Kenangan Termanis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 16 July 2016

Nampak seorang wanita anggun yang menawan di kejauhan. Paras cantiknya membuat orang terpesona denganya. Reno yang melihat wanita tersebut dari kejauhan langsung terpesona dan ingin berkenalan dengannya. Namun, Reno merasa canggung untuk berkenalan dengan dia.

Walau merasa canggung Reno mencoba melangkahkan kaki untuk menghampirinya. Reno merasakan hatinya berdebar saat melangkahkan kaki tetapi ia masih mematangkan tekadnya untuk menghampiri.
Ketika tepat di depan wanita tersebut, mulut Reno tidak mampu untuk berkata sepatah kata apapun. Mulutnya terasa berat untuk membuka sebab merasa deg degan.

Wanita tersebut tersenyum melihat tingkah Reno yang aneh dan Reno kemudian membalas dengan senyuman.
“Ada apa mas?” ucap wanita tersebut
“Ti… ti.. dak apa-apa mbak.” ucap Reno terbata bata
“Kok gugup begitu mas?” ujar wanita tersebut
“I… iya mbak.” jawab Reno gugup
“Lucu kamu mas.” ucap wanita tersebut
“Boleh kenalan?” tanya Reno setengah gugup
“Boleh saja mas.” jawab wanita tersebut
“Perkenalkan namaku Reno.” ucap Reno sambil menjulurkan tangan
“Oya, namaku Wenda.” jawab wanita tersebut sambil membalas juluran tangan Reno
Reno merasa bahagia sebab dapat berkenalan dengan Wenda. Kemudian, mereka mengobrol di tempat tersebut dan Reno memberanikan diri untuk meminta nomor handphone Wenda. Ia bersyukur karena Wenda memberi nomornya.
Mereka bertukar no hp dan terlihat mereka berdua semakin akrab. Kemudian, Reno pulang ke rumah.
Tiba di rumah, ia chatting dengan Wenda hingga lupa segalanya dan tak mengenal waktu saat chatting.

Hari berganti, Reno membuka hp dan chatting dengan Wenda kembali walaupun masih pagi hari. Nampak ada perasaan suka antara Reno dan Wenda. Ia mempunyai Ide untuk mengajaknya bertemu di taman kota dan Wenda menyanggupi permintaannya. Reno kemudian bergegas mandi dan berdandan rapi. Setelah itu, ia berangkat menggunakan mobil. Tak lupa ia membeli bunga di pinggir jalan untuk Wenda. Reno memilih bunga yang terbaik karena dirinya akan mengungkapkan rasa kepada Wenda. Kemudian, Reno meneruskan perjalanan ke taman kota untuk bertemu Wenda.

Tiba di taman kota, Reno menunggu Wenda cukup lama hingga membuatnya bosan. Ia mencoba menghubungi tetapi tak bisa. Dirinya merasa jengkel dengan Wenda dan memutuskan pulang ke rumah.
Disaat beranjak dari tempat duduk taman, hp Reno berdering dan ternyata Wenda memanggilnya. Ia kemudian mengangkat panggilan tersebut dan ternyata bukan suara Wenda melainkan suara laki-laki.
“Maaf anda teman pemilik hp ini?” tanya orang tersebut
“Iya, ada apa pak?” jawab Reno
“Begini pemilik hp mengalami kecelakaan di jalan dan meninggal dunia di tempat.” ujar orang tersebut
Reno merasa kaget dan meneteskan air mata sambil bunga masih ada di genggamannya. Ia tak menyangka bahwa pertemuan dengan Wenda hanya sesaat dan harapan untuk memiliki Wenda telah sirna.

Cerpen Karangan: Naufal Luthfi Afif Habibullah
Facebook: Nau
Pemuda kelahiran Surakarta, 08 Februari 2001 dan ingin menggapai cita cita sebagai penulis serta ingin sukses lewat tulisan

Cerpen Kenangan Termanis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita dan Hujan

Oleh:
Ku kumpulkan segala rasa pada ujung jemari Tak memberikan celah sedikitpun untuk membuang rasa yang tak pernah ku mengerti Walau dirimu hanya bayang semu dalam setiap mimpiku Hujan yang

Move On

Oleh:
Kau acuhkan ku, kau diamkan aku, kau tinggalkan aku, lumpuhkan lah ingatanku hapuskan tentang dia, hapuskan memoriku tentangnya, hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia, ku ingin ku lupakannya Terdengar

I Will Always Love You

Oleh:
Hari ini pertama aku masuk sekolah menengah atas atau sma setelah satu minggu kemarin di MOS. senangnya berkenalan dengan teman teman baru. Sudah satu bulan aku sekolah disini dan

I Love You Kak Aris

Oleh:
Hari ini, hari pertama aku masuk SMA. Aku diantar oleh supir ku. Sampai di sekolah, aku tak sengaja menabrak seseorang. “Maaf, aku nggak sengaja.” kataku. “Ia, nggak apa-apa kok.

Ketika Pilihanmu Tak Berpihak

Oleh:
Hidup adalah pilihan… Aku mengatakan itu omong kosong. Bagai mana tidak, aku bahkan tak bisa memilih hidup dengan orang yang aku cintai. Aku tak ingin hidup dengan lelaki yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *