Kehilangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 9 May 2013

Di pagi hari ku buka jendela kamarku, lalu ku keluar dari kamarku. Melihat, mendengar dan merasakan itu yang ku rasakan sekarang.
Melihat burung yang berkicau di pagi hari.
Mendengar suara burung di sekitarnya.
Merasakan sejuknya pagi hari, hanya itu yang ku rasakan sekarang, tiba-tiba ada seseorang datang menghampiriku.

“hayooh… tebak aku siapa?” tanya dia sambil menutup mataku
Saat itu aku merasakan ada perasaan yang susah tuk di ucapkan namun hanya bisa di rasakan
“entah lah, engkau siapa?” jawabku sambil tersenyum.

Lalu ia membuka mataku, dan aku lihat ia orang yang ku sayang…
Lalu ku duduk di bawah pohon bersamanya. Ku lihat wajahnya, ku tatap matanya dan ku lihat senyum manis di bibirnya. “Maafkan aku nit, aku harus mengatakan ini sekarang, meski ini berat bagiku tapi ku harus mengatakan nya” ucap aldi.
“apa yang ingin engkau katakan” ucapku sambil merasa penasaran
“aku harus meninggalkanmu mungkin hari ini saja ku bisa bersamamu lagi” ucap aldi sambil memegang tanganku.

hatiku sakit mendengar ucapan itu langsung dari mulutnya, air mataku perlahan lahan membasahi pipiku, tak sanggup ku merasa sakit yang kurasa kini. Perlahan-lahan ia melepaskan pegangan tangan nya…
“maafkan aku” ucap dia sambil tersenyum.

Lalu ia pergi tinggalkan aku, yang ku rasa kini kehilangan, hidupku terasa berbeda saat ku kehilangannya, dan kini aku mengerti apa itu “KEHILANGAN”
ia hanya meninggalkan senyum dan kenangan.

ya tuhan… Betapa bahagianya saat bersamanya, dan betapa sakitnya berpisah dengan nya. Kini ku mengerti arti kasih sayang dan kehilangan.
Setelah itu aku pulang ke rumahku.

“Kenapa nak, kok kamu menangis?” ucap ibuku sambil ke bingungan.
Aku tak mampu tuk berkata apapun, aku hanya menjawab “tak apa-apa bu!” sambil berlari ke kamarku.
Ku mencoba tegar, aku harus hadapi semua ini. Aku coba bangkit dari masa lalu, dan kini ku coba membuka lembaran baru..

Cerpen Karangan: Novia
Facebook: Novia Sepersial Fernanda

Cerpen Kehilangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kembali dan Hilang

Oleh:
Hampir seminggu sudah aku berada di pedesaan yang asri ini. Desa yang sudah sepuluh tahun kutinggalkan demi mengejar impian di kota seberang itu, rupanya sudah berubah banyak termasuk sungai

Adakah Bahagia Untukku? (Part 3)

Oleh:
“Apa pedulimu pada nyawaku? Aku nggak berhutang apapun padamu,” katanya, seolah meremehkan cewek yang ada di depannya. “Dicka!” Ada sekelumit rasa jengkel di hati Ann, “tunggu dulu!” Dia pun

Arkhan Dan Johan

Oleh:
“Arkhan lepaskan tanganku!! Jangan menghalangiku!!” hujat Kania sambil melepaskan genggaman Arkhan. Kania terus meneteskan air mata dan meronta-ronta, meski dia digenggam dan dipeluk erat oleh Arkhan. Ada jalan Tuhan

Selamat Jalan

Oleh:
Pada hari ada wanita yang pendiam dan ekspresi wajah jutek. Saat suatu ketika dia main ke rumah teman SMPnya, di sana dia melihat temannya yang sedang kumpul dengan teman

Setetes Harapan

Oleh:
Kicauan merdu di ranting membawa sejuta mimpi dan impian, embun belum tersingkap jelas di pelupuk mata. Dua siswa berjalan dari arah yang sama, merangkai harapan dan cita-cita setinggi burung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Kehilangan”

  1. dewi sartika says:

    q prnahh mrsakan khilngan, khilangan yg bgtu amat skitt ktikaa shbat yg q synggg trxtaa prgii mninggalkan q . Saat it q takk dpt brbicra apa2, q sngat kaku, q tkut takk akn brtmu sma dy lgiiii.

  2. novia fernanda says:

    Iyaaa memang sulit jika harus hidup terbiasa tanpa seseorang yg slalu ada disetiap detik demi detiknya waktu yg slalu dihabiskan untuk bersama. Tapi bukankah jika ada suatu pertemuan akan slalu ada perpisahan?.bukankah apa yg Kita miliki Sekarang belum tenti itu seutuhnya milik kita? Ini realita kehidupa.. Ada yg datang lalu ada yg pergi:))

  3. devi novitasari says:

    Cerpen sama puisinya bagus banget!!!
    Semuanya seperti yang aku alami sekarang:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *