Ku Tunggu Kau di Kotaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 1 February 2015

Pagi itu, Hujan turun dengan derasnya, semua kagiatan yang biasa dilakukan di pagi hari semua terhambat. Termasuk aku, Aku yang harus bekerja dan berangkat pagi pun sepertinya harus datang terlambat karena hujan. Aku tau, do’a semua orang pagi ini adalah “Ya Allah, tolong berentiin hujannya sebentar aja, aku harus berangkat ni!” Yupss, bener aja pas aku lihat di pemberitahuan Blacberry Mesenger (BBM), Beranda Fb, Twitter semua pasang status kayak gitu.. Tapi, kayaknya tuhan denger Do’a nya semua orang, Akhirnya Hujan pun berhenti! eghhh iya lupa, udah cerita panjang lebar, belum kenalan, nama aku Mira, umur aku saat ini mau masuk 20 tahun, masih muda kan.. Aku saat ini bekerja di sebuah perusahaan swasta. Aku punya pacar, namanya Abi, aku sayang banget sama pacarku. Kita jadian udah jalan 6 bulan, Aku satu kantor sama pacarku, makanya aku ngotot kerja, suapaya aku bisa ketemu sama dia, hehehee, bisa dibilang pacaran satu kantor itu tambahan penyemangat untuk masuk kerja. Buat kalian, kalau mau coba silahkan dan rasakan perbedaannya (hahaha… Promosi..). Tapi inget jangan terlalu mesra ya, kalau lagi kumpul sama temen temen kantor.

Seperti biasa, kalau pagi-pagi, aku dan dia biasa biasa aja. Aku ngerjain kerjaan aku dan dia pergi ke lapangan, so… kalau dari pagi sampai siang, aku tu jarang ketemu sama do’i. Beruntung pagi ini karena hujan, dia gak ke lapangan dan aku masih bisa lihat dia waktu aku dateng, Hari-hari seperti itulah yang aku jalani, sampai hari itu tiba. Pagi pagi aku dapat SMS dari Do’i yang isinya dia pamitan soalnya dia mau pulang karena mbahnya lagi sakit. Aku sih gak terkejut lagi karena dia pernah bilang kalau dia memang mau pulang, karena mau jengukin mbahnya yang sedang sakit. Pagi itu, aku sengaja berangkat lebih pagian, karena aku ingin lihat dia sebelum dia pergi, sekalian ngurusin tiketnya dia.

Sampainya di Kantor aku langsung nyamperin dia “Yank, uda pesen tiketnya..?” Tanyaku menyapanya tak lupa memberikan senyuman pagiku untuknya “udah, tu mas rizal yang lagi pesenin” jawabnya dengan lembutnya, “Udah dapet mas..?” sambil menghampiri meja kerja nya mas rizal “udah ni, tinggal dibayar” jawabnya sambil ngasih selembar tiket “udah yuk yank, kita bayar tiketnya” ajakku ke abi untuk bayar tiketnya.

Pembayaran tiket pun selesai, pesan travel pun udah, tinggal nunggu jemputan ni. Tak ada firasat apa apa waktu itu, semua berjalan seperti biasa, hanya suasana hatiku saja yang sedikit galau karena mau ditinggal pacar dan akhrinya jemputan travel pun datang, dan itulah saat terakhir ku melihat dia…!!!

Awalnya semua berjalan lancar, Komunikasi antara aku dan dia pun masih berlanjut, sampai malam itu, aku mau tidur pun masih sempat komunikasi dengannya “Sayang, aku tidur duluan ya, cuz aku udah ngantuk banget, Good night, Miss U…” pesanku kirim duluan untuknya tak lama dia bales “iya sayang met tidur ya… good night, Miss U tu…” mungkin itu pesan terakhir yang aku terima darinya.

Keesokan paginya, seperti biasa aku kirim pesan duluan ke dia, sekedar untuk membangunkan dia, tapi… uda satu jam pesanku belum juga dibalas, aku telpon gak diangkat, aku positive think aja, kan biasanya dia kalau uda di rumah bangunnya siang. Waktu uda nunjukin pukul 1 dan aku cek di handphone ku gak ada pesan dari dia. Hemm… disitu aku mulai bertanya-tanya, “Masa’ sih jam segini dia belum bangun…?” Tanyaku dalam hati…

Waktu terus berlalu.. tapi dia belum sama sekali bales pesan aku, aku positive think lagi, mungkin aja dia lagi sibuk sampai sampai dia gak sempet balas pesan dari aku, Malemnya pun gitu kok dia belum balas balas pesan dari aku, disitu aku mulai kesal “Kemana sih ni orang, kok dari tadi di hubungin gak direspon sama sekali, apa dia marah sama aku..? tapi marah karena apa..? perasaan malam kemarin baik baik aja… gak ada masalah, tapi kok dia sekarang diemin aku..? Kamu kemana yank… ? lagi apa kamu…? kok kamu gak ngubungin aku sama sekali…?” Gerutu ku dalam hati, seribu pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku.

Sesampainya aku di kantor, Aku cemberut aja, Fikiran aku masih tertuju kepada masalahku dengannya, ada apa ini sebenarnya…? kok jadi gini…? Udah kesel di hati, egh PC ku gak mau nyala lagi haduhhh ini hari sial amat sih, Kalian bisa bayangin gak perasaan aku kayak apa..? Rasanya tu ya, pengen teriak sekenceng-kencengnya. tapi malu ah… ntar disangka kesurupan lagi atau orang gila… iewww.. gak mau akuu…!!!, Hari-hariku serasa kayak berat banget, kalau aku belum tau apa yang nyebabin Abi berubah sama aku, aku coba tanya sama temen temen kantor, tapi mereka bilang gak tau, lagian mereka jarang komunikasi dengannya..! “Haduhhh… Tuhann… apa sebenarnya yang terjadi… kok semua kayak gini…!!! Apa salahku tuhan…” Teriak ku dalam hati.

Entah mimpi apa aku malam itu, hingga siang itu salah satu rekan kerjaku, sebut saja namanya pak anam, dia bilang “Mira, nanti pulangnya bapak anter ya, soalnya ada yang mau saya omongin sama kamu” “oh siap pak” jawabku sambil tertawa kecil karena jarang-jarang dia mau nganter aku pulang, tapi kira-kira apa ya yang mau dia omongin ke aku…?

Jam sudah nunjukin pukul 5 lewat dan waktunya aku pulang, dan pak anam pun uda siap siap mau nganter aku pulang, Karena penasaran, waktu di jalan aku tanya ke dia “Pak, apa sih yang mau diomongin, mira jadi penasaran ni…” tanyaku penasaran, “Nanti, tunggu di rumah saja, gak enak kalau di jalan… tapi kamu gak boleh marah ya.!” Jawabnya sambil pandangan matanya ke depan karena dia sedang bawa motor, Waduhh… apaan ni? kok mesti diomongin di rumah segala terus apa coba maksudnya aku jangan marah tanyaku dalam hati, karena penasaran Banget, aku coba untuk pancing pancing pak anam. “Ayolah pak apaan sih emangnya..?, kok mesti di rumah segala… Apa ini ada hubungannya sama abi…?” Celetukku.. aku langsung spontan ngomongin abi, “Iya… tapi kamu tenang dulu, nanti saya ceritain semuanya tapi di rumah ya” tu kan bener, ada hubungannya sama abi, disitu perasaan ku mulai gak nentu, karena gak sabar denger ceritanya aku suruh pak anam cepat cepat bawa motornya biar cepat sampai di rumah dan dia bisa cerita semuanya, apa yang sebenarnya terjadi dan setibanya di rumah, aku langsung suruh pak anam masuk dan cepat cepat ceritain semuanya “Mira, mas abi sedang mengalami musibah, gak ada orang yang bisa ngehubungin dia, sekarang mas abi gak bisa diganggu dulu, sampai masalahnya selesai..!!” tutur pak anam, seperti kesamber petir siang hari, Air mataku langsung jatuh dan tangisku pun pecah disana, rasanya gak percaya dengan apa yang terjadi… Terus-terusan aku nyebut nama dia, Sesalku pun mulai masuk dalam hatiku, kenapa semua bisa seperti ini… disitu terkuak semua kenapa dia gak hubungin aku… bukan dengan dugaan ku, semua salah… ternyata apa yang aku fikirkan tentangnya beberapa hari ini semua salah… “sayang… maafin aku.. aku gak tau ceritanya, dan aku pun adalah orang terakhir yang diberitahu… Sayang… aku gak nyangka kalau kejadiannya seperti itu…” teriak ku dalam hati… “Istighfar ra.. istighfar nak… ini semua musibah..” Ucap mama, coba tenangin aku, Ya, ini semua musibah yang tak pernah diduga oleh semua orang…

Hari-hariku berlalu setelah aku mendengar kabar itu, tak di pungkiri perasaanku masih sedih, rasanya masih tak percaya, dengan apa yang terjadi… tapi… apapun yang ku fikirkan, memang itulah kenyataan yang harus dihadapi…!! Aku gak boleh cengeng… aku harus kuat, saat ini yang bisa aku lakuin hanyalah berdo’a dan berdo’a… supaya mas abi bisa cepet keluar dari masalah yang tengah ia hadapi dan kita semua bisa berkumpul lagi dengannya… Amin ya Allah…

Sayang… Aku akan selalu tunggu kamu disini, sampai kapanpun… aku akan selalu sayang sama kamu, apapun yang terjadi, apapun kondisi kamu, aku akan jaga cinta kita, sampai kau kembali lagi, datang dengan senyummu yang ku rindu dan kau bawa cintamu kembali padaku… Aku Tunggu kamu di Kotaku.. Kota dimana pertama kali kita bertemu, rasa itu tumbuh, kemudian kita menyatukan rasa itu. Kini akan ku lalui hari-hariku dengan senyum untukmu.

Cerpen Karangan: Wensi Merita
Facebook: Mery Cie Anagk Bungsuo

Cerpen Ku Tunggu Kau di Kotaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Episode Cinta di Atas Dermaga

Oleh:
“Kita telah salah.” Binar memulai percakapan antara kami. “Kau tahu ini seharusnya tidak terjadi?” lanjut Binar yang sedang duduk di sampingku. Aku hanya bisa menatap debur ombak air laut

Kisah Yang Tak Sempurna

Oleh:
Cinta memang tak selamanya bisa indah Cinta juga bisa berubah menjadi sakit Begitu yang kurasakan kini Perih hatiku Tinggal kehancuran Mengapa sebagian orang tua membatasi setiap anak mereka dalam

Aku Lebih Memilih Setia

Oleh:
Pikiranku kembali menerawangi langit dikala senja. Ya, karena aku adalah gadis pengagum senja. Dan senja bagiku adalah teman sejatiku disaat aku kehilangan teman nyataku. Sesekali aku melihat deburan ombak

Memories

Oleh:
Kususuri setapak jalan kecil yang lenggang ini. Tak ada yang berubah dari tempat ini. Sedikit pun tidak. Matahari mulai naik, kupercepat lari kecilku. Entah apa yang membuat kakiku melangkah

I Will Love You (Part 3)

Oleh:
Louis mulai berjalan dan memeluk mamanya. “Happy birthday ma, maaf kalo Louis selama ini sering cuekin mama, sering enggak peduli sama mama. Maaf Louis enggak bisa ngasih kado apa-apa.”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *