Kisah Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 19 November 2013

Rintik hujan mengguyur area pemakaman, bulir-bulir air mata mengiringi kepergiannya, seseorang yang sudah tenang bersemayam di balik gundukan tanah merah dengan taburan mawar putih, iringan doa mengantarkannya ke gerbang Surga dimana malaikat malaikat Tuhan menantinya. Hanya satu orang yang belum iklhas dengan kepergiannya, dia bersimpuh memeluk nisan marmer berukirkan nama seorang yang dia cintai.

“tegarlah Dea, Rian udah tenang disana” hibur oliv sahabat yang masih setia menemaninya disaat terakhir Dea melepas Rian
“Rian pergi Liv dia pergi dan aku sendiri” isak Dea yang masih belum rela
“kamu gak sendiri De, masih ada aku disini”
“beda!!! Kamu Cuma temen!!! Sedangkan dia cinta pertama aku, dia cinta aku” tubuh mungil Dea roboh dan langsung digendong oleh sahabat sahabatnya yang melayat.

“De bangun de” kata Rakka cemas saat mereka sudah berada di kamar Dea
“dia gak makan dari kemarin, nangis terus saat tau Rian meninggal” jelas Oliv
“Rian… Rian…” panggil Dea setengah sadar yang membuat semuanya yang ada disitu menangis.
“dea Rak, aku gak tega” Oliv memeluk tubuh pacarnya dan menangis dalam dekapnya
“ssttt, Dea gak papa” hibur Rakka mencoba menenangkan gejolak sedih pacarnya itu.

Sejak kepergian Rian, Dea menjadi pemurung matanya kosong mukanya pucat bagaikan mayat hidup beraga tak bernyawa. Orangtua serta sahabatnya hampir menyerah mengembalikan Dea seperti dulu ceria dan semangat, cintalah yang merajai jiwanya saat ini.
“Dea makan yuk” bujuk mamanya
“Dea mau Rian” ucapnya parau
“Rian akan sedih melihat kamu seperti ini sayang”
“Rian…” teriak Dea.

“semakin parah si Dea” ucap mamanya saat keluar dari kamar Dea dan duduk di ruang tamu mengobrol dengan Rakka dan Oliv
“kita kasihan melihat Dea jadi seperti ini tante” kata Oliv sedih
“tante jangan nyerah ya, kita akan Bantu tante kok” hibur Rakka.

Alunan nada piano terdengar dari ruang tengah dan nyanyian sendu menyayat hati yang membuat siapapun mendengarnya akan merasakan betapa sakit ditinggalkan oleh orang yang disayang untuk selamanya.

Tak kan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tau
Mengapa sampai saat ini
Ku masih sendiri
Adakah disana kau rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu ku putar
Kan ku tunggu dirimu
Biarlah ku simpan
Sampai nanti aku kan ada disana
Tenanglah dirimu dalam kedamaian
Ingatlah cintaku kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadi

“begitu besar rasa cinta Dea ke Rian” kata Rakka
“sepasang hati yang telah retak, hanya satu keping yang akan membuat Dea kembali seperti dulu” kata oliv
‘kalau itu aku, akan ku buat kamu sembuh’

Seutas tali melingkar di leher jenjang Dea tubuh rapuh itu kini berdiri di atas sebuah kursi, ia mengoyang goyangkan badannya agar kursi itu jatuh dan tubuhnya tergantung tapi…
“Ya Tuhan Dea, jangan De” jerit Rakka saat mendapati Dea hampir tergantung di kamarnya
“astaga Dea” Oliv memeluk Dea dan menangis, tangis seorang sahabat yang tidak rela melihat sahabatnya nekat bunuh diri hanya karena cinta.
“jangan lakuin ini De, aku gak mau kehilangan kamu sadar Dea” Oliv semakin histeris.
“terlalu dangkal jalan pikiranmu’ Rakka hanya menatap miris seorang gadis yang masih menyimpan cinta pada sosok sang kekasih.
“Dea semakin nekat tante” curhat Oliv yang duduk di samping Dea yang saat ini meringkuk bersender di tembok, matanya menatap nanar ke masa lalu

Waktu terasa semakin berlalu tinggalkan cerita tentang kita…
Gerimis menyisir alun alun area sekolah, Dea belum beranjak dari posisinya berdiri menatap satu persatu teman temannya yang sudah pulang bersama sang pacar, payungan berdua romantis ~
“pulang yuk de” ajak Rian yang ada di sebelahnya
“ujan Rian gak liat kamu” sungut Dea
“iya ya hehhe” Rian mencari akal aha tuing tuing ia mematahkan sebatang daun pisang yang entah dapet darimana dan memayungkan di atas kepala Dea.
“yuk De, jalan” Rian menggandeng tangan Dea dan berjalan menerjang derasnya hujan.
“cieee,”
“ih waow romantis…” Goda temen temen yang kebetulan masih ada disitu
Akan tiada lagi kini tawamu tuk hapuskan semua…
“duh kenapa sih dari tadi cemberut terus jelek tau” tegur Rian saat di kantin
“yan, sebel ni aku”
“sebel kenapa sih”
“masa nilai matku dapet 5 padahal udah belajar loh” Dea sedih kalau mengingat hasil nilai yang dibagikan tadi
“wahahahaha”
“dih kenapa ketawa lagi”
“mending aku kali De”
“berapa”
“5,1”
“jihahha bisa aja kamu” Dea agak senyum sama celoteh garing dari pacarnya yang memang membuatnya gak sedih lagi
Sepi di hati…

Ada cerita tentang aku dan dia saat kita bersama saat dulu kala
Senja di taman kompleks mewarnai hangatnya kebersamaan sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta itu.
“lihat deh yan, merpati itu romantis ya” puji Dea pada sepasang burung merpati yang bertengger di dahan pohon.
“hmmm, kamu tau walaupun pasangannya mati merpati itu akan tetap setia pada cintanya”
“apakah cinta kita akan sempurna seperti merpati itu ya yan”
“cinta tidak menuntut kesempurnaan tapi ketulusan cintalah yang membuat sempurna”
“aku sayang kamu yan” Dea mendekap hangat tubuh kekar Rian
“aku juga”

Ada cerita tentang masa yang indah saat kita berduka saat kita tertawa
Dea menemukan kesedihan dibalik wajah tampan pacarnya itu, tanda tanya besar memutar di kepala seakan ingin tau apa yang terjadi dengan sang kekasih yang tiba tiba gundah gulana.
“kenapa sih kamu, cerita dong kalau ada masalah” Tanya Dea
“aku mau kuliah, dan itu di Harvard” jawab Rian dengan tertunduk
“bagus kan, itu yang kamu impikan dari dulu”
“kamu gak sedih?” Rian menatap bola mata bening dengan jarak 5 cm itu, gadis ini senang, bukan sedih, ok memang itu impiannya tapi apakah tidak ada rasa kawatir sama sekali disaat dia pulang bersama orang lain atau bahkan tidak kembali lagi, apakah gadis ini tidak memikirkan hal itu
“aku justru seneng impian kamu terwujud”
“aku disana 4 tahun Dea! 4 tahun aku mungkin…”
“sttt, gak papa yan, aku teringat saat kamu bilang walaupun pasangannya mati merpati itu akan tetap setia pada cintanya, aku akan menjadi merpati itu yang tetap setia menunggu kekasihnya kembali” Dea mencoba meyakinkan gejolak hati yang saat ini merajai Rian, siapa bilang Dea dengan gampang melepas orang yang dicintainnya begitu saja dia tak mungkin semudah itu hanya saja dirinya yakin seberapa lama dia pergi cintanya akan kembali.
“aku janji de, tepat hari jadi kita ke 4 tahun aku akan disini merayakan berdua denganmu” Rian mengusap lembut pipi bersih Dea yang menimbulkan semburat merah tanda malu
“aku percaya”
Teringat disaat kita tertawa bersama ceritakan semua tentang kita

Seorang pemuda tersenyum miris memandang dua orang sahabat dengan senyum mengembang berangkulan begitu hangat pada selembar foto yang terbingkai dari kulit kerang, ia mengusap lembut salah satu gadis yang berada foto itu gadis yang sangat dicintainya.
“aku mencintaimu sangat mencintaimu”
“Rakka, lagi ngapain eh apaan sih tu?” Rakka cepat cepat memasukan foto itu ke dalam saku kemejanya dan bersikap biasa,
“gak papa, eh sini liv duduk” Oliv duduk di sebelah Rakka, mereka tetap setia menemani Dea kalau saja dia bisa nekat berbuat hal aneh itu lagi.
“hati Dea belum bisa menerima kepergian Rian” lirih Oliv
“sangat sulit, kalau kau di posisi Dea apakah kau akan berbuat seperti ini?”
“mungkin, karena aku sangat mencintaimu, kau juga kan?”
“ya, eh aku mau ambil minum dulu” Rakka berjalan menuju dapur dilihatnya Dea sedang menggenggam sebilah pisau yang diarahkan tepat di nadinya.
“Dea jangan de” cegah Rakka dan memeluk tubuh Dea lalu membuang pisau itu
“lepasin aku Rakka aku mau nyusul Rian” Dea meronta ronta ingin dilepaskan
“kamu gila De!!!, apa dengan ini semuannya selesai!!! Tuhan membenci seseorang dengan cara hidup seperti ini”
“Tuhan tidak adil, dia mengambil Rian KENAPA HARUS RIAN!!!”
“karena hanya Rian yang ada di hati kamu tak pernah kau memberi celah kepada orang yang sebenarnya mencintaimu” napas Rakka tersengal sengal tak sanggup ia menjelaskan perasaannya kepada seorang gadis yang saat ini pikirannya sedang kacau.
“Lihat aku De, selama ini aku suka sama kamu Dea aku Cinta melebihi rasa semua yang aku berikan kepada Oliv, hanya kamu Dea apa kamu berpikir tentang itu?!” tanpa sadar pernyataan Rian terdengar oleh Oliv yang saat ini jatuh terduduk, ia sama sekali tak menyangka ternyata Rakka pacar idealnya mencintai sahabatnya sendiri, begitu sakit yang ia terima.
“entah bagaimana aku harus merasakan gejolak ini, perih Tuhan”

Lihat aku De, selama ini aku suka sama kamu
Apa benar ucapan Rian itu nyata atau hanya sekedar kiasan hanya untuk meredam depresi Dea.
Aku Cinta melebihi rasa semua yang aku berikan kepada Oliv
kalau memang dirinya cinta untuk apa ia memacari Oliv apa hanya sebagai pelampiasan dengan hubungan tanpa status karena tak berhasil mendapatkan hati Dea.
Hanya kamu Dea apa kamu berpikir tentang itu?!
Ya selama ini Rian lah yang ada untuk Dea, mengisi kekosongan Dea, dan menjadi tahta tertinggi di hatinya. Hanya Oliv yang ada itu pun ia jadikan sebagai pelampiasan tanpa Oliv sadari.
(republik – sandiwara cinta)
Lilin lilin putih menyala remang – remang di ruang Doa rumah Oliv, disana Oliv berlutut dan memejamkan mata, bait bait doa meluncur dari bibir mungilnya dengan tulus ia memohon dan meminta
“Tuhan apa yang aku dengar bukan semata menjadi tombak pembunuh bagi jantung ku, begitu perih memang kurasakan tapi begitu ku sadari betapa arti pentingnya sebuah persahabatan dengan ini aku berlutut dan meminta agar Kau memberi ku keiklasan karena hari ini aku bersedia mengorbankan Cintaku untuk Dea”

Di kafetaria
5 menit mereka diam membisu, hanya suara gemericik air kolam yang menjadi latar suasananya, keduannya sama-sama tertunduk saat kedua mata bertemu saling adu tajam satu sama lain.
“sembuhin Dea ka” ucap Oliv lirih memecah keheningan, Rakka bingung dengan kalimat yang meluncur dari bibir itu, maksudnya?
“apa yang kamu…”
“aku sudah tau semuannya sudah ku dengar semuanya tentang…” Oliv memejamkan matanya merasakan sesak di dada ketika ia akan berkata
“perasaanmu ke Dea”
“itu semua gak bener Liv”
“jangan berkelit Ka, jujurlah sayang aku tak mengapa biar semua jelas telah berbeda, jika nanti aku yang harus pergi ku terima walau sakit hati”
“Liv”
“mungkin dengan ini aku bisa membalas kebaikan Dea padaku”
“gak, aku sayang kamu liv”
“kamu sayang aku?” Tanya Dea parau. Rakka mengangguk.
“buat dea bahagia Rakka, hanya kamu Ka”
Drrrtt drrrttt
“iya tante, apa apa tante?, I iya tante kami akan segera kesana sekarang”
“kenapa Liv?”
“dea, ka dea kecelakaan” lalu mereka bergegas menuju rumah sakit tempat dimana Dea dirawat.

Dalam keadaan setengah sadar Dea terus menerus memanggil nama Rian dengan sisa tenaga yang ada dia seperti merasakan hadirnya sosok Rian disini menemaninya dan membelai rambutnya seperti kejadian 4 tahun yang lalu disaat Rian masih berada disisinnya.

Flashback
“aku pergi mengejar impianku yang ku peruntukan untukmu” ucap Rian halus
“dan aku akan menanti dengan setia seperti merpati itu” lalu Rian memeluk hangat Dea saat di Bandara.

4 tahun berlalu Dea tetap menanti datangnya sang merpati pembawa hatinya itu, siang malam tak pernah bosan ia duduk di teras demi seorang Rian yang sangat berarti baginnya. Dea melirik arloji yang menunjukan pukul 19.55, ia menghela napas 5 menit lagi hari jadinya yang ke 4 tahun.
“ternyata sang merpati masih setia menunggu ya” goda seseorang yang mengagetkan acara melamunnya.
“Riaaannn” teriak Dea dan langsung menubruk tubuh bidang Rian, pelukan hangat yang ia rindukan kini terbalas sudah dari sang kekasih.
“makasih, kamu nepatin janji kamu” Rian memberikan seikat mawar putih untuk gadisnya malam ini, dan berlutut serta menyematkan cincin berlapis intan di jari manis Dea dan membuatnya terpaku tak berdaya.
“Rian ini”
“would you be my girl?”
“hhh, yes I wi”
“Deaa… yang tegar nak” tiba tiba mama Dea memeluk Dea dan membuatnya bingung
“kenapa mah”
“Rian meninggal De” Dea tertawa mendengar celoteh konyol mamannya ini,
“mama mama ngawur ah, jelas jelas Rian ada di sini” Dea berbalik mendapati sosok Rian yang sudah hilang bagai ditelan bumi, yang ada hanya sebuket bunga dan kotak cincin beludru.
“ma mamah, tadi Rian ada mah, tadi dia…”
“Rian sudah gak ada nak, Rian kecelakaan saat mau kesini” jelas mamah Dea
“gak mungkin gak mungkin, RIIAAANNN!!!” Dea pun tak sadarkan diri.

Mamah Dea sudah pasrah bersender di kursi, Oliv mengusap punggungnya agar tidak terlalu depresi melihat sang putri kini sekarat hanya karena hal sepele. Terlihat garis melintang di monitor menandakan bahwa Dea telah tiada tapi.
“jangan pergi Dea aku mohon, aku cinta kamu Dea aku cinta kamu” Oliv tercengang dengan apa yang dilakukan Rian, dengan erat Rian menggenggam tangan Dea dan menciumnya.
“Ka, Dea udah…”
“dia belum meninggal Liv, Dea masih hidup, ayo bangun Dea ‘sayang’ bangun ini Rakka” Rakka mengguncang badan Dea

(alam Surga)
“Rian” Dea memeluk tubuh Rian, tapi Rian melepas pelukan Dea
“Tidak Dea alam kita sudah berbeda, kembalilah Dea”
“gak, aku mau kamu”
“ketahuilah sayang, ada seseorang yang sangat mencintaimu dia Rakka, kembalilah Dea kembali”
“Dea aku Cinta kamu” Rakka menangis, satu kristal bening itu membasahi tangan halus Dea ucapan tulus itu membuat garis yang tadinya melintang kini bergerak kembali, membuat semua terpaku dengan apa yang terjadi Mukjizat kah? karena ketulusan hati seseorang dapat bertahan hidup.
“Puji Tuhan Dea” mamah Dea sontak memeluk Oliv yang saat ini sedang galau.
“Dea selamat tante” isak Oliv
“Oliv, Rakka telah…”
“saya iklas tante, saya iklas” Oliv terus menangis memeluk mamah Dea, jujur ia bahagia sahabatnya telah kembali tapi hatinya? Tidak ada yang tau.

Sejak penuturan tulus dari Rakka, Dea mencoba membuka lembaran baru tentu saja dengan keputusan Oliv yang sudah iklas melepas cinta untuk Dea, saat ini pun mereka mengantarkan Oliv pulang ke Korea karena keluarganya ada disana.
“terimakasih untuk semuanya sobat” tutur Dea tulus dan memeluk Oliv sebelum pergi.
“ya”
“dapat yang terbaik melebihi aku, maaf karena aku tak pernah jujur liv” ucap Rakka membelai rambut Oliv
“jangan sia siain sahabat aku ya ka” sindir Oliv lalu tersenyum
“tak akan”
“ok guys, aku pergi jangan kangen aku ya hahhahaha” Oliv melangkah menjauh dan melambaikan tangan lalu pergi.
‘merpati itu tak setia Rian, tapi cinta ketulusan cintanya yang membuat sempurna, seperti katamu I love you Rian, and’ batin Dea
“I miss You Rakka”

TAMAT

Cerpen Karangan: Verina Dessy
Facebook: Verina Dessy
kelas: XI IPS 3
umur 17 tahun

Cerpen Kisah Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Setelah Kepergianku

Oleh:
Ku tak bisa menggapaimu Tak’kan pernah bisa Walau sudah letih aku Tak mungkin lepas lagi Kau hanya mimpi bagiku Tak untuk jadi nyata Dan sgala rasa buatku Harus padam

Raisa

Oleh:
Sekitar satu tahun yang lalu, Raisa mulai merasakan jatuh cinta. Awalnya, Raisa tak mengerti apa itu cinta. Ketika Raisa mulai mengerti apa itu, di saat itu juga Raisa mulai

Cinta Lama Bersemi Kembali (Part 1)

Oleh:
Hay… namaku Darliana, tau nggak? saat aku kelas satu SMP, aku pernah punya pacar. Saat itu aku bahagia banget tapi sayang hubungan aku Cuma berlangsung selama lima bulan. semua

Arti Cinta Karena Allah

Oleh:
Hari ini begitu indah, mungkin karena cuaca atau memang ada sesuatu yang mempengaruhi sehingga hari ini begitu indah. Sepoy anginya pagi ini dan pancaran mentari pagi entah kenapa begitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Kisah Cinta”

  1. Fendy Sang Captain Ngicell says:

    Cerita’x seru.. Tpi ada yg nggak jelas… Aq jdi ragu klo kmu yg mngrang cerpen ne..

  2. verina dessy says:

    terima kasih sudah baca, agak gak jelas ya ?
    kan masih belajar 🙂

  3. Dian anggita putri says:

    Cerpen nya baguss..
    Aku jadi ingat sama mantan aku…
    Top (y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *