I Will Always Love You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 26 October 2014

Hari ini pertama aku masuk sekolah menengah atas atau sma setelah satu minggu kemarin di MOS. senangnya berkenalan dengan teman teman baru.

Sudah satu bulan aku sekolah disini dan aku pun sudah akrab dengan meraka, aku tasya asri fahri dan aldi sudah sangat dekat sejak di MOPD. Di sebelah kiri tempat duduk ku Nampak arya dia orangnya pendiam tampan dengan wajah nya yang khas kulit nya yang putih langsat bibir nya yang sering tersenyum ketika ketemu siapa saja mata nya yang berkilau mampu membuat semua cewek di sekolah terpesona oleh nya namun tidak bagi ku.

Ternyata arya sering memperhatikan aku dalam diam nya dia mengagumi ku sesekali aku memergokinya ketika dia sedang memperhatikan ku. Sudah lima hari arya tidak masuk sekolah katanya sakit. “nayla lo dicariin tuh kata nya ditunggu di kantin” “siapa” Tanya ku “gak tau yang jelas itu ibu ibu gitu” jelas asri “lo mending temuin deh tuh ibu ibu kayaknya penting banget” samber tasya “ya udah aku ke kantin dulu yah”.

Di kantin “nayla yah?” tegur ibu itu “iya, tante cari saya ada apa yah?” Tanya ku penuh penasaran “kamu kenal arya kan, itu anak tante dia sering cerita banyak tentang kamu?” “yah terus sekarang hubungan nya apa sama saya?” jawab ku “dia mencintai kamu dia sering berkhayal kalau di sisa hidupnya ini dia bisa bahagia bersama kamu” jalasnya “maksud tante?” tanyaku “selama ini arya mengidap penyakit kanker otak ganas dan kata dokter arya gak akan lama lagi” aku pun kaget ketika mendengarnya “kecuali ada orang yang bisa menyemangatinya kembali selain orangtua dan saudara saudaranya dan tante yakin kamu bisa menyemangati arya karena kamu yang arya sukai” “tapi tante” “nayla tante mohon hanya kamu yang bisa menghidupkan arya kembali” “terus apa yang harus aku lakukan sekarang?” Tanya ku “besok kamu ke rumah sakit” pintanya “mau ngapain” “iya ke rumah sakit aja nanti besok tante jemput” “tapi tante” mulut ku dibekamnya “sampai besok yah nayla dah” ibu itu pun pergi menginggalkan aku yang masih duduk di kantin.

Bel pulang sudah berbunyi sedari tadi aku terus memikirkan hal itu aku gak tau harus apa “hey nay kenapa sih dari tadi kelihatannya kamu sedang bingung” Tanya aldi “cerita dong nay” lanjut asri “nanti aja yah sekarang aku harus pulang dah duluan yah”.

Hari ini dek dekan banget entahlah kenapa, “tante” “nayla ya udah ayo” “kita mau kemana sih?” aku pun memasuki mobilnya dan mobil ini melaju kencang setelah 20 menit kita sampe RS. Aku melihat arya terbaring di kasur di ruangan ICU “kamu masuk ya ke dalam” aku pun menganguk. “nayla” “hay arya gimana keadaan kamu” “baik, kamu kok tau aku disini”

Setelah lama berbincang bincang dengannya dia bilang “nayla sejak pertama aku mengenalimu aku jatuh cinta pada mu kamu mau jadi pacar aku maaf lancang” aku kaget mendengarnya aku gak tau apa yang harus aku lakukan ya Tuhaaan tapi aku tidak mempunyai perasaan apa apa pada nya mungkin ini maksud mama nya arya jika aku tidak menerimanya aku takut dia kenapa-napa tapi aku juga tidak mencintainya, aku pun menerimanya dengan terpaksa “iya aku mau jadi pacar kamu” “makasih ya nay” “iya, eh udah jam 3 aku pamit pulang yah”.

Sudah dua bulan aku dan arya jadian semua di sekolah pun tau tapi aku belum juga mencintainya aku belum bisa menerimanya aku hanya bisa bersandiwara ketika bersamanya. Sering aku jalan dengannya tapi aku merasa tidak nyaman gitu. Setiap kali main/kumpul aku samakan arya dengan sahabat ku tidak ada yang spesial spesial.

Arya menarik tangan ku membawa aku menjauh dengan sahabat ku “kamu anggap aku apa? aku ini pacar kamu bukan sahabat kamu, kamu selalu samain aku dengan mereka, aku tau kamu menerima aku karena terpaksakan sampe saat ini kamu belum bisa nerima aku maafkan aku yang udah paksa kamu untuk menerima ini tapi kenapa kamu harus nerima kalau kamu tidak mencintai aku, lebih baik aku disakiti dengan kejujuran dari pada harus dicintai dengan kebohongan kamu. Aku pikir di sisa hidup ku ini aku bisa bahagia dengan orang yang aku sayang ternyata itu salah.” Dia pun meninggalkan aku dan sahabatku “kamu sadar gak sih selama ini kamu udah sia siakan orang yang bener bener sayang sama kamu, kurang apa coba dia gak habis pikir aku sebenarnya kamu nyari yang gimana hah?” Tanya fahri sedikit menyinggung hatiku aku pun pergi meninggalkan mereka.

Sudah tiga hari ini arya tidak pernah menghubungiku lagi di kelas pun dia tidak pernah menegurku senyum pun tidak dan aku biarkan nya empat hari aku masih begini aku pun menghampirinya ketika arya sedang duduk di perpus “arya kenapa sih aku tau kamu marah dan itu emang pantas maaf kan aku kamu boleh marah diemin aku tapi selesaikan dulu yah masalah kita” “yah sakarang mau kamu apa terserah” “loh ko gitu…” Pertengkaran pun tak bisa dihindari sampai sampai arya pingsang.

Tiga bulan sudah hubungan ku dengan arya dan sekarang aku sudah bisa menerimanya dan mencintainya sedikit demi sedikit. Lima enam tujuh bulan sudah hubungan ku dengan arya semua berjalan dengan baik sekarang aku sangaaaat mencintainya menyayanginya tetapi setiap aku dekat dengannya aku merasakan firasat buruk firasat ku mengatakan kalau arya akan pergi jauh tinggalkan aku untuk selamanya. Banyak sekali kenangan dengannya yang tak bisa aku lupakan sampai kapan pun

Hari hari ku semakin sempurna dengan nya dan lengkap ditambah dengan sahabatku. Hari demi hari bulan demi bulan tidak terasa hubungan ku dengan arya sudah satu tahun, hari ini anniversary satu tahun aku dan arya merayakan hari jadi kita yang ke satu tahun party anniversary pun berlangsung dengan meriah walaupun dekornya sederhana namun yang hadirnyalah yang istimewa. Acara demi acara telah dilewati sekarang tinggal tiup lilin sebelum tiup lilin arya berkata padaku “happy anniversary 1 year sayang semoga hubungan kita longlast yah, makasih yah udah mau menerima aku apa adanya udah mau nemenin aku selama satu tahun ini udah menghidupkan lagi aku udah menyemangati aku karena kamu aku mampu bertahan hidup sampai saat ini makasih banget untuk semuanya aku janji aku akan selalu ada di samping kamu aku akan selalu jagain kamu lindungi kamu walaupun nanti kita beda alam rasa sayang aku pada mu gak akan pernah pudar”.

10 hari setelah aku dan arya anniversary 1 tahun arya masuk rumah sakit lagi sekarang keadaan arya semakin parah. 3 hari sudah arya di rumah sakit dia terbaring lemah di ruang ICU dan dia belum juga sadar “sekarang aku harus gimana aku gak mau kehilangan arya aku sayang arya.” Jelas ku “nay biarkan arya pergi mungkin kalo arya pergi itu yang terbaik untuknya dan arya gak akan merasakan sakit yang dideritanya itu emang kamu gak kasian sama arya selama ini arya melawan penyakit nya untuk terus bertahan hidup dan buktinya penyakit itu tidak sembuh sembuh kan” jelas aldi “gue setuju dengan lo al” samber fahri “iyah bener kata aldi nay” kata tasya.

Aku pun kembali ke RS dan ketika itu arya sudah sadar di ruang ICU hanya ada arya aku dan mamah papah arya “mah pah makasih yah selama ini mamah sama papah udah mau ngerawat arya dengan ikhlas mamah sama papah rela ngabisin harta kalian demi arya maafin arya yah arya belum bisa ngebahagiakan mamah sama papah” ucap nya lirih “nayla makasih juga yah kamu udah mau singgah di hati aku kamu itu pacar pertama dan mungkin pacar terakhir ku walaupun awalnya kita sering bertengkar, kamu udah bahagiakan aku di sisa hidup ku ini makasih banget, nanti aku akan ceritakan tentang kita ke teman ku yang di surga” “jika ini yang terbaik untuk kamu aku rela aku ikhlas ya” jawab ku lirih arya pun mencium keningku untuk terakhir kalinya “sekali lagi maafkan aku yah dan makasih untuk semua nya” arya pun menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan ku.

Selamat jalan arya semoga kamu tenang disana semoga kamu bahagia dan ditempatkan di tempat yang nyaman. Hebat kamu sekarang kamu tidak akan merasakan sakitnya penyakit mu itu I will always love you Arya

Cerpen Karangan: Feny Nur Oktaviani
Facebook: Facebook.com/fenynuroktaviani
karya Feny Nur Oktaviani ttl : bogor 24 oktober 1999 kelas 3 smp

Cerpen I Will Always Love You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terlalu Mencintai

Oleh:
“Masih berapa lama lagi Qi?” aku menoleh dan ternyata ia adalah Taufik sahabat yang paling dekat denganku. “Masih berapa lama lagi kamu mikirin dia Sauqi?” Lanjutnya. Aku hanya melirik

Elegi Embun Pagi

Oleh:
Di dalam kelas yang sepi. “Yeta, dicoba aja dulu! Masa sih udah tujuh belas tahun belum punya pacar juga, malu tuh sama wajah cantik kamu! Hahaha…,” kata Mentari membujukku

Ketika Pacarku Seorang Malaikat

Oleh:
Malam ini cukup sunyi bagi intan, seorang gadis cantik yang sedang duduk di pinggiran kolam, hanya suara jangkrik yang terdengar merasuk ke dalam telinganya, ia hanya berfikir apa yang

Cinta Seleb Sekolah

Oleh:
“Kenapa kamu gak percaya sama aku? Aku sama Dewi itu nggak ada hubungan spesial Cha!!” Kata-kata Ravi semalam masih terpikirkan olehku. Aku nggak percaya dia jalan sama Dewi. Kapten

Too Late To Say Love

Oleh:
Matanya lurus ke depan, menatapi layar monitor di depannya. Sedari kemarin sore dia tak henti-hentinya untuk memainkan game online di warnet yang tak jauh dari rumahnya. Kecemasan ibunya di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *