Jodoh Untukku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Sejati
Lolos moderasi pada: 24 July 2017

Waktu sangat cepat berlalu, sekarang usia Laela dan Syamsul tidak muda lagi, Syamsul memasuki kepala enam puluh dan Laela memasuki usia ke lima puluh. Wajah yang dulu ayu nan gagah telah lekang oleh waktu, kulit yang dulunya mulus pun telah lekang oleh waktu.

Laela dan Syamsul dikaruniai tiga orang anak. Anak pertama bernama Muhammad Adam Al-Fatih, anak kedua kembar bernama Nissa Alia Nur dan Nissa Aulia Nur. Ketiga anak mereka sudah menikah dan dikaruniai anak yang lucu, tampan dan cantik.

Malam terasa sangat dingin, hingga terasa menusuk di jantung. Laela tiba-tiba batuk dan batuknya semakin parah kepalanya juga terasa begitu berat dan sangat sakit. Syamsul sangat kaget begitu melihat hidung Laela mengeluarkan darah merah yang segar. Syamsul dan ketiga anaknya pun membawa Laela ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Setelah diperiksa, ternyata Laela mengidap penyakit kanker otak. Mereka pun shock saat mengetahuinya karena selama ini tidak ada satu pun di antara mereka yang mendengar keluhan Laela tentang sakitnya bahkan untuk mengeluh sederikpun tidak pernah.

Empat puluh hari Laela dirawat di rumah sakit. Laela tidak ingin jika ia dioperasi, ia merasa sudah puas dengan semua yang ia jalani. Warna dan warni kehidupannya selama ini sungguh luar biasa, akhirnya Laela berada di satu titik yang sangat memprihatinkan. Syamsul sungguh tidak tega melihat keaadaan istrinya. Ia tidak sanggup lagi membendung air mata yang akan tumpah itu. Laela nelambaikan tangan pada suaminya memintanya untuk mendekat.
Laela bertanya pada Syamsul, “Kenapa menangis, suamiku?” Syamsul tidak mampu menjawabnya, Laela bertanya dengan pertanyaan yang sama. Anak-anak serta cucu mereka yang mulai tumbuh remaja pun menyaksikan suasana haru tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Denyut nadi Laela sangat lemah dan nafasnya juga mulai tersengal-sengal seakan-akan nyawanya sudah mau lepas dari kerongkongannya. Laela memberikan sepucuk surat untuk suaminya dan memintanya untuk membaca surat itu saat dia sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Syamsul merasa berat melepaskan kepergian Laela, dengan suara lirihnya dan bergetar ia mengatakan pada Laela jika semuanya ini belum cukup. Ia merasa baru saja kemarin mereka berdua bertemu, lalu menikah.
Laela menatapnya dengan senyuman lembut di wajahnya yang lemah, “Jangan seperti itu, tegakah engkau wahai suamiku menghalangi diri ini untuk bertemu dengan-Nya. Apakah kau tahu suamiku aku begitu meridukan-Nya.” Tangis pun mulai pecah di kamar VVIP ruang Anggrek itu.

Laela mengucapkan dua kalimat syahadat yang dituntun suaminya. Kini Laela tertidur pulas untuk selamanya, semua menatapnya dengan sendu. Wajahnya terlihat sangat ayu.

Dua minggu setelah kepergian Laela, Syamsul baru mau membaca sepucuk surat yang diberikan istrinya dulu. Syamsul terus meneteskan air mata saat membaca surat itu, sungguh penuh makna penuh dengan kasih dan sayang juga cinta.

Satu tahun kemudian Syamsul mengalami sakit parah dan hingga akhirnya Allah memanggilnya. Hatinya berharap bahwa kelak mereka berdua disatukan kembali dan akan menjadi pasangan suami istri di dunia dan di akhirat kelak.

Cerpen Karangan: Suryati
Facebook: Sayyida Suryati

Cerpen Jodoh Untukku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sang Waktu

Oleh:
Kita telah berakhir kini semua tinggalah kenangan. coretan-coretan pena yang aku tuliskan cerita antara aku dan dia kini telah menjadi abu dan menghilang terbawa angin-angin nakal. Saat ini penaku

My Love Story

Oleh:
Kesunyian malam membawa anganku melayang mengenang semua ceritaku di masa lalu. 2008 tahun dimana hati sedang gelap dan suram. Ketika itu aku baru lulus SMA dan akan meneruskan kuliahku.

Menjadi Pelampiasan Sementara

Oleh:
Ini cerita waktu menjelang akhir semester 1 kelas xii, tak kusangka akhir-akhir ini pertemana kami semakin dekat meskipun kami beda sekolah aku dan mira 1 sekolah tapi kalau dengan

Semu

Oleh:
Bersama hela desah angin. — “Lagi apa?” “Mau gak jadi sahabatku?” “Bintang yang indah,” “Aku suka hujan.” “Aku nggak bisa,” “Ya. Aku pun tahu jawabannya,” — “RIO!” Akhirnya dia

Cintaku Tak Berlisan

Oleh:
Senja menyapa, Mentari elok segera sirna dari peraduannya. Sore seakan berganti malam yang berhias bintang. Bersama sinar rembulan yang menawan cinta yang menyatukan insan sesuai titah Tuhan. Cinta entah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *