Kamu Yang Ku Tunggu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 8 February 2014

Nama ku Alisa, Ini pertama kalinya aku masuk di sekolah baru ku karena aku baru pindah sekolah kali ini aku menabrak seorang siswa lelaki *braakkk begitu kencangnya, aku dan dia terjatuh. Aku menatap matanya lama… lama sekali… Aku kagum padanya. Aku melihat raut wajahnya “Kalau jalan lihat-lihat dong jangan asal main tabrak aja, ganggu aja tau gak lo” katanya memarahi ku “Maaf, maaf” kata ku menunduk

Dia langsung berlari tanpa menolong ku sekalipun, aku berharap tadi ia mau berkenalan dengan ku, atau mengenggam tangannya sedikit saja tapi ternyata semua nihil, aku bangkit dan langsung mencari kelas ku. Aku menemukan dimana kelasku, baru beberapa saat sudah banyak yang dekat dengan ku. Aku senang sekali bisa mengenal mereka dengan cara tak lama.

Aku masih penasaran dengan cowok tadi, aku bertemu dengannya lagi kali ini di kantin aku coba tanya ke sahabat ku yang baru aku kenal tadi, mereka bilang nama lelaki itu “David” aku mengulang namanya dalam hati ku, “David, nama yang bagus” kata ku sambil tersenyum. Entah mengapa aku terlalu terobsesi pada hidupnya sampai berhari-hari aku masih saja mencari informasi tentangnya, ternyata ia telah memiliki pacar yang satu sekolah juga dan aku beda satu tahun dengannya.

Pekerjaan ku sehari-hari menunggunya, aku sepertinya tidak bisa sekali saja tidak melihatnya, jika istirahat aku menunggunya sampai bel istirahat selesai, jika pulang sekolah aku menunggunya sampai ia pulang, tidak peduli ia pulang bersama pacarnya aku tetap menunggunya, memang aku tidak berani untuk menyapanya aku takut dia masih marah pada ku. Aku sampai dibilang gila oleh sahabat ku gara-gara nungguin dia setiap hari tapi bagi ku tidak ada bosannya untuk melihatnya malah ingin lagi dan lagi.

Setiap hari tanpa bosan aliya terus begitu, sampai pada akhirnya ada temannya yang menyadari keberadaan aliya.

“Bro, itu cewek siapa sih ngikutin mulu dari kemaren, fans lo ya?” kata teman david
“Ah masa sih, ngikutin lo kali” kata david
“Coba lo tanya dia deh, atau gak entar lo lihat dia pas pulang pasti dia ada ngeliatin lo” kata teman david
“Oke nanti gue coba lihat dan tanya lagi” kata david

Sepulang sekolah David dan temannya memang melihat aliya memperhatikan david, david akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada aliya saat sepulang sekolah dan keadaannya sepi.

“Maaf ya bukannya gue ke geeran nih, kata temen gue dari kemarin lo ngikutin gue ada apa ya?” tanya david
“Emm… Aku…akuuu” kata aliya gugup
“Mending kalau gak ada hal penting lo bisa kan gak usah ngikutin gue mulu, gue udah punya pacar jadi lo jangan ngikutin gue mulu, gue takut pacar gue curiga” kata david
“Tapi kak…” kata aliya terpotong
“Lebih baik lo pulang sekarang ya” kata david

Aliya langsung pulang hatinya sakit, david bilang begitu padanya. Tapi itu tidak membuatnya mudah menyerah, entah apa yang ada di fikirannya yang membuat ia begitu kuat untuk lebih mengenal David.

“Sampai kapan lo mau nungguin dia kaya gini aliya, mending langsung to the point aja mau lo apa” kata sahabat ku
“Gue juga belum tau, belum ada waktu yang tepat” kata ku
“Ya udah ah gue pulang dulu ya, inget jam 2 kita ke Mall bareng sama riska dan betty” kata sahabatnya
“Iya iya gue inget kok lagian gue nungguin david gak lama, pas david udah keliatan gue langsung pulang, gue janji” kata ku
“Pokoknya gak ada kata NGARET!” kata sahabat ku berteriak di kuping ku

Aku hanya menutup kuping ku dan membiarkan sahabat ku tertawa di depan ku, aku melihat pujaan hati ku ya Kak david, setelah aku puas melihatnya aku pulang dan bersiap-siap untuk pergi bersama sahabat-sahabat ku. Setelah semua berkumpul kami berangkat, sesampainya di sana aku melihat pacar kak david dengan seorang lelaki lain. Mereka bukan hanya berjalan bersama tapi juga bergandengan mesra, aku mulai penasaran aku mengikuti mereka dan menghilang dari para sahabat ku. Tapi sayang aku kehilangan jejak mereka padahal tinggal sebentar lagi aku mendapat bukti yang kuat, lalu aku langsung mencari para sahabat ku, untung saja mereka tidak tau aku pergi, syukurlah.

Besoknya aku seperti biasa menunggunya sepulang sekolah, dia ada tapi untung saja dia sedang sendiri. Lalu aku memberanikan diri untuk berbicara padanya.

“Kak david” Panggil ku padanya
“Iya? Elo? lo lagi ngapain lo di sini, lo masih ngintilin gue setiap hari, hah?” kata kak david pada ku
“Enggak ga, kali ini ada hal penting yang mau aku omongin” kata ku
“Apa? cepet!” bentaknya
“Kemarin aku ke mall dan melihat pacar kakak bergandengan tangan mesra dengan cowok lain” kata ku
“APA? Gak mungkin! Pasti lo lagi ngarang, lo itu siapa sih kok lo bisa tau pacar gue, wah lo stalker hidup gue ya!” bentaknya
“Beneran kak aku gak ngarang, bukan gitu kak” kata ku
“Apa buktinya, apa mana?” bentaknya lagi pada ku
aku hanya diam
“Gak ada bukti kan? Lo gak usah ngarang bilang aja lo suka sama gue, maaf gue gak bisa, GUE UDAH CINTA SAMA CEWEK GUE, JADI ELO GAK PERLU NGIKUTIN GUE LAGi, ANGGAP KITA GAK PERNAH KENAL DAN ELO BISA PERGI DARI SINIII!!!” bentaknya lagi padaku kali ini lebih keras
“Oya satu lagi, kalau lo masih tetep ngikutin gue, gue gak akan ragu-ragu buat bilang sama cewek gue!” tambahnya pada ku
“OKE, AKU BAKAL INGET ITU SEMUA, ASAL KAKAK TAU AKU CUMA PUNYA NIAT BAIK DAN GAK NGARANG CERITA” kataku memebentaknya
“PERGI DARI SINI, SEBELUM GUE GAMPAR ELO!” kata kak david dengan kasar

Aku menangis sepanjang perjalanan ke rumah, aku sangat lemas sekali, hati ku sakit karena perkataannya yang sangat kasar pada ku, aku hanya punya niat baik, memang ku akui, aku menyukainya tapi aku tidak pernah berniat untuk mengganggu hungan mereka, aku cukup menjadi penunggu yang entah kapan akan tersadar keberadaannya, bagi ku cukup untuk melihatnya tapi sekarang sepertinya ia sangat membenci ku, “Ya tuhan apa ini cobaan?, jika ia bukan untukku aku akan berhenti menunggunya dan akan melupakannya” jerit ku dalam hati

1 bulan, 2 bulan, 3 bulan. Aliya menjadi seorang yang 180 derajat berubah menjadi seorang sangat pendiam, bukan seperti dulu yang ceria, tidak bisa diam, dan sangat membutuhkan cinta. Sekarang aliya cuek, dan lebih memilih diam. aliya hanya berbicara jika ada hal penting saja. Aliya memilih perpustakaan untuk waktu istirahat dan inilah tempat yang paling nyaman menurutnya untuk membaca buku-buku yang ia suka. Aliya mulai menyukai hidupnya yang seperti ini.

Aliya lebih menyukai waktunya terbuang untuk membaca dari pada menggosip tentang keburukan orang lain, ia fikir untuk apa menggosipkan orang lain jika diri sendiri masih banyak kesalahan. Cukup lama aliya mendengarkan musik dan membaca buku yang di sukainya, dan di depannya ada sahabatnya yang berbicara dari tadi. Aliya melepas satu Headsetnya dan bertanya pada sahabatnya.

“Kenapa?” kata ku
“Gila ya dari tadi gue ngomong gak di denger, ternyata lo lagi dengerin lagu, astaga untung aja mulut gue gak berbusa” katanya sambil ngomel-ngomel
“Maaf gue pake headset, tadi lo mau ngomong apa” tanya ku pada sahabat ku
“Tau ah gue sebel sama lo, gue mau ke kantin lo mau ikut gak?” kata nya pada ku
“Enggak gue di sini aja” kata ku tersenyum dan ia langsung pergi dengan muka kesal

“Mana temen lo yang suka sama gue” kata david pada teman aliya
“Ngapain lo nyari aliya, ada urusan apa lo nyari-nyari dia” kata sahabat aliya
“Bukan urusan lo, dimana dia cepet kasih tau sekarang!” kata david membentak
“Gara-gara lo aliya berubah 180 derajat dan gue gak mau biarin sahabat gue dilukain sama cowok macem elo” kata sahabat aliya
“Cepet mana aliya!” kata david membentak
“Dia ada di perpus kak” kata sahabat aliya satu lagi
“Oke makasih, lain kali ajarin temen lo yang satu ini biar gak kurang aja sama kakak kelasnya” kata david langsung berlari ke perpus

Dalam sekejap david langsung menemukan perpus sekolah, david mencari keberadaan aliya, ia mencarinya dan akhirnya menemukan sosok aliya sedang duduk dan membaca di meja perpus.

“Aliya… aliya” kata david Aliya tak berkutip, aliya diam karena masih mengenakan Headset di kupingnya yang ia dengarkan sangat kencang volumenya, bahkan kehadiran david tak ia sadari.
“Gue minta maaf sama lo aliya gue tau gue salah” kata david

Aliya masih tidak berkutik juga

“ALIYA! gue tau gue salah tapi maafin gue” kata david lagi

Dia melirik jam tangannya ia tahu bel sudah saatnya berbunyi, dia melepas headsetnya dan menutup buku yang ia baca, dia kaget ada seorang lelaki di depannya yang sedari tadi menatapnya.

“Ada apa? kamu siapa?” kata aliya tidak mengenali david lagi
“Aku orang yang selalu kamu tunggu waktu itu” kata david
“Apa? Aku tidak pernah menunggu mu” kata aliya
“Coba kamu ingat lagi, aku David!” kata david tegas

Aliya coba mengingat dan dia baru mengingat nama itu lagi, nama yang pernah menghampirinya dulu dan membuat ia berubah seperti sekarang, ia berfikir lama untuk apa david kembali lagi itu yang ada di fikirannya, ia membalikkan badan dan berlari tapi sekejap david menangkap tangannya.

“Tunggu jangan pergi, kamu sekarang tau kan?” kata david
“Aku tidak tau, aku tidak pernah merasa menunggu mu, jangan kegeeran jadi orang, udah bel saatnya masuk kelas” kata aliya cepat dan berlari

David masih heran dengan aliya, bagaimana mungkin aliya tak mengenalnya lagi. Aliya juga sebenarnya tau tapi aliya berbohong pada david. Aliya jadi memikirkan david lagi padahal david sudah terkubur sedalam-dalamnya, aliya menangis tapi langsung cepat-cepat ia hapus air matanya. Sepulang sekolah ia di cegat oleh david, setelah sekolah sepi david mengajak aliya untuk ke kelasnya.

“Aku mau pulang” kata aliya mencoba melepas tangan david
“Tidak bisa, aku masih belum percaya kalau kau tidak mengenal ku” kata david
“Aku sungguh-sungguh” kata ku menunduk
“Tapi kenapa kamu menunduk, berarti kamu berbohong, tatap mata ku!” kata david tegas

David mengangkat dagu aliya, tanpa di sadari aliya sudah menangis dari tadi.

“Mengapa kamu menangis, maafkan aku” kata david
“Sudah puas kak? aku ingin pulang” kata ku
“Di luar hujan, kamu tidak lihat” kata david
“Apa yang kakak inginkan” kata ku menangis
“Mengapa kamu berbohong” kata david
“Kau bilang aku tidak boleh mengenal mu lagi, kau bilang aku…” kata ku terpotong

Cuuuppp ciuman david tepat pada sasaran, aliya melemas, menunduk, menangis

“Kak cukup jangan seperti ini, aku muak, aku benci dengan mu, aku ingin pulang!!” kata ku memberontak

Cuuppp kali ini terulang lagi tepat pada sasaran bibir aliya, aliya marah

“KAK STOOPPP!!!” kata ku, bibir ku bergetar

Cupppp ciuman ketiga kali membuat aliya menyerah dan diam

“Jika kau terus marah aku akan terus menciummu, aliya” katanya
“KAK STOP!, SEENAKNYA KAU MENCIUM KU! KAU SUDAH MENYAKITIKU DAN SEKARANG KAU MENCIUM KU, ini MENYAKITKAN!” bentakku pada kak david
“Aku minta maaf, aku tau aku salah ternyata benar pacar ku selingkuh dan aku telah putus darinya, aku minta maaf aku sangat menyesal” kata kak david
“APA? MAAF” *Plaaakkk, aliya menampar pipi david
“Ayo tampar lagi, aku memang pantas mendapatkannya, tampar aku lagi jika bisa membuat mu tenang dan memaafkan ku” kata david
“TIDAK AKAN, Aku tidak mau memaafkan mu!” kata ku
“Jujur aku sangat kehilangan sosok kamu yang menunggu ku dan mengikuti ku, jujur aku sangat rindu pada itu semua” kata david
“Lalu aku peduli? itu bukan urusan ku” kata ku
“Tolong, maafkan aku, aku tau aku yang membuat kamu berubah, tapi tolong kembali seperti dulu” kata david
“Aku tidak bisa, aku telah melupakan mu” kata ku
“Aku mencintaimu aliya” kata david
“Aku tidak mencintai mu lagi, aku ingin pulang” kata ku
“Aku akan mengantar mu dan hari ini kamu RESMI JADI PACAR KU” kata david

DEG! Aliya hanya diam, dia sangat lelah, hatinya bergunjang hebat ia bingung harus senang atau merasa sakit, tapi bukakah ini yang ia inginkan selama ini. Dia sangat bingung.

Esoknya david menjemputnya, ada tatapan sinis dari seorang cewek yaitu pacar david yang sekarang sudah berstatus mantan, ia tahu dari tadi mata itu mengawasinya. Hari ini ia bertekad untuk pulang lebih awal dibanding david dan pergi.

Pelajaran telah selesai, Aliya berhasil lolos dari david tapi ia di cegat oleh mantan david bersama kawan-kawannya. Dia di dorong, rambutnya di potong asal, roknya di gunting, dia di caci maki, di jambak, di tampar, pipinya memar sekali, bibirnya berdarah, kakinya tak sanggup berdiri dan tubuhnya melemas. Ia tak sanggup melawan, seketika hujan datang sangat deras, air bertiup kencang dan mantan david pergi bersaama teman-temannya pergi begitu saja tanpa menolong aliya.

Aliya mencoba berdiri dan terus melangkah, tak perduli baju dan tasnya basah yang penting ia bisa pulang. Namun sayang, seketika tubuhnya bergetar kedinginan, ia menjambak rambutnya dengan keras, tubuhnya tergeletak di pinggir jalan, tak ada yang dapat ia panggil dan dimintai tolong, semua sepi hanya ada hujan yang terdengar di kupingnya, Aliya ia tak dapat kembali ke rumah nya tapi ia kembali ke sisi tuhan yang maha esa.

End

Cerpen Karangan: Amartha Eka Shella
Facebook: https://www.facebook.com/Amarthae

Cerpen Kamu Yang Ku Tunggu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kaulah Cinta Terkahirku

Oleh:
Handphoneku bergetar tanda pesan singkat masuk, tertera di layar ‘sayangku’ yang mengirim pesan itu. “besok kamu akan aku jemput jam 10 tepat. tampillah cantik di hadapanku, aku akan membawamu

Cinta Terbaik

Oleh:
Matahari mulai terbenam namun Nathan belum juga datang. Aku menunggu dengan gelisah, sudah satu jam sendirian menunggu. Aku merasa ada yang aneh dengan kekasihku. Hampir sebulan ini dia banyak

Mutiara dan Bunga (Part 2)

Oleh:
Sejak pagi kami semua mempersiapkan pakaian yang hendak dikenakan saat lamaran Halimah nantinya. Aku begitu antusias memilihkan kebaya terbaikku untuk Halimah. Dia tampak senang dan penasaran. Berkali-kali dia menanyakan

Berharap Hujan

Oleh:
Langit mendung enggan mengguyurkan hujan tuk membasahi bumi. Hanya sesekali terlihat kilat dan Guntur terdengar menggema menyelimuti hari. Hari bertambah larut namun hujan tak kunjung datang. Tanaman yang haus

Hubungan 20 Hari

Oleh:
Angel pov “bun, Angel telat nih. Berangkat yuk!” oh iya gue lupa, nama gue Angelica Lisano, panggil aja Angel. gue SMP kelas 9, gue baru pulang dari Yogyakarta karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *