Kata Kata Terakhir Fahmi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 12 June 2014

“gue fahmi, elu?” sapa laki laki bertopi menghampiriku yang tengah asyik mendengarkan musik lewat earphone.
“apaan sih lo? Gak lucu tau!” jawabku kesal.
Fahmi adalah teman sekelasku waktu kelas IX, dia murid baru pindahan dari jakarta.
Dia cowok yang lumayan cute, yang gaya bicaranya masih “elu gue” itu, maklum pindahan dari jakarte
“yaelah non, gitu aja ngambek, jelek lu!” tampiknya meledek.
“bodo!” kataku sambil meninggalkan kelas.
Aku sama fahmi, emang gak pernah akur, sifat dan sikapnya yang agak sok itu yang bikin aku gak suka juga muak.
Saat ku biarkan tubuhku terlunglai di kasur, hp ku pun berbunyi.
Drrtt drrtt..
From Fahmi Saiko
Jelek :p
Demi apa gue dapet messege dari cowok saiko seantero jagad raya?
Ni cowok emang gak ada hentinya bikin aku naik darah! Gerutuku dalam hati.
“apelo? Lo gak ada kerjaan lain ya selain ngusilin gue? Lo suka ya sama gue? Ngedeketin gue dengan cara kayak gini, gak bakalan mempan, NORAK lu!” balasanku.
“kalo iye emang gue suka sama elu? Elu mau apa?” katanya santai.
“lu serius sama ucapan lu?” tanyaku keheranan.
“maybe” jawabnya singkat.
Sekali lagi, demi apa cowok rese ini suka sama aku? Cowok paling ngebetein sedalam samudera, setinggi langit di angkasa (kayak lagu) ternyata punya hati juga ya! Gerutuku lagi dalam hati.

Keesokan harinya di sekolah.
Aku yang sedang asyik ngegosip (biasa, ritual cewek kalau belum ada guru masuk) gak sadar kalau dari tadi hp aku diobrak abrik sama sahabatku linta, otomatis semua pesan masuk juga diobrak abrik dia, alhasil dia juga tau tentang sms fahmi semalem.
“ciyeee intan deket sama fahmi ciyeee” ledek linta sambil mencolek pipiku.
“apaan si ta? Gak ada kerjaan lain apa selain ngobrak ngabrik apa yang jadi privasi orang? Lagian siapa juga yang deket sama cowok saiko kayak dia” kataku dengan nada tinggi.
“nah ini dia buktinya?” sambung linta sambil menyodorkan hp ku.
“yaelah males bangwt deket sama dia, dianya aja yang suka sama aku, ngejar ngejar aku, dia fikir aku suka gitu sama dia? OGAH banget!! Kataku PD.
Tanpa sadar, fahmi mendengar percakapan ku dengan linta, dia langsung membawa tasnya yang tergeletak di bangkunya dan langsung keluar dengan raut muka yang semrawut.

Saat ku buka jejaring sosial facebook, ternyata fahmi online.
Dan saat aku buka profilnya, terdapat status yang kayak gini neh!
Fahmi Fauzi:
“Gue gak suka cara lo nolak gue”
Ngerasa bersalah banget sama dia.
Aku pun tak mau kalah, aku juga up date status seolah olah ngebales up date tan dia.
“maafin gue, ini di luar kendali gue”.

Sejak saat itu, fahmi menjauh dari kehidupan ku.
Gak ada yang manggil aku “jelek” lagi.
Meskipun kita sekelas, tapi semenjak kejadian itu, seolah olah kita berdua adalah orang asing yang belum saling mengenal.
Bukannya surut gosip tentang kita, malah semakin menjadi, fahmi pun aku rasa semakin gerah dengan gosip yang terkadang mempermalukan dirinya itu.

Memang kita telah jauh rasanya, memang kita juga tak bersama, jika memang ditakdirkan kita tuk bersama selamanya, cinta takkan kemana mana.
Sebuah lagu dari petra sihombing – cinta takan kemana mana, melengkapi malam ku ini.

Drtt drrrtt.
Aku mendapati hp ku yang berdering menandakan ada pesan untuku.
From: Muhammad Hasbi Muchsin.
Selamat malam intan 🙂
Kirain pesan dari siapa, nyatanya pesan dari teman sekelas ku juga, namanya hasbi, bisa di bilang dia cowok paling ganteng di sekolah, mukanya agak ke barat baratan gitu lah, idungnya juga agak ke arab araban gitu (saking mancungnya) udah mirip riza shahab lah. Ahihi
Jujur aku menyukainya sejak kelas satu, siapa sih yang gak suka sama cowok se waw dia? Dia santri pula 😀
Tapi anehnya, kenapa dia sms aku yaa?
“iya bi? Ada apa?” tanyaku lewat sms.
“bete nih, curhat boleh?” emot sad.
Aku pun mengiyakan keinginannya itu, ternyata dia baru putus sama pacarnya yang penghuni kelas sebelah itu.
Ternyata ajang curhat curhatan itu membuat kita semakin dekat.
Gak tau harus mulai darimana, yang jelas pada saat itu, kita jadian.

Kayaknya gak pernah ada rasa di antara kita, mungkin hanya sekedar simbiosis mutualisme aja, dia nembak aku mungkin cuma buat manas manasin mantannya itu, sedangkan aku, aku manfaatkan keadaan ini buat move on dari pacarku, juga fahmi.

Hari ini adalah hari perpisahan sekolah, hari dimana aku dan sahabat sahabat ku berpisah.
Hari dimana aku juga harus pisah sama dua cowok yang belum lama ini mengisi hari hariku (fahmi, hasbi).
Mungkin setelah ini, hasbi akan melanjutkan pendidikannya ke salah satu pesantren ternama yang ada di ciamis, otomatis kita LDRan.
Dan mungkin fahmi juga bakalan balik ke jakarta buat sekolah disana dan menyalurkan hobynya yang memang di bidang otomotif.
Sungguh hari yang tidak ku inginkan keadaanya.

Saat tiba di acara perpisahan sekolah.
(untung saat itu kami semua lulus).
Dan aku, hasbi, dan teman teman yang lainya sedang asyik foto foto.
Aku sama sekali tak melihat fahmi, akhirnya aku sms dia.
To: Fahmi saiko
“lo dimana? Kok gak keliatan?”
“penting buat lo?”
“penting lah, lo harus ada disini!”
“gue mau balik ke jakarta sekarang, salamnya aja buat anak anak”
“lo boleh benci sama gue, tapi please mi, dateng ke acara ini, gue mohon sama lo!”
“oke gue dateng”

Akhirnya fahmi mau datang ke acara perpisahan, tapi tak lama kemudian dia keluar lagi, dan menengadahkan wajahnya menatap langit.
“gue udah dateng, skarang biarin gue pergi” sahutnya yang sudah tau ada aku di belakangnya.
“oke, pergi sana lo! Pergi!” usirku dengan nada kecewa.
Langkah demi langkah mengiringi kepergianya itu, aku tak sanggup melihatnya pergi.
Lalu..
“berhenti! Gue sayang sama lo” ucapku polos dan menghentikan langkah kakinya.
“apa? Gue gak percaya!” kilahnya.
“terus maksud gue apa nyuruh lo kesini dan melarang lo pergi? Hah?”
“lo udah punya hasbi yang lebih segalanya dari gue”
“ya udah, terserah, kalo mau pergi, pergi aja, toh gue mau usaha kayak apapun gak bakal ngurungin niat lo buat pergi, iya kan?” kilahku sambil bergegas pergi, tapi fahmi menahanku.
“oke, gue bakal tetep pergi, semoga lo bahagia sama hasbi, tapi harus selalu lo tau, gue sayang lo jelek, mau lo nolak gue, mau lo permaluin gue di depan dunia pun gue gak peduli, rasa ini nyata buat gue, tapi abstrak buat gue milikin, gue pergi! Tapi inget kata kata terakhir gue, gue sayang lo tan!! Seberapapun kaki gue jauh melangkah, rasa ini tetep nyata di tiap langkah kaki lo”
Aku pun hanya bisa menangis dan membiarkan orang yang aku sia siakan ketulusanya pergi!

Setelah itu aku dan hasbi putus, alasanya karena aku gak siap harus LDRan, dan dimana pun lo berada mi, gue bakal inget kata kata terakhir lo!
Makanya gue abadiin ini semua dalam cerita yang gue bikin!!
Dimana pun elo, sama siapapun lo sekarang, gue gak akan pernah lupain lo cowok saiko! 😀

Cerpen Karangan: Intan Sari Nurul Asmi
Facebook: Thand Victhoven ALdhiano

Cerpen Kata Kata Terakhir Fahmi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Salah Tuhan

Oleh:
Hujan selalu meresonansikan masa lalu. Dan aku sampai pada sebuah cerita lama, Tentang episode-episode yang ingin kulupakan. Kupandangi laut lepas yang terhampar di kejauhan sana, mengangumi keindahan alam ciptaanNya.

Bye Teacher

Oleh:
Pagi ini cuaca sangat berkabut, pagi yang seharusnya cerah malah berubah menjadi suram. “Danea sayang ini sudah jam 7! lekas berangkat!” ujar bunda memarahiku, segera kubawa tas dan mengayuh

Zafran

Oleh:
“tagihan listrik, tagihan kartu kredit, surat penerbit, surat dari papa, undangan reunian, brosur kosmetik, brosur ayam goreng” semua itu surat yang kuterima hari ini dari pak pos. Aku menghela

Kucing Tikus

Oleh:
“rereretak-retak” setiap pagi udah biasa Rere dikata-katain sama Deka begitu, “eh retak lu udah ngerjain tugas Fisika dari bu Tantri yang Killer itu?” (sambil berjalan mundur ala Michelle Jackson)

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *