Idul Adha Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 4 February 2014

“Rey, tungguin ana donk!” teriak Ana sambil menghampiri Rey
Rey tidak menjawab, menoleh pun ia tak sempat. Rey tak menghiraukan Ana yang sedari tadi berbicara padanya.
“Rey, kamu kenapa? Sakit?” sambil memegang kening Rey

Bis yang ditunggu Rey akhirnya datang Rey lekas pergi dan meninggalkan Ana sendiri. Gemuruh datang tiba-tiba dalam persahabatan ana dan rey mereka bersahabat sudah cukup lama. Rey salalu ada dalam suka duka ana dan mereka. Akan tapi sekarang telah berubah. Apakah rey telah melupakan kenangan indahnya bersama ana. padahal tiga bulan lagi adalah hari raya Idul Adha. Ana dan rey selalu nyatai bareng setiap malam, setelah Idul Adha. Tapi apakah Idul Adha kali ini adalah Idul Adha terakhir bagi ana bersama rey?.

Ana hanya terdiam melihat bis yang perlahan tenggelam ditelan kegelapan. hari mulai malam. Ana menyodorkan tangan kanannya untuk memberhentikkan Taxi. Selama di perjalanan Ana hanya menulis Diarynya penuh dengan kesedihan hingga beberapa tetesan air mata Ana jatuh membasahi kertas Diary.

“Neng kenapa?” tanya supir Taxi bingung
“Oh, gak papa Bang” samabil menghapus air mata yang sedari tadi sudah mengalir deras.

Saat Taxi yang Ana naiki melewati rumah Rey. Ana terkejut ketika melihat mobil Travel berisikan koper Rey.
“Bang berenti Bang!!” sambil memukul-mukul kecil pundak supir Taxi
“I, iya Neng”

Ana membuka pintu Taxi dan berlari cepat menuju Mobil Travel. rey sedang duduk di kursi depan. persiapan berangkat.
“Rey, kamu mau kemana?” sambil mengetuk-ngetuk jendela
Rey hanya tersenyum sedih dan melambaikkan tangannya dari balik kaca dan Mobil Travel pergi meninggalkan Ana.

“Neng Ana nih ada surat dari den Rey”
Ana mengambil surat itu dan membukanya.

(Ana maafin Rey yah, rey harus ke Jogja dulu, dan maafin perilaku Rey juga yah yang udah diemin kamu, Rey gak mau keingetan kamu terus, nanti Rey nangis mulu lagi, hehehehe.

O, iya Rey di Jogja cuman 3 bulan doank kok. nah nanti kamu tinggal tungguin aja di terminal. Rey janji Idul Adha nanti kita bakal Nyatai bareng. Nah Insyaallah Rey bakalan ngelamar kamu abis Idul Adha. nanti pas kita udah nikah kita bisa pacaran deh, udah ya.
Salam manis
(Reyhan firmansyah)

Ana tidak kuat membaca surat itu ia pingsan tak sadarkan diri.

Semenjak kepergian Rey. Ana hanya sibuk menulis Diarynya, ana menulis kenangan indahnya bersama Rey. berharap tulisanya di terima oleh penerbit. dan menjadi sebuah buku. agar semua orang bisa membaca Kenangan Ana dan Rey.

Tiga bulan telah dilewatinya. Ana bergegas menuju Bandara. setelah sesampainya Ana di bandara ia tidak melihat Rey.
“ini aneh, ah mungkin pesawatnya lagi di jalan” gerutu Ana dalam hati.

Ana terus menunggu hingga malam takbiran tiba. saat pukul 12:00 dini hari Ana melihat berita yang yang ia Streaming dari I phone nya. ia tak percaya akan berita tersebut.

(sebuah pesawat G***da tujuan Jakarta-Jogja jatuh saat mesin pesawat tiba-tiba tidak berfungsi. semua penumpang tewas mengenaskan. dan beberapa penumpang hilang).

Ana terus menangis histeris hingga seorang pemuda menghampirinya
“Neng kenapa?”
“sahabat saya, meninggal kecelakaan pesawat!!”
Tiba-tiba pemuda itu memeluk Ana
“ka, kamu siapa?”
“apakah sebuah nama penting buat Neng?”
“ka, kamu?”
“iya, Ana aku Rey, maafin Rey ya, udah ingkar janji!” sambil memberikan Souvenir Jogja
Tiba-tiba seluruh isi bandara berisi kabut hingga Ana terlelap tidur hingga pagi idul Adha Ana terbangun.

“ini hanya mimpi” tapi setelah ia melihat sesuatu yang ada dalam genggaman tangannya. sebuah Souvenir Jogja.
“berarti yang semalam”

Ana tidak sedih lagi walaupun ini adalah Idul Adha terakhir Ana bersama Rey. sebab Rey sempat meminta maaf akan janjinya yang belum Rey tepati. dan sekarang Ana berhasil meliris Bukunya. dan akhirnya ana menjadi penulis terkenal Berkat sahabatnya REY.

Cerpen Karangan: Imam Nur Hidayat
Blog: Imamnurhidayat2.blogspot.com

Cerpen Idul Adha Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mencari Jejak Masa Lalu

Oleh:
Tak terasa sudah tiga batang r*kok telah jatuh ke tanah, ditemani sunset aku tetap tak beranjak dari tempatku berdiri. Dengan lirih aku berucap kata “Tuhan… Maafkan aku”. Dan seketika

Saat Cinta Tak Berbalas

Oleh:
Cinta, aku benci kata-kata itu. terlalu sering sakit karena cinta. apakah salah jika aku ingin bahagia karena cinta. Sepertinya cinta belum memberikan aku kesempatan untuk bahagia karenanya. Setelah sekian

Maafkan Aku Vino

Oleh:
“Kenapa sih lo itu gak pernah bisa jauhin gue? Sehari aja, lo gak deketin gue!”, teriak Alya “Gimana gue bisa jauhin lo Al, dari kecil kita emang dijodohin. Jadi

Menanti Janjimu

Oleh:
Kuawali pagi yang cerah ini dengan senyuman. Seperti hari biasanya, aku bangun pagi dan bersiap-siap untuk kerja, aku bekerja di sebuah pabrik, ya aku lebih memilih bekerja daripada kuliah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Idul Adha Terakhir”

  1. Shabrina Adani says:

    Aku mau ngirim cerpen ku,tpi untuk minggu ini aku blum bisa ngirim.
    gpp ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *