Hujan Mengingatkanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 6 September 2017

Aku tak mengerti, sama sekali tidak. Pikiranku serasa terhenti selama ini. Aku tak mengingat apapun. Tak bisa merasakan kegembiraan atau kesedihan orang lain. Merasakan perasaanku sendiri saja ku tak bisa. Berkali-kali aku menyaksikan beberapa orang menemuiku, tapi entah apa yang coba mereka sampaikan padaku. Aku tak mengerti. Tiap hari aku hanya duduk di kursi ini. Menatap jendela, hanya itu yang kulakukan. Sesekali aku melakukan hal yang ingin kucoba lakukan. Tetapi nihil, menggerakkan tanganku saja sangat sulit. Selalu kuusahakan untuk melakukannya, tetapi aku hanya mengacaukan segalanya. Hingga terkadang melukai diriku sendiri.

Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Aku tidak tahu. Bagaimana aku bisa menjadi seperti ini? Aku tak mengingat apapun.
Tetapi hari ini, berbeda dari hari yang lain. Hujan, ya hujan. Entah mengapa hujan kali ini begitu terasa menyejukkan hatiku. Tiap tetes yang terjun ke bumi, seperti membawa tetesan memoriku. Rasanya kali ini aku terdorong untuk berpikir lebih jauh dari sebelumnya. Aku teringat sesuatu.

Seorang lelaki melambaikan tangannya dari balik pagar. Ia tersenyum, senyumannya terlihat manis dan terlihat bahwa dia adalah orang yang sangat mencintaiku. Entah kenapa aku merasa begitu. Aku juga merasa bahwa aku begitu mencintainya. Lalu aku masuk ke dalam mobil dan mulai melaju.

Saat itu suasananya begitu sejuk, rintikan hujan membasahi kaca mobilku. Dalam perjalanan, kutarik laci mobilku dan kuambil selipat kertas. Sepertinya itu undangan pernikahan. Kubuka lipatan kertas itu, di sana tertera nama dua orang pasangan yang tak kuingat sama sekali. Di bagian bawahnya terlihat foto pasangan yang terlihat serasi. Ternyata itu foto lelaki yang melambaikan tangannya padaku tadi. Dan perempuan itu? Apakah dia diriku. Apakah artinya waktu itu aku akan menikah? Atau bahkan sudah menikah. Entahlah tapi aku merasa bahagia, sangat bahagia. Kupandangi secarik undangan itu, hingga tanpa kusadari sebuah mobil berada tepat di depanku. Lalu kuarahkan mobilku ke arah kiri dan ternyata di sana terdapat pohon yang telah siap menghantamku. Bruuaaak!!!

Aku terengah. Napasku tersendat-sendat. Aku sangat bingung. Sebenarnya apa itu tadi? Seperti itukah kejadiannya hingga aku menjadi seperti ini. Karena kecerobohanku sendiri aku menjadi seperti. Aku merasa sangat menyesal. Aku telah bahagia akan menikahi orang yang sangat aku cintai, tapi aku menghancurkan semuanya. Aku rasanya sudah tak memiliki semangat hidup lagi saat ini. Tetapi aku tak bisa mengakhiri hidupku sendiri, percuma. Aku tak bisa bergerak bebas. Aku sangat menderita. Saat ini aku hanya ingin bertemu dengan orang yang kucintai. Hanya dialah semangat hidupku saat ini. Aku harap ia tak membenciku meski dengan keadaanku yang seperti ini.

Cerpen Karangan: Nadira Alifia Zahra
Facebook: Nadira Alifia Zahra
Umurku 13 tahun. Hobiku menulis cerita dan melukis

Cerpen Hujan Mengingatkanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diary Putri

Oleh:
“Hidup ini indah dan akan lebih indah bila kita bisa memiliki seseorang yang kita sayangi. Dan jika engkau merasakan cinta pada seseorang, katakanlah. Berani jujur dan jangan ragu mengungkapkannya.

Alasan Untuk Bahagia

Oleh:
Jadi, dia kerja di sini? Tanya seorang laki-laki dalam hatinya sambil memegang kertas kecil bertuliskan alamat sebuah bangunan yang ada di depannya sekarang. Ia tersenyum, lalu melihat kertasnya lagi.

Rasa Yang Tertinggal

Oleh:
Ketika kau tertawa kulihat dengan pasti Oh dirimu menarik hatiku Dan biarkan aku menatapmu Dengan perasaanku yang menggebu tiada henti.. — Pertunjukan pensi itu riuh oleh teriakan-teriakan penonton. Di

Datang dan Pergi

Oleh:
Pada waktu malam hari yang begitu sunyi, aku menyendiri di suatu tempat. Tempat yang menurutku yang bisa membuatku tenang. Sambil kumainkan piano. Entah bagaimanan isi hati dan perasaanku saat

Cinta Yang Rumit

Oleh:
Namaku ani, sejak kecil aku di ajarkan untuk patuh pada aturan dalam keluarga. Papa ku terbiasa oleh aturan militer, begitu juga kami di rumah pun kami selalu di awasi.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *