Sophie telah ke luar dari sekolah. Kini janji yang telah dinodai oleh Sophie sendiri. Ia yang meminta, tapi ia yang pergi meningggalkan Bayu sendiri. Kesedihan pun menyelimuti mereka lagi. Kebahagiaan telah hilang. Bayu hanya bisa menunggu hingga daun gugur menjadi bukti keberadaan Sophie.

Cerpen Karangan: Dewi Mustika
Facebook: Dewi Mustika
Nama: Dewi Mustika
Panggilan: Uty

Cerpen Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Detik Terakhir

Oleh:
Kini aku duduk di bangku kelas XII IPA, kujalani hari di sekolah bersama dengan ketiga sahabatku fitri, nada dan yusuf, dan aku sendiri rey. kita berempat bersahabat sejak kita

Mencintai Dalam Diam

Oleh:
Aku hanya bisa terdiam dengan keputusannya waktu itu, keputusan untuk mengakhiri hubungan kami. Aku sudah mencoba untuk mempertahankannya, tapi semuanya sia-sia saja. Cinta tak bisa dipaksa, buat apa aku

Amnesia

Oleh:
Gorden putih yang menutupi setengah dari ventilasi yang terbuka itu, membuat cahaya matahari pagi masuk memancarkan sinarnya, hingga meronakan wajahku yang kuning langsat ini. Kehangatannya terlalu dalam untuk dihayati,

Good Bye My Love

Oleh:
Awalnya aku bahagia, saat mendengar ungkapan perasaannya, bahwa dia sayang padaku… Tapi, saat kuingat bahwa dia adalah mantan temanku, aku jadi bingung, satu sisi aku tak mau menyakiti temanku,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *