Kehilangan Lima Puluh Persen Hatiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 9 April 2016

Sebelum kau pergi aku hanya ingin mengatakan satu hal. Satu-satunya hal yang sulit ku jelaskan. Dan aku berpikir untuk mempermudah bahasaku, agar kau mengerti ini. Lalu aku mulai menarik napas dalam-dalam, melepasnya perlahan lalu mengambilnya lagi. Dan baru sesaat kemudian aku mengatakan bahwa.. “Aku memiliki rasa yang berbeda terhadapmu.” Mungkin ini adalah salah satu hal yang mustahil, tetapi ini bukan sebuah kesalahan. Aku tahu ini bukan kesalahanku seorang. Cinta itu datang pada siapa saja, termasuk aku yang tidak mampu mencegahnya.

Aku mencintaimu, tetapi aku tak sanggup mengatakan kejujuran itu hingga kau hanya menganggapku bercanda. Oh, sulitnya mengungkap ini. Aku menyesal tak pernah mengatakannya dengan lengkap, sehingga sekali lagi kau salah paham. Kini kau sudah menikah, mengundangku. Dan dengan kekuatan yang tak terkira-entah datang dari mana-aku menyalamimu. Aku tak sanggup berdiri jika aku tidak mau membuatmu kecewa. Aku.. aku tidak bisa mengatakan apa pun selain, “Selamat.” Sudahlah.. ini sudah berakhir. Kau sudah bersamanya, dan aku.. masih sendiri karena selalu mengharapkan hal bodoh yang hanya ku pahami sendiri. Benar-benar takdir yang mengecewakan. Aku menyalahkannya.

Jalan kita berbeda. Dan kau sudah menemukan jalan ceritamu sendiri. Kau terlihat bahagia bersamanya saat itu. Sedangkan aku.. Aku hancur dan terluka. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku sudah terperosok jauh ke dalam lembah dan tak tertolong. Gelap hidupku, mungkin sebentar lagi aku akan berakhir. Hanya makhluk lemah dan tak berdaya yang sedang merasuki diriku. Aku seonggok manusia berjenis perempuan yang tidak tahu akan melanjutkan hidupnya dengan cara apa? Ini benar-benar menyakitkan, sakit sekali hingga rasanya mau pergi dan tak kembali. Tapi seseorang membisikiku, bahwa ini semua belum berakhir. Dan semua orang benar, aku memang belum menemukan jalanku. Aku harus segera bangkit dan mencari jalan ke luar dari sudut terpencil dan keramat ini. Aku harus pergi dari masa ini. Aku harus mencari celah yang akan membawaku menghampiri kebahagiaanku sendiri. Aku tidak putus asa lagi. Secercah harapan datang menghampiriku saat aku mau mati.

Selang tiga tahun setelah pernikahanmu, aku masih sendiri. Bukan, bukan karena aku tak bisa melupakanmu. Tetapi karena aku sedang berusaha memperbaiki diriku lebih dulu. Aku ingin mencari pendamping yang pantas, lebih dari dirimu saat itu. Dan tiga tahun ini aku sudah banyak berubah. Mungkin saat kita bertemu lagi, kau tidak akan semudah itu mengenali diriku. Aku jauh berbeda dari sebelumnya. Tetapi satu-satunya hal yang tetap sama adalah hatiku, perasaanku. Dan akan ku katakan pada dunia ini bahwa aku baik-baik saja. Jangan harap aku masih terluka. Aku pun tidak mendemdam pada siapa pun, termasuk pada derita ini. Aku sudah menerima takdir ini dengan sepenuh hati. Aku sadar diri dan membuka mata lebar-lebar. Aku sudah tahu siapa diriku saat ini. Lagi, selang setahun berikutnya aku masih tak bertemu denganmu.

Ada yang berubah lagi kali ini, aku sudah tidak sendiri. Ku temukan belahan jiwa yang Tuhan kirim lewat doaku setiap malam sunyi. Tuhan baik hati, bukan? Kau percaya tidak, semua ini baik-baik saja. Dunia sedang memihakku. Dan aku sungguh bahagia. Walaupun sangat sulit untukku kembali bangkit, tetapi berkat kesabaranku akhirnya aku bisa menjadi manusia lagi. Manusia yang menikmati perjalanannya. Aku tak bermaksud membuatmu cemburu, tetapi pada saat yang sama kau datang bersama istrimu yang sedang mengandung anak pertama. Lengkaplah sudah, akhirnya untuk pertama kali ku perkenalkan laki-laki terbaikku padamu. Dan saat aku memperkenalkannya padamu kau tampak sedikit terluka, aku melihat itu. Kau yang mendendam, bukan diriku.

Sadar atau tidak. Kau pernah menyukaiku dan mungkin kau masih menyimpan rasa itu dalam sudut yang sengaja kau kucilkan sendiri. Aku bukan akan seorang pejabat, aku bukan anak konglomerat seperti wanita yang selalu di sampingmu saat ini. Karena itu kau tidak pernah membuka hati lebih lebar lagi saat bersamaku. Kau mengunci rapat pintu itu untuk menghindariku. Menghindari jatuh cinta pada wanita yang tak berdaya dan tidak punya apa-apa. Di sinilah masalah yang kita hadapi. Kau takut mencintaiku karena aku bukan siapa-siapa. Aku tidak terkejut, aku sadar diri. tetapi aku masih sedikit menyesal karena tak pernah mengakui perasaanku padamu, harusnya kau juga tahu.

Kau berhak untuk ini. Karena sampai detik ini.. aku masih memiliki rasa yang sama. Lima puluh persen untukmu dan lima puluh persennya lagi untuk laki-lakiku. Inilah keadilan yang ku buat untuk dua orang tercinta. Kita berakhir di sini. Kau bisa menghapusku selamanya, tetapi sangat sulit untukku mencintai seseorang seratus persen karena kau sudah lebih dulu melukai perasaanku. Kau merampas setengahnya. Tak ku sangka bahwa pisaumu lebih dari sekedar tajam. Pisau perangmu beracun, perlahan mematikan. Kau mencintaku tetapi tidak membiarkanku bersama orang lain. Ini tidak adil, bukan? Selamat tinggal dan selamat jalan.

Cerpen Karangan: Retno Ari
Blog: www.retnoarih.wordpress.com
Facebook: Retnoarih /https://www.facebook.com/profile.php?id=100007118929178

Cerpen Kehilangan Lima Puluh Persen Hatiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Impian Terindah Ku

Oleh:
Aku hanya seorang ibu rumah tangga, seorang perempuan yang lemah dan tak berdaya bila disakiti suamiku, baik secara fisik maupun batin, sudah hampir 3 tahun kami menikah dan mempunyai

Bestfriend

Oleh:
“Selamat pagi Yo” kata yang selalu terucap darinya hampir di setiap pagiku. Dia pria remaja yang beranjak dewasa berumur satu tahun diatasku, Alrian Viandra “Pagi juga rian” balasku dengan

Melupakanmu

Oleh:
Masa lalu itu apa? Menurut gadis yang berambut hitan, yang bernama Dinda Anatan. “Masa lalu itu sebuah hal yang mempunyai masa tenggang, Berlaku hanya disaat itu saja, setelah memasuki

Kalung Perak dari Akira

Oleh:
Semburat jingga nan indah yang biasa menggantung di langit tak nampak pada senja hari ini. Gumpalan awan kelabu menaungi angkasa disertai rintik hujan yang turun membasahi jalanan kota, menghilangkan

Sebentuk Hati

Oleh:
Jumat, 01 Februari 2013. Cinta… kehadiranmu bagai bintang di hatiku. Meski hanya sesaat dapat kumiliki, kekuatanmu mampu mengajarkanku arti sebuah pengorbanan yang tulus dan kepedihan yang tak selayaknya dibalas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *