Istri Yang Tersakiti

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 26 July 2017

Hay namaku Eka aku berusia 22 tahun saat ini aku sudah menikah dan dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik. Saat ini hidupku memang berkecukupan tapi kurasa kebahagiaan ini kurang tanpa adanya kasih sayang seorang suami, setiap hari suamiku pulang dan pergi aku tak tahu entah di mana dia berada di mana dan sedang bersama siapa dia di sana. Setiap aku bertanya padanya pasti dia selalu marah-marah padaku entah sebab apa aku dijadikan sasarannya saat amarah itu datang.

“Dari mana pah kok baru pulang ini kan sudah hampir pagi.” Tegurku.
“Aku kerja aku capek sudahlah kamu tidak usah ikut campur dalam urusanku tugasmu itu hanya menjaga rumah dan merawat anak!” Jawabnya ketus.
Aku hanya bisa berdiam dan sampil meneteskan air mata.

Hari demi hari telah berlalu saat itu aku tak sengaja melihat hp suamiku tergeletak di sofa dan kebetulan aku melihat ada yang menelepon pada saat itu aku tak tahu siapa yang menelepon karena tidak ada keterangan nama pada kontak tersebut, karena rasa penasaranku tinggi akhirnya aku mengangkat telepon itu.

“Assalamualaikum ini dengan siapa ya.”
“Hallo saya pacarnya mas budi, mas budinya mana tolongnya nanti suruh menemui saya di hotel.”
Tanpa banyak kata aku langsung menutup telepon itu dan aku hanya bisa menangis melihat kelakuan suamiku yang bermain api di belakangku, ya Allah apa salah dan dosaku mengapa aku diduakan oleh suamiku padahal dulu dia sudah bersumpah janji di depan saksi bahwa ia akan salalu setia padaku tapi apa balasannya dia malah seperti ini padaku.

Sore itu aku melihat suamiku pulang agak sore, aku bingung karena tidak biasanya dia pulang sore. Aku memberanikan diri untuk menegurnya kembali yah meskipun nanti ujung-ujungnya aku yang disalahkan.

“Kok udah pulang pah?”
“Kamu ini istri macam apa pulang sore salah pulang malam salah aku ini capek bayak urusan di kantor.”
“Banyak urusan di kantor apa kamu sibuk dengan selingkuhan kamu?” ujarku dengan nada tinggi.
Dan hingga pada akhirnya tamparan pun mendarat di pipi kiriku betapa kerasnya suamiku saat ini Ya Allah, apa yang harus kulakukan kalau memang harus berpisah aku tak kuasa karena aku masih memiliki putri kecil yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah.

Saat itu aku hanya bisa pasrah pada keadaan aku tak bisa berbuat apa-apa untuk mengadu pun aku tak berani, yang aku bisa lakukan adalah hanya berdoa dan terus berdoa agar kelak suamiku cepat disadarkan.

Kukira dulu aku dan mas budi bisa hidup rukun dan damai tapi apa buktinya sekarang dia tega menduakanku hanya gara-gara wanita penggoda itu, hati wanita mana yang kuat melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain?

Bulan demi bulan telah telewati hingga pada saatnya aku sudah tak sabar dengan sikap suamiku yang suka kasar denganku aku memberanikan diri untuk meminta cerai padanya.
“Pah kalo kamu masih seperti ini lebih baik kita berpisah buat apa kita membina keluarga yang sudah tak bisa diperbaiki.”
“Baik kalo itu mau kamu kita cerai sekarang juga aku akan pulangkan kamu pada kedua orangtuamu.”
Bendungan air mataku menetes karena tak kuasa menahan tangis tapi aku mencoba kuat dan tabah.

Tepat pada tanggal 12 Mei 2016 aku resmi bercerai dengan mas budi, saat itu aku hancur sehancur hancurnya tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur dan aku segera pulang ke rumah ibuku dan membawa putri semata wayangku ini.

Pesanku untuk kisah ini adalah ingatlah mantan suamku kelak nanti kau akan menyesal atas perubuatanmu ini dan kau akan mencari kami kelak.

Selesai

Cerpen Karangan: Siti Widiasari
Facebook: Wiwit PradithaAlvian Toni
Nama: Siti widiasari
Alaat: Ds. jakena Kec. jakena Kab.Pati
Hoby: Menulis & Menyanyi
Pesan: Carilah dan temukan jawaban dalah lubuk hati yang tedalam, peluk dia dan ucapkan terimakasih pada wanita yang sudah berkorban untukmu.

Cerpen Istri Yang Tersakiti merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Stasiun Balapan (Part 2)

Oleh:
Helaan nafas seakan sesak, Rahma melangkah dengan penuh kesibukan yang akhir-akhir ini membuatnya tak bisa bernafas lega. “Ma, kamu mau mudik lebaran ini?”, “Pengennya sih gitu Dit, tapi nggak

Akhir 29 Agustusku

Oleh:
Kriing.. Kriing.. Suara yang sangat ditunggu oleh aku dan teman-temanku. Ya, itu suara bel pulang. Aku tau teman-temanku jenuh dan mengantuk menghadapi guru Biologi itu pada jam terakhir di

Hurt Game

Oleh:
Dedaunan kering berserakan di mana-mana, karena tertiup angin yang pagi ini bertiup begitu kencang. Seorang gadis berjalan cepat menuju kelasnya, ia lupa bahwa ada tugas yang semalam sama sekali

Sweater Hitam

Oleh:
“Malam ini dingin banget ya” kataku padanya sambil memulai pembicaraan, “iya dingin banget, lo pasti kedinginan” katanya sambil membuka sweater hitam miliknya dan memberinya padaku untuk kupakai. Ia hanyalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *