Ketika Cinta Dikhianati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 8 November 2017

“Maafkan aku, Pischa,” tangis Andra di depan kuburan Pischa, wanita yang dicintainya. Andra adalah seorang lelaki yang playboy. Ia mencintai Pischa, seorang wanita yang satu kelas dengannya sejak SMA kelas 2. Teringat kembali kenangan lama itu. Kenangan yang menyakitkan.

“Pischa! Tunggu…!” teriak Andra sambil mengejar Pischa di perkebunan strawberry.
“Jangan dekati aku lagi, Andra!” jerit Pischa sambil terus berlari.
Andra berhasil mendapat tangan Pischa. Pischa meronta, ingin lepas dari cengkraman Andra.

“Maafkan aku, Pischa! Sungguh, aku khilaf,” pinta Andra sambil terus menangis. Pischa mengusap air matanya.
“Semua orang gampang mengucapkan itu pada kekasihnya. Maaf, khilaf. Tapi, itu tidak menghapus rasa sakit di hatinya!” Pischa melotot menatap Andra. Mata hijaunya yang dulu tempat rembulan bersinar, kini rembulan itu hancur berkeping-keping.
“Maafkan aku, Pischa. Sungguh, aku mencintaimu.” pinta Andra, ia mencium telapak tangan Pischa. Pischa menarik tangannya, tapi Andra mencengkramnya dengan kuat.
“Aku muak dengan lelaki sepertimu!” Pischa tetap berusaha menarik tangannya, dan berhasil. Ia terus berlari sambil menatap ke belakang, Andra yang mengejarnya. Ia terus berlari sampai di ujung lembah, yang dibawahnya berupa sungai penuh bebatuan.

Pischa menatap sungai dan Andra yang sedang berlari menyusulnya bergantian. Ia melangkahkan kaki kanannya maju, ke ujung lembah, hendak terjun. Andra panik, mempercepat larinya. Pischa mengangkat kaki kirinya, membuat Andra bergegas menyambar tangannya. Seluruh badan Pischa sudah sempurna terjun, namun Andra menyambar tangannya.

“Lepaskan tanganku, Andra!”
“Kumohon, jangan bunuh diri, Pischa!” Andra memohon, menarik tangan Pischa, agar badannya tertarik lagi ke atas tebing.
“Lepaskan aku!” Pischa meronta, lengannya terlepas dari cengkraman tangan Andra. Badannya terjun ke sungai yang jernih namun penuh bebatuan. Kepalanya menghantam batu sehingga berdarah. Darah membasahi air di sekitarnya. Matanya terpejam. Andra panik, bergegas menyusul ke sungai.

Sesampainya di sungai, ia memeluk Pischa yang sudah basah oleh air dan darah.
“Pischa! Bangun!” teriaknya histeris. Percuma, mata Pischa tetap terpejam, dengan air mata yang mengering di sudut matanya. Hari itu, Pischa dikuburkan. Di kebun strawberry yang indah.

“Pischa, kenapa kamu pergi?” isak Andra sekali lagi. “Maafkan aku,” pintanya sambil meletakkan sebuket bunga mawar di atas kuburan Pischa.

“Andra…” panggil seseorang. Membuat Andra menoleh.
“Pischa??” Andra terkejut, amat sangat terkejut. Melihat Pischa kekasihnya, yang sudah meninggal. Berdiri di belakangnya dengan gaun putih panjang dan rambut di kepang. Badannya yang berupa bayangan. Tak bisa disentuh. “Pischa…, maafkan aku! Maafkan segala kebodohanku!” pinta Andra, mencoba menyentuh bayangan itu. Bayangan Pischa menggeleng. Tangannya menyentuh pipi Andra, walau tak terasa oleh Andra.
“Aku sudah memaafkanmu. Bukalah hatimu, Andra. Untuk wanita lain.” ujar Pischa, ia tersenyum manis. Baru saja Andra hendak mengucapkan sesuatu, angin berhembus kencang. Andra menutup matanya. Ketika ia membuka matanya, Pischa sudah tidak ada. di tangannya, terdapat sepucuk surat. Dengan heran, Andra membuka surat itu.

Andra…
Kaulah pria idolaku
Kaulah pria dambaanku
Kaulah kekasih hatiku
Kau nyatakan cintamu padaku di sore itu
Dengan rembulan di wajahku
Aku terima cintamu dengan ketulusan hatiku
Namun, teganya kau mengkhianatiku di hari itu
Membuatku ingin pergi meninggalkanmu
Tak habis pikir, apa salahku?
Apakah pernah aku menyakitimu?

4 tahun, aku tak pernah melukai hatimu
Selalu kujaga perasaanmu
Namun kini kaulukai hatiku
Hati yang diisi cintamu
Akhirnya, aku pergi meninggalkanmu
Tak peduli permintaan maafmu
Kini, aku sudah memaafkanmu
Walau berbeda wujudku
Andra…

8 tahun selepas kejadian itu
Kau tak pernah buka hatimu
Tuk wanita baru
Kau selalu tunggu aku
Padahal, aku sudah pergi meninggalkanmu
Andra, sudah 30 usiamu’
Bukalah hatimu untuk wanita baru
Dan itu bukan aku
Love you
Pischa

Andra tersenyum haru

Cerpen Karangan: Aurel Shakira
Facebook: Aurel Shakira

Cerpen Ketika Cinta Dikhianati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mencari Jejak Masa Lalu

Oleh:
Tak terasa sudah tiga batang r*kok telah jatuh ke tanah, ditemani sunset aku tetap tak beranjak dari tempatku berdiri. Dengan lirih aku berucap kata “Tuhan… Maafkan aku”. Dan seketika

Kutipan Cinta di Akhir Senja

Oleh:
Heningnya malam semakin hening, saat denting jam dinding seolah mengalun tanpa nada. Hembusan angin meniup sejuk, merayap membangunkan sosok wanita yang terbaring pulas. Mila. “Subhaanallah”, ucap Mila. Kemudian mengambil

Lelaki dan Pohon Cemara

Oleh:
Di bahu jalan terdapat sebatang pohon cemara yang tumbuh rindang. Sudah dua puluh tahun pohon itu menemani Jalan Harapan. Di bawahnya terdapat beberapa bangku yang terbuat dari kayu. Walaupun

Kau Yang Pertama dan Aku Yang Terakhir

Oleh:
Mungkin kebahagiaan hanyalah impian yang tak pernah terwujud, kebahagiaan mungkin hanyalah harapan palsu yang datang tiba-tiba dan menghilang saat itu juga. Aku merasa di hidupku hanya ada kesunyian, kesepian

Heart Sounds (Part 1)

Oleh:
Aku bosan dengan keadaan ini. Ku letakkan ponselku dengan posisi terbalik seolah muak dengan apa yang tersimpan di dalamnya. Tak lama kemudian, hasrat ingin membalikkannya pun muncul lagi setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Ketika Cinta Dikhianati”

  1. Aydilla Raffania says:

    Ceritanya bikin baper 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *