Kukorbankan Cintaku Demi Orangtuaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 24 September 2016

Tanggal 14 Desember 2015 adalah hari jadiku bersamanya sebut saja dengan panggilan Fi, dia adalah ketua HMJ di Prodi Bahasa Indonesia. Tanggal jadi kami tepat pada perayaan natal kampus. Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku mengapa aku bisa memilikinya. Kalau diingat-ingat yang sudah berlalu aku dan dia tidak saling mengenal satu sama lain bahkan saat berpapasan dengan dia pun tidak pernah aku melemparkan senyumanku padanya.
Kalian pasti penasaran mengenai kisah cintaku bersamanya, jadi aku akan meceritakannya secara detail saat ini juga. Begini ceritanya…

Pada tanggal 04 September 2015 adalah pertama kalinya aku berjumpa dengannya dan pada saat itu juga aku menjadi salah satu siswi UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN. Disana dia sebagai salah satu panitia. Saat pertama kali melihatnya aku merasa biasa saja karena saat itu dia aku anggap sebagai senioran dan aku juniornya.

Waktu pun terus berlalu hingga sampailah pada bulan Desember, tepatnya hari sabtu kami mengadakan latihan natal pukul 17:00 di gedung I, entah mengapa pada saat itu tiba-tiba dia berada di dekatku dan berkata “dik boleh abang minta nomormu?”. Tanpa ragu-ragu aku menjawab “boleh bang”. setelah kuberikan nomor hp ku padanya, beberapa menit kemudian dia mengirim pesan singkat padaku yang berisikan “dik kamu mau jadi teman setia abang…?”, karena tidak kepikiran mengenai perasaan, aku pun langsung membalas pesan singkatnya “mau bang”. Dan akhirnya kami pun terus saling mengirim pesan singkat.

Hari natal yang telah kami tunggu-tunggu akhirnya tiba, aku pun dijemput ke kos-kosan kakakku yang berada di Kampung Durian dan aku menunggunya pas di depan kantor Camat. Saat ku melihatnya dari kejauhan dengan menggunakan motor tiba-tiba muncul rasa yang berbeda di dalam hati ini dan mata ini tidak ingin memalingkan ke arah mana pun. Dia yang memakai jas berwarna hitam dan dibalut kemeja putih membuatnya bagaikan pangeran yang selama ini aku impikan. Saat itu juga aku memakai gaun berwarna putih layakkan seorang putri raja yang membuat kami bagaikan pasangan yang serasi. Saat mengkhayalkan seperti itu tiba-tiba dia mengagetkanku dan ternyata dia sudah berada di depanku dan mengulurkan tangannya agar aku naik ke atas motornya. Lalu, meluncur dengan kecepatan tinggi. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 16:15 WIB dimana seharusnya kami harus sudah tiba pukul 16:00 di Gereja.

Pada perayaan natal ini kami memiliki kegiatan berbeda, dia sebagai panitia yang akan membawakan kata sambutan dan aku hanyalah sebagai pengisi acara liturgi ragam bahasa. Satu demi satu acara telah kami lewati hingga acara terakhir hiburan, dan acara natalnya juga telah dinyatakan selesai. Aku memintanya untuk mengantarku pulang. Dan dalam perjalanan hingga tiba di depan kos-kosan kakakku, dia mengatakan cintanya padaku. Aku pun mengatakan “kita jalani saja dulu”. Karena menurutku terlalu cepat pertemanan ini menjadi sebuah hubungan yang dinamakan pacaran.

Hari demi hari kami pun sering bertemu dan makan bareng di kantin kampus. Tiba waktunya liburan semester, aku pun pulang kampung. Entah mengapa ibuku kepo mengenai siapa pacarku. Ia bersama saudara laki-lakiku mencari tahu lelaki mana yang sedang dekat denganku. Entah dari mana mereka tahu kalau aku sedang dekat dengan senioranku. Setelah mereka tahu mereka menanyakan ”dia agama dan Suku apa?”, aku pun menjawab “dia agama keristen dan dia suku Nias”. Ketika mereka mendengar dan mengetahui bahwa dia suku Nias, ibu langsung mengatakan “nak, kalau bisa cari yang lain”. Dan disambung lagi oleh abangku “kalau kau masih pacaran samanya lebih baik jangan anggap kami ini saudaramu”. Aku tidak tahu apa alasannya sehingga mereka melarang aku pacaran dengannya, semua ini membuatku bingung dan tidak tahu harus melakukan apa. Aku pun menemui sahabatku dan menceritakan semua mengenai lelaki yang saat ini dekat denganku. Lalu sahabatku mengatakan kepadaku “lebih baik sudahi sekarang sebelum hubungan kalian semakin mendalam”. Kata-kata yang dilontarkan sahabatku itu membuatku semakin kacau. Tapi setelah kupikir-pikir, ada benarnya juga. Dan pada saat ini kutekatkan bahwa aku harus putus dengannya karena aku tidak mau kedua orangtuaku dan saudara-saudaraku menjauhi aku hanya karena lelaki. Sekarang dalam pikiranku lebih baik kukorbankan cintaku daripada keluargaku.

Liburan semester telah berakhir, Sekarang aku sudah semester dua, kami pun memulai perkuliahan seperti biasanya pada tanggal 4 januari 2016. Jadwal matakuliah kami pun sudah berbeda. Hari senin ini kami masuk pukul 10:00 WIB dan pulang jam 16:00 WIB. Namun dari tadi pagi hingga siang aku tidak melihatnya di kampus. Karena merasa hati ini terbebani, dan kutekatkan harus hari ini juga aku akhiri hubunganku dengannya. Karena tidak tahan lagi menyimpannya dalam hati aku pun langsung sms dia dan menyuruhnya ke kampus. Selang beberapa menit dia sudah berada di gedung L lantai dasar di depan Fakultas tehnik. Aku pun menghampirinya dan tanpa basa-basi aku mengatakan yang sebenarnya mengenai hubungan kami yang tidak bisa lagi dipertahankan. Dengan alasan yang kukatakan ia pun dapat menerima walaupun terlihat dari raut wajahnya yang menandakan ia sangat kecewa. Aku meminta maaf kepadanya atas apa yang telah aku perbuat kepadanya dan dia memaafkannya. Padahal saat itu dia baru saja sampai dari Nias. Setelah semuanya selesai ku katakan dia memberiku gelang berwarna kecokelatan. Dengan senang hati aku menerimanya dan menyimpannya hingga saat ini.

Cerpen Karangan: Julianti Simanjuntak
Facebook: Julianti Simanjuntak
maaf saya masih pemula yang mencoba-coba, saya harap anda dapat memakluminya.

Cerpen Kukorbankan Cintaku Demi Orangtuaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Symphony Aurora

Oleh:
Di ruang itu – dengan pencahayaan yang mendekati minim dan satu fenomena alam terlukis di langit-langit yang dipancarkan sebuah proyektor – mirip seperti malam musim panas di San Jose..

Mak Comblang Terjebak Cinta

Oleh:
Kenalin nama gue Masha, Sejak SMA gue sering banget comblangin orang hingga kuliah pun begitu hingga akhirnya gue terjebak dengan perasaan gue sendiri. Berawal sejak masuk kuliah gue berkenalan

Teman Pengkhianat Cinta

Oleh:
Sebenarnya kisah ini sudah lama sekali, kurang lebih 6 tahun sudah tapi jika mengingat kejadian itu masih terasa sakitnya luar biasa. Dyah adalah siswi SMP 1 T****ng A**m, saat

7 Bulan Dengan Kenangan

Oleh:
“sudahlah lah kita putus aja, kamu gak bisa dipercaya, berkali-kali aku percayain kamu tapi malah disia-siain” dia membentak aku. Ku ingat-ingat kejadian masa lalu. Momen momen indah, ah… Tidak

Bintang Harapanku

Oleh:
Angin malam bertiup perlahan membuat rerumputan dan daun bergoyang dengan sendirinya. Malam yang sejuk ditemani dengan seseorang yang sangat berarti bagiku, bagi hidupku. Ku pandangi lautan angkasa yang terlihat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *