Menanti Janjimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 5 June 2017

Kuawali pagi yang cerah ini dengan senyuman. Seperti hari biasanya, aku bangun pagi dan bersiap-siap untuk kerja, aku bekerja di sebuah pabrik, ya aku lebih memilih bekerja daripada kuliah, ini pilihanku karena aku pengen bantu orangtuaku.

Hari ini aku sangat bosan, aku teringat akan sesuatu yang bisa membuatku tersenyum. Aku merindukan seseorang yang dulu selalu menyapaku tiap pagi “selamat pagi gitaku sayang!” Aku rindu semua itu. Tiga tahun aku lalui hari tanpa dia, aku tidak tau dia di mana tapi hatiku selalu berkata untuk tidak berpaling darinya.

Aku rindu saat aku dan dia selalu bersama, terakhir aku bertemu denganya dia mengucap “aku akan pergi, suatu saat aku akan kembali untukmu.” Setelah itu dia menghilang bagai ditelan bumi tanpa kabar sedikitpun sampai sekarang. Kadang aku binggung dengan semua ini, ada rasa ingin berpaling darinya, meninggalkan dia dan melupakan dia tapi rasanya seakan tidak mampu hati ini untuk melupakan dirinya, aku percaya dia akan kembali untukku suatu hari nanti.

Seperti biasa sepulang kerja aku mampir ke tempat favoritku, tempat dimana aku dan dia bertemu dan berpisah. Sering kali aku duduk sendiri di taman ini, dan hari ini ada seorang pria yang mendekatiku “hai, gita! Boleh aku menemanimu?” Tanya si Haikal dengan tersenyum “boleh” jawabku. Dia adalah seseorang yang selalu ada untukku, dia yang menghiburku saat aku sedih ataupun ada masalah. Aku mengangapnya sebagai sahabat, tapi dia mengangapku lebih dari itu, tak pernah aku pedulikan perasaan itu karena aku terlalu sayang sama pacarku yang lama menghilang entah ke mana.

Suatu hari saat aku pulang kerja dan aku langsung pulang ke rumah, karna aku merasa sangat lelah hari ini. Sampai di rumah aku menemukan sebuah surat di bawah pintu, aku penasaran dengan isi surat itu, kubuka lalu kubaca sambil duduk di ruang tamu. Setelah kubaca isi surat itu, aku sangat kaget bukan main itu adalah surat dari Hyzham kekasihku yang selama ini kunantikan. Sangat sedih hari ini kurasakan, dia menuliskan sebuah pesan satu minggu sebelum dirinya pergi untuk selamanya.

Cerpen Karangan: Reni Gita Purwanti
Facebook: Reny Gitta

Cerpen Menanti Janjimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


A Love Story (Part 1)

Oleh:
Pernahkah kamu mencintai seseorang, hingga kamu lupa bagaimana cara mu mencintai dirimu sendiri? Pernahkah kamu mengharapkan seseorang, hingga kamu mati rasa pada yang lain? Pernahkah kamu menanti seseorang, hingga

Senja di Kota Empek Empek

Oleh:
Jam di kamar Abel sudah menunjukkan pukul delapan pagi, namun suasana dingin kota Bandung masih berhasil membuat gadis berlesung pipi ini enggan untuk bangkit dari tempat tidurnya. Beruntung hari

Perpisahan

Oleh:
Berangkat dari kejenuhanku bekerja di ruangan tertutup di sebuah kantor investasi ternama di Jakarta, aku Yola Elisia memiliki mimpi untuk mengelilingi Indonesia. Menyambangi keindahan laut, gunung, desa, hutan dan

Kucing Tikus

Oleh:
“rereretak-retak” setiap pagi udah biasa Rere dikata-katain sama Deka begitu, “eh retak lu udah ngerjain tugas Fisika dari bu Tantri yang Killer itu?” (sambil berjalan mundur ala Michelle Jackson)

Terikat Tanpa Mengikat

Oleh:
Cahaya redup rembulan menggambarkan suasana hati yang bergemuruh di antara ketidakpastian menerima kenyataan bahwa aku sudah dijodohkan, malam ini terasa seperti mimpi buruk rasanya aku tak ingin bangun dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *