Malam, Cinta dan Purnama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 9 November 2015

Selamat malam purnama! Lama kita tak jumpa. Sudah lama pula aku menantikan saat-saat seperti ini. Duduk di bawah cahayamu yang terang. Dan purnama, aku ingin cerita padamu. Aku sudah menemukan cinta sejatiku. Ah, aku senang sekali. Baru satu bulan kita berkenalan dan minggu depan aku akan melamarnya. Ya, melamarnya. Beginilah kisah kasih kami berdua. Awal pertemuanku dengan dia terjadi ketika aku menyaksikan konser musik Java Rockin Land yang diadakan sangat megah di Ancol, Jakarta.

Dia terlihat sangat cantik dengan white-dressnya dan sangat menikmati penampilan dari Guns n Roses di atas panggung yang megah. Ini ajaib, aku mempunyai persamaan dengannya, yaitu aliran musik. Aku langsung menghampirinya, kita berkenalan, dan singkat kata kita jadian. Sebelum kita jadian, kita sering pergi bareng. Frekuensi aku pergi dengannya baik untuk jalan-jalan, nonton, maupun karaokenan musik di kafe, 2 kali seminggu.

Malam ini, di sebuah kafe, aku akan menyatakan perasaanku padanya. Alunan musik jazz terdengar santer di komunitas kafe and Lounge yang terletak di komplek Golden Fatmawati. Para penyanyi kafe ini membawakan musik jazznya seperti tanpa persiapan apapun, mereka berimprovisasi. Awalnya, aku tidak mau terburu-buru memegang tangannya. Aku takut akan membuat dia risi. Namun, semakin aku menunggu waktu untuk bicara padanya, semakin aku terus-menerus mengulur waktu. Aku pun tidak mau gagal kali ini. Dengan mengerahkan seluruh jiwa dan raga dan mengumpulkan semua keberanianku, aku pun bilang padanya. Tidak sia-sia, dia menerimaku. Dengan saling mencium bibir satu sama lain, kita resmi berpacaran.

Dengar purnama, setelah hampir sebulan kita pacaran, aku akan melamarnya. Ya, melamarnya. Aku pun pantas bersyukur pada Tuhan, lamaranku diterima olehnya. Ah, senang sekali rasanya bisa menikahi orang yang aku sayangi. Sudahlah purnama, sampai di sini dulu ceritaku padamu. Aku begitu menikmati sekali malam ini. Aku senang, tapi aku tidak bahagia. Ya, aku kehilangan dia. Aku sedih.

Aku tidak pernah terpikirkan hal ini akan terjadi. Dia telah pergi. Dia pergi meninggalkanku saat mobil pengantin yang kami tumpangi jatuh ke jurang. Dia meninggal. Kini, aku hanya bisa berdoa. Berdoa untuk kebahagiaannya di sana. Aku masih terlalu sayang padanya. Dan sampai saat ini, aku pun belum tertarik dengan wanita lain untuk menggantikannya. Dia cinta sejatiku. Sungguh aku tidak bohong. Baiklah, aku sudah mulai lelah.

Tuhan, aku tak pernah tahu siapa yang akan menemaniku nanti untuk melewati hidup, tapi jika boleh meminta. Aku ingin dia yang lebih baik darinya. Selamat malam bulan purnama. Semoga bulan berikutnya kita bisa berjumpa kembali saat aku sudah bersanding dengan wanita lain yang bisa menggantikan cinta sejatiku.

Cerpen Karangan: Najib Zamroni

Cerpen Malam, Cinta dan Purnama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita

Oleh:
Aku duduk termenung di atas sebuah kursi di teras kamarku. Menatap bintang dan bulan, berharap mereka mengerti perasaanku yang tak menentu. Ya, sangat tak menentu. Beberapa bulan lalu aku

Fallen in Love

Oleh:
Aku masih mengingat dengan sangat jelas saat aku masih memilikimu. Kita berlatih di tempat yang sama. Mengeluarkan tenaga, menghabiskan energi dan dibanjiri keringat bersama. Taekwondo. Beladiri satu ini sungguh

Tetap Menunggu

Oleh:
Aku selalu meyakinkan hati ini, bahwa hujan pastilah akan berhenti. Api yang mengamuk pun pasti akan padam. Begitu pun keyakinanku terhadapnya, laki-laki yang selama ini bersamaku. Ah! Mungkinkah hanya

Air Mata untuk Fernando

Oleh:
Newcastle Senior High School. Ya, hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi Carole karena hari ini adalah hari pertama ia membuka lembaran hidupnya di masa terindah para insan

Let Me See Your Smile (Part 4)

Oleh:
Malam yang dingin. Seorang laki-laki berdiri di balkon kamarnya sambil memandang ke luar dengan tatapan mata kosong. Dia adalah Raka. di tangannya terdapat sebuah foto dua anak yang sedang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *