Masih Mengharapkanmu Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 14 May 2015

Kisah yang terjadi di masa lalu. Dulu kau dan aku bersama dalam indahnya cinta, hampir setiap hari kita bersama, berlari lari di sawah, melihat bintang di malam hari, semuanya membuatku tak pernah ingin jauh darimu. Kau pernah berjanji “jika suatu saat kita harus berpisah aku ingin kau tak pernah lupa dan tak pernah membenciku atau tak pernah meratapi kepergianku”

Kita memang berhubungan tanpa ada orang yang tau, setiap ingin berdua dengan mu aku selalu pergi diam diam dan mencari alasan untuk meminta izin pada ibuku. Dan tiba saat kita menatap bintang di langit ada seorang yang mengetahui keberadaan kita dan mengabarkannya kepada ibuku, datanglah ibuku menghampiriku dan berkata “kenapa kau disini bersama saudaramu sendiri berpacaran?”
Aku kaget, memang kita berpacaran masih dalam ikatan saudara.
Dan aku menjawab sambil menangis “memangnya kenapa bu? Apakah ada yang salah kita kan bukan saudara kandung, aku sangat menyayanginya, tolong jangan pisahkan kami”
“gak ada sayang-sayangan, ayo pulang”

Semuanya terasa seperti mimpi gak pernah aku sangka semuanya seperti ini, ku ambil gitar dan ku nyanyikan lagu yang seperti apa yang aku alami saat ini.

Saat nanti kita tak bisa saling menyentuh memandang wajahmu
Kuatlah sayang karena mereka berusaha menjauhkan kita
Ku kan selalu mencintaimu tak kan ku bohongi hati ini
Hanya kamu yang aku mau
Cuma kamu yang ku rindukan saat kau tak disini

Dan setelah hari itu berlalu, dan kamu lulus sekolah dan bekerja di lumajang mulai saat itu aku sendirian menatap bintang tanpa hadirmu di sampingku dan masih berharap kau di sini bersamaku lagi.

Cerpen Karangan: Alifiah Meisuro Dwi Susanti
Facebook: Aliefy Lievy

Cerpen Masih Mengharapkanmu Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lagu Terakhir

Oleh:
“Aku terlahir dan hadir, tiada lain hanyalah untukmu, kutercipta dan ada ka’rna kaupun selalu ada, satu yang kupinta darimu, tetaplah seperti yang dulu, selalu setia menanti hadirku…” Itu sepenggal

Wonderful Rain

Oleh:
Ku tatap sepasang bola mata indah di hadapanku, walau tak bergerak namun tetap indah. Terima kasih Tuhan kau hadirkan dia dalam hidupku. Detak mesin waktu memecah keheningan, ku tatap

Senyuman Yang Mengangis

Oleh:
Gadis itu terus saja termenung di salah satu bangku panjang yang ada di taman kota. Angin begitu sejuk hingga menerpa helaian rambutnya, membuatnya semakin indah sebagai ciptaan tuhan. Pandangannya

Jangan Berhenti Mencintaiku

Oleh:
Sebegitu besarnya cintamu buatnya, sampai-sampai kamu tidak bisa melihat besarnya cintaku padamu. Kamu tidak bisa melihat kalau ada aku disini, aku yang akan selalu mencintaimu saat tiada lagi orang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *