Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Natal Untuk Bangkit

Hari ini sepi sekali. Ingin sekali ada siapa saja yang dapat menemaniku. Aku hanya dapat meratapi handphoneku, berharap datangnya pesan dari dia. Aku menunggu, menunggu dan menunggu. Pesan yang selalu ada untuk mengusir kesepianku...

Di Antara Dua Hati

“Aku mencintaimu, Lana.” Desir angin berhembus. “Tapi aku tidak bisa.” Sunyi. “Kenapa?” Detak jarum jam membuat suasana kamarku semakin terasa kesunyiannya. Aku menghela napas berkali-kali. Aku tidak tahu apa...

Rene Maafkan Aku

Hari ini hari selesai UN hari ini pula aku dan sahabatku melepas tegang dengan berjalan-jalan ke puncak bersama teman teman kami yang lain. Aku, Renata, Sindy, Chika, Aldy, ROY dan Beny pergi ke puncak. awalnya aku merasa...

Love is Honesty

Hari ini tepat dua tahun setelah kepergian Dava, lelaki yang kurang lebih 5 tahun telah menyempurnakan hari-hari Aya. Lelaki yang selalu dikagumi oleh Aya ini memang sudah menghembuskan nafas terakhirnya karena salah satu...

Penantian Yang Dilupakan

Tepat di hari ini terasa sunyi, di dalam kehempasan yang cukup perih bak di tusuk duri. cerita ini dikisahkan oleh dua orang Nada dan ka Viki dari dunia maya Nada mengenal Viki, Nada beda 5 tahun lebih muda dari pada viki....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply