Kau Telah Pergi, Pulsamu Habis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 28 October 2017

Aku sedang mendengarkan lagu Coldplay ‘A sky full of stars’ sambil mengingatmu memang sangat menyenangkan.
Kau lucu, selalu membuatku merindu. Wajahmu yang lembut, bibirmu yang suka terlihat basah, semua bikin aku terpesona. Kapan bibirmu itu terakhir dicium mantanmu? Qiqiqi. Ayo ngaku, enak engga sih? “Cause you’re a sky, cause you’re a sky full of stars.”

Dua bulan lalu aku masih melihatmu di facebook. “Tuhan kok mereka ditolong, kita engga?” Status manjamu.
“Kau protes Tuhan. Kau iri ya? Jangan suka iri kek?” Kataku di kolom komenmu.
“Kau engga tahu sih apa yang aku rasa saat ini! Jadi laki itu harus peka! Selamilah hati perempuan, kedalamannya, pasti kau temukan ada banyak gelisah di sana!”
“Duh, kau norak deh masa bisa kau seromantis itu?”
“Siapa yang romantis, dasar engga punya empati pada hati perempuan!”
“I don’t care, go on and tear me apart.”

Kuaduk susu yang telah kutaburi kopi. Ternyata aku merindukanmu. Sungguh teramat rindu kini. Apa kau tidak punya pulsa? Ya ampuuuun, miskin sekali kau. Harusnya kau mengerti semua jadi sepi tanpamu.
Aku terbiasa ditinggal sahabat, mereka yang datang lalu pergi lagi. Tapi tidak denganmu. Seberapa jauh kau pergi aku selalu ingin tahu. Anehnya, aku tidak naksir namun mengapa kau begitu berarti?

Kupandang langit yang penuh bintang berharap senyummu ada di sana. Beberapa di antaranya bagai menyatu membentuk wajahmu tapi meredup pelan pelan lalu pergi hilang. Aku seperti tersentak apakah itu suatu pertanda? “I think i see you..”

Tiba tiba langit hitam. Aku mencari ke mana bintang bintang itu berpindah? Apakah Tuhan tengah mengumpulkan mereka di tempat lain? Tuhan yang pernah kau protes dulu?
Aku kurang mampu berpikir sepertimu. Yang aku tahu aku hanya bersyukur kepadaNya. Tidak terbiasa aku menyalahkanNya.

Aku bosan dengan semua ini.
Kuraih handphone aku ingin menemukanmu. Ingin kutemui kau di berandamu. Aku lalu berselancar. Namun, oh Tuhan.. ternyata kau telah pergi jauh ke tempat bintang bintang itu.
Air mataku jatuh juga walau sehebat mungkin aku menahan. Air mata ini sedang bercerita bagaimana ternyata aku menyayangimu. Selamat jalan perempuan pemberontak. Kanker itu lebih hebat daripada tubuhmu. Namun hatimu jauh lebih hebat bagiku.
I miss you.. hiks..

“Such a heavenly view”

Cerpen Karangan: Jofa
Facebook: Jofa Jofa

Cerpen Kau Telah Pergi, Pulsamu Habis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mengenangmu

Oleh:
Hei, ingat pertama kali kita bertemu tidak? waktu itu kita sedang sama sama bingung mencari kereta menuju ke tempat yang berbeda, aku ke bandung dan kamu ke Jakarta.. kita

Penyesalan Karin

Oleh:
Mentari bersinar terang saat air mata Karin menetes di atas batu nisan dengan makam yang masih basah. Ia mencurahkan semua isi hatinya. “Penyesalan tak akan berarti jika, jika dia

Disaat Cinta Mulai Menyapa

Oleh:
Siang itu matahari bersinar sangat terik. Panasnya menusuk hingga ke kulit anak-anak jalanan yang mulai berhamburan menghampiri setiap mobil yang berhenti di pertigaan lampu merah. Nia dan Rangga yang

Pendaki Galau

Oleh:
Hari liburan sekolah, dan hari itu juga Dimas gunakan untuk mendaki gunung bersama sekumpulan remaja kota. Dimas sendiri adalah remaja kampung, ia ditugaskan untuk menemani pendakian remaja kota. Ia

Ketika Cinta Membisu

Oleh:
Amsterdam menggigil pagi ini. Meskipun salju tidak menghujam kota besar Belanda dipagi ini, namun rasa dinginnya cukup mampu mengilukan tulang-tulangku. Aku menatap ke arah angkasa. Tiada burung yang beterbangan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Kau Telah Pergi, Pulsamu Habis”

  1. Mahakarya says:

    Ingin meramaikan,namun kemampuan berkarya dalam cerpen belum bisa sehebat kalian(sahabat cerpen).

  2. Mahakarya says:

    Salam sahabat.
    Terima kasih,dengan cerpen ini.setelah saya baca ceritamu,ada banyak kesamaan dan sedikit perbedaan.setidaknya setelah mengetahui isi ceritanya,jadi ingin kembali ke masa muda lagi..!!?.
    Terma kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *