Mencintai Bukan Karena Tersakiti Tapi Dari Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 23 February 2016

Cinta mungkin bisa dikatakan ilusi tapi nyata dan ada bentuknya, mungkin berawal dari kelembutan, kenyamanan, dan sosok yang dewasa di situlah mulai timbul rasa cinta ini. Perbedaan usia kita memang sangat jauh 11 tahunlah jarak usia kami. Aku yang masih berusia 21 tahun dan dia berusia 32 tahun. Dia seorang janda beranak satu. 21 agustus 2015 awal dari mulainya hubungan kita, aku mencintai dia tidak melihat siapa dia, ataupun status dia melainkan dari hati, penentangan banyak dari teman bahkan dari keluarga. Kita hidup bersama layaknya pasangan suami dan istri dengan penuh canda tawa dan bahagia. Dia sering mengajak aku untuk menikah pada hubungan yang baru berjalan 1-2 bulan. Tapi aku selalu menolaknya dengan lembut dan penuh dengan pengertian.

Dua bulan berjalan hubungan ini dia selalu meminta aku untuk mengajak pulang ke kampung halamanku. Karena dia selalu mengatakan aku tidak pernah serius dalam hubungan ini. Akhirnya ku beranikan diri untuk mengenalkan dia kepada orangtuaku. Di situ mulai ada penentangan. Tapi dengan penjelasan dan keseriusanku orangtuaku merestui hubungan ini. Setiap bulan aku selalu mengajaknya pulang ke kampung halamanku. Setiap ada libur setiap ada waktu. Dan pada akhirnya aku melamar dia.

“Apa mau kau menikah denganku?”
Dia mengatakan, “Aku mau jika kamu serius ingin menikahiku.”

25 november 2015 aku mengatakan kepada orangtua untuk segera melamar dia. Aku dan dia mulai membicarakan kepada orangtuaku. “Niatan yang baik adalah awal dari kebaikan hubungan ini kenapa tidak kalau ingin diresmikan, kapan kamu akan membicarakan ke orangtuamu nduk?” kata Ayah.
Dia menjawab, “Iya Yah, nanti akan aku telepon orangtuaku.”

Desember lah awal kita mendapat ujian dari niatan baik kita. Banyak ujian yang Tuhan berikan. Dari ujian kedewasanku dan dia, di situ kita sering beradu argumentasi. Aku dan dia sama-sama keras kepala dan di situ dia membatalkan semua rencana pernikahan kita, tepatnya tanggal 14 desember 2015 aku mengajak dia untuk berpikir jernih lagi dan melamar dia untuk menikah, aku mengatakan, “Ndot ayo kita sama-sama berpikir dewasa, buang ego kita masing-masing.” dia menjawab, “Iya Ndot kita semua salah Ndot, mungkin ini ujian kita.” aku mulai mengungkapkan isi hatiku kepada dia .

“Ndot aku mencintai kamu karena kamu sudah seperti Ibu, pacar, kekasih, sahabat, dan teman,” lalu dia mulai mengungkapkan isi hatinya juga. “Aku juga Ndot aku sayang dan mencintai kamu, aku mau menikah denganmu, maafin aku selama ini sering menyakitimu,” aku pun memeluk dia.
“Aku juga minta maaf Ndot karena sikapku yang belum dewasa masih agak labil mungkin itu yah buat kamu ragu, tapi kamu jangan khawatir aku akan berusaha menjadi dewasa, dan akan dewasa dengan sejalannya waktu,”
“Iya Ndot.”

Keesokan harinya dia menelepon orangtuanya dan aku melamarnya melalui telepon dan orangtuanya menyetujuinya. Aku senang dan bahagia rasanya sudah di atas awan tapi keesokan harinya aku merasa dibanting dan dijatukan dia mengatakan tidak ingin menikah. Aku pun marah aku pun menangis, dia mengajakku untuk pulang ke kampung halamanku 17 desember 2015 kita bersama pulang ke rumah orangtuaku. Tak ku duga dia mengatakan dengan langsung kepada ayahku.

“Yah tanggal 25 aku akan pulang ke bogor dengan Mas, aku mau mengenalkan Mas ke orangtuaku, Mama udah setuju kok Yah.” tukasnya.
“Alhamdulillah baiklah kalau begitu,” Ayah mengatakan kepadaku ini awal buka pintu, setelah kamu dari sana nanti kita mulai mencocokkan tanggal pertemuan kedua keluarga. Aku pun bahagia dia juga.

Entah apa maksud dia baru kemarin dia mengatakan tidak akan menikah padaku kenapa sekarang dia mengatakan ke orangtuaku mau menikah denganku dan membicarakan pertemuan keluarga. Tanggal 25 desember 2015 kita pulang ke kampung halaman dia. Aku mulai memperkenalkan diri kepada orangtua dia, dengan gugup dan hawa panas dingin aku mulai mengenalkan diriku dan menceritakan hubungan kita dan keluargaku dengan sambutan baik aku diterima di keluarganya.

Orangtuaku dan dia mulai berkomunikasi dengan aku dan dia. Kita sepakat menikah bulan 7-8-2016 tapi 14 hari setelah masa bahagia dan di atas awan itu mulailah awal mula dia membatalkan hubungan ini dengan alasan orangtuanya dan anaknya tidak setuju. Di situ aku mulai merasakan sakit dan hancur berkeping-berkeping, mulai banyak fitnah dan kebohongan darinya tentang aku. Aku sudah mulai membuktikannya tapi mereka bersikukuh tidak menghiraukannya. Orangtuaku yang mendengar ini semua marah kepadaku. Hancur dan sakit telah ku rasakan. Tepatnya tanggal 15 januari 2016 kita berpisah. Aku masih penasaran apa sebabnya dia membatalkan ini semua dengan alsan aku belum dewasa dan fitnah. Bukannya orangtuamu kemarin setuju. Aku menyimpulkan kau berbeda hari ini kau bilang a dan besok kau bilang b.

Sampai detik ini aku setiap detik selalu terbayang dan tetap mencintainya. Ini cinta pertamaku. Hingga tanggal 26 januari 2016 sempat aku berpikir ingin rasanya untuk mengakhiri hidup ini. Tapi aku berpikir, “Tuhan meminjamkan dia untuk mendewasakan dan melatih kesabaranku, mungkin suatu saat Tuhan meminjamkanku untuk mendewasakanku.” aku teringat pesan dari seorang motivator tere liye. Sampai saat ini aku masih difitnah oleh dia dan keluarganya. Tapi satu per satu sudah mulai terbukti kalau itu fitnah atau omong kosong. Aku berdoa sepanjang hari, “Tuhan, tolong bukakan hati dia, berikan cinta kasih sayang dan perhatiannya kepadaku.” sampai detik ini aku masih sangat mencintainya dan berharap hal yang tak pasti. Rasa sakit itu hilang dengan cinta. Apa yang harus aku lakukan dengan cinta ini.

Cerpen Karangan: Teguh Sudirwan
Facebook: Teguh Sudirwan

Cerpen Mencintai Bukan Karena Tersakiti Tapi Dari Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tidak Harus Bersama

Oleh:
“Cinta akan menemukan jalannya sendiri untuk kembali.” itu salah satu quotes di instagram yang selalu membekas di pikiranku. Namaku Sara, aku berusia 17 tahun dimana kebanyakan orang bilang kalau

Pahami Aku!

Oleh:
Semuanya berawal dari suatu yang tak terduga, sesuatu yang dirasa tak mungkin kini sekarang telah menjadi mungkin. Entah apa yang terjadi sesuatu baru saja terjadi dalam hidup. “Kamu apa

Februari, Dia dan Surat Cinta Itu

Oleh:
Semilir angin di bulan Februari memang terasa berbeda. Sejuknya membawa aroma tersendiri yang begitu khas dengan kesan cinta. Mengapa? Tentu saja karena hari valentine. Walau aku adalah salah satu

Ekstrovert

Oleh:
Butiran air mata di pipi ini sudah tak dapat kuseka lagi. Degup jantung dan hembusan napas seketika terhenti melihat orang terkasih mendekap tubuh wanita lain. Orang lain berkata aku

Mawar Putih

Oleh:
Aku duduk di taman sekolah. Aku sedang memandang sebuah bunga yang sedari tadi menarik perhatianku. Bunga mawar, berwarna putih. Bunga kesukaan aku ini mengingatkan aku pada seseorang. Tiba-tiba seseorang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *