Inikah Cinta? Tapi Mengapa?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 29 January 2014

Kenalin saja nama ku raya adinata masih duduk di kelas 2 sma, kehidupanku? Yah sama seperti kalian, aku yang memang dari awal menginjak masa remaja tidak pernah ngerasain yang namanya pacaran alasannya bukan hanya karena faktor orangtua bahkan dalam diriku aku sempat menyukai kakak kelas selama smp ku. Memandangnya, memperhatikan senyumnya melihat cara berjalannya rambutnya oh ya itu sangat menarik buatku sampai suatu hari dia menginvite ku di blackberry, entahlah aku merasa dia hanya sebagai teman ya teman aku bukan orang yang tertutup dalam berteman.

Entah kenapa waktu itu dia nge-ping aku, disitulah awal perkenalan kita dia mewarnai kehidupan ku dalam dunia blackberry tanpa sapaannya sehari saja itu membuatku sangat merindukannya, dia sering membuatku tertawa yah dia lucu dia humoris dan aku makin suka. Sampai pada saat aku bilang ke dia kalau aku suka sama seseorang disitu dia mulai bertanya-tanya siapa orang yang aku sukai, ah~ padahal itu dia, tapi dia gak peka dia pernah bilang ke aku kalau dia gak mau cari cewek karena takut galau! Hah hal bodoh itu yang bikin aku depresi gak karuan, tiba-tiba aku mulai jaga jarak dengan dia. Bahkan aku tidak pernah memulai chat terlebih dahulu, aku selalu menunggunya chat aku duluan.

Besoknya tepat malam minggu ke 3 di bulan january 2013 dia nyatain kalau dia sayang sama aku, untungnya aku hanya menganggap itu bercandaan karena benar itu hanya suatu lelucon yang biasa dia lakukan untuk membuatku tertawa. Kecewa? Dingin? Entahlah sekujur tubuh ini terasa beku sakit di dada nafas ku yang sangat tercengah betul-betul oh dia cinta pertamaku dia yang membuat aku bisa ngerasain bahagia senang penasaran bahkan sedih.

Tepat tanggal 24 january 2013 malamnya dia chat aku ya seperti biasa menanyakan tentang kehidupanku pada hari itu tiba-tiba dia nyatain perasaannya lagi, entahlah kali ini dia bercanda atau serius aku bahkan tidak tau tapi aku menerimanya. Perubahan dari hari ke hari ah indahnya cinta seperti inikah yang dinamakan cinta? Aku baru merasakannya.

Dua minggu berlalu tepat pada 14 february 2013 harusnya itu jadi hari kasih sayang? Tapi buatku itu adalah kehancuran, dia pergi ya dia memilih untuk meninggalkan ku, haha rasanya tuh sakit banget berkali-kali aku baca chat itu? Setiap detik aku meratap apa salahku kenapa kamu pergi begitu saja? Leluconmu suaramu tawamu senyummu ah aku merindukanmu.

Seminggu berlalu dia chat aku seperti biasanya kita? Tidak pernah putus dalam komunikasi, entah apa yang membuat dia ngajak balikan, kata-katanya? Semua kenangannya? Ah aku mengiyakan saja tanpa pikir panjang. Bau yang khas di pagi hari dengan embun yang indah bak butir mutiara di dedaunan. Pagi ku di kota tetangga yang mendapat sambutan khusus dari mentari itu. Pikiranku menuju ke dia, ya dia aku sangat merindukannya seminggu berlalu bersamanya lagi sebelum ku tau dia menyakitiku lagi!

Sore itu 22 februari 2013 dia mengirimkan pesan yang sangat menyeruak masuk ke dalam otakmu membuat hatiku terasa teriris airmataku berlinang, oh damn it! Dua kali dia lakukan ini? Padaku? Lupakan!

Setelah itu aku dan dia mulai berjauhan entahlah sakit yang ku rasa benar-benar sakit. Hatiku sakit hancur. Aku memutuskan untuk pergi dari dia ya seutuhnya, walau di hati ku gak pernah ada orang yang bisa menghapus semuanya tentangnya 3 minggu? Sampai sekarang aku bahkan tidak ingin mencoba melupakannya dan sekarang sudah 8 bulan, aku menunggunya, menunggunya untuk kembali bersamaku lagi. Aku sangat mencintainya Tuhan.

Cerpen Karangan: Kania Prafianti
Facebook: Kania Prafianti (Merah)

Cerpen Inikah Cinta? Tapi Mengapa? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Es Krim Kesedihan

Oleh:
Angin bertiup kencang malam ini. Dari kejauhan terlihat sosok gadis tengah terduduk di salah satu halte bus di Jakarta. Ia memandang kosong ke arah taman kota, dan sesekali ia

Sujud di Kaki Senja

Oleh:
Lembayung senja menggantung di kaki langit, merah meronanya memancarkan aroma bahagia. Alunan angin bersenandung merdu. Kelopak mata Naura tiada berkedip menatap pemandangan syahdu itu. Hati dan bibirnya bertasbih. Senyuman

Senja di Taman

Oleh:
“Kalau nanti aku pergi, apa kamu mau menungguku?” tanya Karin pada Anggih. “aku berjanji akan menunggumu sampai kapanpun.” balasnya. Dua tahun sudah aku menunggunya. Menghabiskan waktu dengan bersantai sambil

Tuhan, Kembalikan Cinta Pertama Ku

Oleh:
“Nah anak-anak, sekarang kita sudah sampai di tempat untuk latihan kepemimpinan. Kalian sudah siap untuk menjalani pelatihan ini?” begitu tutur seorang guru yang kini sedang membimbing kami. “Siap Pak!”

Terserah

Oleh:
“Jadi, apa maumu? Sekarang terserah kamu, keputusan ada di tanganmu”. Pertanyaannya sontak membuatku bahagia namun ada pula rasa takut, rasa takut yang selama ini menghantui. Karena pacarku itu selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Inikah Cinta? Tapi Mengapa?”

  1. nursinda kulsum says:

    waw seru nich cerita ny 🙂

  2. Lisa says:

    Kalimatnya sedikit membingungkan pembaca. Jadi nggak bisa memahami isi cerpennya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *