Mr. Noodle Cintaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 24 May 2017

“Selamat pagi princess snow white” sapa Awan, pacarku. “Selamat pagi juga prince noodle” balasku semanis biasanya. Itu merupakan panggilan sayang dari kami. Aku yang sangat menyukai tokoh kartun putri salju menyebabkan Awan menjadikannya sebagai sapaan sayang padaku. Kemudian aku menyapanya prince noodle, bukan karena Awan adalah seorang maniak mie, atau bakmi. Namun, Awan itu alergi berat terhadap makanan instan yang banyak digemari masyarakat itu. Aku tengah duduk menemaninya di rumah sakit. Awan menderita kanker darah sejak lahir. Baru-baru ini sakitnya kambuh menyebabkan ia harus opname di rumah sakit.

Namaku Gerbera. Aku dan Awan berpacaran sejak SMA kelas dua. Waktu itu, Awan menyiapkan sebuah kejutan romantis untukku. Kemudian dia menyatakan perasaannya kepadaku. Aku langsung menerimanya, tentu saja karena Awan merupakan satu-satunya cowok yang mampu menyita perhatianku. Sejujurnya aku cukup sibuk dengan keterlibatanku dalam Osis, sehingga untuk berpacaran pun sengaja tidak kumasukkan ke dalam daftar pencapaian selama di SMA. Menjadi sekertaris Osis sungguh bukanlah suatu hal yang mudah bukan? Namun, semua ketidak-tertarikanku dengan pacaran mulai buram ketika aku mengenal sesosok pria berwajah minimalis, kulitnya sawo matang, iris hitam kelamnya senantiasa menyihirku agar terus menatapnya.

Pagi itu langit mendung, buru-buru aku berangkat ke sekolah. Aku memilih berjalan kaki walau letak sekolah cukup jauh. Sayang, bila udara pagi yang menyegarkan tak sempat kunikmati. Selang dua puluh menit hujan mulai turun membasahi bumi, aku melebarkan langkah. Sesekali berlari. Meskipun hanya gerimis tapi, bila berlama-lama di bawah hujan aku bisa basah kuyup. Kemungkinan besar bisa sakit, aku tidak tahan berlama-lama di bawah hujan. Rasa cemas semakin merasukiku, karena tidak ada tempat berteduh. Hanya terdapat pohon-pohon dan bunga-bunga di sepanjang jalan. Dalam kegalauanku itulah, sebuah payung oranye meneduhkanku. Agak kaget. Kutatap si pemilik tangan kekar yang memegang tangkai payung, dan aku terjebak beberapa saat menikmati iris hitam itu. Dia adalah Awanku, yang selalu cerah meski sang mentari tak menampakkan diri. Begitulah awal dari cerita kami.

Setelah insiden di pagi hari itu, aku dan awan jadi sering bertemu. Ternyata kami sekelas, oh Tuhan mengapa aku sampai tidak menyadari kehadiran lelaki tampan ini di kelasku. Miris memang. Tapi tak apalah, setidaknya Tuhan telah mempertemukan kami dengan jalanNya sendiri. Jika kalian ingin tahu mengapa aku bisa begitu saja jatuh cinta kepada Awan? Oh ayolah, tak ada seorangpun yang pernah tahu kapan tepatnya cinta itu akan datang iya kan. Aku juga masih butuh waktu untuk mencerna apa yang ada di hati dan logikaku. Intinya, jatuh cintaku wajar dan membahagiakan karena cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Sikap Awan selalu apa adanya, membuatku nyaman. Dia pun tidak pernah menginginkan hal aneh dariku. Aku begitu mencintainya.

“Bagaimana perasaanmu?” tanyaku seraya mengusap pipi Awan lembut. Dia menangkap tanganku. “Biarkan seperti ini” lirihnya. Aku hanya tersenyum sendu melihat tingkahnya. Hampir tiga minggu Awan terbaring sakit. “Princess snow white gak capek bolak-balik rumah sakit terus?” tanya Awan. Ia menatapku lurus. Aku menggeleng keras, sudah kesekian kalinya pertanyaan ini ia lontarkan padaku. Sesak hatiku mendengarnya. Awan masih saja mencemaskan kondisiku bahkan dalam sakitnya. “Nggak kok. Aku kan punya kereta kuda” ujarku. Dia tertawa. “Makasih ya princess, sudah menyempatkan waktunya untuk datang” candanya. Aku tertawa keras sambil mnyentil hidung bangirnya. “Aku sayang kamu Ra”. “Gerbera juga sayang Awan” balasku seraya memeluknya yang masih terbaring. Aku menangis.

Bekas hujan masih tampak menghiasi kota kecilku. Jalanan basah tak menyurutkan semangatku menggoes sepeda. Tujuanku hanya satu. Pagi ini, aku akan mengunjungi Awan, kekasih hatiku. Kutatap sendu gundukan tanah di hadapanku. Kuusap nisannya penuh sayang. Aku tak mau terlalu lama bersedih, Awan pasti akan marah. Dia ingin agar aku terus tersenyum dan melanjutkan hidup apapun keadaannya. “Aku merindukanmu, kau tahu. Aku berhasil menyabet gelar S2 ku dengan memuaskan. Aku pikir, akan lebih baik bila kita merayakannya” ucapku dengan senyum hambar. Airmata perlahan turun menciptakan anak sungai di pipiku. “Aku merindukanmu, sungguh” . Biarlah kuabadikan cinta ini hingga waktu yang pertemukan kita nanti.

Cerpen Karangan: ALis W
Hope u like it!
Sorry, cerita gaje. Pemula. 😀

Cerpen Mr. Noodle Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Will Love You (Part 3)

Oleh:
Louis mulai berjalan dan memeluk mamanya. “Happy birthday ma, maaf kalo Louis selama ini sering cuekin mama, sering enggak peduli sama mama. Maaf Louis enggak bisa ngasih kado apa-apa.”

Tas Terakhir Untuk Risa (Part 2)

Oleh:
Pagi itu, rasanya risa tidak kuat untuk bangun, jam sudah menunjukan pukul 06.30 pagii, mata risa rasanya berkunang-kunang, “Haduhh, kepala ku rasanya mau pecah gini sih,” ketika hendak berdiri

Sorry

Oleh:
“Apaan sih maksudmu. Aku gak ngertii” ucapnya tergesa-gesa. “Aku yang harusnya nanya itu. Kenapa lo tega ngefitnah gue, sampai masalahya jadi besar kayak gini?” balasnya sambil mengebrak meja. Aku

Tempat Penuh Cinta

Oleh:
Malam ini tak berbeda dengan malam-malam kemarin. Aku masih sama berada di tempat ini untuk menunggumu. Kamu yang sekarang pergi tak pernah pulang, lupa dengan kekasihmu yang setia menunggumu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *