Luka Ini Penyemangatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 December 2014

Aku merasa hidupku begitu sempurna… Karena aku punya kekasih yang sangat aku sayangi dan juga menyayangiku, Indra… Dia penyemangat hidupku, tak mungkin aku bisa bayangkan bila gak ada dia.
Namaku Farah, aku kelas XII di salah satu SMA di kotaku… Dan Indra.. dia sudah kuliah semester 3 di kedokteran…

Minggu ini aku dan dia pergi ke taman dekat danau, itu tempat favorit kita.. Ku ukir nama aku dan dia di pohon..

Farah Indra selamanya

Indra tersenyum membaca tulisan itu. “Farah.. jelek banget si tulisannya”
“Biarin yang penting maknanya…”
Dia tetap tersenyum, ku tatap matanya yang indah.
“Farah sayang… kamu harus lulus dengan nilai yang bagus loh, kamu pengin kuliah di jurusan apa?”
“Oke sayang.. aku pengen kaya kamu… pengen jadi dokter juga, biar kalau kamu sakit aku bisa ngerawat kamu”
“Bisa aja kamu ya”
“Aku sayang banget sama kamu, jangan pernah tinggalin aku ya” aku peluk dia, nyaman sekali berada di dekatnya.
“Iya farah sayang, aku gak akan ninggalin kamu” dia membelai rambutku dengan lembut, aku benar benar bahagia dia ada di dekatku.

Sudah 2 hari dia gak ngasih kabar ke aku, berulang kali aku hubungi ponselnya gak aktif, aku sudah nanya sama teman temannya, tapi gak ada yang tau. Gara gara ini di kelas aku hanya melamun saja…
“Hey… ngalamun aja, ntar kesambet loh” Fanny, sahabatku tiba tiba ngangetin.
“Iih… apa apa’an si ngangetin aja, ntar kalau aku jantungan gimana” ucapku kesal.
“Haha.. lagian si kamu, siang siang gini ngelamun, kamu kenapa far?” Tanya fanny dia beranjak duduk di bangku sebelahku.
“Aku bingung fan dengan Indra” desahku “dari kemarin dia gak bisa aku hubungi, aku tanya teman temannya gak ada yang tau”
“Kamu samperin aja ke rumahnya” usul fanny.
“Malu ya… kemana dia ya, gak biasanya dia gini.”
“Udah.. jangan terlalu dipikirin, mungkin dia lagi sibuk”

Drett.. drett…
Hape ku getar, ada pesan masuk dengan malas ku buka hape.. ternyata dari Indra… wah.. aku seneng banget akhirnya dia hubungi aku.
“Aku pengin ketemu”
“Kamu kemana aja? oke…”
“Nanti jam 2 aku ke rumahmu”
“Iya.. aku tunggu, kok gak dijawab si?”
Aku tunggu balesannya lagi tapi dia gak bales bales sampai bel masuk berdering dia belum bales.
“Gak papa lah Indra gak bales lagi, nanti kalau ketemu aja aku nanyanya” pikirku.

Tok… tok….
“Itu pasti Indra” pikirku, segera ku membuka pintu.
Ku persilahkan dia masuk dan duduk.
“Duduk dulu ndra, bentar ya aku ambilin minum” aku menuju belakang, gak beberapa lama kemudian aku kembali membawa 2 gelas es dan beberapa camilan.
“Ini minumnya ndra”
“Iya makasi” jawabnya dingin.
“Kamu kemana aja?”
“Gak kemana mana..”
Aku heran kenapa dia sekarang cuek gini. “Kamu kenapa si? kok sekarang gini” tanyaku heran.
“Aku pengen ngomong sesuatu”
“Ngomong apa ndra?”
“Aku rasa kita gak usah bersama lagi”
“Maksud kamu apa?” Aku bingung dengan ucapannya barusan.
“Kita putus..” Jawabnya.
Aku kaget gak percaya, kenapa Indra begitu. “Kamu bercanda kan sayang?”
“Gak aku serius” jawabnya tanpa senyum sedikitpun.
“Apa gak mau” aku mencoba menahan air mata ini.
“Pokoknya putus” jawabnya Tegas.
“Apa alasannya kamu minta putus?”
“Aku rasa kita udah gak cocok, lebih baik kita masing masing aja”
Aku gak mampu berkata apa apa lagi aku hanya bisa menangis.. yaa sakit banget rasanya tiba tiba dia gini.
“Udah.. jangan nangis” dia coba nenangin aku, dia peluk aku.
“Aku gak mau ndra”
“Ini udah keputusanku, aku gak bisa jalani hari hari bareng kamu lagi”
Tangisku makin meledak, hatiku hancur denger dia bilang gitu. Aku lepasin pelukannya
“Kamu jahat ndra, seenakknya ya kamu bilang gitu, kamu gak mikirin perasaanku apa?” Teriakku.
Dia hanya diam menatapku, aku gak tau apa yang ada di pikirannya.
“Aku benci kamu ndra!!!” Aku banting hape’ku..
“Ini yang terbaik buat kita, udah kamu gak usah sedih.. kamu pasti dapet pengganti aku, aku pamit pulang ya” Dia memelukku sekali lagi… aku takut ini jadi pelukan yang terakhir.
“Farah, aku pulang” pamitnya.
Aku hanya diam gak tau harus bicara apa, ku lihat dia beranjak pergi.
Praakkk… aku banting pintu dengan keras, aku segera berlari ke kamar. Aku kunci kamar, untung orangtuaku gak ada di rumah.

Aku menangis sejadi jadinya, semua barang aku lempar.. Aku benar benar sakit.
“Kenapa kamu jahat banget ndra, aku gak mau kehilangan kamu” Isakku makin keras, gak ada lelahnya aku menangis.
Kucari ponselku yang ternyata masih di lantai.
Ku ambil lalu ku tekan nomer Indra.. kupencet tombol Call…
Tut… tut… tut…
Gak ada jawaban, ku panggil berulang kali tetap gak ada jawaban, aku lempar ke kasur hp ku…

Kring… kring…
Indra telfon, ku tekan tombol hijau.
“Ada apa lagi farah? apa kurang jelas kata kata ku tadi…”
“Aku gak pengen kehilangan kamu, kenapa kamu tinggalin aku?”
“kan aku udah bilang lebih baik kita sendiri sendiri dulu”
“Apa salahku kenapa kamu giniin aku, apa kamu udah ada yang lain?”
“Kamu gak salah, dan aku gak ada yang lain, aku lagi pengin sendiri..”
“Kamu jahat…!!!” Ku tekan tombol merah ku letakkan hapeku.. Dan aku menangis sepuasnya.

Cerpen Karangan: Naily Marchamah
Facebook: Facebook naily onel II

Cerpen Luka Ini Penyemangatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kembali Tapi Tak Sama

Oleh:
Matahari pagi itu seperti mengintip di balik mendungnya langit. Matahari selalu tersenyum meski tampak sedih di balik mendung. Dua kaki kecil bergantian ke depan dan kebelakang menelusuri pinggir jalan

Sindrom Peristaltik

Oleh:
Hari yang indah untuk dilalui, udara yang segar berpadu dengan embun pagi dan terlihat serasi dengan tiga warna daun ketapang yang berjatuhan di taman sekolah. Tapi secara tiba-tiba segera

Lupa

Oleh:
Aku masih berdiri di bawah senja yang sama. Di bawah jingga yang sama. Juga di bawah temaram yang sama. Saat lembayung senja mulai mengirimkan pasukan merah saganya, mengusir sore

Dia Yang Tak Pernah Peka

Oleh:
Hai, namaku Sonia Angelina. Aku biasa dipanggil angel. Aku adalah seorang gadis berusia 15 tahun dan sedang mengenyam pendidikan di tingkat kelas 3 SMP atau sering disebut kelas 9.

Kesetiaan Hujan (Part 1)

Oleh:
“Jika kau tahu. Menunggu adalah hal yang amat menyebalkan bagi pria. Tapi akan terasa indah jika kau menunggu cinta. Namun bagaimana jika nantinya penantianmu itu sia-sia? Apa yang kau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Luka Ini Penyemangatku”

  1. elizabeth says:

    wah bgus bgt ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *