Love May Not Always Keep Us Together

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 22 September 2016

Marie Nevergia namaku. Nama yang membawaku sukses menjadi seorang pianist terkenal saat ini. Suatu hari setelahku pentas di pertunjukan musik di salah satu panggung pertunjukan di New York. Ada seorang bapak yang menghampiri dan memintaku duduk sebentar di salah satu tempat duduk penonton. Nama bapak itu Alexsander, dia menceritakan kepadaku yang ada di benaknya. Bahwa bapak itu sudah lama mengemariku dan menginginkanku untuk mewujudkan impiannya yaitu ingin melihat anaknya sukses menjadi seorang pianist. Bapak itu menginginkanku untuk mengajari anaknya. Tetapi anaknya lebih menyukai kegiatan tidak baik. Yang membuat dia melupakan keluarga sehingga hidupnya penuh dengan masalah. Pernah dihajar bahkan sampai ditahan polisi. Itu sangat membuat orangtuanya pusing dan sedih.

Hingga pada suatu hari, ada juga kesempatan untuk menemui anak pak Alex yang membuatku penasaran. Aku segera menuju alamat rumah yang diberikan pak Alex kemarin. Ketika sampai di ruamhnya, aku mengetuk pintu. Lalu ada seseorang yang membuka pintu ternyata istri pak Alex yang bernama bu Monic dan bertanya kepadaku
“Siapa yang kamu cari?”
“Saya Marie Nevergia” jawabku dengan sopan.
“Oh, seorang pianist itu. Mari masuk!”
Aku pun langsung duduk. Lalu bu Monic tadi duduk di sampingku dan mulai menceritakan apa yang terjadi yang membuat bu Monic sedih atas perbuatan anaknya.

Setelah hampir satu jam dengan bu Monic berbincang-bincang. Ada seorang laki-laki yang membuka pintu, badannya tinggi, dan berkulit putih. Semua mata tertuju padanya. Bu Monic memperkenalkanku dengannya.
“Hai, namaku Marie” dengan nada bersemangat dan mengajak dia bersalaman.
“Arnold” jawabnya pendek dan mengabaikan tanganku lalu meninggalkan kami.
Bu Monic hanya geleng-geleng kepala.

Keesokannya, saat sampai di rumah pak Alex. Terdengar suara adu mulut dari dalam rumah. Aku langsung masuk ke rumah mereka, pak Alex tersenyum kepadaku kubalas senyumannya. Pak Alex mengatakan
“Arnold mulai sekarang, kamu les piano dengan Marie, papa tidak mau melihat kamu kayak gitu terus!”
“Apa pah? udah aku bilang aku nggak suka main piano, kenapa papa maksa aku!”

Mulai saat itu, aku semakin dekat dengan Arnold. Perasaan gembira dan senang mewarnai kisah pertemanan kami. Pak Alex dan bu Monic juga senang dengan perubahan sikap Arnold saat ini. Tiba-tiba aku merasakan ada yang berbeda saat bersamanya. Yang membuatku menyukainya, namun hanya kusimpan dalam hati. Apakah Arnold merasakan hal sama denganku? hari-hari terus berganti, hingga suatu saat Arnold telah sama sepertiku menjadi seorang pianist.

Tiba saatnya, satu hari sebelum ia bermain piano di atas panggung, aku mendapat berita supaya aku dan keluargaku pindah ke Los Angeles karena sesuatu hal. Lalu ia mengambil telepon genggamnya dan menelepon Arnold. Ada rasa sedih dibenaknya, karena ini pertama kalinya ia bermain piano di sebuah pertunjukan. Namun, ia bisa memainkan sebuah lagu dengan tenang. Hari-hari telah ia lalui tanpa kehadiranku di sisinya.

Setelah hampir dua tahun ini, aku sudah lama tidak melihat wajah yang selalu menghiasi hatiku, bagaimana kabarmu disana? semoga baik-baik saja dan ceritanya yang membuatku terhibur olehnya. Sebenarnya aku ingin sekali mendengarkan suaranya namun kejadian itu membuat handphoneku menghilang entah kemana. Hari ini aku bersiap pergi ke New York untuk bertemu Arnold. Saat sampai di depan rumahnya terlihat sepi. Saat kupanggil namanya dan mengetuk pintu rumahnya, tak ada orang yang memberikan jawaban dan perasaanku menjadi tidak enak. Namun salah satu tetangga mengatakan
“apakah kau mencari Arnold?”
“ya, apakah tuan tahu dimana dia”
“hampir seminggu ini dia opname di rumah sakit”
“what?” jawabku kaget seperti ingin pingsan.

Aku berlari dan berusaha menahan tangis tetapi air mata telah menetes di pipiku. Didalam hatiku seperti kapal pecah, kacau rasanya. Di lorong kamar Arnold, bu Monic sedang duduk di depan kamar anaknya yang tampak melamun. Aku pun menghampirinya.
“Marie?” ucapnya sedikit terkejut.
“Bu, Arnold sakit apa?”
“Kanker otak stadium 4” lalu bu Monic menangis.
“Really?” jawabku tidak percaya
“Iya Marie, tapi dia tidak pernah memberitahu siapa pun apalagi kamu orang yang dia sayang” jelas bu Monic.
“Apa? orang yang dia sayang? aku? ternyata selama ini kamu menyukaiku, ya Tuhan asal kamu tahu Arnold aku juga suka sama kamu” kataku dalam hati.
“Sudah sejak usia lima tahun ia sakit, selama ini kamu di LA ya? Arnold sibuk mencarimu, kamu membuatnya khawatir. Dia sangat merindukanmu!” jelasnya.
“Bu Monic, bolehkah aku masuk?”
“Boleh, Arnold pasti senang melihatmu kembali”

Saat kubuka pintunya, aku melihat Arnold sedang terkapar lemas di ranjang. Lalu aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya.
“Hai Arnold, kamu pasti merindukanku kan? asal kamu tahu aku juga merindukanmu. Maafkan, aku jika selama ini membuatmu khawatir, kita main piano bareng, kita jalan ke taman bareng, kamu masih ingat kan?”
Tak lama kemudian, Arnold membuka matanya secara perlahan. Ia melihatku, lalu tersenyum terhadapku.
“Aku sangat merindukanmu, tentu aku ingat semua yang kulakukan bersamamu.” disusul senyum indahnya yang membuat hatiku tenang.
“Aku sangat menyayangimu, Marie”
“Aku juga”
Lalu ia menulis di selembar kertas, ternyata itu sebuah alamat rumah seseorang.
“Kamu cari rumah ini dan temuilah dia”. katanya
“Untuk apa?”
“Suatu saat kau akan mengerti!”

Tiga hari sesudah itu, Arnold meninggal kejadian itu adalah kejadian paling tersedih yang pernah kualami. Dan menjadi perasaan terpahit yang kedua yang dialami bu Monic karena tepat lima bulan yang lalu pak Alex juga meninggal karena memiliki penyakit yang sama dialami Arnold. Sebelum dia meninggalkan dunia ini, aku telah memberikan yang terbaik untuknya yaitu memainkan piano yang mengalunkan nada yang indah untuknya.

Tiba juga kesempatan untukku mencari alamat rumah yang Arnold berikan kepadaku seminggu yang lalu, sepertinya aku tidak asing dengan alamat rumah ini. Untuk apa Arnold melakukan ini? saat ku sampai rumah itu, ku ketuk pintunya. Ada yang membukanya yaitu Darwin. Darwin adalah mantanku dan ternyata teman lama Arnold waktu SMP. Sebenarnya, aku dan Arnold sama-sama ingin melupakan kisah cinta kami dulu namun sering gagal. Ternyata, diam-diam Arnold tahu bahwa temannya itu susah melupakan kisah asmara bersama dengan mantannya, yang tak lain aku sendiri. Namun saat aku dan Darwin benar-benar sudah melupakan semuanya kami dipersatukan kembali oleh Arnold karena ia yakin mereka masih saling menyayangi. Dan aku tahu ini semua rencana Arnold yang ingin orang yang dicintainya bahagia walaupun tidak bersamanya. Darwin dan aku pun sepakat untuk memperbaiki kisah cinta kita.

Hari-hari berganti bulan, bulan berganti tahun di sebuah makam berdirilah sepasang kekasih memakai gaun dan jas pengantin. yang telah diikat dengan suatu pernikahan yang memandang sebuah makam dengan senyuman terindah.

-TAMAT-

thanks for reading

Cerpen Karangan: Lusiana Adela Nugraheni
Facebook: Lusiana Adela N

Cerpen Love May Not Always Keep Us Together merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menanti Pangeran Bersayap Jingga

Oleh:
Di bawah guratan langit jingga berkuaskan rindu, langkahku tertatih. Berjalan perlahan menuju jembatan yang dipenuhi lilin-lilin. Sungguh, ekor mataku tak kuasa lagi menembus suasana lengang nan tak bernada ini.

Because of Love (Part 3)

Oleh:
Ternyata apa yang eby perkirakan ada betulnya. Pesta pertunangan itu sangat mewah. Banyak sekali para tamu undangan. Ebby juga melihat papa dan mamanya disitu. Waduuh kapan mereka datang ya,

Nyesek Bikin Nyusruk

Oleh:
2 bulan jomblo itu rasanya parah-parah ya, kalau malem gak ada yang ngucapin “selamat malam sayang, mimpi indah ya, i love you..” terus kalau pagi juga gak ada yang

Tak Terbalaskan

Oleh:
Pagi ini terlihat sangat cerah. Matahari begitu semangat menyambut pagi ini, seperti gadis ini, ia bersemangat karena hari ini ia akan pergi ke sekolah diantar oleh sang kekasih. “pagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *