Long Distance Relationship


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 14 June 2013

Aku mengaguminya. Akan tetapi aku tak berani berkenalan dengannya. Dia kakak kelasku. Kakak kelas yang sangat aku impikan. Sangat aku kagumi. Selalu kumimpikan di setiap tidur lelapku. Setiap bertemu dengannya, aku hanya bisa menunduk, tak berani menatapnya. Mungkin bagiku cinta itu sungkan untuk menatap.
Akan tetapi, keajaiban Tuhan berpihak padaku. Dia yang tak pernah mengenaliku, dia yang tak pernah menatapku, mengatakan jatuh cinta kepadaku. Sangat mustahil bagi siapa saja. Akan tetapi, kemustahilan tak akan nampak bila sudah menjadi nyata. Aku mencintainya, dan dia juga mencintaiku, itulah kebahagiaan yang berawal dari kemustahilan yang sekarang menjadi kenyataan.

Aku dan Farhan kini berpacaran. Saling berbagi ceria sambil merajut benang cinta. Kisah aku dan dia akan membuat mereka semua iri. Bagaimana tidak? Aku yang hanya bisa mengagumi Farhan dalam diam, bisa bersama Farhan tanpa mendekati dia duluan.
Namun, takdir berkata lain. Farhan telah menjalani Ujian Nasional dan setelah lulus, dia akan bekerja ke luar kota. Aku kecewa. Aku sedih. Aku khawatir. Aku akan kehilangan. Aku tak sanggup jika hubungan kami harus dipisahkan dengan jarak. Aku tak pernah mengerti dengan arti Long Distance Relationship yang dikatakan orang-orang sekitarku. Aku tak akan pernah mau mengerti, tetapi itulah yang akan ku alami dalam waktu dekat ini.

“Aku nggak mau kehilangan kamu Han, jangan tinggalin aku sendiri disini”
“Dita sayang, sekarang aku Tanya sama kamu, kamu bilang waktu aku nembak kamu, kamu sudah lama nunggu aku kan? Nah, aku yakin kamu pasti bisa nunggu aku kembali kesini sayang”
“Aku sudah nggak mau lagi menunggu untuk yang kedua kalinya. Kamu fikir menunggu itu menyenangkan Han? aku berbicara pada sepi bahwa aku merindukan kamu, tapi sepi tak pernah bisa menghiburku. Aku tak mau mengulang masa itu. Jangan pergi Han”
“Dita, aku tahu itu. Tapi, jika aku pergi dan bekerja menjalani kontrak kerja selama tiga tahun disana, aku janji akan pulang dan akan melamar kamu sayang”
Aku terdiam. Aku berfikir. Aku tak boleh melarang Farhan pergi. Dia pergi juga untuk bekerja, dan setelah pulang dia akan menjadi milikku kembali. Tiba-tiba Farhan memelukku.
“Aku pasti pulang untuk kamu sayang. Cuma raga aku yang pergi. Hati aku akan tetap berada disini. Besok aku akan berangkat, Dit”, Farhan mengecup keningku. Kutegarkan hati ini. Aku tahu aku bisa menunggu Farhan.
“Jangan nakal sayang”, Aku menatap mata Farhan dalam-dalam. Berharap menemukan kesejukan dan ketenangan disana. Dalam hitungan jam, akan terbentang jarak antara mataku dan mata indah yang ada dihadapanku.

Sudah dua tahun aku menjalani cinta jarak jauhku. Setahun ini aku bisa menghandle rindu yang hampir membunuhku. Kupikir, aku akan terbiasa dengan ini semua. Sudah 2/3 waktu kujalani bersama puing-puing rindu. Aku tahu aku hampir bisa menjalani semuanya. Sabar. Segalanya akan berakhir. Segalanya akan berakhir indah ketika bentangan jarak akan hilang di antara kami. Segalanya akan indah ketika jarinya dan jariku bisa bersatu kembali. Segalanya akan indah ketika matanya dan mataku bisa memandang tanpa ada jarak lagi. Aku tahu aku harus lebih sabar lagi menunggu berakhirnya cinta jarak jauh ini.

Di 6 bulan terakhir menuju kepulangannya ke kota asalnya, dia jarang menghubungiku. Bahkan hanya untuk memberi kabar. Aku berusaha menepis pikiran-pikiran yang tak karuan di otakku. Mungkin dia sibuk. Itulah pikirku.
Akan tetapi, aku tak tahan dengan semuanya. Sudah dua minggu dia mengabaikanku. Aku mengirimkan satu pesan singkat ke ponselnya.

Aku udh sabar. Sabar bgt nngguin kabar kamu.
kmu kmna aja sih nggk ada kbarny gtu?
jgn bkin aku khwtir gni dong yang. Plis hub
aku…

Tak lama setelah kukirimkan pesan singkat itu, tiba-tiba Farhan menelponku. Aku bahagia. Aku tahu Farhan tak akan meninggalkanku begitu saja.
“Sayang, kamu kemana aja sih 2 minggu ini? Kamu tahu, aku kangen banget sama kamu. Kamu kok nggak ada kabar? Kamu sibuk? Atau kamu udah lupa sama aku?”, Aku langsung saja bicara panjang lebar padanya.
“Ehm Dita, sorry ya aku nggak ada kabar”
“Iya, nggak papa. Jangan diulangi lagi ya, aku khawatir”
“Dita, aku sudah dimiliki seseorang disini. Kuharap kamu mengerti”
Deg! Begitu teganya Farhan bicara seperti itu padaku. Air mata mengucur deras dipipiku. Aku seperti bermimpi. Aku tak percaya dia menginjak-nginjak kesetiaan dan kepercayaan yang telah kuberikan padanya.

Aku tau ini semua tak adil
Aku tahu ini sudah terjadi
Mau bilang apa aku tak sanggup
Air matapun tak lagi mau menetes

Sandiwara apa yang telah kau lakukan kepadaku?

Mungkin ini jalan engkau mau
Mungkin ini jalan yang kau inginkan

Jika nanti aku yang harus pergi,
Kuterima, walau sakit hati…

“Oke, fine. Makasih semuanya sayang. Semoga kamu dan dia bahagia”, Aku mencoba menjawab pertanyaannya dengan tegar. Aku tak ingin terdengar lemah. Aku tahu aku kuat. Sebelumnya aku juga hidup tanpa dia, dan sekarang aku harus kembali terbiasa tanpa dia.

Aku sudah belajar tentang kepercayaan dan kesetiaan. Sekarang aku harus belajar tentang keikhlasan. Aku tau tak semua cinta jarak jauh akan berakhir seperti ini. Namun, aku juga percaya tentang pengkhianatan. Dimana ada putih, disana ada hitam. Dimana ada suka, disana juga ada duka. Dimana ada setia, disana pasti ada khianat.

Tak pernah kusesali aku mengaguminya, bahkan mencintainya. Toh, jika aku menyesal, tak akan memperbaiki keadaan yang sudah terjadi. Jarak di antara aku dan dia telah terhapus. Akan tetapi, seiring terhapusnya jarak di antara kami, ikatan kami telah terputus. Berakhirlah kisah Long Distance Love yang kujalani. Akan kuperbaiki kepingan hancurnya hatiku untuk menyongsong cinta yang lebih baik yang telah menghadangku. Selamat berbahagia bekas pacarku, selamat menjalani hari tanpa aku, pacar seseorang yang jauh disana :’)

Cerpen Karangan: Mutia
Blog: http://thiaputra.blogspot.com
Mutia. Female. 24 Januari 1996. MAN 2 MODEL BANJARMASIN ’13. Calon mahasiswa (insya Allah) Universitas Islam Kalimantan. Find me at twitter @tiabcd_z. Just mention for followback :) visit my blog : http://thiaputra.blogspot.com :)

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta Sedih Cerpen Patah Hati Cerpen Perpisahan

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply