I’m Loving You Today

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 24 June 2015

Cerita ini dimulai siswi SMAN Kusuma Bakti yang bernama Kesya Brilliant gadis cantik dan pandai di kelasnya dengan Leonkey Prasetya dia adalah sahabatnya sekaligus seseorang yang sangat ia cintai. Namun, leonkey tidak pernah menyadari bahwa kesya mencintainya lebih dari seorang sahabat hingga perasaan itu benar-benar membuat kesya terluka.

Kesya bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, dia berlari menuju ruang makan dan menyapa papa mamanya.
“pagi pah, pagi mah”. Sapaku sambil tersenyum
Balas mama “tumben kamu udah bangun, biasanya harus mama bangunin dulu baru kamu bangun?”.
“he he, nggak lagi dong mah aku kan udah gede, masa harus dibangunin dulu baru aku bangun?”
“dasar” balasnya sambil tersenyum padaku.

Nggak tau kenapa hari ini aku sudah bangun, benar kata mama aku belum bangun kalau mama belum bangunin aku. Hehe itu kebiasaan buruku, hmm yang jelas hari ini aku kangen banget dengan leon sudah dua hari ini aku tidak melihatnya, mungkin itu yang membuatku bisa bangun cepat?, selesai sarapan aku berpamitan untuk berangkat sambil mencium papa mama.
“apa tidak perlu papa antar?” Tanya papa
Jawabku. “Tidak perlu pah, aku naik angkot aja ”
“ya sudah hati-hati yang”
“ok pah” balasku

Sesampai di sekolah, aku tidak melihatnya, aku mencarinya tapi tetap nggak ada, lalu aku duduk di bangku depan kelasku. Fikirku, kemana dia? Bukankan dia selalau datang pagi? Tapi kenapa dia nggak ada? Apa akunya saja yang datangnya kepagian?, kulihat jam tanganku “omaigat, baru jam 06.20 sekolah ku saja kan masuknya jam 07.45 huuh stupid stupid”. Seruku sambil menjitak kecil kepalaku.

Sepuluh menit kemudian
“Hei, ngapain disini tumben udah datang?” leon mengagetkanku
“hih suka-suka gue”. balasku sambil meledek
“huh ya udah, tapi gue tau loe dateng pagi-pagi pasti mau bantuin gue piket kan? Hehe trim’s ya lo emang sahabat baik gue”. Katanya sambil memelukku dan menepuk-nepuk pundakku. Jantungku seketika berdegup kencang, aku segera menghindarinya karena aku takut ia akan merasakan degupan jantungku yang makin lama makin cepat. Lalu ku bilang “hehe, gue emang sahabat baik lo, tapi.. gue nggak mau bantuin lo”.
“ayolah ya, ya masa lo nggak mau bantuin gue, terus lo ngapain datang pagi-pagi gini?”. tanyanya
Aku terdiam dalam hatiku berkata. “aku merindukanmu leon, itu sebabnya aku datang sepagi ini, karena aku ingin melihatmu..”
“heem kok diam” tanya dia
Jawabku. “Ya gue datang pagi itu karena.. gue mau bantuin lo lah hehe ayo kita kerjain!”
“ayo” balasnya sambil mengacak-acak rambutku. Lalu kami pergi ke kelas untuk merapikan kelas.
Oh ya aku belum kasih tau leon itu bagaimana, dia itu cowok yang terkenal di sekolahnya karena latar belakang keluarga yang bagus mempunyai tubuh yang bidang pandai berolahraga khususnya olahraga softball sehingga tidak sedikit gadis-gadis yang mengejarnya. Keberuntunganku adalah menjalin sahabat dengannya. Namun, sekarang aku mencintainya, sangat-sangat mencintainya. Leon tidak pernah tau karena selama dua tahun ini aku menyembunyikannya, karena aku takut malah akan merusak persahabatan aku dengannya jika aku mengatakannya. Perasaan itu tidak bisa kuhindari semakin aku mencoba melupakannya malah semakin tumbuh perasaan itu. Hingga aku takut untuk kehilangannya, perasaan ini tidak mudah bagiku untuk menutupinya karena aku sangat kesepian tanpa dirinya.

Kurebahkan tubuhku di tempat tidur rasanya capek sekali dari pulang sekolah, aku tertidur dan bermimpi, aku mengatakan semua perasaanku kepadanya. Namun, leon marah padaku setelah dia tahu bahwa aku mencintainya. Dia memutuskan persahabatan denganku dan pergi, sudah beberapa hari aku tidak melihatnya, dia menghindariku setiap ada aku dia pergi, aku menyesal sekali karena telah memberitahunya. Namun, semuanya tidak bisa kuubah kembali, dan aku pun hanya bisa menangis.
Aku terbangun, kumatikan alarm ku yang dari tadi memanggilku, aku hapus air mataku dan menghela nafas, aku takut mimpi itu menjadi nyata lalu aku putuskan untuk tidak memberitahunya. “Aku akan menyimpan perasaan ini leon tidak boleh tau kalau aku mencintainya, dia akan kecewa jika dia tahu. Karena dia Cuma menganggapku sebagai sahabatnya, mana boleh aku mencintainya”. gumam ku.

Aku bangun dari tempat tidurku lalu bersiap-siap sarapan dan berangkat ke sekolah, Pagi ini sebenarnya aku malas untuk ke sekolah tetapi aku memutuskan untuk tetap pergi.
Sesampai di sekolah, aku langsung menuju kelasku, aku tidak melihatnya selama aku berjalan menuju kelas. Aku duduk di bangkuku dan terdiam dari belakangku terdengar suara leon.
“pagi, nona cantik. kok baru datang sih kapok ya datang pagi? huh dasar!!”.
“hmm gak kok!”. Jawabku sambil tidak membalikkan tubuhku. Karena aku sengaja menghindarinya sebab ingin sekali aku memeluknya saat aku menatap matanya. Bukan, sebagai sahabat tetapi sebagai seorang pria yang selama ini aku cintai.
“hehehe kirain”. Balasnya sambil tersenyum

“Neeeettt”. Bel masuk pun berbunyi
Pak triya segera memasuki kelasku, beliau adalah guru matematika yang jahil pada seorang muridnya yang membuat masalah. Satu kelebihan beliau yaitu tidak pernah absen dalam mengajar dan murid-murid pun tidak berani untuk membuat masalah selama pak triya mengajar. Mungkin hari ini hari yang tidak bersahabat denganku, jadi aku dapat hukuman dari pak triya, gara-gara selama jam pelajaran beliau leon mengajak ku mengobrol. DAN..
“PPLLLAAAKKK” spidol mendarat dib angku kami. haaah memalukannya
“Hei kalian berdua, ngapain ngobrol, sini-sini kalian” kata pak Triya menyuruh kami mendekat padanya, fikirku bisa mati malu aku dipermalukan huh, kami pun mendekat.
“ada apa pak?”. Tanya leon.
“kamu berdua berdiri dekat pintu sana, dan cubit pipi teman kamu itu sampai selesai”. Perintahnya
“hah, apa pak? nggak salah? masa suruh cubit pipi segala, jangan ya ya? pintaku sambil memasang muka memelas
“ya udah kalau begitu, bapak tambahin hukumannya sekalian angkat kaki kiri kalian.” Balas pak triya
Akhirnya kami mengiyakan kata pak triya karena takut malah akan ditambahi hukumannya gara-gara kami protes. Kami pun mulai mencubit pipi kami, aku mencubit pipi leon, dan dia pun mencubit pipiku, dan mengangkat kaki kiri. Awalnya, aku baik-baik saja. Namun, lama-kelamaan kakiku mulai pegal, dan Aku pun terjatuh. Namun, leon memegangi tubuhku dan akhirnya kami pun jatuh berdua, anak-anak yang melihat itu sontak menyuraki kami “Huuuuu, Huuuu”. “piiit, piitt” Sorakan serta siulan memenuhi kelas kami yang sebelumnya terasa membosankan. Tapi, kini kelas tampak begitu ramai, kami menatap satu sama lain, lalu tersenyum dan berdiri kembali, kemudiaan bel istirahat berbunyi
“Neeeettt”.
“Huft, syukurlah pelajaran pak triya sudah selesai selamat kita sya, hehe”. Seru leon
“Hem, iya huh he he”. Balasku

Kami kembali ke tempat duduk kami dan aku sibuk memasukkan buku-buku ke dalam tas. Namun aku mendengar suara seorang gadis yang menyapa leon.
“Hai, yon?”. aku berbalik untuk melihatnya ternyata itu Gladis gadis cantik yang populer karena anak konglomerat dan profesinya sebagai model, membuat dirinya sangat terkenal di sekolah tidak heran banyak juga pria-pria yang mengejarnya.
Balas nya “hay juga dis, ada apa?”.
“hem gak ada apa-apa, gue Cuma mau ke kantin sama lo, boleh kan?”
“iya boleh. sya, gue ke kantin duluan ya lo mau ikut nggak?”. ajak leon
“heem gak, lo duluan aja?”
“ok”. Sambungnya

Melihat leon pergi berdua dengan gladis seketika hatiku sakit bagai ribuan anak panah yang menancap tepat di jantungku, ya memang anak panahnya itu gladis. Aku duduk terdiam, aku merasakan ada yang hilang dari diriku, berat sekali rasanya membiarkan leon pergi berdua. Bahkan untuk menghela nafas saja berat. Aku memutuskan untuk tidak pergi ke kantin, aku memilih menunggunya di depan pintu kelasku, beberapa menit berlalu dan lagi-lagi aku melihat pemandangan yang tidak ingin aku lihat, aku melihat leon tengah asyik bercanda dengan gladis hatiku bertanya–tanya. “apa leon yang leon tertawai?, kenapa meraka terlihat begitu bahagia?, apa leon menyukai gadis itu?”, tiba-tiba tubuhku terasa lemas dan terjatuh, kututup mataku berharap semua ini tidak akan terjadi, kemudian,
“sya, lo kenapa? Kok duduk disini? lo sakit? mau gue antar ke uks?” Tanya leon
“hehe, gue baik-baik aja kok, lihat nih”. Jawabku sambil berdiri untuk menunjukan aku baik-baik saja, sebenarnya dalam hatiku terasa sangat sakit dan aku tidak dalam keadaan baik-baik saja ini semua, karena kamu leon, aku butuh kamu bukan sekedar mengantarku ke uks tetapi tinggal di sisiku lebih lama.
Jawabnya “hehe, ah lo bikin gue takut aja.”
“ya udah, gue masuk duluan yah”. Sambung gladis berpamitan
“iya”. Balasnya

Aku pun masuk ke dalam kelas bersamanya lalu leon memulai pembicaraan.
“sya, selama ini aku menyukai seorang gadis, sudah cukup lama aku menyukainya, dia cantik baik pokoknya aku suka banget sama dia”.
Mendengar perkataan itu tubuhku mulai terasa lemas lagi, aku takut gadis itu bukan aku tetapi orang lain lalu aku bertanya. “he ya iya lah lo suka sama seorang gadis masa sama seorang pria, hem terus siapa dia? Apa aku mengenalnya?”
“tentu saja kau mengenalnya dia itu gladis”. Jawabnya dengan nada bersemangat
Rasanya seketika itu juga jantungku berhenti berdetak aku merasakan sakit yang amat sangat, aku tidak percaya apa yang telah ia katakan dalam hatiku banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan tapi aku gak punya keberanian untuk menanyakannya, aku hanya dapat menanyakannya dalam hatiku. Kenapa harus dia? Kenapa bukan diriku? Aku yang selalu mencintaimu, bahkan hari ini pun aku mencintaimu tidak pernah terlewat dalam sehari pun aku tidak mencintaimu? kenapa harus dia? Kenapa?. aku lemas rasanya aku tidak bisa bertahan lagi aku melihat sekelilingku gelap, bibirku kelu dan mulutku tidak dapat mengeluarkan kata-kata selain “oh”. Lalu
“Bruuk”. Aku terjatuh dan tak sadarkan diri

Aku tersadar, aku mencoba menggerakkan tangan ku, perlahan aku buka mataku, ia sedang duduk di sampingku, lalu dia bertanya
“sya, kamu udah sadar?”.
Aku mengangguk kemudian aku balik bertanya
“Dimana aku?”
Jawabnya. “Kamu di uks, tadi kamu pingsan, apa kamu baik-baik saja?”.
“oh, iya aku baik-baik saja, aku mau pulang, bisakah kau mengantarku?”.
Jawabnya “iya” sambil membantu berdiri dan ia mengantarku pulang.

Sesampai di rumah. Kubuka pintu kamarku dan aku mulai menulis perasaan ku hari ini di buku harianku.

06 desember 2006
Hari ini aku benar-benar sakit, tidak cuma hatiku, seluruh tubuhku terasa lemas. Tadi aku pingsan diary.. mungkin karena aku shock dengan kejadian hari ini jadi tubuhku ngedrop itu semua karena dia, kenapa pria yang selama ini aku cintai tidak mencintaiku? Dia mencintai orang lain, pria itu sahabat ku diary.. sejak sma kelas 1 sampai hari ini aku mencintainya tepat dua tahun lebih aku mencintainya, hanya dia yang aku fikirkan, kini semangat dalam diriku menghilang aku benci diriku, AKUUU BENCIII.

Semalaman aku tidak bisa tidur, aku menangis sendiri di kamarku. Perasaan ini benar-benar membuatku tidak berdaya yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa leon tidak mencintaiku aku terus memikirkan itu semalaman. Hari ini aku tidak berangkat sekolah karena badanku terasa tidak enakkan kufikir aku demam jadi aku putuskan untuk tidak pergi. Sorenya leon menjengukku dia membawakan makanan kesukaan ku di sekolah, sore itu aku tertidur jadi dia meninggalkan surat untukku.

To: Sahabat ku kesya tersayang
Sya, tadi aku sudah ungkapin perasaan ku dengan gladis heem ternyata dia juga suka sama aku, pasti kamu senang kan mendengarnya?
Oh ya cepet sembuh ya..
Bye

Leon

Malam harinya aku baru membaca surat darinya, hatiku pun tambah terasa sedih tetapi aku tidak bisa terus-terusan bertahan seperti ini aku memutuskan untuk memberitahunya sekedar dia tahu perasaan ku aku tidak berharap dia mengasihaniku.

To: Leon ku tersayang
Aku bahagia karena bisa mengenalmu, dan menjalin sahabat denganmu itu keberuntunganku. Namun, selama ini perasaan itu berubah dan selama itu pula perasaan itu menyiksaku, aku mencintaimu ya perasaan itu perasaan cinta, aku menaruh perasaan cinta terhadapmu, maaf aku tau itu salah karena aku sendiri tidak bisa menolaknya, tapi sekarang aku bahagia karena kau bahagia, apa kita akan selamanya bershabat? aku akan melupakan perasaan ini.

Kesya

Berhari-hari telah berlalu ternyata kondisiku semakin memburuk aku dirawat di rumah sakit dan koma selama satu minggu, setiap hari leon menjengukku, dia memberiku bunga dan menceritakan bagaimana suasana di sekolah tanpa aku, dia juga mengatakan dia tidak menyukai gladis ternyata gladis bukan gadis yang baik dia mengkhianatinya dan sekarang leon mencintaiku. Kulihat dia sedang memegang tanganku sambil menangis dan menyuruh ku untuk bangun, aku mencoba menyentuhnya tetapi tidak bisa.
“Aku disini, yon? di sampingmu apa kau tidak bisa melihatku?”. Aku mengeluarkan kata-kata itu dan menangis melihat aku yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk dia harusnya aku bangun menghapus air matanya lalu memeluknya tetapi aku tidak bisa berbuat apa-apa untuknya, tiba-tiba detakan jantungku melemah dan bahkan mulai tidak berdenyut. Aku takut sangat takut, leon memanggil-manggil dokter, dokter dan suster pun segera datang menolongku dengan alat pacu jantung berharap jantungku kembali berdenyut, kulihat ada sebuah cahaya terang, disana kulihat ada leon, aku mendekatinya dan memegang tangannya. Namun, jantungku mulai berdenyut lagi kutarik nafasku dalam-dalam, kali ini denyutan jantungku lebih cepat, aku tersadar dan kulihat leon sedang memegang tanganku ternyata dia perantara penolongku dia yang membantuku kembali ke dalam tubuhku.
“Kamu sudah sadar, sya? kau baik-baik saja?”. Tanya leon
Aku menjawab dengan anggukan, dia memelukku dengan erat dan memintaku agar aku tetap bertahan dan meminta jangan pernah meninggalkannya, dia berkata:
“Aku sudah tau semuanya, kenapa selama ini kamu tidak memberitahuku bahwa kau mencintai ku, mungkin kau tidak akan terluka jika kau mengatakannya, mengapa kau bodoh, sya?.”
Balasku “aku takut kamu marah dan pergi dari hidupku, aku aku tidak mau seperti itu jadi aku tidak memberitahumu, tapi sekarang aku bahagia karena kau sudah mengetahuinya, apabila nanti aku pergi apa kamu bisa melupakan aku dan tidak bersedih, apa kau mau berjanji padaku?”.
“jangan bicara seperti itu, aku tidak ingin kamu pergi aku juga tidak akan mengizinkanmu pergi?
“tidak bisa, kau harus berjanji padaku, ya?” pintaku
Jawabnya. “Baiklah, aku berjanji”.
Aku tersenyum dan bernafas lega leon menemaniku sampai aku tertidur paginya saat aku terbangun dia tetap berada di sampingku sambil memegang tanganku, aku bertanya padanya.
“apa hari ini kau mencintaiku?”.
Dia menjawab. “Tentu saja, aku mencintaimu tidak hanya hari ini selamanya aku akan mencintimu”
Balasku “heem, hari ini aku juga mencintaimu, aku mengantuk bolehkah aku bersandar di bahumu?”
“iya, baiklah”. balasnya
Aku pun mulai bersandar di bahunya perlahan kututup mataku kemudiaann..
“Tuuuuuuuttt”. Terlihat garis lurus di monitor dan aku pun tidak bernafas lagi.

Sekian

Cerpen Karangan: Arlina Sakinah
Facebook: Cho Young Hwa
namaku arlina sakinah aku bersekolah di smk excellent 1 tangerang ini cerpen pertama ku maaf jika tidak bagus cerpennya tapi aku berharap semua orang yang membacan cerpen ku ini menyukainya

salam semangat …

Cerpen I’m Loving You Today merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Putri Salju

Oleh:
dear diary.. setiap ku toreh kisah ku dalam lembar diary ini, itu artinya masa hidupku tak lagi panjang, semakin banyak lembaran yang terisi maka semakin habislah lembaran yang kosong

Pandangan Senja (Part 2)

Oleh:
Sesuatu terberat yang aku alami kali ini adalah berantem sama Dela. Bayangkan saja, aku sekelas bahkan sebangku dengan Dela. Tapi kami malah cuek–cuekan. Dan tidak berbicara sedikt pun. Jujur

Mencintai Walau Disakiti

Oleh:
Hay, namaku vika prasis, aku biasa dipanggil Vika, aku memiliki seorang kekasih yang beranama Dwi teguh arefianto panggil saja ia Reef, kita sudah pacaran lebih dari 4 tahun, dan

Pelangi Senja

Oleh:
Sore itu benar-benar dingin, angin-angin senja yang berhembus membuatku terlelap dalam dinginnya sore ini. Entah mengapa sudah dari siang hujan tak henti juga. Mungkin langit mengerti tentang apa yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *