Malam dan Siang Menyatu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 17 October 2017

Malam dan siang. Dua hal yang menurut sebagian orang tak mungkin dapat bertemu. Tapi nyatanya aku hidup di antara keduannya dalam waktu bersamaan. Tidak percaya? Atau penasaran? Berarti kamu harus mendengar ceritaku ini sampai selesai.

Namaku Harry. Aku pun sama dengan kamu; manusia. Tapi ada yang tak biasa dalam hidupku. Jika pada umumnya kamu mengalami pergantian waktu dua kali dalam sehari; malam berganti siang, siang kembali menjadi malam. Dan begitu seterusnya. Tapi berbeda denganku. Aku bisa hidup di dua waktu itu secara bersamaan dalam satu waktu. Aneh bukan?

Dengan malam dan siang kamu mengatur segalanya; kapan waktu tidur, kapan bekerja, kapan berangkat dan pulang. Tapi tentu kalian juga bisa berkehendak lain karena kalian manusia. Iya manusia sepertiku.

Aku juga dulu sama seperti kalian hidupku terikat pada malam dan siang, yang datang bergantian terus-menerus dalan hidupku. Tapi kemudian aku teringat, kalau aku manusia. Aku punya akal untuk berpikir. Tidak seperti siang dan malam yang hanya seperti sebuah mesin otomatis, yang bergerak sesuai programnya. Maka dari itu aku berpikir. Bukankah karena berpikir maka kita ada? Maka aku berpikir, apakah aku bisa lepas dari semua rutinitas ini? Itu pikiranku dulu. Jauh sebulum aku mengalami banyak perubahan dalam hidupku.

Awal dari semua perubahan ini; adalah saat aku bertemu dengan seorang perempuan asing. Dia perempuan berkulit putih dengan rambut berwarna perak. Kalau untuk masalah wajah, bidadari juga pasti demonstrasi sama tuhan, kalau melihat wajahnya. Sebab dia merasa iri dengan kecantikannya.
Aku bertemu dengannya di sebuah pantai. Iya pantai, saat itu aku sedang berada di pantai untuk. melihat sunset. Rutinitas alam ini meskipun membosankan namun tetap indah dilihat.

Dia menghampiriku dengan caranya berjalan yang anggun, rambut yang tertiup angin jatuh tergerai di pundaknya yang tertup sebuah syal berwarna merah. Ia tersenyum dengan begitu lembut kepadaku.
“Hay, perkenalkan, namaku Jollie. Dan kamu?” dia memperkenalkan diri dengan anggun
“Harry.” Aku menjawab tanpa melepaskan sedikit pun pandanganku padanya.

Itulah kata-kata pertama yang keluar dari bibirnya saat itu. Sejak itu aku dan Jollie, sering bertemu di pantai setiap senja datang. Aku merasakan banyak hal berubah dalam diriku. Mulai dari gaya berpakaian rapi, rajin merawat tubuh, dan juga sering memikirkan dia di waktu aku sedang melamun. Aku mulai merasakan hasrat untuk selalu bertemu dengannya di setiap senja, kini kian intens meyinggahi hatiku. Yah, mungkin aku harus jujur. Aku mencintainya. Dan itulah yang terjadi saat itu. Tapi hal yang membuatku lega adalah; Jollie pun juga mencintaiku.

Kebahagiaan seakan tak pernah habis kami rasakan. Canda tawa kami selalu menjadi keindahan yang selalu kuingat saat senja datang dengan langit jingganya. Namun semua berubah dalam waktu yang teramat singkat.

Senja itu seperti biasa, aku datang ke pantai untuk menemui Jollie. Dan benar dugaanku, Jollie sudah datang lebih dulu. Dia duduk di atas pasir sambil memegang sebotol minuman ringan kesukaanya.

“Hay!, maaf aku terlambat Jollie.” kataku membuka percakapan kami.
“Tidak Harry, aku yang memang datang lebih awal.” timpal Jollie, dengan raut wajah yang sayu. Kemudian ia meletakan botol minumanya dan memegang telapak tanganku dengan lembut.

“Harry, aku tau apa yang akan kukatakan ini pasti sulit bagimu untuk menerimanya.”
“Kenapa kau bicara begitu Jollie?”
“Sepertinya” Jollie, mengusap airmata di pipinya “sepertinya aku harus pulang ke Amerika Harry.” airmata Jollie, semakin berderai membentuk dua garis air di wajahnya.

Kemudian aku memegang kedua belah pundaknya dengan perasaan yang masih terguncan.
“Lalu bagaimana dengan kita, dengan semua yang telah kita lewati bersama sekian lama. Dan kenapa?”

Tak ada kata lagi dari bibir Jollie sejak saat itu. Hanya sebuah kecupan dan airmatnya yang membasahi rambutku saat dia memelukku. Kemudian aku melihat dia berjalan menjauh, dan semakin jauh. Lalu kemudian tak terlihat. Hilang bersama deru suara mesin pesawat di landasan yang kemudian melesat.

Saat itu aku sadar bahwa sebagian dari diriku telah terbawa bersamanya, yang telah pergi begitu jauh. Terbatasi samudera yang maha luas, gunung-gunung, lembah-lembah kota-kota, negara-negara, bahkan benua yang berbeda.
Sejak saat itu entah mengapa aku mulai merasa ada yang aneh dalam diriku.

Saat matahari masih bersinar di atas kepalaku. Tapi aku pun melihat wajah Jollie di bawah sinar bulan di hadapanku. Begitu pun saat aku sedang mencoba menghitung bintang-bintang di langit malam di atasku. Aku juga merasakan sengatan matahari menerpa kulitku saat aku berjalan bersama Jollie di jalanan kota yang ramai pejalan kaki.
Ini semua aneh, tidak wajar, ajaib. Aku benar-bebar hidup di malam dan siang hari secara bersamaan.

Dan ini sudah kualami sekian lama, dan kuceritakan kepada kalian semua. Juga kepada Perawat dan Dokter, yang selalu memaksaku minum obat-obatan yang tak kusukai sama sekali. Mereka pikir aku gila, karena aku dapat hidup di waktu siang dan malam hari, secara bersamaan.
Padahal ini semua berkat Jollie. Aku bisa begini. Sudahlah kalian tak mungkin mengerti dasar, Dokter dan Perawatku yang bodoh.

Semua itu membuatku binggung, tapi juga menyenangkan.

Terimakasih …
Jollie …

Apa kamu sudah percaya kalau aku bisa hidup di antara siang dan malam bersamaan?

Jogjakarta
20 Feb 2017

Cerpen Karangan: Bagus Pribadi
Facebook: Bagus Pribadi

Cerpen Malam dan Siang Menyatu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Peri Cintaku

Oleh:
Akhirnya sampai juga, batinku. Dalam perjalanan tadi sungguh menyebalkan. Seperti biasa, di tengah senja jalanan ibu kota pasti ramai dipadati pengunjung. Pengunjungnya bukan sembarang pengunjung, tapi pengunjung yang antri

Cara Terbaik

Oleh:
Mungkin ini adalah cara terbaik tuk melupakanmu, melupakan semua apa yang pernah kita lakukan, melupakan apa yang pernah kita jalin, melupakan segala tetang dirimu tuk selamanya. Mungkin cara ini

Terima Kasih Untuk Kenangan Kita

Oleh:
Hi semuanya, namaku Arina Salsabila biasa dipanggil Arina. Aku kelas 4 dan bersekolah di Girl & Boy International School singakatnya GBIS. Aku mempunyai sahabat yang sangat perhatian padaku, mereka

Elegi Kehidupan

Oleh:
Ini lebih mujarab dari alarm. Itulah kalimat pertama yang ku pikirkan di suatu pagi. A!Aa!.. Bangun! Sudah azan subuh. Lantunan suara merdu dede membangunkanku. Ku pandang wajahnya yang menyihirku

Sirius Bintang Harapan

Oleh:
Tubuh mungil gadis itu, kini berbaur dengan hamparan hijaunya rumput taman. Rambutnya tertiup kesana kemari, kulit coklat sawo matangnya itu menambah manis paras sang gadis. Dengan tambahan celana pendek

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *