Mengenang Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 7 December 2015

Adrian dia adalah cinta pertamaku di dunia ini. Dia laki-laki yang tampan dan dari keluarga berada, selain itu banyak sekali yang berusaha mendekatinya tapi ia tidak pernah menghiraukannya, baginya akulah yang paling terpenting. Minggu pagi ini niatku ingin mengunjungi Adrian ke rumahnya sebab tadi ia tidak masuk sekolah dan tidak memberiku kabar. Rumah megah bercat putih inilah rumahnya. Ku tarik napas dalam-dalam agar aku berani masuk ke dalam.

“pak? Adriannya ada?” tanyaku pada pak satpam.
“oh.. den Adrian ke rumah sakit sa, jadi di rumah sepi tidak ada orang..” ujar pak satpam tersebut.
“hah? Memangnya Adrian sakit apa pak?” tanyaku yang penasaran.
“kalau itu pak satpam tidak tahu sa, sebaiknya nisa pulang aja dulu, percuma menunggu mereka pulangnya pasti malam!” tegas pak satpam.
“ya sudah pak terima kasih, ya. Nisa pulang dulu ya?” akhirnya aku segera pergi dari gebrang tersebut tapi satu hal yang menjadi pikiranku iyalah tentang Adrian yang sedang sakit.
Tapi kenapa dia tidak memberitahuku? Apa karena dia lupa? Atau sebaliknya ia tidak sempat memberi kabar tersebut.

Esok harinya ia menemuiku di kantin sekolah dengan wajah yang sedikit pucat.
“sayang maafin aku ya?” ucapnya seraya memelukku.
“kenapa badanmu dingin? Kamu sakit?” tanyaku bingung lalu memegang kedua pipinya.
“gak apa-apa sayang, aku pengen seharian lihat kamu.. aku takut gak bisa sama kamu lagi!!” ujarnya yang membuatku bingung.
“aku di sini sayang, kamu jangan takut dong aku gak ke mana-mana kok..” ucapku seraya menggenggam tangannya dan tidur di bahunya.
Lonceng pun terdengar nyaring, aku pun segera bergegas meninggalkannya.
“sayang aku ke kelas ya? Bye muach..” Teriakku singkat.

Dua jam berlalu pelajaran terakhir. Bel tanda pulang sekolah pun terdengar tidak sengaja ku mendengar cerita dari teman Adrian yang mengucapkan belasungkawa.
“memang siapa yang meninggal brar?” Tanyaku pada Abrar.
Ia hanya menunduk dan menahan duka terlihat dari matanya yang berkaca-kaca.
“brar? Siapa sih?” Tanyaku lagi.
“emangnya lo gak tahu nis?” tanyanya padaku.
“sumpah gue gak tahu brar?”

“sayang yuk pulang!!” Terdengar sahutan dari Adrian di pintu gerbang sekolah.
“brar gua pulang ya… Adrian udah jemput.” aku pun menghampiri Adrian di sana, tapi saat aku telah di depan gebrang tersebut Adrian tidak ada.
“apa jangan-jangan dia pulang duluan ya?” pikirku singkat.
Tanpa tunggu lama lagi aku pun segera pulang.

Di perjalanan aku melihat bendera berwarna kuning yang mengarah pada rumah Adrian. Aku segera berlari untuk mencari tahu siapa yang meninggal. Sesampai di sana ku tanya pada pak satpam tapi pak satpam hanya diam. Jantungku berdetak kencang dan tubuh ini rasanya beku tak bisa bergerak aku takut itu terjadi. Dari luar pintu rumah Adrian ku lihat sesosok laki-laki tertidur dengan balutan kain kafan yang menutup sekujur tubuhnya. “Adrian?” Sahutku lirih. Langsung saja ku berlari dan memeluk jenazah laki-laki yang sudah tidak berdaya itu.

“Adrian… Adrian… bangun ini aku.. aku tahu kamu belum meninggal kamu pura-pura kan? Buka mata kamu!!”
Air mataku mengalir deras, badanku terasa terguncang hebat bagai tersapu ombak besar.
“Apa yang terjadi kak?” pekikku histeris.
“maafin Adrian yang gak pernah cerita ke kamu tentang penyakit kanker kronis yang ia derita Nisa dia tidak mau kamu sedih. Terima kasih 3 tahun ini kamu sudah menemaninya Kakak tahu kalian saling mencintai dan cinta kamu tulus pada Adrian, tapi ingatlah Nisa, alam kamu dan dia sudah berbeda dan mungkin nanti kamu akan bisa menjumpainya lagi” ujar Kakak Adrian padaku.

“kenapa dia jahat sama aku kak? Kenapa dia gak mau bilang tentang semuanya? Tadi dia masih ada kak di sekolah sama aku, dia juga peluk aku. Dia bilang gak mau aku tinggalin tapi apa? dia yang malah ninggalin aku…” aku hanya bisa menangis dan mencoba menceritakan kejadian yang ku alami tadi di sekolah tapi tak ada satu pun yang menghiraukannya, mungkin pikir mereka itu hanya khayalanku saja, apa daya diriku ini yang hanya bisa terdiam dan menangis.

1 tahun kemudian.
Ku tatap pemandangan yang indah di ujung sana seraya mendengarkan lagu kerispatih mengenangmu teringat akan sosok Adrian yang pernah menghabiskan waktunya bersamaku di sini. Banyak sekali kenangan yang ku lewati bersamanya, apalagi pada saat dia menatap mataku dan mencium keningku. Aku ingin itu terulang lagi dan aku ingin anniversarry yang keempat tahun ini dia ada. “Adrian? Andai waktu ini bisa ku putar, aku akan nunggu kamu di sini walaupun sampai kapan pun tapi ku rasa itu tidak akan pernah bisa terjadi karena dunia kita sudah berbeda meskipun begitu cintamu akan tetap abadi dan tetap bersemi di hati ini…” Saat itu terasa Adrian ada di sampingku dan tersenyum padaku.

Dari tulisan terakhirku: “aku berharap kita akan bertemu lagi, meski hanya dalam sebuah angan dan mimpi. Anissa Sasmitha dan Adrian Aryo Prayoga.”

Cerpen Karangan: Windy Sherin Fara Dita
Facebook: Windy Windy

Cerpen Mengenang Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pengorbanan Cinta Sejati

Oleh:
Aku termenung di kamarku. Menangisi keadaanku saat ini. Bagaimana tidak, seorang yang aku cintai pergi meninggalkanku. Aku mengambil sebuah figura dan ku lihat foto di dalamnya. Aku mengingat bagaimana

Twinsamora (Part 1)

Oleh:
Diary, November 2009 Hmm, tadi waktu di halte, aku ketemu sama cowok. Dia tu cool banget..! Nggak tau kenapa aku seneng aja merhatiin dia. Tapi, kok aku nggak ada

Maafkan Aku Manis

Oleh:
Ba’da asar, aku masih termenung sendiri di taman ini. Melihat beberapa pasang muda mudi bercengkrama, mengisi setiap sudut-sudut taman. Termenung menghitung dedaunan yang berguguran dari pohon mahoni tua di

Cinta Yang Abadi

Oleh:
Masih kuingat saat saat aku bersamanya, begitu indah dan begitu romantis. Takkan pernah aku lupakan sampai kapanpun. Meskipun itu sudah sangat lama, 5 tahun yang lalu, namun memory itu

Mimpi Buruk dan Zombi

Oleh:
Cerita ini sesuai dengan mimpiku pada suatu malam. Jalan ceritanya hampir sama seperti halnya ‘HIGH SCHOOL OF THE DEAD’ jika kalian tahu atau setidaknya seperti ‘RESIDENT EVIL’ yang episode

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *