Kisah Cintaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 2 May 2014

“din kamu mau gak jadi pacarku” ucapnya
“ehmm.. aku gak bisa bis…”
“aku tau kok aku gak sebaik cowok idaman kamu, aku tau kok aku emang gak pantes buat kamu, makasih atas waktunya din aku pulang…” ucapnya memotong perkataaan ku kemudian dia berbalik mungkin dia mau pergi
Aku menarik tangannya, dia kembali menghadapku.
“aku gak bisa nolak kamu bis..” lanjutku
“maksudnya?” tanyanya mungkin dia bingung
“aku tadi belum selesai ngomong tau, aku itu gak bisa nolak kamu aku itu sayang bahkan cinta banget sama kamu..” ucapku
“beneran din?” ucapnya tak percaya
Aku menganggukkan kepalaku
Dia memelukku sangat erat, mungkin saat ini dia sangat bahagia sama sepertiku..

3 hari masa pacaran, dia begitu perhatian padaku.
Pernah suatu siang dia menyuruhku ke lapangan basket tempat dia biasa berlatih bersama teman-temannya… Entah apa yang hendak dia bicakan, tapi ya sudahlah aku menurut saja… Sesampainya di lapangan basket ku lihat dia sedang asik latihan dengan teman-teman tim basketnya. Tiba-tiba dia melihatku dia tersenyum dan menghampiriku.
“udah lama?” tanyanya
“oh belum sih, baru aja, nih..” ucapku memberi sebotol air minum kepadanya
“makasih..” ucapnya padaku kemudian meminumnya
“oh iya bis kamu ngapain nyuruh aku kesini?” tanyaku di sela-sela minumnya
“oh, kangen aja sama pacarku ini..” ucapnya padaku merangkul bahuku
Aku tersipu..
“seriusan bisma..” geramku
“iya.. iya aku mau bilang aku cinta kamu..” ucapnya padaku…
“huuufffttt.. kirain mau bilang apa..” ucapku menahan emosi memang harus penuh kesabaran ekstra menghadapi tingkah pacarku ini
“ya udah, pulang yuk..” ucapnya padaku
“loh? Latihannya kan belum selesai..” ucapku..
“udah kok, lagian Cuma latihan biasa juga..” ucapnya santai kemudian mengambil tas ranselnya
“ohhh…” ucapku ber-oh ria..

Malam minggu…
Malam yang ditunggu oleh seluruh para remaja yang sedang dilanda kasmaran..
Berbeda denganku aku harus terkurung di kamar tidurku, karena kondisi yang sangat tidak memungkinkan, ya aku sedang sakit…
“hufftt.. padahal ini satnight pertama gue sama bisma, ahhh sakit sialan loe..” ucapku kesal
Tiba-tiba..
‘bulan tolong katakan, bintang bantu bisikkan kepada dirinya kalau aku mau jadi kekasihnya…’ bunyi ponselku
Ku lirik meja nakas di samping tempat tidurku, kuambil ponselku yang sedari tadi berbunyi kulihat disana tertera nama “Bisma”, huffft pasti dia hendak mengajakku satnight batinku.
Ku tekan tombol hijau, dan..
“halo bis, kenapa?” tanyaku
“dinner yuk sayang..” ucapnya
“aku gak bisa bisma, maaf yah..” ucapku
“kenapa?” tanyanya
“aku lagi sakit, jadi gak bisa” ucapku
“sakit? Trus kamu dimana sekarang..” tanyanya padaku
“iya, di rumah..” ucapku
“ya udah aku kesana sekarang..” ucapnya
PIP!!

Tak butuh waktu lama bisma sudah sampai di kamarku, aku masih tidak menyadarinya karena sedari tadi aku tertidur.
“din… din..” panggilnya
Aku terusik dari tidurku..
“engh.. iya kenapa bis?” tanyaku padanya
“kok kamu gak kasih tau aku kalau kamu sakit?” tanya nya khawatir
“gak apa-apa kali bis, aku Cuma demam biasa..” ucapku
“iya tapi kan..”
“udahlah bis, jangan terlalu over gitu..” ucapku memotong ucapannya, karena ku tau kalau dia pasti akan mengoceh sampai pagi..
“iya, maaf yah..” ucapnya mengelus rambutku
Aku hanya menganggukkan kepala ku.

Seminggu kami pacaran, bisma masih saja perhatian padaku, tapi entah kenapa akhir-akhir ini dia tidak terlihat..
Aku memutuskan untuk berjalan-jalan di taman, untuk sekedar refreshing. Sesampainya di taman, aku mengedarkan pandanganku ke seluruh pengunjung taman, ya hari ini taman sedang ramai, tiba-tiba aku melihat seseorang yang tak asing lagi bagiku,
“bisma” lirihku
Aku menghampirinya
Plakks~
aku menampar pipi kirinya
“tega banget sih kamu sama ku bis, apa salahku bis apa?” tanyaku terisak
Ya aku melihatnya tengah bermesraan dengan seorang perempuan, aku tak mengenalnya sama sekali
“din.. aku.. aku..”
“udahlah bis, kita sampai disini aja, aku muak sama kamu..” ucapku kemuian pergi dari tempat itu.

Setelah kejadian menyakitkan itu aku mendapat info, ternyata bisma dengan cewek itu sudah pacaran sebelum bisma pacaran denganku. Dan ternyata mereka belum putus.. Aku merasa menjadi PHO di hubungan mereka, untung saja aku cepat mengakhiri hubungan ini kalau saja aku tidak mengakhiri hubungan ini sama saja aku menyakiti hati seorang cewek itu…

Perlahan demi perlahan aku sudah mulai bisa move on dari bisma, kini aku menemukan cowok pengganti bisma, lebih keren, dan lebih baik dari seorang play boy bisma.. Namanya rafael. Kami jadian tanggal 21 -12- 2012 tanggal unik bukan? Aku menjalin hubungan dengannya, Keluh kesahku, dukaku, sukaku kubagikan dengannya. Jadi semua masalah yang tengah kuhadapi aku bagikan dengannya, Dia sosok orang yang baik, bijak, semuanya deh, tapi kadang over protektif juga sih.. Aku sekelas dengannya, belajar bareng, diskusi bareng sudah menjadi hal biasa bagi kami.. Tetapi pernah satu hari orangtua rafael datang ke sekolah, dan meminta surat pindah sekolah dari kepala sekolah, apa maksud semua ini? Siapa yang mau pindah? Tanyaku dalam hati Kulihat rafael dia menunduk.. Aku bertanya-tanya dalam hati, apakah rafael yang akan pindah? Kalau saja iya, oh Tuhan apakah aku harus merelakan hubungan ini berakhir? Tidak! aku tidak mau.

Tiba-tiba rafael menarik tanganku, aku bingung mau dibawa kemana aku? Ternyata dia membawaku ke taman belakang.
“din, aku mau minta maaf sama kamu..” ucapnya padaku
“maksudnya?” tanyaku
“aku mau pindah sekolah, karena papa aku pindah tugas..” ucapnya lirih
“apa? Kenapa kamu baru kasih tau sekarang raf? Kenapa?” tanyaku
“aku gak mau kecewain kamu din..” ucapnya
“apa kamu bilang? Takut kecewain aku? Andai aja dari dulu kamu kasih tau aku raf, mungkin aku gak sekecewa ini sama kamu” ucapku berlinang air mata
“maaf..” ucapnya
“cuma maaf? Maaf kamu bilang?, sakit tau gak raf andai kamu bilang hal ini dari dulu, aku benci kamu raf..” ucapku berbalik hendak pergi
Dia menarik tanganku
“hubungan kita?” tanyanya
“terserah kamu..” ucapku lirih menahan emosi
“aku mau kita lanjutin hubungan ini…” ucapnya tegas
“apa raf? Lanjutin? Aku aja gak tau kamu mau pindah kemana, aku gak tau kamu kapan baliknya kesini, aku juga gak bisa kasih kepercayaan lebih sama kamu, jadi menurut aku lebih baik kita akhiri hubungan ini..” ucapku
“ya sudah terserah kamu aja, aku pergi..” ucapnya dan kemudian pergi
Sedangkan aku tetap berdiri berdiam di tempat itu entah apa yang harus kulakukan..

Hari demi hari berlalu, kenangan di sekolah itu masih saja tak bisa kulupakan. Kadang aku sering menangis sendiri mengingat kenanganku dengannya. Akhirnya kuputuskan untuk pindah sekolah.

Di sekolah baruku, aku menemukan banyak hal baru. Disini aku menemukan teman-teman baru yang menurutku asik, tetapi tetap saja teman-teman ku di sekolah ku dulu lebih asik. Aku punya teman namanya Indah, dia orangnya asik, humoris tapi kadang nyebelin suka cari perhatian sama teman-teman cowok. Dan yang paling aku tak nyangka itu aku bisa satu sekolah dengan orang yang pernah mengisi masa lalu ku lebih tepatnya mantan pacarku. Mereka adalah Morgan dan Bisma.
Lagi-lagi aku dipertemukan oleh 2 orang yang amat sangat aku tidak ingin temui, tapi gak mungkin aku harus pindah sekolah lagi bisa-bisa aku dihajar habis-habisan sama ayah dan bunda. Ya mau tidak mau aku memang harus lebih kuat sekarang.

Pernah suatu hari, bisma mengajakku pulang bareng tapi aku menolaknya dengan alasan masih ada tugas kelompok dengan teman-teman. Untung saja dia percaya, kalau saja dia tidak percaya bisa-bisa ini jadi acara flashback prabis.

Biasanya aku pulang dengan jalan kaki karena rumahku dekat dengan sekolahku ini. Aku melihat Bisma di depan gerbang sekolahku, mungkin dia mau menunggu seseorang pikirku. Aku mendahuluinya, tiba-tiba dia menahan tangnku.
“boleh pulang bareng?” tanyanya
“oh boleh…” ucapku

Selama di perjalanan dia selalu mengungkit masa lalu kami, oh Tuhan rumahku kapan sampai sih? Aku tidak ingin mendengar itu semua, aku ingin lari dari sini batinku.
“din ingat gak waktu kamu pergokin aku berduaan sama cewek di taman?” tanyanya
“hemm aku ingat, gimana hubungan kamu sama dia?” ucapku menahan sakit di hatiku, jujur aku memang masih menyayanginya
“waktu kamu pergokin aku sama cewek itu sebenarnya aku ingin mengakhiri hubungan dengannya, karena aku ingin serius denganmu, tapi kamu keburu salah paham ya gitu, aku gak bisa pertahanin hubungan kita juga hubungan kami..” ucapnya
“ohhh, terus kenapa kamu pacaran sama aku? Padahalkan kamu masih pacaran sama dia..” tanyaku
“aku hanya buat dia pelampiasan doang, benar memang aku jahat tapi kan aku gak cinta dia, aku Cuma cintanya sama kamu, kamu masih ingat kan gimana overnya aku sama kamu, itu karena aku gak mau kamu ninggalin aku, semasa aku pacaran baru sama kamu aku yang terlalu over kalau yang lainnya aku biasa aja bahkan aku cuek banget, terus gimana hubungan kamu sama pacar kamu?” tanyanya padaku
“rafael maksud kamu?” tanyaku balik
Dia menganggukkan kepalanya
“aku sama dia udah berakhir, dia pindah sekolah ya gak mungkin kan aku sama dia LDR an, aku juga gak bisa kasih kepercayaan lebih sama dia..” ucapku menunduk
“sabar ya neng, masih banyak kok cowok yang suka sama kamu, aku contohnya..” ucapnya
“hahahaha.. bisa aja kamu ya udah aku duluan yah, bye..” ucapku karena memang rumahku sudah sampai
“ok bye neng..” ucapnya

Esok paginya aku sudah sampai di sekolah, aku melihat bisma dengan seorang cewek mungkin teman kelasnya, aku hanya tersenyum melihatnya bagaimanapun aku gak mungkin melarangnya karena aku bukan siapa-siapanya dia.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku..
“hy din..” ucap orang itu
“hy juga gan, kenapa?” tanyaku pada orang itu yang ternyata morgan
“gak apa-apa ke kelas bareng yuk..” ajaknya
“boleh..” ucapku
Kami berjalan ke arah kelas ku yang memang bersebelahan dengan kelasnya. Sesekali dia membuat humor, atau apa yang bisa membuatku tertawa. Tak kusadari ternyata sedari tadi bisma memperhatikan kami…

Sesampainya di kelas aku melihat Indah di depan pintu yang sedari tadi senyam-senyum sendiri, aku menghampirinya.
“cieeee, kayaknya lagi senang nih..” ucapku
“iya din, senaaang banget gue hari ini..” ucapnya
“kenapa-kenapa?” kepo ku
“gue baru jadian sama bisma loe kenal kan?” tanyanya padaku
“oh, gue kenal kok..” ucapku dingin
“loh? Kok loe jadi dingin gitu? Gak senang ya loe lihat gue senang?” tanyanya
“senang kok, selamat yah longlast..” ucapku dengan senyum terpaksa
“ok dina..” ucapnya

Pulang sekolah kulihat bisma dan Indah jalan berdua, ingin aku menghampirinya dan menampar keras pipi bisma dan Indah.
Sakit ya sakit banget, tapi tak mungkin jika aku bicara sejujurnya sama Indah kalau sebenarnya aku masih sayang bahkan cinta sama bisma.
Aku masih menghargainya sebagai sahabatku, jadi kebahagiaannya adalah kebahagiaanku juga.

Sesampainya di rumah ku rebahkan tubuhku di tempat tidurku, kuraih ponselku yang berada di atas meja kecil di samping tempat tidurku.
Kubuka akun twitter ku..
@pramudina : sakit rasanya jika melihatmu dengannya :’(
Tiba-tiba ada DM dari bisma
@bismakarisma : cieeee, masih sayang yah sama akang..
Aku gak membalasnya karena menurutku itu sangat menyakitkan.
Aku melihat semua tweet dan mention yang masuk padaku
Tiba-tiba
@bismakarisma : makasih untuk hari ini makin cinta deh @Indah_Cyntia
@Indah_Cyntia : sama-sama sayangku RT “@bismakarisma : makasih untuk hari ini makin cinta deh @Indah_Cyntia”
@bismakarisma : besok jlan2 lgi yah, tapi gak belanja ok, RT ”@Indah_Cyntia : sama-sama sayangku”
@Indah_Cyantia : senengin pacar sendiri kenapa sih? RT” @bismakarisma : besok jlan2 lgi yah, tapi gak belanja ok,”

Aku menutup acc twitterku yang menurutku sangat menyakitkan, bagaimana tidak sahabat dan orang yang paling aku sayang mengumbar kemesraan di publik…
Huuffft, aku gak bisa benar aku gak kuat, kenapa harus aku? Apa aku gak pantas bahagia?

Hari ini masih sekolah seperti biasa, kapan libur sih? aku hanya menambah kesakitan di waktu sekolah ini, huffft
Istirahat kali ini aku tidak melihat indah biasanya dia orang yang pertama sekali mengajakku ke kantin, tapi aku tidak melihatnya kali ini.
“daripada bosan sendiri mending jalan-jalan ke taman,” ucapku
Sesampainya di taman tiba-tiba hujan mengguyur, bajuku basah, aku memilih untuk berteduh di sebuah pohon besar yang ada disana.
Aku mengedarkan pandanganku aku melihat sahabatku sedang berpelukan dengan orang yang paling aku sayang.
Aku membalikkan badanku untuk tidak melihat apa yang sedang terjadi sekarang, aku menangis air mataku jatuh bercampur dengan air hujan yang kini masih mengguyurku.
“kapan Tuhan? Kapan penderitaan ini berakhir? Tak pantas kah aku bahagia? Tak pantaskah aku dicintai? Aku gak mungkin membenci sahabatku sendiri. Aku juga tak mungkin merusak hubungan mereka” batinku
Aku pergi berlari dari taman itu dengan keadaan masih menangis.
Air mata yang kini bercampur dengan air hujan menemani langkahku.
Kini aku sendiri tiada yang menemani.
Orang yang ku cintai kini telah menemukan cintanya yaitu sahabatku.
Rafael yang sungguh aku cinta telah pergi meninggalkanku.
Morgan yang dulu pernah mengisi hariku juga telah mempunyai kekasih…

Haruskah aku melupakan semua ini? Haruskah aku pergi dan memilih untuk tidak hidup lagi?
Aku memutar memoriku tentang kenangan ku dengan mereka…
“lumpuhkan lah ingatanku hapuskan tentang dia, hapuskan memoriku tentangnya…” lirihku dalam hati
Aku juga mengingat semua kebahagiaan mereka saat ini, aku tak mungkin menghianatinya..
“maafkan kejujuranku, walau menyakitkan tak mungkin takkan bisa kulupakan hingga akhir nanti, kulepaskan cinta ini kurela berkorban tak mengapa namun kau harus bahagia..” lirihku (lagi)
Ya inilah cinta, mencintai seseorang bukan berarti harus memilikinya, tetapi jika seseorang itu bahagia dengan orang lain kita haru iklas, karena melihatnya bahagia adalah kebahagiaan kita juga, mencintai seseorang merelakannya bahagia dengan orang lain.

END

Cerpen Karangan: Nelly Syari Julita Sipahutar
Facebook: Nelly Syari Julita Sipahutar

Aku nelly,
aku tinggal di Parsoburan Sumut
facebook aku nellypramudinasipahutar[-ar-]yamil.com
twitter aku @nelly_syari

mau kenal aku lebih dekat add dan follow twitter aku…

Cerpen Kisah Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Ayah, Ibu, Dan Anaknya

Oleh:
Seperti pelangi menunggu hujan reda, itulah sebuah gambaran perasaan Puput Sri Asrianti perempuan cantik beranak satu, ia dengan setia memandang langit Kota Makassar menunggu dengan sabar sang suami pulang

I Love You

Oleh:
Inilah sahabat sahabatku. Cowok berkacamata yang lagi baca komik berkulit putih itu Zicko. Ketua osis plus jawara kimia. Cowok yang di pojok sana, yang sibuk dengan gambar ceker pitik

El Corto

Oleh:
Matahari terasa terik sekali siang ini, tiada awan, tiada angin berdesir, hanya panas terik menyengat. Dua orang sedang asyik mengobrol, atau lebih tepatnya satu orang yang berorasi dan satunya

Cinta Sedarah

Oleh:
“Nabila”, panggil seseorang dari balik pintu. Itu suara kakakku. Dia masuk ke kamarku dan menghampiriku lalu dia memulukku. “Ada apa kak?”, tanyaku heran. “Nabila sayang sama kakak kan?”, tanya

Aku Membencimu Seumur Hidupku

Oleh:
Air hujan terus berjatuhan, udah seharian ini hujan turun terus, hah… rasanya males untuk melakukan aktivitas, akhirnya yang ku lakukan hanya berdiam diri di kamar. Suara hujan memang sedikit

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *