Kado Kesedihan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 20 November 2017

Namaku riska, saat ini aku duduk di bangku sekolah kelas 11 atau 2 sma, usiaku masih terbilang muda yaitu 16 tahun.
Pagi ini aku masih bermalas-malasan di tempat tidur, rasanya sulit untuk bangkit dari kasur. Tiba-tiba handphone aku berdering, kulihat satu pesan dari kekasihku.

“Sayang, nanti kita jumpa di kantin ya! Istirahat pertama”. Ucap reno
Tanpa membalas pesannya aku pun beranjak dari tempat tidur, dan bersiap-siap berangkat ke sekolah.

Setelah bel istirahat pertama aku langsung ke kantin, ternyata reno telah menungguku di sana.
“Sayang, kok lama banget sih? Ohiya, ini buat kamu. Nanti malam kamu pakai ya!!”
“Ihh sayang, apaan ini?. Kamu kasih riska surprise kok di sini sih, kan gak enak diliat yang lain.”
“Biarin aja, oh iya nanti malam aku jemput jam 7 ya’
“Iya sayang”

Sesampainya aku di rumah, senangnya aku ketika kubuka kado dari reno. Ternyata itu sebuah gaun yang aku inginkan ketika ku sedang jalan-jalan sama reno, saat itu kami melewati sebuah toko baju.
“Ihh sayang coba berhenti bentar deh!”
“Kenapa sayang?”
“Kamu liat gak, gaun yang berwarna merah itu? Jika aku yang mengenakan gaun itu mungkin aku tampak seperti bidadari”
“Ahh, ngawur kamu”
Lalu kami pergi meninggalkan tempat tersebut.

Sehabis adzan maghrib aku bersiap-siap untuk mempercantik diri, kukenakan gaun itu.
“Ahh, cantik sekali aku” gumamku

Tanpa sadar waktu menunjukkan pukul 7, aku menunggu reno datang menjemputku.
“Tok-tok-tok” suara ketukan pintu
Lalu ku beranjak pergi untuk membukakannya, setelah itu kami pun langsung pergi mengendarai sepeda motor yang dikendarai reno.
Sepanjamg jalan reno hanya mengatakan “Kamu cantik malam ini”

Setelah sampai tujuan, ternyata reno mengajakku ke sebuah pinggir pantai. Betapa indah tempat yang didekorasi perpaduan lampu warnawarni yang berhias bunga-bunga dan banyak balon di sekeliling meja makan untuk kami berdua.

“Wah indah sekali.”
“Emmh, iya dong. Semua ini aku siapin buat kamu, spesial”
“Ahh, aku jadi baper ni”
“Huh, apaan sih kamu.. Oh iya sayang happy anniversary, ini yang ke 2 tahun ya sayang”
“Astaga aku lupa, aduh maaf ya sayang”
“Iya. Kuharap suatu hari nanti jika aku tak ada di sampingmu, kamu bisa jaga diri baik-baik”
“Apaan sih kamu, kok ngomongnya gitu?”
“Gak papa kok. Oh iya, aku masih ada kejutan lagi buat kamu”
“Kejutan?”
“Iya, tunggu bentar ya”
Lalu reno pergi menyebrangi jalan lintas, meninggalkan aku sendiri di tengah-tengah pinggir pantai yang indah.

Lama sekali aku menunggunya, kulihat sudah 30 menit reno meninggalkanku di sini. Tiba-tiba seorang lelaki datang memghampiriku.
“Maaf mbak, cowok yang tadi bersama mbak kecelakaan di sana”
Aku terkejut mendengarnya, aku pun langsung berlari ke tempat tersebut.

“Reno..”
“Riska sayang, ini pita buat kamu. Kamu bakal tambah cantik jika mengenakan ini” ucapnya terbata-bata.
“Aku menyayangimu reno, jangan pergi ya sayang. Bertahanlah”
“I love you riska, jangan jadikan ini detik kesedihanmu. Lupakan kejadian buruk ini, jika aku tak bisa bersamamu mungkin ini kehilangannya.”
Tiba-tiba reno menghela nafas panjang yang menjadikan detik terakhir ia hidup, aku menangis sejadi-jadinya.
“Reno… Bangun sayang bangun!”

Aku tak menyangka kisah kami berakhir di sini, ia pergi di pangkuanku dengan berlumuran darah..
“Tuhan, mengapa kau ambil malaikat hatiku? Ku mencintainya, mengapa secepat ini? Aku bahagia bersamanya, aku tak mau kehilangannya. Mengapa ini akhir dari segalanya?” jeritku sambil menangis dan mengguncang kuat tubuhnya.
Ku tak dapat membendung air mata ini, hingga tumpahlah air mataku dengan jeritku. Aku tak tau apa yang harus kulakukan..

1 minggu sudah aku terlarut dalam kesedihan ini, hingga akhirnya ku harus bangkit dari keterpurukanku ini, dan mencoba memulai hidup baru tanpa kehadirannya,. Walau sulit, tapi aku mampu.

Cerpen Karangan: Putri Ayu Anjani
Facebook: Putri Ayu Anjani

Cerpen Kado Kesedihan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Favorite Songs

Oleh:
*sing Sebelumnya tak ada yang mampu mengajakku untuk bertahan dikala sedih Sebelumya ku ikat hatiku, hanya untuk aku seorang *sing Masih ingat nggak dulu, “kita” pernah menyanyikan lagu ini?

Berbalas (Part 2)

Oleh:
Hari sudah sore, ini adalah waktu pertemuan itu. Haris segera menghubungi Sintya dan menanyakan apakah dia mau diantar ke sekolah atau mau sendiri. Melalui facebook Haris memberi pesan pada

Nafasmu Sakiti Jiwaku

Oleh:
Mendua bagaikan madu di tangan kanan dan racun di tangan kiri. Berkali aku mencecap rasa itu dari mulut para pria. Tentu sudah berkali-kali aku jatuh bangun dan terpuruk. Sekali

Kenangan

Oleh:
Dalam gelap dia selalu merenung, mencoba mengingat wajah sang kekasih dalam ingatan yang berwarna abu-abu. Dia wanita yang selalu mencoba bertahan dalam ingatan dan kenangan yang menyakitkan. Setiap malam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *