Kenangan Bersamamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 December 2014

Pagi senin, pagi yang aku tunggu setelah 2 hari yang lalu aku merubah gelar lajangku menjadi berpacaran. Tak sabar rasanya kulangkahi kaki ini untuk memasuki ruanganku, ruangan yang mempertemukan aku dengannya, lelaki yang berhasil meluluhkan hatiku dengan senyumannya, bahkan pagi ini pun kulihat senyum itu, senyum yang membuyarkan konsentrasiku mengerjakan soal ulangan akhir akhir ini.

Dia, dia si pemilik senyum itu adalah adik kelas yang saat itu menjadi pacarku. Dia periang dan lucu, itu yang aku suka darinya. Dia punya banyak cara untuk membuatku tersenyum dan membuatku merasa nyaman berada di dekatnya, oh, mungkinkah ini bahagia? Indahnya…

Setelah sekitar 2 bulan menjalani hubungan yang indah itu sikapnya mulai berubah. Sudah jarang terlihat lagi senyum itu, senyum yang biasanya diperuntukan hanya untuk aku kemana? Kemana senyum itu?

Dia yang dahulu selalu ada mulai berubah cuek dan masa bodoh dengan hubungan kami. Di awal aku masih mampu bertahan. Aku mengalah di setiap masalah, aku berusaha untuk tegar karena aku tak ingin hubungan ini berakhir, andai saja dia tau aku begitu menyayanginya, aku tak ingin kehilangannya, kehilangan senyumnya. Tapi sekuat kuatnya aku bertahan, aku tak kan mampu berjuang sendirian, aku hanyalah manusia lemah.

Perlahan lahan aku berusaha untuk mencoba melepaskan, mencoba untuk tidak mengabarinya agar aku bisa lebih terbiasa nantinya. Aku terlalu lelah berjuang sendirian. Aku ingin tau seberapa besar rasanya itu untukku, tapi ternyata rasa itu tidak sebesar rasaku untuknya.

Hingga malam itu datang, malam 17 agustus 2013, dengan mudahnya ia putuskan hubungan ini. Hubungan yang sudah terjalin 2 bulan 7 hari lamanya. Sakit? Iya, sakit sekali. Ingin rasanya ku caci maki dia, tapi apalah dayaku? Aku terlalu menyayanginya. Aku tak ingin melukai perasaannya seperti dia melukai perasaanku. Aku hargai keputusannya, aku rela! Aku tau keputusannyalah yang membuat dia bahagia.

Hari-hari selanjutnya tak pernah lagi kulihat senyum itu, senyum yang selalu aku tunggu, senyum khusus untukku. Jujur aku merindukannya, sangat rindu. Bahkan sampai detik ini aku belum bisa lupakan senyum itu. Aku ingin memilikinya lagi walau aku tau itu hanyalah sebuah MIMPI!

Untuk kamu pemilik senyum itu, terimakasih atas senyum terindah yang pernah kau beri. Aku akan selalu mengenangnya, entah sampai kapan. Mungkin selamanya…

Cerpen Karangan: Theodora Dayanti
Facebook: Theo Callista
Hai, namaku Theodora Dayanti, aku bersekolah di salah satu SMA di Kalimantan Barat, aku suka menulis cerpen sejak aku mengenal cinta, aku suka menulis pengalamanku menjadi sebuah cerpen, dan cerpenku yang satu ini adalah sebagian dari kisah cintaku, maaf jika ada kata kata yang salah atau sedikit kurang dimengerti, maklum pemula 😀 terimakasih sudah membaca ya 😀

Cerpen Kenangan Bersamamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kamu Lovable

Oleh:
Pentingkah peduli apa yang dilakukan dan tempat kencan pertama tiap pasangan? Seperti teori surya yang pasti tenggelam di barat maka tujuanku adalah sesuatu yang sudah sangat jelas. Membuat kedua

Pukul 15.00

Oleh:
“kau tetap temanku, walau dirimu tak menganggapku ada.” Mata Vina melihat langit-langit kamarnya setelah terbangun dari mimpi buruknya, peristiwa dimana dirinya melakukan dialog terakhir dengan salah satu temannya, Syifa.

Gara Gara Siti

Oleh:
Hari ini adalah hari dimana aku berstatus sebagai siswi SMA. Ya, setelah 3 tahun lamanya mengenyam bangku SMP aku kini berubah status. Aku kembali ke kampung setelah 3 tahun

Pamit

Oleh:
Pagi itu tampak sunyi, setelah selesai sarapan Diana langsung memapah suaminya ke depan dan membantu mengenakan dasi dengan tatapan kosong tak seperti biasanya. Lalu sebuah bening tiba-tiba jatuh di

Tuhan Sayang Kita, Kok

Oleh:
Sinar mentari telah menerobos ruangan di mana Lina tidur semalam. Itu tandanya pagi telah menyapanya. Babak baru dalam kehidupan akan segera dimulai. Pukul 06.05. “Lin, bangun ini sudah siang.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *