Hingga Akhir Waktu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 8 February 2014

Mata sayu gadis itu memandang lurus ke depan menatap burung-burung kecil yang beterbangan menghiasi langit sore di kota jakarta, “hari yang indah” gumam gadis itu dengan diiringi sebuah senyuman yang terukir indah di wajah cantiknya itu, tangannya kini memegang sebuah pena dan perlahan menulis kan kata-kata di dalam sebuah buku kecil milik nya yg selalu ia bawa kemana saja “aku tau aku tak bisa melakukan itu, aku tak bisa mengulang ataupun menghentikan waktu, tapi tuhan ku mohon izinkan aku untuk bisa kembali bersamanya aku ingin melihat senyumnya lagi mendengar tawa nya lagi” gadis itu pun menghentikan tulisannya kini pandangannya tertuju pada sang mentari yang berlahan menghilang di telan sebuah bukit yang di penuhi pepohonan rindang yang ada di seberang sana, “mungkin hari ini kamu belum bisa datang, besok aku akan menunggu mu lagi” ucap gadis itu pelan kini butiran-butiran air mata pun perlahan mengalir membasahi pipinya mungkin ia lelah harus menunggu tanpa tau pasti kapan orang yang ia nanti akan kembali tapi dia percaya semuanya akan berakhir dengan indah dia akan terus menunggu entah sampai kapan pun itu.

5 tahun yang lalu.
“suasananya indah ya” ucap seorang lelaki sambil memandangi burung-burung yang tengah beterbangan menghiasi langit di sore itu “gak..” sahut seorang wanita yang duduk di sampingnya dengan tampang yang cemberut “kamu kenapa sih vi, kamu marah ya” tanya lelaki itu sambil berbalik arah memandangi wanita yang duduk di sampingnya itu, namun wanita itu tak menjawab pertanyaannya wanita itu tetap memandang lurus ke depan seakan akan tak mendengar pertanyaan lelaki itu “vi.. aku tuh Cuma pergi sebentar aku janji bakalan pulang secepat nya” “1 bulan kamu pergi ninggalin aku, dan kamu bilang itu sebentar?” tanyanya sambil menatap tajam ke arah lelaki itu “ya ampun viona, kamu ini manja banget sih Cuma pisah 1 bulan aja udah kaya mau pisah selama nya”.. “aku gak mau pisah sama kamu, kamu ngerti kan” ucap wanita bernama viona itu dengan pelan berusaha untuk menahan tangis nya” aku juga gak mau pisah sama kamu, tapi kan aku harus ke kanada buat nyelesain pekerjaan aku”.. “aku takut kehilangan kamu”.. “kamu harus percaya sama aku, aku gak akan macam-macam di sana, cinta aku tuh Cuma buat kamu gak ada yang lain lagi” ucap lelaki itu sambil menggenggam erat tangan sang wanita “kamu janji?” tanya viona sambil menatap tajam ke arah lelaki itu “iya aku janji” kini senyuman manis pun terpancar dari wajah cantik wanita yang bernama viona itu, lega rasa mendengar kata-kata yang diucapkan sang kekasih, walaupun sebenarnya di hati nya masih ada rasa tak rela untuk berpisah, tapi dia percaya lelaki yang sudah bersama nya selama 5 tahun itu bisa memegang janji yang telah ia ucap kan.

“oya aku punya sesuatu buat kamu”.. “apa..” tanya viona dengan sangat antusias “ini..” ucap lelaki itu sambil mengeluar kan sebuah kotak kecil berbentuk hati dari dalam kantung celananya “itu apa?” tanya viona sambil memandangi kotak kecil itu “ini cincin buat kamu, ini sebagai bukti keseriusan aku”.. “maksud kamu, kamu..” kata-kata yang di ucap kan viona pun terpotong saat ia melihat lelaki itu berlutut di hadapan nya “iya, sekarang aku ngelamar kamu, kamu mau kan nikah sama aku?” saat mendengar perkataan sang kekasih binar kebahagiaan pun terpancar dari wajah cantik viona, kini buliran kebahagiaan pun perlahan mengalir indah dari matanya perlahan dia menganggukan kepalanya tanda setuju akan perkataan lelaki itu “ih kok malah nangis sih” tanya lelaki itu sambil memandang wajah viona yang terlihat merah merona “apaan sih aku gak nangis kok” jawab viona dengan diiringi senyuman bahagia yang terpancar dari wajah cantik nya “tapi ada syarat nya loh”.. “apa” tanya viona “saat aku pulang dari kanada nanti kamu harus udah bisa masak, kalau gak aku bakalan berfikir buat nikah sama kamu”.. “ih orang aku udah bisa masak kok” ucap viona “iya tapi Cuma masak air bisa nya” ucap lelaki itu dengan di iringi gelak tawa “enak aja” jawab viona sambil memukul pundak lelaki itu, suasana yang sangat indah kicauan burung pun terdengar sangat merdu bagai nyanyian bahagia untuk sepasang kekasih yang sedang memadu cinta hembusan angin pun berlahan menggoyangkan rerumputan yang ada di taman menambah keindahan di sore yang cerah itu sepertinya alam pun ikut bahagia melihat mereka berdua.

“Kamu masih ingat kan sama janji kamu” tanya viona sambil menggenggam erat tangan lelaki yang ada di samping nya “iya, aku ingat.. kamu juga selama aku gak ada di sini jangan macam-macam yah”.. “ya gak lah aku kan setia” lelaki itu pun tersenyum mendengar jawaban dari kekasih nya “kok senyum?” tanya viona heran “kenapa gak boleh?” jawab lelaki itu sambil memandang wajah viona “hmm, boleh sih” ucap viona dengan di iringi senyum manisnya “oya sudah waktunya berangkat aku pergi dulu yah kamu jangan macam-macam” ucap lelaki itu dan langsung mencium kening viona “iya, kamu cepat pulang yah”.. “iya, dan nanti kalau aku pulang kamu sudah harus bisa masak yang enak buat aku yah”.. “iya aku janji” ucap viona pelan sambil memandangi sang kekasih yang berlahan pergi meninggalkan nya.

Dengan langkah gontai viona pun berlahan melangkah untuk meninggalkan bandara itu, dengan sekuat tenaga dia berusaha menepiskan semua fikiran buruknya dia berusaha meyakinkan diri nya sendiri bahwa apa yang difikirkannya tidak akan jadi kenyataan, dia percaya kekasihnya itu akan cepat pulang untuk menemui nya lagi, mereka pasti akan bersama dan menjalani hidup yang bahagia

(flash back end)

“viona ayo masuk nak sudah malam” ucap seorang wanita setengah baya sambil melangkah menghampiri viona “gak ma, aku mau nunggu rian dulu aku yakin hari ini dia datang buat jemput aku” wanita setengah baya itu hanya bisa diam sakit itu lah yang dirasakannya saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut viona, dia tidak mengerti sampai kapan putrinya harus menjalani kehidupan sepeti itu, terus menunggu dan menunggu seseorang yang tidak mungkin akan kembali “viona kamu harus bisa terima semuanya nak, rian itu sudah gak ada dia sudah meninggal”.. “gak, aku percaya dia akan kembali dia sudah janji sama aku, dan aku tau dia gak mungkin bohong” ucap viona dengan linangan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya “viona kamu harus dengerin mama, kamu gak bisa hidup seperti ini terus nak, kamu harus sadar” viona hanya bisa diam dengan pelan ia mulai melangkah kan kakinya untuk menjauhi sang mama, dia sudah bosan mendengarkan kata seperti itu, kenapa semua orang tak pernah ada yang bisa percaya padanya, dia yakin apa yang di kata kan orang-orang tentang rian itu tidak benar dia tau rian tidak akan pergi meninggalkan nya, dia yakin rian tidak meninggal dia tau suatu hari nanti rian akan datang untuk menjemputnya dan mereka akan menjalani hidup berdua selamanya seperti yang diucapkan rian sebelum dia pergi 5 tahun lalu, dia berjanji akan terus menanti tak peduli sampai nanti atau pun mati tak ada yang ingin dia lakukan selain menanti dan terus menanti Hingga akhir waktu.

SELESAI

Cerpen Karangan: Icha A. Marissa
Facebook: ichaa aquineisha

nama : icha A.marissa
lahir: 19-03-1996
usia : 17
status: pelajar smkn 1 tenggarong jurusan marketing
asal: tenggarong, kalimantan timur, indonesia

Cerpen Hingga Akhir Waktu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ini Tentangmu (First Love)

Oleh:
Bertahun sudah, cinta Kira-kira hampir 4 tahun berlalu tanpa sapaan lembutnya lagi. Kesalahan atau memang aku yang salah, entahlah.. Sejelasnya aku hanya bisa bersembunyi di dalam kepalsuan yang ada.

Cinta Tak Mungkin Salah

Oleh:
Cinta.. cinta itu kadang sangat menyakitkan kadang pula membuat bahagia tapi kini cinta tak berlaku bagi Alana. Gadis ini tak ingin mengenal lagi yang namanya cinta sejak kejadian yang

Pergi dan Tak Kembali

Oleh:
Arloji sudah menunjukkan pukul 08.00. Aku terlambat! Ini adalah hari pertamaku pergi ke sekolah baruku. Aku masuk kelas dan berkenalan dengan beberapa teman baru. Mereka ramah sekali dan aku

Karena Dia

Oleh:
Karena dia hidupku jauh lebih bersinar tapi Karena dia juga hatiku menjadi terluka. Sendirian tertutup begitulah aku. Aku punya hobi bermain basket ya tapi aku hanya bermain secara personal.

Menunggu Pelangi

Oleh:
Seorang gadis berketurunan Indo Jerman sedang duduk sendiri di tepi danau. Dia sedang memainkan kuas dengan warna pastel kesukaannya di atas kanvas. Sesekali dia membenarkan rambutnya yang tertiup nakal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *