Maukah Kau Bersamaku?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 27 June 2017

Sherra, perempuan penunggu ‘Bakery Latte’ ini sudah sejak satu jam yang lalu berdiri di balik etalase kaca yang berisi roti-roti aneka warna yang nampak lezat.
“Rainbow Cake satu” seorang pelanggan tampan yang biasa ia temui setiap Sabtu pukul empat ini tersenyum ramah padanya. Sherra memberi sebungkus kotak berisi roti padanya sambil membalas senyumnya, setelah lelaki bernama Maurent itu membalikkan badannya, Sherra memanggilnya, “Maurent” ia menoleh, “kembaliannya” lagi-lagi lelaki itu memampilkan deretan gigi putihnya yang rapi, Sherra tau namanya dari kemeja kampus yang sering ia pakai.
Semenjak itu, Sherra semakin terus menyapanya dan mereka mulai akrab, tak jarang Maurent menunggui Sherra melayani pelanggan lain. Tak seperti dugaan Maurent, ternyata Sherra adalah cewek periang dan ceria apalagi menyangkut novel-novel bergenre action yang sama-sama mereka gemari.

Sherra banyak cerita tentang hidupnya pada Maurent, Sherra bilang memang kita kadang di atas kadang di bawah, hidup Sherra dulu tak serumit ini, semenjak ayahnya memilih wanita lain ketimbang ibunya dan sejak ibunya meninggalkan ayah, segalanya berubah, apalagi ayahnya sempat menghabiskan harta kelurga untuk dana pendidikan Sherra, Sherra harus bekerja agar tetap bisa kuliah, Sherra harus sukses demi adik kecilnya dan hari tua kedua orangtuanya.

“Sekarang alhamdulillah ortu gue udah nikah lagi tapi masa iya gue minta uang jajan” kata Sherra suatu hari. Maurent bisa dikatakan pendengar yang baik, karena memang ketika mereka bertemu hanya Sherra yang bercerita panjang lebar, Sherra juga pernah nanya kenapa Maurent selalu membeli Rainbow Cake dan Maurent hanya dan selalu tersenyum. Sherra juga sering meminta Maurent untuk bicara tapi Maurent hanya tersenyum sambil bilang “emang gak lagi ada masalah apa-apa kok,” katanya, “bicara gak harus ada masalah kali Rent,” dan lagi-lagi Maurent hanya menampilan deretan gigi putihnya yang rapi. Namun itu yang membuat Sherra nyaman, senyuman Maurent dengan beribu ketulusan dari pancaran matanya tidak seperti fake smile yang sering ia kenal dari teman-temannya, mungkin ini waktu buat Sherra untuk membuka hati, karena semenjak ia broken home, Sherra lebih fokus sekolah. Masa SMP dan SMA nya saja tak seperti kebanyakan remaja yang suka keluyuran, Sherra suka di rumah, baginya rumah adalah surganya, meski ia broken home tapi menurutnya rumah adalah tempatnya tertawa bahagia sampai berlinang air mata, rumah tempatnya jatuh sejatuh jatuhnya sampai ia bangkit kembali.

Hari ini seperti biasa, Sherra menunggu di toko, dari Jumat kemarin, Maurent tidak memberinya kabar, padahal sesibuk apapun Maurent selalu memberinya kabar, ingin panik tapi siapakah Sherra itu? Sherra hanya sahabatnya -begitu pikirnya.

Jam di pergelangan tangannya sudah melewati jam empat namun Maurent tidak datang, seperti biasa membeli Rainbow Cake, padahal Sherra sudah menyiapkan kotak dan beribu pertanyaan. Sampai Sherra pulang dengan wajah lemas, Sherra mencoba menghubunginya sambil begadang mengerjakan skripsinya.

Sampai hari Minggu pagi, Maurent memintanya datang ke taman biasa mereka, setelah bertemu Sherra menghujani Maurent dengan beribu pertanyaan, namun Maurent menghambur ke pelukannya membuat degup jantung Sherra tak normal, Maurent terdiam, ia menatap manik mata Sherra.
“Sher, maukah kau bersamaku?” Sherra menemukan ketulusan di matanya, tapi Sherra ikhlas kalau cintanya terhalang cita-cita. Maurent menemukan sarat keraguan dari mata Sherra,
“setelah cita-cita” ucap Maurent, Sherra menangguk girang lalu menghambur ke pelukan Maurent, dan mulai saat itu untuk yang pertama kalinya Maurent menyerahkan segala kehidupannya pada Sherra, Sherra baru mengerti kalau selama ini Maurent telah memiliki kekasih, dan dia adalah alasannya Maurent membeli Rainbow Cake tiap sabtu sore, Rainbow Cake melambangkan bahwa kekasihnya pernah datang dan memberi warna pada hidupnya, dan layaknya pelangi yang lama-lama mulai sirna. Dan Jumat kemarin kekasihnya yang telah lama mengidap penyakit tumor otak itu ngedrop dan akhirnya dimakamkan kemarin sore, tepat ketika Maurent tak lagi membeli Rainbow Cake, tepat ketika pelangi itu hilang.
Melisya -kekasihnya sedari SMA itu pernah bilang kalau ia sangat mencintainya, ia tak mampu mengatakan putus ketika Maurent seringkali menyakitinya dulu, biarlah Tuhan yang memisahkan, dan akhirnya benar. Tapi Maurent tersenyum ketika gadisnya itu pernah bilang akan ada mentari yang menggantikan pelangi, yang lebih cerah namun tak seindah pelangi.

Cerpen Karangan: Aulia Taureza
Facebook: Ataureza Aulia

Cerpen Maukah Kau Bersamaku? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Saat Yang Terpisah Dipertemukan

Oleh:
SMA Pelita Nusantara salah satu sekolah favorit di kota itu. Hari ini hari pertama masuk sekolah, setelah liburan semester ganjil kemarin. Kegiatan belajar mengajar seperti biasanya, namun di kelas

My Ears Feel You

Oleh:
Hantaman bom dan suara tembakan pistol dari kompeni seakan terbiasa terdengar di telinga gadis muda yang buta bernama sekar, perawat para tentara pribumi itu, dia dengan cekatanya menemukan luka

Untukku

Oleh:
“Maaf Eva aku harus pergi,” kata-kata itu melesat begitu saja tepat di telingaku, sangat tajam dan kurasa cukup untuk menusuk gendang telingaku. Aku tercekat, lalu terdiam. Jadi ini alasan

Desember

Oleh:
“Aku punya suatu pertanyaan untuk kamu.” “Apa?” “Menurut kamu, hidup itu apa?” “Hidup yah, hidup itu, hidup itu sebuah keajaiban, karena aku bisa ketemu sama kamu. Kalau menurut kamu

Adakah Bahagia Untukku? (Part 1)

Oleh:
Malam belum terlalu larut. Mentari baru saja terbenam di ufuk barat. Dicka sedang mengendarai sepeda motornya mengelilingi kota, ketika dia melihat seorang cewek yang sedang diganngu oleh beberapa orang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Maukah Kau Bersamaku?”

  1. Diah says:

    Baguss rainbow cake mempunyai arti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *