Hingga Nafasku Yang Terakhir

Judul Cerpen Hingga Nafasku Yang Terakhir
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 29 November 2016

Pada malam hari, Rizky memutuskan Dinda lewat SMS dan memberitahu Dinda alasan sebenarnya mengapa Ia memutuskan Dinda. Rizky mengatakan pada Dinda bahwa Ia telah menemukan yang lebih baik dari Dinda. Hati Dinda hancur seketika. Bahkan harapannya untuk bernafas lagi sirna. Seluruh keluarga dan sahabat-sahabatnya ikut sedih melihat keadaan Dinda. Dinda menjadi jarang keluar kamar bahkan tidak keluar rumah. Dinda juga jarang makan dan sering sekali menangis hingga matanya bengkak. Ia juga hampir tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun. Namun keluarga dan sahabat-sahabatnya selalu berusaha untuk menghibur Dinda.

Dua bulan berlalu, keadaan Dinda jauh lebih baik sekarang. Sekarang sudah ada seseorang yang mampu membuat Dinda tertawa meskipun hanya tertawa kecil. Seseorang yang mau melakukan apa saja untuk membuat Dinda bahagia. Seseorang itu bernama Rendy, sahabat Dinda yang mengerti keadaan Dinda pada dua bulan yang lalu.

“Din, kenapa kamu nggak terima cintaku? Aku kan lebih baik dari dia? Aku janji kalo kamu udah jadi pacarku, aku akan buat kamu bahagia. Aku nggak akan sakiti kamu seperti dia sakiti kamu. Lupain aja, Din. Dia udah sakiti kamu” ucap Rendy saat melihat Dinda melamun memikirkan Rizky.

“Makasih, Ndi. Kamu emang lebih baik dari pada dia. Aku juga percaya kalo kamu bisa buat aku bahagia” jawab Dinda dengan sedikit tersenyum. “Ya udah. Tunggu apa lagi, Din? Cintai aku aja” Rendy menampakkan muka memohon dan matanya yang berbinar menatap mata Dinda dengan tatapan penuh arti.

“Tapi aku nggak bisa terima cintamu, Ndi. Aku masih cinta sama dia. Dia udah jadi bagian dariku. Dan saat dia pergi dia juga membawa separuh aku pergi. Dan nggak mungkin aku bisa terima kamu saat aku masih mencintainya” ucap Dinda dengan muka sedih.

“Kalo gitu aku akan nunggu sampai kamu siap terima aku” senyum Rendy. “Makasih ya kamu udah ada saat aku butuh seseorang di sampingku” Dinda tersenyum. “Apapun akan aku lakukan untuk buat kamu bahagia” senyum Dinda.

Tiba-tiba teman Dinda telepon dan memberitahu bahwa Rendy masuk rumah sakit. Dinda segera pamit pada Rizky tanpa memberi tahu kemanan Dinda pergi dan Dinda segera berangkat ke rumah sakit tempat Rendy dirawat. Sesampainya di rumah sakit, Rizky terbaring di tempat tidur dalam keadaan koma. Dan saat Dinda bertanya ada apa dengan Rizky, dokter mengatakan bahwa Rizky kehilangan banyak darah akibat kecelakaan. Dan darah yang sesuai dengan golongan darah Rizky di rumah sakit, kosong.

“Ambil darahku aja, Dok. Aku mau dia sembuh” ucap Dinda tanpa berpikir dua kali. Namun dokter berkata bahwa Rizky kehilangan banyak darah sehingga dia butuh banyak darah. Dan jika Dinda memberikan darahnya sesuai yang dibutuhkan Rizky, Dinda akan kehabisan darah. Namun Dinda tetap keras kepala, Ia tetap ingin Rizky sembuh meskipun harus mengorbankan nyawanya.

Setelah Dinda mendonorkan darahnya untuk Rizky, Ia tidak dapat bernafas lagi. Darah di tubuhnya sudah habis. Dan Ia rela menyerahkan itu semua untuk Rizky, orang yang tetap Ia cintai meskipun dahulu menyakitinya. Saat Rizky bangun Rizky bertanya siapa orang yang menyelamatkan hidupnya. Rizky juga bilang bahwa dia juga ingin berterima kasih pada orang yang berjasa itu baginya. Saat itu juga sahabat-sahabat Dinda yang sekaligus sahabat Rizky melepaskan tangisannya yang tidak bisa Ia tahan lagi. Rizky kebingungan. “Kenapa? Harusnya kan kalian seneng kalo aku sembuh?”

Jawaban Rizky membuat sahabat-sahabat Dinda menangis lebih deras dan membuat Rendy, teman Rizky sekaligus orang yang mencintai Dinda marah. “Rizky! Cowok apaan kamu! Berani-beraninya kamu sakitin orang yang udah bener-bener tulus cinta sama kamu!”

Rendy pun juga ikut menangis. Rizky masih kebingungan. Seketika itu juga salah satu sahabatnya memberi Rizky surat. “Ki, ini dari Dinda. Ini yang terakhir dia inginkan. Untuk mengorbankan nyawanya cuma buat kamu” Ia pun melanjutkan tangisnya yang tidak bisa Ia tahan lagi. Rizky yang kebingungan, membaca surat itu.

Rizky, maafin aku. Aku tau kalo aku emang nggak sempurna. Aku tau aku juga bukan yang paling cantik dari banyaknya wanita di luar sana. Tapi aku mau kamu tau, cintaku untuk kamu tulus. Aku bener-bener cinta kamu meskipun kamu udah sakitin aku. Maaf aku nggak bisa jadi yang terbaik buat kamu. Semoga kamu menemukan wanita lain yang jauh lebih baik daripada aku. Tenang aja aku udah bahagia kok karena sebagian diriku ada di tubuhmu yang terus mengalir. Jaga dirimu baik-baik ya. Selamat mencari kebahagiaanmu. Aku mencintaimu sampai nafas terakhirku.

Wanita yang dulu pernah kamu cintai,
Dinda

Seketika itu, Rizky menangis. Ia menyesal telah meninggalkan wanita yang benar-benar tulus mencintainya bahkan rela mengorbankan nyawanya untuk dia. Ia benar-benar menyesal. Waktu berlalu. Sekarang semua sahabat-sahabat Rizky sudah memiliki pasangan hidupnya bahkan Rendy. Dan Rizky, semenjak Ia sadar, Ia tidak mencari wanita lain. Bahkan wanita yang mendekatinya pun, Ia tidak tertarik. Setiap dua minggu sekali, Rizky mengunjungi makam Dinda.

Tahun demi tahun berlalu. Rambut Rizky mulai memutih dan sudah memerlukan tongkat untuk berdiri dan berjalan. Rizky telah berusia tujuh puluh dua tahun. Hari ini Ia berencana untuk mengunjungi Dinda. Sesampainya disana, Ia mengusap lembut batu nisan Dinda dengan tangannya yang renta.

“Din, kamu gimana disana? Aku merindukanmu. Aku juga mencintaimu. Din, saat ajalku tiba, aku ingin kamu menjemputku, ya? Agar kita bisa hidup bahagia bersama disana.”

Seketika itu juga, Rizky mendapat serangan jantung. Ia terjatuh dan terbaring di sebelah makam Dinda. Sebelum Ia menutup mata untuk selamanya, Ia melihat makam Dinda, menaruh tangannya di makam Dinda dan Ia tersenyum sambil meneteskan air mata. Dan akhirnya Ia bahagia di akhir hidupnya karena Ia tahu bahwa Dinda akan menjemputnya dan hidup bersamanya di atas sana.

Cerpen Karangan: Aurora Kezia Hartono
Facebook: Aurora Kezia Hartono
Namaku Aurora Kezia Hartono. Aku lahir pada 10 Oktober 2000 di Semarang. Aku tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Jika ingin mengenalku add facebookku di Aurora Kezia Hartono dan follow instagramku di aurorakezia_10

Cerita Hingga Nafasku Yang Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rasa ini Abadi

Oleh:
Rasa ini tak akan akan pernah memilih, kamu datang di saat dirinya telah di sampingku. Hayalku untuk kamu dan aku menjadi satu tanpa ada yang disakiti seakan menjadi sebuah

Break

Oleh:
Tentang mencintai dengan tulus, bukan berati cinta yang lain meminta pamrih. Namun, ini cerderung kepada mengikhlaskan cinta yang tumbuh untuk kamu pangkas dan tanami lagi dengan cinta yang lain.

Cinta Terakhir

Oleh:
Hai kenalin nama aku Mutia amelia putri, aku biasa dipanggil Meli. Aku mempunyai pacar yang bernama Karisma efendi. Aku sudah ngejalin hubungan sama dia hampir 2 tahun. “Sayang” ucap

The Gift of Love

Oleh:
Seorang ibu yang baru melahirkan dengan penuh kebahagiaan ingin melihat bayinya. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *