Ini Tentangmu (First Love)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 1 May 2014

Bertahun sudah, cinta

Kira-kira hampir 4 tahun berlalu tanpa sapaan lembutnya lagi.
Kesalahan atau memang aku yang salah, entahlah..
Sejelasnya aku hanya bisa bersembunyi di dalam kepalsuan yang ada.
Jatuh cinta lagi yang tak sama.
Berbincang hingga larut dengan orang dan tempat yang jauh lebih berbeda dari dia.

Ini awal aku mengenal kesendirian.
Hal ajaib yang membuatku kalut dalam jatuh cinta.

“Ade…”, panggilnya lirih seraya menggapai bahuku.
Aku diam. Meskipun bukan peramal yang pandai membaca pikiran orang, tapi seakan aku tahu bahwa dia akan mengucapkan perpisahan.
“Mas, Mas.. besok berangkat ke Jogja”, katanya dengan nada bergetar.
Mungkin ia takut menyakiti hatiku.
Aku diam lagi.
Lagi-Lagi aku menunduk. Entahlah. Perasaan aneh itu semakin menjadi ketika dia memeluk ku. Erat. Sangat erat sekali.
“Mas janji kembali de, Ade yang rajin belajarnya yaa.. kalau mas tidak membalas pesan Ade, jangan ngambek ya.. Ade yang kuat. Katanya mau jadi penulis yang hebat? Seorang penulis itu nggak boleh cengeng lho”, Kata dia sembari mengusap pipiku.
Aku semakin menjadi, tangisku tak tertahan lagi. Disitulah untuk pertama kalinya aku menangis. Menangisi dia yang akan jauh dari tempat keberadaanku ini.

Dia melanjutkan Pendidikan S1 nya di Jogja. Kota impian dia, kota impian ku untuk mencari Ayah ku yang sudah 18 tahun tidak pernah menengok aku. Dia juga punya janji akan mengajak ku kesana, mencari Ayah bersama.

Itu kenangan terakhirku bersama dia sebelum semuanya mati total. Pesan singkat ku, telpon ku, semuanya hanya tinggal apa kabar?.
Yang paling terakhir aku ingat, dia pulang membawa bunga edelweis.
Bunga abadi. Kata orang-orang bunga tanda cinta abadi dari orang yang mencintai. Ya, cinta yang abadi tanpa harus memiliki.

Aku melupakannya, lebih tepatnya agar dia pun melupakan ku.
Aku menjatuhkan hati ku pada pilihan yang lain, yang katanya mencintai aku.
Berjalan dua tahun, cinta..
segalanya berasa indah tanpa ada kata putus satu pun.
Dan dia (yang di Jogja) benar-benar sudah melupakanku.
Entah dia punya ilmu apa untuk melupakan segala kenangan kita yang berjalan selama 3 tahun.
Lalu aku mencari dia (yang ada di Jogja).

“Sepertinya kau dalam keadaan tidak baik?” Pesan singkat yang aku baca sore itu, 16 Juni 2012. “Ini siapa?” balas ku karena merasa tidak mengenal nomor baru yang masuk pada ponselku.
“Orang yang selalu menganggapmu penting, tapi ya sudahlah. Lupakan!”. balasnya. “Siapa sih?” balas ku yang sudah mengira bahwa yang mengirim pesan itu adalah dia (yang ada di Jogja). “tidak penting, Lupakan saja”. balasnya lagi. “ini mas Gie?”, tanyaku “iya”. jawabnya singkat.

Aku senang, sungguh senang waktu itu dia mengakhawatirkanku.
Lalu dia menelponku. Bercerita banyak tentang segalanya. Tentu saja tentang dua tahun ia tak ada dalam waktu tiap hari ku.
Dia adalah seorang pendaki. Hobinya itu yang bisa membuatnya melupakanku. Kita berbincang hingga pukul 2 dini hari. sungguh hal yang tidak biasa. tapi aku senang.
Terimakasih untuk hal itu, mas Gie.

Aku terbobati dari patah hatiku. Aku mengingatmu lagi. Mengenang pertama kali kau memanggil ku Ade. Mengenang ciuman pertama kita yang masih lugu.
Mengenang segala hal yang biasa kita lakukan jika kita jenuh tak bisa terlelap dengan cepat.
Dan katanya kau senang melukis. Apa kah ada lukisan wajahku di dinding kamar kostmu? Ahh aku rasa tak akan pernah ada.
Dan aku masih menyimpan bunga itu di meja kamarku.
Oiya, aku mulai menyukai Japannes. Kau pun harus tahu bahwa aku sekarang bekerja pada orang Jepang. Mereka tak seburuk yang aku pikirkan.

Ini semua tentang kamu, mas Gie.
Bolehkah aku lebih banyak lagi bercerita tentang kamu?
tentang Jogja? tentang Lukisan? tentang Gunung? Atau tentang hal-hal yang melekat dengan kamu.

Aku masih sama, sungguh ingin memelukmu lagi.
Sejam saja habiskan waktu berbincang denganmu.
Bisakah?

Atau sekedar kita lahir kembali, aku bukan si pertama atau kau bukan si pertama. Agar ibu merestui kita.

Cerpen Karangan: Ika Oktaviana Wulandari
Facebook: Icha Octaviana (Okta Wuland)

Cerpen Ini Tentangmu (First Love) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nona Cinta

Oleh:
Ketika cinta, masih terasa, walaupun sudah jauh. Hari sudah semakin sore, malam sudah ingin menyambut, hujan pun tetap setia menemani Nona yang sedang menunggu. Bell sekolah sudah lama sekali

Terluka Karena Mu

Oleh:
“Ya Tuhan, berikan aku kekuatan dan kesabaran, kalau dia memang kau berikan untukku, maka kuatkanlah aku untuk menghadapinya.” rintihku menahan air mata yang sudah membendung di antara keduanya. Pesan

Terlalu Mencintai

Oleh:
“Masih berapa lama lagi Qi?” aku menoleh dan ternyata ia adalah Taufik sahabat yang paling dekat denganku. “Masih berapa lama lagi kamu mikirin dia Sauqi?” Lanjutnya. Aku hanya melirik

Andai Saja

Oleh:
Andai saja waktu dapat kuhentikan.. Kan kuperbaiki semua kesalahan kupadamu.. Andai saja waktu dapat kuputar kembali.. Aku kan berteriak lantang dan mengatakan bahwa ku mencintaimu.. Sangat.. Aku terlalu lemah

iRIS

Oleh:
Tidak ada kata yang harus diucapkan lagi mulut ku terasa terbungkam. Tak berdaya menerima kenyataan jika pertemuan begitu cepatnya berakhir. Keegoisan yang menghancurkan cinta yang pernah dirajut sepasang kekasih.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *