Janji Abadi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 30 March 2015

Kring… kring… kring… Alarm berbunyi, seketika Yoyo membuka matanya lebar dan Yoyo pun tersenyum. Kemudian Yoyo langsung menegakkan badannya serta mengambil segelas air putih dan Yoyo pun melihat jam dinding yang menandakan pukul 6 pagi. Dengan santainya Yoyo bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi Yoyo mengenakan seragam dan bersiap siap menuju sekolah, tak lupa Yoyo pun sarapan dengan seiris roti coklat beserta susu putih kesukaannya. Yoyo menunggangi sepeda motor ulungnya menuju ke sekolah dengan perlahan. Yoyo pun menikmati perjalanannya.

Sesampainya di sekolah Yoyo bergegas memarkirkan sepeda di halaman parkir depan sekolah, sekilas Yoyo mengaca di kaca spion dan melihat betapa rupawannya makhluk ciptaan tuhan ini.

Dengan santainya Yoyo berjalan menuju pintu masuk sekolah dan sekilas Yoyo melihat seorang gadis berkulit putih berambut ikal di seberang pandangannya, serentak Yoyo bergumam di dalam hati, “Wow, siapa nih? Anggun banget”. Kemudian Yoyo mencoba memandanginya terus, akan tetapi dia tak melihatkan pandangannya terhadap Yoyo. Yoyo kecewa dan bergegas menuju kelas.

Di dalam kelas Yoyo duduk di bangku pojok paling belakang, disanalah tempat sehari hari Yoyo belajar dan melakukan hal hal aneh. Di dalam kelas Yoyo adalah anak yang paling pintar akan tetapi teman temannya juga menilai Yoyo adalah anak yang malas, usil, sok preman, belagu.

Ting tung ting tung, lonceng berdenting menandakan jam pertama mulai. Yoyo bertanya kepada temannya, “eh Rang, sekarang pelajaran apa nih?”, temannya menjawab, “Matematika nih Yo”, Yoyo membalas, “Ah bodoh amat, pelajaran gampang nih, aku tidur dulu ya ngantuk semalem liat bola”, temannya pun menjawab dengan memaparkan senyumnya.

Guru pun memasuki kelas bersama seorang gadis yang Yoyo lihat pagi tadi, “Anak anak perkenalkan ini Anggun, dia adalah siswi pindahan dari Surabaya”, Yoyo menengadah dan betapa terkejutnya melihat sosok gadis anggun di depan pandangannya dan bergumam di dalam hati, “Gila! Emang Anggun banget sesuai dengan namanya nih, Wajahnya cantik, kulitnya putih, rambutnya ikal, dan bertubuh indah, hmmm…”.

Guru Yoyo berbicara kepada Anggun, “Anggun kamu duduk di baris kedua paling pojok ya”, Dia berkata, “baik bu”. Guruku berkata kepada Yoyo, “Yoyo, kamu jaga Anggun ya dan bantu dia apabila dia kesulitan dalam pelajaran”, “Iya bu” kata Yoyo. Dia pun duduk di depan Yoyo dan Yoyo berkenalan dengannya, “Hai gun, Yoyo! Salam kenal ya!”, Dia pun tersenyum kepada Yoyo, “Iya Yoyo, salam kenal”. Kemudian Yoyo pun melanjutkan kegiatan bermalas malasannya.

Teeettt, Bel istirahat berbunyi, serentak Yoyo bangun dari bangku, Yoyo melihat Anggun hanya berdiam diri di bangkunya dan Yoyo menyapanya, “Anggun, ikut aku yuk ke kantin”, Dia berkata “Ehmm.. Aku malu Yo, hihi”, “Ah sudahlah tak usah malu dengan aku Yoyo anak paling cakep di sekolah ini” katanya dengan memaparkan ekspresi sombongnya, “Baiklah” Anggun membalas, dan mereka berjalan bersama menuju kantin sekolah.

Di koridor sekolah Yoyo berjalan tegap dan menunjukkan ekspresi garangnya, dan setiap anak yang memandanginya langsung Yoyo pandang balik dan berkata, “APA LO LIAT LIAT?” sehingga yang melihatnya berjalan dengan Anggun tunduk karena ketakutan, Yoyo bergumam di dalam hati, “HAHAHA, belum tahu siapa penguasa di sekolah ini”. Memang Yoyo sendiri sadar akan sifatnya yang kekanak kanakan dan keras kepala.

Sesampainya di kantin Yoyo pun duduk, kemudian dia berkata kepada Anggun, “Anggun mau pesan apa?”, “Bakso aja deh Yo, makasih”, “Cium dulu sini” dengan bercanda kepadanya dan dia tersipu malu dengan wajahnya yang merah. Mereka menghabiskan makanannya masing masing.

Semakin hari semakin akrab Yoyo dengan Anggun, sehingga Yoyo mulai ada perasaan cinta terhadapnya, Yoyo selalu mengajarinya dengan senang, membantunya, dan sangat senang apabila dia mengajak Yoyo untuk bermain.

Hari demi hari Yoyo lewati bersamanya, tak terasa sudah 3 bulan Yoyo dekat dan akrab dengannya, Yoyo pun merasa Anggun merespon perasaannya terhadap Yoyo, Yoyo bergumam, “Mungkin ini saatnya aku serius terhadapnya, dan aku percaya diri dan menentukan kapan aku akan meresmikan hubunganku dengannya, mungkin besok aku harus menembaknya dan nanti malam aku akan bersiap siap”.

Malam pun tiba dan jantung Yoyo berdegup sangat kencang, dan Yoyo pergi meninggalkan rumah untuk membeli coklat dan bunga. Setelah mendapatkan apa yang Yoyo inginkan dia pun bergegas pulang dan menyiapkan bagaimana cara Yoyo menembak Anggun.

Esok hari pun tiba, dengan berteguh keyakinan Yoyo percaya Anggun akan menerimanya dan akhirnya waktu yang Yoyo tunggu pun tiba. Yoyo menyiapkan apa yang harus aku disiapkan. Anggun yang duduk di depannya terus Yoyo pandang dan memikirkan matang matang apa ini waktu yang tepat. “Hmm.. Aku harus melakukannya, percaya diri!”, gumamnya dalam hati.

Akhirnya Yoyo berdiri dan menuju Anggun kemudian Yoyo duduk di sebelahnya, “Anggun, aku mau bilang sama kamu”, ujarnya dengan ekspresi gugup, “Bilang apa Yo? Tegang banget ya hihihi”, Ujar Anggun. “Anggun aku mau jujur sama kamu, sebetulnya aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, tapi entah apa yang bisa membuatku jatuh cinta kepadamu Anggun, bukan fisik, bukan sifat, entah.. aku mencintaimu apa adanya, aku tulus mencintaimu, maukah kamu menjadi gadisku Anggun?” Yoyo berkata kepada Anggun dengan jelas dan lantang, “Ah yoyo, kamu beneran nih?”, Anggun membalas, “Iya Anggun aku serius sama kamu”, ujar Yoyo dengan senyuman kepadanya. “Yoyo, sebenernya aku juga punya rasa cinta kepadamu, akupun sayang kepadamu, namun aku masih tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini kepadamu hingga akhirnya kamu menyatakan cintamu kepadaku, apa kamu serius kepadaku Yo?”, Ujar Anggun terhadap Yoyo, “Aku serius Gun, sampai kapanpun aku akan menemanimu, hidup atau mati, susah atau senang, aku akan selalu menepati janjiku kepadamu”, Ujar Yoyo kepadanya dengan tegas, “Ehmm… Aku tau kamu anak yang usil, sok, belagu namun dengan keseriusanmu terhadapku aku yakin kamu tidak akan mempermainkan aku Yo, aku percaya kepadamu, jangan sia siakan kepercayaanku terhadapmu ya, Aku mau menjadi wanitamu”, Anggun membalas dengan ekspresi serius kepada Yoyo, “Baiklah Gun terimalah Bunga Mawar ini beserta coklat yang aku bawa untukmu sebagai tanda sayangku kepadamu”, Yoyo membalas dengan wajah senang dan gembira. Akhirnya Anggun menerima bunga dan coklat yang Yoyo berikan padanya, dan Yoyo senang dia bisa meresmikan hubungan mereka, dan Yoyo berjanji dalam hati akan menepati janjinya kepada Anggun.

Tak terasa sudah 2 tahun hubungan mereka berjalan dan mereka serius menjalani hubungannya, Anggun sungguh mengubah Yoyo dan menuntun Yoyo untuk menjadi lelaki yang benar benar baik. Orangtua mereka pun menyetujui hubungan mereka dan berencana untuk meresmikan pertunangan mereka. Namun masih belum waktunya untuk bertunangan dan Yoyo harus lulus SMA dan meneruskan studinya untuk berkuliah.

Waktu terus berjalan, hingga akhirnya UNAS pun selesai dan Yoyo lulus dengan hasil akhir yang memuaskan, Anggun pun lulus dengan hasil akhir yang baik pula seperti Yoyo dan dia akan meneruskan kuliahnya di luar negeri. Yoyo pun sedikit kecewa kenapa Anggun akan meninggalkan Yoyo untuk meneruskan studinya keluar negeri. Namun apa yang terbaik untuknya akan Yoyo terima dan Yoyo turut senang.

Akhirnya mereka pun bangga karena diterima di Universitas yang mereka tuju walaupun dengan rasa kecewa Yoyo harus melepaskannya. Hingga malam perpisahan bagi mereka pun tiba, mereka menghabiskan waktu bersama dengan makan malam. Mereka bercanda ria dan bahagia atas apa yang mereka rasakan saat itu. Yoyo berbicara kepada Anggun, “Sayangku, apakah kamu masih ingat janjiku terhadapmu?”, “Ingat sayang, kamu akan menemaniku sampai kapanpun, hidup atau mati, susah atau senang” Ujar Anggun, “Baiklah sayang tapi mengapa kamu akan meninggalkanku?” Yoyo membalas, “Sayangku, tidak usah khawatir untuk apa yang akan aku lakukan, ini untuk kebaikan kita pula, aku tidak akan lama disana, hanya 4 tahun dan aku akan pulang setiap 6 bulan, kamu semangat ya sayang, aku tau kok kamu pasti bisa, kamu juga harus tetap rajin dan menjadi orang yang sukses untuk masa depan, kita sukses untuk masa depan kita, jadi jangan sia siakan ya, aku tidak akan berpaling darimu sayang, kamulah laki laki idamanku, aku berjanji” Ujar Anggun, “Baiklah, untuk itu terimalah kalung ini, aku mohon untuk selalu memakaikan kalung ini agar kamu bisa terus mengingatku” Yoyo membalas perkataan Anggun dan memasangkan kalung pemberiannya kepada Anggun, dan mereka menghabiskan malam mereka bersama dengan penuh canda tawa dan penuh kasih sayang.

Esok pun tiba, Yoyo pun bergegas ke bandara dan menyampaikan salam perpisahannya kepada Anggun. Setibanya di bandara mereka bertemu dan langsung berpelukan. “Yoyo, selamanya aku cinta kamu, hanya kamu yang patut di hatiku, tepatilah janjimu terhadapku Yo, janganlah engkau berpaling kepada wanita lain” Ujar Anggun, “Sayang, terima kasih atas apa yang kamu berikan terhadapku 2 tahun ini, kamu mengubahku dan menuntunku untuk menjadi laki laki yang baik, semoga 4 tahun kedepan ini berjalan cepat dan aku akan segera melamarmu sayang, “Ujar Yoyo kepada Anggun serta meneteskan air mata. Mereka pun berpelukan sangat erat dan akhirnya mereka pun berpisah. Yoyo pun memandang Anggun dan menggengam erat liontin miliknya yang sama seperti liontin milik Anggun. “Semoga kita cepat bertemu sayang, jangan tinggalin aku, tepatilah janjimu seperti aku yang selalu menepati janjiku” Gumam Yoyo dalam hati dengan wajah sedih.

Malam pun tiba, Yoyo tertidur pulas karena kelelahan atas kesedihannya. Tiba tiba, Handphone Yoyo berdering serentak Yoyo pun kaget dan melihat orangtua Anggun yang meneleponnya, Yoyo terdiam sejenak mengapa orangtua Anggun menelepon Yoyo larut malam. Yoyo pun mengangkat teleponnya, “Halo, Selamat malam ibu, mengapa Anda menelepon saya larut malam seperti ini?”, “Nak Yoyo, maafkan Anggun nak, maafkan Ibu dan Ayah Anggun nak” Ibu Anggun berkata kepada Yoyo dan diselingi suara tangisan, “Ada apa Ibu? Mengapa Ibu menangis? Tolong bu bicara dengan jelas” Balas Yoyo, “Anggun meninggal dunia nak, pesawat yang Anggun tumpangi telah kecelakaan dan menewaskan semua orang yang berada di dalamnya”, Balas Ibu yang masih diselingi suara tangisan. Sejenak, Yoyo kaget dan terdiam, kemudian Yoyo berbicara kepada Ibu Anggun “Ibu, saya yang minta kepada Ibu karena tidak bisa menepati janji saya untuk menjaga Anggun, maafkan saya Ibu, kapan jenazah Anggun akan datang Ibu?”, “Besok nak, besok datanglah, beri salam perpisahanmu kepada Anggun” Balas Ibu Anggun, “Baik bu, saya akan menghadiri dan ibu beristirahatlah” Ujar Yoyo, “Baik nak, sungguh kamu adalah anak yang cocok bagi Anggun, Anggun selalu menceritakan hubungannya denganmu, aku pun berharap bisa melihatmu di pelaminan bersama Anggun, Namun.. Apa daya kuasa Tuhan nak? Sekali lagi Ibu minta maaf” Kata Ibu Anggun dengan tangisan dan menutup teleponnya. Yoyo yang mendengar kabar itu masih kaget dan masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya malam itu.

Pagi hari pun tiba disertai rintikan hujan Yoyo bergegas menuju rumah Anggun. Sesampainya disana, Yoyo langsung menangis di sebelah jenazah Anggun dan Orangtua Anggun segera memeluk Yoyo dengan erat dan menangis di hadapannya. “Nak! Maafkanlah Anggun nak, Maafkanlah dia, semoga cinta Anggun terhadapmu masih kekal” Kata Ibu Anggun terhadap Yoyo, “Ibu, tidak usah khawatir, saya akan selalu mengenang Anggun dengan baik, dan saya memaafkannya Ibu”, Balas Yoyo. Hingga akhirnya jenazah Anggun pun dibawa ke pemakaman dan jenazah Anggun dikubur. Yoyo masih terdiam dan tidak percaya atas kejadian ini. Hingga pemakaman menjadi sepi dan hanya menyisakan Yoyo. Di sebelah kuburan Anggun Yoyo menangis, dia bergumam di dalam hati, “Sayang, mengapa? Mengapa kau meninggalkanku? Apa yang salah terhadapku?”. Hingga malam hari tiba Yoyo masih berada di pemakan tersebut dan duduk di sebelah makam Anggun. “Sayang, bagaimanapun aku akan menepati janjiku, aku akan menemanimu hidup atau mati, susah atau senang Sayang!
Untuk itu maafkanlah atas perbuatan yang akan aku lakukan” Gumam Yoyo didalam hati dan segera beranjak dari makam tersebut.

Yoyo mengendarai mobilnya dengan laju yang sangat cepat, hingga di pinggir jembatan dia berhenti, dia keluar dari mobil. Yoyo berdiri di pinggir jembatan serta melihat ke atas, “Tuhan! Anggun! Inilah yang aku sebut dengan janji abadi! Maafkanlah hamba tuhan atas perbuatan yang akan saya lakukan tuhan! Untukmu Anggun! Inilah janjiku terhadapmu! Disinilah aku akan benar benar menepati janjiku terhadapmu! Aku akan menemanimu sampai kapanpun, Hidup atau mati, susah atau senang! Inilah yang aku sebut dengan Janji Abadi sayang! Aku tak sabar untuk menemuimu lagi sayang! Semoga kita bisa bertemu lagi di lain dunia!” Kata Yoyo dengan lantang dan dengan tegas.

Yoyo melompat dari pinggir jembatan ke bawah jurang serta Yoyo berteriak “TUHAN! ANGGUN! INILAH JANJI ABADI! INILAH JANJI ABADI!!!”

Cerpen Karangan: Edwin
Facebook: Edwin Rhino Aditya
Nama saya Edwin Rhino Aditya, dan saya pertama kali menulis cerpen dan saya mencoba untuk menerbitkan di cerpenmu.com, semoga cerpen yang saya tulis bermanfaat, thank’s
Edwin Rhino Aditya, SMAN 2 Jember

Cerpen Janji Abadi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Luka

Oleh:
Suara burung itu mengagetkanku. Entah sudah berapa lama aku duduk di tempat ini. Saat ku lihat jam yang melingkar di pergelangan tanganku. Sudah pukul 10 batinku. Cukup lama juga

Diary of Love

Oleh:
Tibalah saat dimana gue sekarang jadi murid smp. Hari senin mungkin menjadi hari yang paling melelahkan bagi beberapa orang, yah karena selain gue harus bangun lebih pagi dari biasanya

Adakah Bahagia Untukku? (Part 1)

Oleh:
Malam belum terlalu larut. Mentari baru saja terbenam di ufuk barat. Dicka sedang mengendarai sepeda motornya mengelilingi kota, ketika dia melihat seorang cewek yang sedang diganngu oleh beberapa orang

Kesedihan Cinta Pertama Ku

Oleh:
2011. Yah, waktu itu tepatnya aku sedang polos-polosnya, Aku baru memasuki sekolah menengah atas sekolah yang sebagian banyak orang berpendapat bahwa kita akan memulai cerita baru, awal yang indah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *