Love In Heart (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Jepang, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 10 May 2016

“Kak Iriye apa itu kau?”
“Naoki? kenapa kau..”

Naoki langsung memeluk sosok Iriye yang sangat dia rindukan, Naoki takut akan kehilangan Iriye lagi untuk kedua kalinya walaupun sebenarnya mereka tidak akan kembali bersama seperti dahulu lagi.

“Hiksss..”
“Kau masih cengeng Naoki.. umm kenapa kau bisa ada di sini bukankah perjalanan duniamu masih panjang?”
“Ti-tidak Iriye.. aku ingin segera bersamamu aku.. muak dengan dunia,”
Iriye hanya tersenyum hangat kepada Naoki lalu..

“Naoki aku tidak bisa berlama-lama di sini aku harus pergi dan kau.. kembalilah kejar Shiyemi.. kalau soal Sherin kau tenang saja dia pasti mengerti.”
“Tapi apa kau yakin?”
“Tentu Naoki. Hmm aku senang punya adik sepertimu Naoki kau sudah berkorban banyak untukku. Arigatou Nao-kun,”
Layaknya segumpal awan sosok tampan Iriye tiba-tiba hilang seakan ditiup angin.
“Iriye!! Ja-jangan tinggalkan aku Iriye. Hiks, kakak.. Kak.. Iriye!!!” Teriakan panjang Naoki yang sedang terbaring koma akibat tabrakan dengan sebuah mobil ketika hendak menyeberangi jalan raya minggu lalu itu membuat semua orang yang tertidur di dekatnya terbangun dan segera menghampirinya.

“Naoki kau sudah siuman. Syukurlah..”
“Iriye?”
“Tidak Nak, ini Ibu dan ini Sherin..”
“Kami semua menghawatirkanmu Naoki..”
“Sudah berapa lama aku koma?”
“3 minggu..”

Tiga minggu adalah waktu yang lama terperangkap di antara hidup dan mati seperti yang telah dialami Naoki.
“Pukul berapa sekarang?”
“Masih 00:00 wib..”
“Masih larut.. kalau begitu kalian tidurlah kembali. Aku juga akan tidur..”

Senyum kelegaan terpancar di bibir ibu Naoki dan juga Sherin yang sudah lima hari meninggalkan london demi Naoki yang koma, akhirnya setelah sedikit berbincang mereka pun mulai diterpa kantuk kembali. Tetapi tidak dengan Naoki. Pikirannya melayang kembali pada kejadian sebelum dia kecelakaan dia merasa bersalah dan ingin sekali memohon maaf kepada Shiyemi dan juga dia ingin sekali mengatakan kalau dia sebenarnya sangat menyukai Shiyemi, ya hanya Shiyemi. Akhirnya satu jam berlalu dengan mata yang masih sulit tepejamkan, Naoki bertekad untuk pergi ke rumah Shiyemi disaat itu juga karena bayangan Shiyemi senantiasa menghipnotisnya untuk ke luar dari ruangan dan pergi ke rumahnya.

Setelah melepaskan infus yang terpasang di lengannya Naoki mulai berjalan mencoba memginjakkan kakinya ke lantai putih rumah sakit dia berusaha mengerahkan seluruh tenaganya. Lorong rumah sakit tampak sepi dan gelap karena larut masih senantiasa menggantung di angkasa menyelimuti bumi dengan hawa bekunya. Naoki berjalan dengan terus mencoba menahan rasa sakit bekas operasi di perutnya dan juga rasa pusing yang membuat matanya berkunang-kunang akhirnya ketika sampai di depan ruang tunggu Naoki roboh dan tak sadarkan diri.

Sinaran mentari menusuk menerangi ruangan Naoki dan membuat Naoki terbangun dari tidurnya dia kembali melihat dirinya sudah di tempat tidur seakan yang dilakukan malam itu hanya mimpi semu.

“Ohayou.. Nao~kun!” Sapa Sherin ceria seolah tidak terjadi apa-apa malam tadi.
“Sherin aku..”
Belum sempat Naoki melanjutkan perkataannya Sherin sudah lebih dahulu memotongnya.
“Ayo sarapan Naoki biar ku bantu ya?”
“Sherin antar aku ke rumah Shiyemi.”

Tanpa sedikit pun mempedulikan sarapan yang ditawarkan Sherin, Naoki langsung mengutarakan keinginannya yang membuatnya nekat ke luar ruangan malam itu. Sherin terpaku sejenak lalu tanpa bosan dia lagi-lagi menawarkan sarapan yang sudah dingin karena menunggu Naoki bangun. “Kita bicara itu nanti saja yang jelas sekarang kita sarap..”

PRANGGG!!!

“Aku ingin ke rumah Shiyemi! Aku tidak ingin sarapan denganmu!” Perempuan kelahiran london itu terbelalak melihat sarapan yang di tangannya sudah berserakkan di lantai akibat amukan Naoki kepadanya, akhirnya Sherin berlari ke luar meninggalkan Iriye dengan isakkan tangis yang menyayat kalbu.

28 januari 2023 09:15 wib
Naoki duduk bersandar dengan tas dan keperluan lainnya sudah dimasukkan perawat ke dalam bag-nya walaupun dalam keadaan belum sepenuhnya pulih, Naoki sudah diizinkan pulang dan dia tinggal menunggu ibunya menjemput. Sesekali ia memandangi pintu ruangannya berharap ada seseorang muncul dan membawanya pulang, dan di saat membosankan begitu tiba-tiba..

Clek! Pintu dibuka dan muncul seorang perempuan. “Sherin!!” Teriak Naoki kegirangan ia ingin segera meminta maaf atas kesalahan yang ia perbuat dua hari yang lalu tetapi entah karena terkejut atau mungkin gugup Sherin kembali buru-buru menutup pintu dan menghilang dari hadapan Naoki tetapi dengan cepat dia masuk lagi karena mengetahui Naoki sudah terjatuh akibat memaksakan diri untuk mengejarnya.

“Sherin.. maafkan aku..”
“Sudahlah Naoki aku sudah tidak apa-apa ayo pulang. Ibumu sudah menunggu..”
“Tapi mohon Sherin aku ingin sekali ke rumah Shiyemi aku..”

Sherin kembali tertunduk lesu dia merasa keinginan Naoki memang tidak bisa dihalangi walaupun akan mengakibatkan hal buruk bagi dirinya sendiri. “Baiklah.” Naoki langsung meloncat memeluk Sherin dia tak bosan mengucapkan terima kasih karena saking senangnya sementara Sherin masih terperangkap dalam kecamuk hatinya tidak ada senyuman tergambar di wajahnya. Sesampainya di rumah Shiyemi. Rumah berwarna putih keemasan milik Shiyemi itu tampak begitu sunyi hanya lolongan anjing peliharaannya yang terdengar. “Shiyemi! Ini aku Naoki..”

Tok, tok, tok. Naoki tak henti-hentinya mengetuk pintu rumah Shiyemi sampai akhirnya..
“Kau!” Teriak seorang lelaki paruh baya yang tiba-tiba ke luar dari rumah Shiyemi dia langsung mengusir Naoki tetapi Naoki tetap ingin bertemu dengan Shiyemi sampai akhirnya lelaki yang merupakan ayah Shiyemi itu tiba-tiba saja menangis.
“Kau sudah membunuhnya hikss.. untuk apa lagi kau ke mari?!”

Sherin yang sedari tadi diam di samping mobilnya akhirnya angkat bicara dan menjelaskan semua kepada Naoki.
“Kau tidak bisa menyalahkan Naoki tuan.. karena Shiyemi sendiri yang menginginkan semua itu,”
“Apa maksudmu Sherin? Apa yang sebenarnya terjadi?”
Sherin akhirnya menceritakan kisah sebenarnya kepada Naoki kisah cinta pengorbanan seorang Shiyemi demi orang yang dicintainya, Shiyemi menukar nyawanya untuk Naoki bisa melihat kembali dia mendonorkan kedua matanya, suatu pengorbanan yang begitu miris baginya dia akan tetap hidup bersama Naoki.

Sore sebelum matahari tenggelam Sherin dan Naoki berkunjung ke pusara Shiyemi dan Iriye pusara orang yang begitu berarti bagi mereka.
“Sherin ayo kita pulang.. biarkan Kak Iriye dan Shiyemi tenang di dunia baru mereka.”
“Ya.. kau benar.. kita hanya perlu bersabar menunggu giliran kita menyusul mereka..”

Tunggu kami Iriye Shiyemi.

Tamat

Cerpen Karangan: Sheriyu
Facebook: Sri Rahmayuni Fadrus

Cerpen Love In Heart (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Origami dan Surat Clara

Oleh:
Setiap kali aku melihat kumpulan kertas origami itu membuatku mengingat masa kecil ku. Walau cuma kertas biasa namun benda itu adalah pemberian seseorang yang sangat berharga, yaitu teman kecilku

Dia Telah Pergi

Oleh:
Jam weker ku berbunyi sangat nyaring, membangunkan aku dari tidurku yang nyenyak. Aku tersadar hari sudah pagi, dan aku pun segara ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan

Apakah Tuhan Akan Memisahkan Kita

Oleh:
Pagi hari yang sangat indah pada pagi hari ini dan aku pun bergegas ke sekolah untuk mengikuti ulangan semester genap terakhir hari ini. Sampai di sekolah pun aku berkumpul

1 Bunga Yang Layu (Part 2)

Oleh:
“Aku takut! Aku takut! Aku takuuuttt!!!” Dia menggelengkan kepalanya dengan penuh rasa cemas. Aku ikut juga menangis melihatnya menderita seperti ini, aku peluk dia dengan eratnya sembari aku berucap,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *