Nathan dan Thalia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 9 June 2015

Thalia yang masih saja duduk sendiri di café, sambil menikmat vanilla latte panas kesukaannya yang sengaja dia nikmati sembari memandang hujan yang mulai menyentuh dinding kaca café itu. Thalia adalah seorang gadis pecinta senja, penikmat hujan dan penyuka vanilla latte.

Pagi ini, February 2003. Thalia masih saja terlelap dalam mimpinya. jam weker sudah berdering dengan keras. Namun, thalia masih saja menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Jam sudah menunjukan pukul 6.15 pelajaran di sekolah thalia mulai 45 menit lagi. Mama thalia yang sedari tadi sudah mengetuk pintu masih saja thalia memilih mimpi daripada dunia nyatanya.
“thalia, bangun sayang sudah siang.” Ucapan lembut mama thalia sambil membuka jendela kamar thalia.
“apaan sih mah.”
“sudah pukul 6.30 sayang.”
Thalia terkejut dan dia langsung berlari menuju kamar mandi di sudut kamarnya. Semua persiapan pagi yang secerah ini, thalia berantakan tak serapi hari-hari biasanya. Beruntungnya semalam, Nathan mengingatkan supaya thalia menata keperluan barang bawaan besok. Sarapan thalia yang biasanya manis dan hangat dengan mama dan papanya hari ini hancur karena thalia yang biasa menikmati sarapan, hanya menyeruput susu dan mengambil sepotong roti berselai coklat.
“sial… sudah terlambat dan kena hukuman” gumam thalia dalam hati.

Yang terlambat ke sekolah pagi itu ada lima anak salah satunya adalah Nathan. Nathan adalah pria manis, pemilik kumis tipis dan bersikap romantis. Bagi thalia, Nathan pria hebat kedua setelah ayahnya yang menempati ruang hatinya untuk memilikinya.
“thalia, tumben kamu terlambat?” Tanya Nathan, yang mulai membuka perhatian pagi hari itu.
“ya, semalam kamu telepon jadi tidur kemalaman, hasilnya ya pagi ini deh.” Jawab thalia sambil bercanda.
“jadi, karena aku” Nathan yang mulai merasa bersalah dan thalia menyukai itu. Nathan selalu lebih terlihat ganteng ketika dia ngambek.
“haha, enggaklah. Semalam aku sibuk menyelesaikan tugas makalah dari bu ratna.” Jawabku, digandengnya tanganku untuk berjalan masuk ke kelas.

“tha, aku besuk pindah sekolah.” Dengan santainya Nathan mengucapkan itu.
“hah? Serius? Jangan bercanda gitu deh”
“tha aku nggak bercanda semua serius.” Nathan menatap thalia lebih seris lagi.
“kamu hati-hati ya tanpa aku, 3 tahun aku baru bisa kembali ke kota ini lagi tha, jadi selama aku nggak berada di sampingmu jaga dirimu. Doa serta cintaku menyertaimu. Dan aku sayang sama kamu.”
“than, kalau kamu tau aku juga sayang sama kamu.”
“jadi, hari ini aku ingin seharian kita sama-sama karena aku besok pindah ke Jogja.”
Aku mengangguk dengan ajakan Nathan untuk hari ini.

Sepulang sekolah, kami tak langsung pulang. Nathan mengajak thalia ke tempat yang indah sekali. Jauh dari perkotaan. Beruntungnya, Nathan kemarin menyuruh thalia untuk membawa kamera favoritnya. Thalia mengabadikan moment mereka berdua dengan foto dan video.

Malam hari, Januari 2006
Nathan malam itu mengabari thalia, kalau dia sore itu sudah kembali ke Bandung lagi. Thalia sangat bahagia malam itu, karena Nathan sudah menelfon thalia kalau nanti malam dia akan menjemput thalia untuk mengajaknya jalan-jalan malam. Thalia memakai drees selutut berwarna merah dengan sepatu berwarna merah dan tas berwarna hitam. Jam sudah menunjukan pukul 20.00. namun, Nathan yang berjanji pukul 19.00 kini belum sampai juga. Thalia khawatir dan mencoba menelfon hp Nathan, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Tak biasanya Nathan membatalkan janjinya tanpa kabar. Tiba-tiba hp thalia berering dengan lagu taylor swift – Red. Panggilan dari mama Nathan segera thalia mengangkat telefon itu.
“malam thalia.”
“ada apa tan?” ucap thalia sedikit panik
“thaa, Nathan kecelakaan dan sekarang di rumah sakit melati.” Kata mama Nathan yang membuat thalia terkejut.
Airmata thalia mulai menetes perlahan. Thalia langsung mengambil mobil dan menuju rumah sakit. Thalia menangis tanpa ada yang menghiburnya.

“sus, Nathan putra perdana yang baru saja kecelakaan, ruang apa? Dimana?”
“di ICU ini ketimur lalu keselatan.”
Thalia berlari menuju ruangan ICU , keluarga Nathan semua masih lengkap berada di luar ruang ICU dan menunggu Nathan sadar. Thalia tidak mampu membendung airmatanya. Hanya satu orang yang diijinkan memasuki ruangan itu. Mama Nathan mengijinkan thalia untuk memasuki lebih dulu.
“than, aku siap jaga kamu dalam keadaan apapun. Cepat sembuh ya” sambil thalia memegang, dan mengecup dahinya.”
Tangan Nathan mulai bergerak. Dan membuat Nathan membuka matanya. Thalia melebarkan senyumnya.
“ma..af un…tuk janji malam ini batal, tha.” ucap Nathan sedikit kaku karena sulit untuk bergerak.
“kamu tak perlu meminta maaf, bersamamu saat ini dan selamanya adalah sebuah kebahagiaan yang jauh lebih indah, nath. Makasih untuk semua janji 3 tahun ini dan kamu kembali lagi tanpa melukaiku.”
Nathan mengangguk dan melebarkan senyum termanisnya.

Cerpen Karangan: Kartika Irma Lestari
Facebook: Krtkka.blogspot.com

kartika irma lestari
SMP n 10 Ska kelas 9f
twitter: @_krtkka

Cerpen Nathan dan Thalia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja Di Atas Bukit

Oleh:
Ku tebus malam dalam dingin yang menggigit pori-pori kulit. Ku kayuh langkah kaki yang kian menyusut oleh lelah yang tak terungkap. Seiring menghapus deru jejak yang memaksa diri merindukan

Tembok Kilometer

Oleh:
Orang bilang, cinta adalah anugrah terindah bagi manusia. Dengan bertemunya sepasang manusia yang tidak saling kenal awalnya, menciptakan pertemanan, menjalin kasih, lalu berpisah. Orang bilang, cinta adalah hal terkuat

Long Distance Relationship

Oleh:
“Hallo selamat pagi sayang” sapa hangat dewa di telpon saat dia membangunkan tidurnya ica. “Pagi juga pesek” balas ica manja. Mereka berdua sudah lama menjalin hubungan jarak jauh. Dewa

Bunga Untuk Yang Terakhir

Oleh:
“Dear, Diary… Alira Faza Anindya. Itu namaku. Aku anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakakku yang pertama bernama Ahzan Fauzi. Kakakku yang kedua bernama Alby Fazrial.”. Lembaran kenangan tulisanku waktu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *